Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
part 78


__ADS_3

Satu minggu berlalu Oma Maria sudah pulang dia benar benar sudah sehat sekarang meski harus melakukan kontrol lagi untuk beberapa waktu kedepan namun anggota keluarga sangatlah bahagia melihat oma sehat kembali.


Kania juga sempat menginap dua hari di sana untuk memastikan kondisi Oma benar benar stabil.


"Sayang apa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku?" tanya Arga.


Kania pun menatap suami nya bingung, kenapa suami nya bertanya seperti itu apa dia terlihat seperti sedang berbohong pikir nya.


"Maksud nya apa? aku tidak mengerti?" tanya Kania.


"Apa kamu menyembunyikan sesuatu tentang Caca?" tanya Arga dia benar benar penasaran apa yang istrinya ketahui.


"Caca? memang nya dia kenapa?"


"Sayang udah lah gak usah kamu tutupi lagi," ucap nya.


"Masalah itu aku-


"Jawab jujur sayang aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi kenapa Oma tidak menyukai hubungan Marvin dan Caca," ucap Arga.


Kania pun menghela nafas dia juga bingung harus gimana jelasin nya, karna dia juga tidak tahu pasti apa yang terjadi.


"Sebenarnya Arsya alias Caca itu adalah anak nya Om Wira, dan Oma bilang kalo Om Wira dulu pernah berhubungan dengan tante Sonia alias mama nya Marvin," jelasnya.


"Jadi maksud kamu mereka bersaudara gitu?" tanya Arga tidak percaya.


"Iya By aku sama Oma juga berpikir nya seperti itu takut nya mereka memang kakak adik, kan gak boleh kalo sampe mereka menikah haram hukum nya," ucap Kania.


Arga pun menganggukan kepalanya namun dia masih ingin mencari tahu kebenaran nya dengan memastikan benar atau tidak.


"By kok malah begong sih, kamu mikirin apa sih?" tanya Kania bingung melihat suami nya yang nampak diam.


"Gak papa kok sayang cuma kasian aja sama Marvin ,semoga saja Marvin bisa menerima semua ini," ujar nya.


"Iya aku juga berharap seperti itu, semoga Marvin bisa lupain rasa cinta nya pada Caca."

__ADS_1


***


Keesokan harinya mereka sarapan bersama, hari ini Arga akan kekantor pama nya ada karna ada metting di sana.


Ya setelah Kania memutuskan membantu mertua nya dengan menyuntikan dana yang begitu besar, perusahaan mereka kini bekerja sama.


"Sayang aku berangkat dulu ya kamu hati hati di rumah, jangan melakukan apa apa biar bibi yang melakukan semuanya," pesan nya.


"Astaga By aku cuma hamil bukan sakit, aku masih bisa kok beres beres rumah gak enak kan kalo harus pinjem bibi terus," ucap nya merasa malu karna terus terusan meminta art nya Mama Maya.


"Pokoknya kalo aku bilang gak boleh ya gak boleh, biar nanti kita cari lagi art yang baru kalo kamu gak enak sama Mama," ucap nya dan Kania pun menganggukan kepalanya.


Arga pun mencium kening Kania sebelum berangkat kerja, tak lupa mengelus perut istrinya yang masih rata.


Usia kehamilan Kania sudah hampir 4 bulan namun masih belum terlihat buncit, karna memang badan Kania yang kecil membuat nya tidak seperti sedang hamil.


"Jangan nakal ya sayang, jagain bundanya Ayah kerja dulu," ucap nya membuat Kania tersenyum.


"Kok aku geli ya dengar nya," ucap Kania mendengar Arga menyebut dirinya bunda dan menyebut Arga Ayah.


Di kediaman Om Maria, Marvin nampak diam saat berpasaan dengan Oma nya itu, dia masih sangat merasa bersalah dengan apa yang terjadi.


"Vin sampai kapan kamu diemin Oma?" tanya Oma Maria menarik tangan Marvin.


Marvin pun hanya bisa menundukan padanya dia tidak berani menatap Oma nya itu.


"Jujur sama Oma nak sebenarnya kamu itu kenapa, kenapa kamu gak ceria seperti biasanya?"


"Maaf kan aku Oma," ucap nya.


Hanya itu yang Marvin katakan dia tidak bisa berkata apa apa lagi, dia merasa takut untuk menatap wajah wanita tua itu.


"Marvin sayang liat Oma, kamu kenapa sih sebenarnya kenapa jadi seperti ini," ucap Oma bingung, Oma pun menganggkat dagu Marvin.


Marvin pun akhinya memberanikan diri menatap wajah Oma Maria, namun air mata nya tiba tiba keluar.

__ADS_1


"Oma aku minta maaf karna sudah membuat Oma masuk rumasakit, aku janji gak akan bikin Oma kaget lagi," ucap nya bersungguh sungguh.


Oma Maria pun langsung memeluk cucu kesayangan nya itu, meski dia tahu kalo Marvin bukan cucu kandung nya namun dia sangat menyayangi Marvin dengan sepenuh hati.


Oma Maria pun mengajak Marvin masuk ke dalam kamar nya dia ingin berbicara setius dengan cucu nya itu.


"Duduklah nak Oma mau bicara serius dengan kamu," ucap nya dan Marvin pun duduk di atas sofa.


Marvin hanya memperhatikan Oma yang entah sedang mengambil apa dari dalam laci, Oma memang masih belum bisa berjalan dengan lancar dia masih di bantu dengan tongkat.


"Marvin sebelum nya Oma minta maaf nak, Oma memang mencari tahu semua gadis yang dekat dengan kamu sayang termasuk Arsya gisela Wirawan alias Caca."


"Jadi Oma menyelidiki Caca karna ingin tahu bibit bobot nya?" tanya Marvin menggelengkan kepalanya.


"Apa karna dia bukan anak orang kaya sehingga Oma tidak menyetujui nya?" lanjutnya sedikit kesal.


"Astaga apa sih yang kamu pikirkan, Oma memang menyelidiki Caca tapi bukan karna itu, Oma tidak pernah melarang kamu berhubungan dengan siapa pun mau orang kaya atau miskin Oma tidak peduli yang penting kamu bahagia, tapi kalo dengan Caca maaf Oma tidak bisa menerima nya," ucap Oma sendu.


Marvin menggelengkan kepalanya kenapa Oma tidak setuju sebenarnya apa yang Oma ketahui tentang gadis cantik itu.


"Apa alasan Oma melarang aku bersama Caca, aku sangat mencintai gadis itu Oma, kenapa Oma tidak bisa mengerti," ucap nya membuat Oma merasa bersalah namun apa boleh buat Oma hanya tidak ingin Marvin sampai menikah dengan saudara nya.


Oma Maria membuka sebuah amplop yang di sana terdapat poto Shonia bersama seorang pria.


"Kamu liat itu siapa?" tanya Oma Maria.


Marvin sangat mengenali siapa itu meski dalam poto itu ibunya terlihat masih sangat cantik tidak seperti sekarang.


"Maksud Oma apa?" tanya Marvin bingung.


"Dia adalah ayah kandung kamu Marvin, dan kamu juga harus tahu kalo pria itu juga adalah ayah nya Arsya," ucapnya.


"Apa maksud Oma, apa aku dan Caca bersaudara? tidak itu tidak mungkin kan Oma, ini bohong kan," ucapnya sambil terus menggelengkan kepalanya hingga tak terasa air matanya jatuh begitu saja.


"Itu kenyataan nya sayang kamu harus terima dengan ikhlas," ucap Oma.

__ADS_1


Jujur saja Oma tidak tega melihat Marvin sedih namun semua memang tidak bisa di ubah memang begitu kenyataannya.


__ADS_2