Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 36


__ADS_3

"Tunggu Nia!"


"Ada apa?"


Arga pun menarik tangan nya sehingga Kania duduk di pangkuan nya,Kania benar-benar sangat gugup sekali apalagi posisi mereka sedekat itu.


"Ada apa Kak?" Kania meundukan wajah nya agar tidak menatap wajah tampan itu.


Arga pun menyentuh kalung yang di pakai oleh Kania dia ingin memastikan kalo Kania adalah gadis kecil yang dulu dia selamat kan.


"Sejak kapan kamu memakai kalung ini?" tanya Arga membuat Kania mengerutkan kening nya.


"Oh ini permberian dari seseorang dan aku sudah memakai nya sejak kecil sekitar 5 tahunan kalo tidak salah," jawab nya.


Kania bingung kenapa Arga menanyakan tentang kalung itu ada apa pikir nya.


"Apa kamu ingat saat di hampir tenggelam di kolam renang ada seorang remaja yang menolong mu?" tanya Arga dia penasaran sekali karna Om Bagas tadi mengatakan kalo keluarga Joko yang mengantar Kania pulang.


Apa mungkin Kania ini yang dulu dia selamat kan bersama Mama dan Papa nya, terus kenapa mereka tidak bercerita kepadanya mungkin kalo dia tahu dari awal dia tidak akan membuat kontrak nikah konyol itu.


"Aku hanya mengingat nya sedikit ada sepasang orang tua yang mengantarkan aku pulang dan aku tidak ingat lagi karna saat itu aku sudah pingsan," jawab nya.


Arga pun menghela nafas kasar dia harus menanyakan nya kepada Mama Maya tentang hal ini.


"Oh ya sudah kalo begitu kamu boleh istirahat," ujar nya membiarkan Kania pergi begitu saja.


Sekarang Arga harus cari cara agar bisa terlepas dari Sita, wanita itu sangat licik dan juga nekat dia harus mencari alasan yang pas untuk meninggalkan wanita itu.


Arga pun bergegas naik ke kamar nya dia benar-benar menyesal kenapa dia baru tahu sekarang.


Arga menatap sekeliling kamar nya nampak kosong dia lupa kalo Kania sudah kembali ke kamar nya.


Arga merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil menatap langit-langit kamar nya dia benar-benar frustasi kali ini, dia benar-benar takut kalo Kania akan menuruti kontrak konyol itu.


"Sial kenapa aku sampai melakukan hal bodoh, seharus nya aku bisa menerima nya sebagai istri bukannya membuat nya tidak nyaman begini, suami macam apa aku ini."


Sedangkan di sisi lain Kania juga sama bingung nya apa yang harus dia lakukan setelah bercerai nanti, tidak mungkin dia bercerita kepada ibu Aisyah karna ibu nya itu pasti masih bersedih.


.


Keesokan harinya Kania sudah menyiapkan roti panggang untuk sarapan mereka tak lupa satu juga susu untuk nya.

__ADS_1


Hari senin dia harus buru-buru kesekolah jadi dia harus cepat-cepat.


"Ehh tumben udah siap?"


Kania bingung melihat Arga sudah siap dengan setelan kantor nya, tumben sekali biasa nya kalo Kania berangkat dia belum turun dari kamar.


"Mana sarapan ku?"


Kania pun memberikan roti panggang itu ke hadapan suami nya."Mau buat kopi gak kak?" tanya kania.


"Boleh gula nya dikit aja ya," ucap nya dan Kania pun menganggukan kepala nya.


Kania pun mengambil cangkir dia menyeduh kopi itu.Entah lah enak atau tidak yang jelas itu adalah takaran saat dia membuat untuk Ayah Bisma dan itu sudah lama sekali.


"Maaf kak aku gak tahu ini pas atau tidak di lidah Kakak," ucap nya meletakan cangkir di hadapa suami nya.


Arga pun menatap kopi hitam itu tidak ada yang aneh bau nya juga khas namun dia penasaran dengan rasanya apa semanis yang membuat nya.


Arga pun mimun sedikit dan merasakan nya, ternyata itu benar-benar pas tidak terlalu manis ternyata selain pintar memasak Kania juga pintar membuat kopi.


"Gimana rasanya?"


Arga pun mengangguk sambil tersenyum."Ini pas sekali kamu pintar sekali meracik nya," puji Arga membuat Kania salah tingkah.


Arga bisa melihat Kania sangat disiplin sekali bahkan makan saja dia sangat tenang, dia meminum kopi nya sambil sesekali dia menatap wanita itu sungguh cantik sekali istrinya ini begitu menggemaskan.


Hingga Arga tidak sadar kalo Kania sudah menyelesai kan sarapan nya.


"Aku udah selesai dan maaf aku duluan ya Kak udah telat soal nya ada upacara pagi ini," ucap nya mengambil tas kecil di atas meja makan dan segera berlari keluar.


"Tunggu," ucap Arga sambil berlari mengejar Kania untung saja dia sudah selesai sarapan nya.


Kania membalikan badan nya mentap Arga dengan kening yang berkerut ada apa lagi pikir nya, sedangkan Arga segera menarik Kania agar masuk ke dalam mobil nya.


"Masuk lah kita bisa bareng," ucap nya membuat Kania terkejut lalu menggelengkan kepala nya.


Kania sangat ingat waktu itu pernah di turunkan di jalan oleh nya, dia tidak mau kejadian itu terulang dan nanti dia yang akan dapat masalah karna telat ke sekolah.


"Aku bawa motor Kak biar cepat," ujar nya memelas.


Arga pun mengangguk sambil tersenyum lalu dia masuk ke dalam mobil namun sebelum melajukan mobilnya di memanggil lagi istrinya.

__ADS_1


"Yakin gak mau bareng? aku punya ini loh," ucap nya menaik turunkan alis nya sambil tersenyum nakal.


Sedangkan Kania nampak kesal sejak kapan kunci motor nya pindah tangan sedangkan baru saja dia memasukan nya kedalam lubang kunci motor nya.


"Kamu iisssh," guman nya kesal lantas Kania pun masuk ke dalam mobil dan menutup pintu sedikit kencang dia cemberut sambil melipat tangan nya di dada.


Sedangkan Arga terkekeh dia merasa senang akhir nya Kania mau menuruti nya, mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah sedangkan Kania hanya menatap keluar jendela.


Kalo gak takut telat males banget bareng cowok itu dan Kania bingung sejak kapan suami nya jadi pemaksa seperti itu.


"Nia."


"Hmm."


"Kania?"


"Hmm."


"Sayang."


"Iya." ucap Kania replek menoleh dan menutut mulut nya, kenapa dia menjawab saat Arga memanggil nya sayang.


'Sial bisa besar kepala nih dia, pasti dia berfikiran yang enggak-enggak nih.' batinnya.


Sedangkan Arga tersenyum senang melihat wajah Kania yang sudah memerah, dia tidak menyangka kalo Kania akan menjawab nya.


"Kenapa tuh muka kepanasan ya?" goda nya sambil menahan tawa.


Sedangkan Kania memalingkan wajah nya ke jendela dia benar-benar malu sekali.


Untung saja mereka cepat sampai di depan sekolah dan itu membuat Kania lega namun saat akan keluar dari mobil tangan nya di tarik membuat Kania bingung apa lagi pikir nya.


Kania mengangkat sebelah alis nya seolah bertanya 'apa'


Namun tanpa di duga Arga mengulurkan tangan nya membuat Kania semakin bingung apa sih mau nya?


"Cium tangan Nia masa kamu gak tahy kamu tuh ya, harus terbiasa begini kalo mau pergi," ucap nya menaik turunkan alis nya.


'Apa dia sudah gila,' batinnya.


Kania memutas bola mata nya malas namun dia juga mencium tangan suami nya setelah itu dia keluar dari mobil.

__ADS_1


"Nanti aku jemput pulang nya jangan dulu pulang," ucap nya sedikit berteriak sedangkan Kania hanya menganggukan kepala nya.


__ADS_2