
Fadli pun menatap Kania sendu ada rasa rindu yang besar terpancar dari mata nya, membuat Kania merasa bersalah.
Kania yang di tatap seperti itu pun hanya tersenyum, tak mau membuat mereka curiga apalagi Axsel yang mata nya selalu tajam pasti memperhatikan mereka.
"Kania kamu ikut juga?" tanya Fadli heran karna Vani tak mengatakan apa-apa tentang nya.
Ingin sekali Fadli memeluk Kania,sungguh dia sangat merindukan gadis cantik itu beberapa tahun tidak bertemu membuat Fadli semakin kagum dengan kecantikan Kania yang semakin dewasa.
"Iya Kak kebetulan aku sedang ada waktu senggang jadi bisa ikut kalian semua," jawab nya tersenyum manis.
Lantas Kania pun duduk di sebelah Aurel di susul Vani duduk di samping nya namun sial nya dia harus berhadapan dengan Fadli.
"Sial harus nya gue tadi liat kalo duduk di sini pasti berhadapan langsung dengan Kak Fadli," batinnya.
Namun dia berusaha setenang mungkin agar mereka tidak curiga kalo dia sedang gugup, Kania menyembunyikan nya dengan senyum di bibirnya.
"Ayo makan yang banyak jangan sungkan," ucap Mama nya Vani.
Mereka pun mengangguk apalagi teman-teman nya Alex yang tak tahu malu, mereka suka sekali kalo ada acara Macan makan seperti itu.
"Terima kasih tante untuk jamuan nya," ucap Axsel mewakili semua nya.
Dia sedari tadi memperhatikan wanita cantik yang ada di depan nya itu menbuat nya tidak fokus makan.
"Tak masalah, tante sangat senang sekali kamu dan teman-teman mau ikut menginap ya itung-itung menjaga kami," jawab nya tersenyum.
Jujur saja Mama nya Vani yang mengajak mereka ikut karna kalo liburan nya cuma sedikit dia merasa khawatir.
Memang benar jika ramai-ramai suasana tidak akan terlihat seram, dan membuat mereka nyaman.
Tak ada lagi yang bicara mereka makan dengan lahap keheningan tak berlangsung lama karna candaan dari Marco dan Juan membuat mereka kembali tertawa.
Teman-teman Axsel memang sedikit kocak berbeda dengan Fadli yang hanya diam saja, sesekali melirik Kania yang ada di depan nya.
Tak bisa di pungkiri, rasa rindu nya tidak bisa di bayang kan bagai mana perjuangan nya melupakan Kania namun semua sia-sia dia malah semakin cinta.
Apalagi penampilan Kania yang semakin cantik dan dewasa sekali malam membuat nya semakin merindukannya.
__ADS_1
Makan malam pun selesai Kania, Aurel dam Vania nampak berbincang di depan Tv, malas sekali keluar rumah cuaca dingin tidak bersahabat membuat mereka kedingina jangan lupa jaket tebal membungkus tubuh mereka.
Di tempat lain Arga terus mencari keberadaan Kania dari atas balkon kamar nya, namun dia tak melihat satu orang wanita disana hanya ada beberapa pria yang sedang mengobrol di luar rumah dan salah satu nya adalah Fadli.
Perasaan nya semakin tak tenang, dia tidak tahu kalo Fadli sudah kembali dari luar Negri, apa mungkin kania mengenal Fadli tapi kan Fadli sudah lama tidak ada di sini.
Terdengar suara ketukan pintu membuat nya tersadar dari lamunan nya.
tok
tok
tok
"Bos ini aku, buka pintu nya," teriak Bara di depan kamar nya.
Arga pun lantas membuka pintu kamar nya dan menyeryitkan dahi seolah bertanya."Aku sudah kesana bos ternyata mereka sedang ada acara keluarga, dan mereka juga membawa serta pacar mereka masing-masing," ungkap nya.
Arga semakin yakin kalo Kania kesana juga bersama pacar nya namun siapa apa mungkin Fadli.
"Apa Fadli juga bersama pacar nya?" tanya Arga penasaran karna selama ini yang dia tahu Fadli tak pernah pacaran.
Arga pun sedikit lega dengan pernuturan Bara, namun Bara sendiri bingung kanapa Arga ngotot sekali agar dia memata-matai mereka.
Sebenar nya apa yang terjadi, apa yang Arga menyembunyikan seauatu selama ini pikir Bara.
Namun Bara tidak mau ambil pusing dia ingin menikmati masa liburan nya di sana dengan bergabung dengan yang lain mengobrol ngaler ngidul.
Arga juga ingin bergabung namun dia takut Kania melihat nya, pasti Kania akan curiga kalo tiba-tiba dia ada di sana.
"Untung saja Bara gak tahu soal pernikahan itu kalo tahu pasti dia gak setuju kalo gue bikin kontrak nikah seperti itu," guman nya duduk balkon kamar.
Namun mata nya tak sengaja menangkap pemandangan yang membuat hati nya panas, yakni dia melihat Kania tertawa bersama beberapa pria di sana.
"Bisa tertawa juga dia, aku belum pernah melihat nya seperti itu," guman nya sambil menyunggikan senyum di bibir nya.
Dia mengingat-ngingat dari awal bertemu sampe tadi pagi dia hanya melihat senyuman saja bahkan untuk bertatap muka pun sangat jarang sekali.
__ADS_1
Apalagi kamar mereka berbeda, kadang bertemu kadang tidak anggap saja mereka orang asing yang tinggal satu atap.
Dimata Arga mungkin pernikahanan itu hanya sebuah permainan cuma catatan di atas kertas, namun berbeda dengan Kania yang menghargai pernikahan tersebut.
"Kania apa kamu sudah punya pacar?" tanya Juan dan sontak membuat mereka melirik ka arah nya.
Fadli pun penasaran dengan jawaban yang akan Kania berikan kepada Juan.
"Tentu dan aku sudah bertunangan dengan nya," jawab Kania menunjukan cincin di tangan nya menunjukan kalo dia sudah ada yang punya.
"Waahhh telat dong gue," ujar nya seolah-oleh sedih.
Sedangkan Fadli mengangkat sebelah alis nya mendengar perkataan Kania dia tahu Kania selalu berbohong dengan mempunyai pacar.
"Udah lah Juan jangan ganggu Kania loe tahu kan Axsel juga di tolak apalagi loe," ucap Marco.
Jelas saja perkataan itu membuat Axsel malu dan menjitak kepala Marco.
"Jangan sembarangan loe, gue pecat jadi adik ipar loe," ujar nya membuat Aurel bergidik karna Kakak nya itu tidak akan main-main dengan ucapan nya bisa-bisa dia dan Marco di suruh putus.
Marco pun tertawa sambil mengangkat kedua tangan nya."Ampun kakak ipar, gue keceposan," jawab nya sambil berlari.
Axsel dan Marco pun kejar-kejaran malam itu membuat mereka terbahak.
Aurel pun lama-lama kesal melihat pacar nya di kejar-kejar oleh Axsel.
"Stop Kakak apaan-apaan sih kaya anak kecil aja, udah lepasin pacar aku kasian dia," ujar nya menarik tangan Marco agar mendekati nya.
"Apaan sih dek kamu kok malah belain dia sih, dia dah bikin kakak malu tahu gak," ujar nya namun Marco sengaja berdiri di belakang Aurel sambil menyulurkan lidah nya.
"Wlee.. rasain loe," guman nya tak terdengar oleh siapa pun.
Sedangkan Axsel yang melihat itu nampak kesal sekali."Sini loe kalo berani jangan sembunyi di sana," ujar nya kesal.
Namun Marco malah meminta bantuan Aurel."Sayang kakak kamu tuh galak terus sama aku," ujar nya membuat Axsel memutar mata nya malas.
Sedangkan Kania nampak menertawakan mereka yang sangat lucu menurut nya dan itu tak lepas dari pandangan dua orang pria yang berbeda tempat.
__ADS_1
"Kania aku merindukan tawa mu itu," batin Fadli.