Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
part 16


__ADS_3

Bu Aisyah pun mengajak nya makan siang bersama beliau sangat antusia memasak makanan kesukaan Kania.


"Rasanya sudah lama sekali tidak makan. masakan ibu," ujar Kania makan dengan. lahap.


Bu Aisyah tersenyum melihat Kania makan dengan lahap, dia sangat merindukan kebersamaan itu karna dulu mereka setiap hari makan bersama.


"Makanlah yang banyak sayang, ibu sangat senang kamu mau makan di sini," ujar nya.


Kania pun menganganguk sambil tersenyum, setelah makan siang Kania pun pamit kepada bu Aisyah.


"Aku pamit ya bu makasih banyak makan siang nya," ucap Kania memeluk Ibu Aisyah erat.


"Iya sayang sama-sama, lain kali ajak suami kamu ke sini ya biar bisa akrab," ucap Aisyah Kania pun tersenyum.


Namun entah kenapa melihat senyuman itu bu Aisayah seperti melihat kesedihan di mata Kaila.


"Iya bu nanti kalo Mas Arya ada waktu aku ajakin dia ke sini, o-ya bu aku udah tranfer uang bulanan ke rekening ibu," ucap nya namun Aisayah nampak berkaca-kaca mendengar nya.


Sudah berapa kali Aisyah menolak uang pemberian Kania namun Kania tetap maksa dia tidak mau menyusahkan anak nya itu.


"Sayang sekarang kamu sudah berkeluarga gak baik kalo kamu mengirimi ibu uang terus, kamu tahu kan toko kue ibu sekarang lumayan rame bahkan banyak juga pesanan lewat online, itu udah lebih dari cukup nak," ujar nya namun Kania kekeh dengan pendirian nya dia akan selalu membiayai hidup ibu nya itu.


"Kania senang bisa bantu ibu, ibu segala nya bagi Nia jangan pernah menolak lagi pemberian Nia ya bu nanti Nia marah sama ibu," ujar nya mengerucutkan bibirnya.


Aisyah pun tersenyum walau pun di luaran sana Kania jadi wanita yang tangguh dan hebat namun di mata nya Kania adalah gadis kecil nya yang selalu bersikap manja kepadanya.


"Kamu anak yang baik sayang semoga Tuhan selalu memberikan kebahagiaan kepadamu," ujar nya.


Bu Aisyah sangat berharap kalo Kania selalu bisa bahagia dengan suami nya.


"Ya sudah aku pamit, Asalamualaikum," ucap nya mencium tangan ibu nya dengan takjim.

__ADS_1


"Walaikumsalam," jawab Aisyah mengantar nya sampai ke depan pintu.


Kania pun segera naik taxi yang sudah di pesan nya beberapa saat yang lalu dia melambaikan tangan nya kepada Bu Aisyah dan mobil pun langsung beranjak ke tempat itu.


Sesampai nya di sana Kania langsung di sambut oleh para pesarta yang akan ikut bertanding.


Kania sangat senang melihat semangat dari mereka, dia juga bergabung dengan para pelatih yang lain untuk sekedar bertukar pendapat.


"Apa kamu baru datang?" tanya pelatih senior yang bernama Hiro, Pak Hiro adalah pelatih yang paling tua di sana umur nya sudah 40 tahun lebih.


"Iya Pak," jawab Kania menunduk.


Mereka pun berbincang seputar perlombaan, Kania nampak gugup namun dia terus menyemangati anak-anak didik nya.


.


Di sisi lain Arga baru saja selesai makan siang dia juga berniat kembali pulang siang ini bersama Bara.


Bara mengatakan bahwa Axsel sudah pulang bersama wanita yang berambut panjang, Bara tidak tahu nama Kania karna baru kali ini dia melihat nya sedangkan dengan Vani dan juja Aurel di sangat mengenal mereka.


Arga yakin kalo Fadli ada hubungan dengan Kania karna sejak kemarin Fadli selalu memperhatikan Kania dan beberapa kali mengajak Kania ngobrol.


"Ya bener lah orang si Fadli udah balik dari pagi yang gue denger dia ada urusan penting siang ini," ujar nya dan Arga pun menganguk.


Sekarang dia yakin kalo Kania ada hubungan dengan Axsel, namun apa hubungan dengan nya bukannya dia tak akan pernah mencampuri urusan Kania.


Sungguh bodoh memang dia pergi ke sana hanya untuk memata-matai Kania, kalo saja Bara tahu sudah habis dia di ledek oleh laki-laki itu.


"Kita juga pulang sekarang saja Bar," ungkap nya dan Bara pun mengangguk.


Selama perjalanan Arga nampak diam saja, dia sangat penasaran dengan apa yang di lakukan Kania saat ini, apalagi dia pergi bersama Axsel.

__ADS_1


Dia pun meraih ponsel nya namun dia ragu untuk menanyakan kabar nya Kania mau di taro dimana wajah nya nanti.


Setelah beberapa saat Arga pun akhirnya mengirim pesan kepada Kania.


[Arga: Dimana] pesan pun terkirim namun hanya centang satu


"Apa yang dia lakukan dengan Axsel sekarang, kenapa dia bisa kenal dengan bajingan itu." batinnya.


Karna yang Arga tahu Axsel adalah pemain wanita dia juga di gosipkan menjadi seorang casanova, Arga pun percaya akan hal itu karna Axsel adalah pemilik salah satu club malam yang lumayan terkenal di kota itu.


Saat sedang melamun ponsel nya bergetar dia melihat Kania membalas pesan nya itu.


[Kania: Gue masih liburan ada apa, apa ada yang penting?] balas nya.


Arga pun berdecak kesal bisa-bisa nya Kania berbohong kepadanya.


Bara yang melihat itu pun nampak kaget kenapa dengan bos nya itu yang tiba-tiba kesal.


"Bos anda baik-baik saja," tanya Bara melihat Arga yang sedikit kesal.


"Ya emang nya kenapa?" tanya Arga dia tidak sadar kalo raut wajah nya nampak menahan kesal.


Bara pun tak menjawab dia hanya nyengir dan menggaruk kepala nya yang tak gatal, entah kenapa dengan bos nya itu namun Bara tidak ingin membuat Arga semakin kesal jadi dia diam saja.


[Arga: Jangan malem-malem pulang nya Mama sama Papa mau kerumah] pesan pun langsung di baca oleh Kania karna langsung centang biru.


[Kania:👌] cuma itu yang Kania kirim kan pada nya.


"Ckk apa apaan balas cuma gitu doang," batinnya.


Arga benar-benar kesal Kania cuek pada nya padahal kemarin-kemarin dia tidak peduli dengan apa yang di lakukan Kania di belakang nya.

__ADS_1


Dia berpikir mungkin Kania sedang jalan bersama Axsel dan pikiran nya pun melayang kemana-mana.


Tak terasa rahang nya pun mengeras dan tangan nya mengepal kuat membayangkan apa yang Kania dan Axsel lakukan di belakang nya.


__ADS_2