Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
part 96


__ADS_3

Marvin nampak datang ke tempat yang Farhan janjikan, meski sedikit malas namun Ia harus tetap datang.


"Apa yang ingin Om bicarakan?" tanya Marvin to the poin.


"Ibu mu harus di pindahkan ke tempat yang lebih luas, kasihan kalo di sana terus dan Om ingin membawa nya berobat ke luar negri," ucap Farhan.


"Terus hubungan nya denganku apa, kalo Om mau membawa nya ya tinggal bawa saja Om gak perlu izin dari aku," ucap Marvin tidak mau tahu.


"Dasar anak durhaka seharus nya kamu yang merawat Sonia karna dia ibu kandung mu, apa yang telah tante Maria berikan padamu sehingga kamu melupakan ibu kandung mu sendiri," ucap Farhan sedikit kesal.


"Om jangan bawa bawa oma ya justru karna beliau lah aku bisa menjadi seperti ini dari dulu hanya Oma Maria yang peduli padaku meski Ia tahu kalo aku bukan cucu kandung nya," ucap Marvin membuat Farhan melebarkan matanya Ia kaget mendengar itu.


"Apa maksud mu?" tanya Farhan karna memang Ia tidak tahu kalo Marvin bukan anak kandung dari Bagas.


Baru saja dia akan meminta tolong pada keponakan nya itu namun berita itu membuat nya sadar kalo Marvin tidak mungkin akan mendapatkan warisan dari mereka.


"Aku sudah tahu sejak lama kalo aku bukan anak kandung papa, dan jauh sebelum itu Mama tidak pernah menginginkan kehadiran ku di dunia ini, untung saja ada bu Aisyah yang mau merawat ku atas permintaan Oma," ucap nya mengingat masa kecilnya yang suram.


Farhan pun hanya bisa diam Ia tidak bisa berfikir lagi Ia bingung harus apa sekarang.


"Sudahlah lupakan Om ada acara lagi jadi Om duluan," ucap Om Farhan langsung bergegas pergi membuat Marvin bingung dia yang maksa ingin bertemu Ia juga yang meninggalkan Marvin sendiri di sana.


"Marvin lu di sini?" tanya seorang wanita duduk di samping nya sambil bergelanjut manja.


"Astaga Lani apaan sih lu datang datang main peluk segala," ucap Marvin melapaskan tangan Lani kasar.


Lani adalah teman kuliah Marvin mereka tidak pernah ada hubungan apa apa selain teman saja, namun berbeda dengan Lani Ia sangat menginginkan Marvin menjadi pacar nya.


"Gua kangen sama lu Vin, apa lu gak kangen sama gua?" tanya wanita itu membuat Marvin menggelengkan kepalanya kesal.


" Lu udah gila ya, kita gak sedekat itu kali," ucap Marvin segera pergi dari tempat itu.


Namun wanita itu mengejat Marvin lagi dan memeluk nya dari belakang.

__ADS_1


"Plis Vin gua cinta sama lu," ucap gadis itu namun Marvin tidak mengindahkan nya Ia melepas pelukan gadis itu dan segera masuk ke dalam mobil nya.


"Apaan sih tuh cewek gak jelas amat," ucap Marvin menyalakan mobil nya meninggalkan tempat itu.


Sedangkan Nabila menatap mereka dari kejauhan gadis itu tanpa sengaja melihat mereka di sana.


Nabila baru saja pulang melamar kerja Ia tak sengaja melihat Marvin ada di sana, awal nya Ia ingin menghampiri sahabat nya itu namun saat melihat ada seorang wanita di samping Marvin Nabila pun mengurungkan niat nya.


"Astaga mikir apa sih lu Bil, Marvin kan sahabat lu bukan cowok lu jadi jangan baper deh dunia lu sama dia berbeda," gumannya sambil tersenyum dengan kebodohan nya.


Namun entah mengapa Ia merasa sedih pasti suatu saat nanti Marvin akan mengenalkan pacar pada nya.


Nabila harus siap dong toh mereka cuma teman bukannya dia sendiri yang bilang kalo nanti mereka akan bahagia dengan pasangan masing masing.


"Dah lah gua kan udah keterima kerja sebaik nya gua cari kosan aja deh gua udah terlalu lama numpang di apartemant nya Marvin kasian dia juga kan pasti butuh privasi," ucap nya lantas Ia pun menyetop taxi namun malah keduluan sama seseorang.


"Eh Mas saya duluan ya kenapa maen serobat aja," ucap Nabila kesal.


"Nabila kan? masih inget gak sama gua beberapa waktu lalu kita pernah ketemu di Mall gua Arsen teman nya Kania," ucap Arsen tersenyum senang.


"Gak tahu lupa gua," ucap Nabila segera masuk ke dalam taxi dan menutup nya.


"Jalan pak," ucap Nabila.


Arsen sendiri baru sadar kalo taxi sudah pergi Ia terus meneriaki namu Nabila namun gadis itu tidak peduli karna Ia tidak kenal dengan pria itu.


"Gua harus tahu dimana rumah Nabila," ucap Arsen.


Arsen pun menghubungi Kania Ia ingin bertanya alamat rumah Nabila namun yang mengangkat nya malah Arga.


(Hallo Ka lu dimana gua ada perlu nih sama lu) ucap Arsen setelah melihat ponse nya terhubung.


(Ada perlu apa lu cari bini gua?) tanya Arga membuat Arsen menggerutuki kebodohan nya kenapa sampai lupa kalo Kania sudah bersuami.

__ADS_1


(Gua cuma mau tanya ke dia tentang Nabila,kasih ke dia dong bang ponsel nya ini penting) ucap Arsen memohon namun karna Kania sedang tidur Arga tidak ingin membangunkan istri nya itu.


(Kania lagi tidur nanti deh lu tanya lagi ke dia) ucap Arga.


(Ya udah gua tutup dulu deh, sorry ye ganggu istirahat kalian) ucap Arsen merasa tidak enak.


(Iya)


Arsen pun mematikan sambungan ponsel nya Ia tidak tahu kalo Arga siang ini sedang bersama dengan Kania, Ia merasa bodoh karna tidak mengirim chat saja pada Kania.


Untung saja Arga tidak marah padanya karna sudah mengganggu istirahat mereka.


Di sisi lain Kania mengerjapkan mata nya saat mendengar suami nya berbicara di telpon dengan nada ketus.


"Siapa sih by?" tanya Kania bangun dan bersandar di ranjang.


"Kamu udah bangun sayang? temen kamu tuh si Arsen gak tahu mau ngapain yang jelas sih ini ada urusan nya sama Nabila," ucap Arga membawa kepala Kania bersandar di dada nya.


"Ngapain ya Arsen nanyain Nabila kan aku udah bilang kalo Nabila pacar nya Marvin," ucap Kania bingung.


"Ya bisa aja kan Arsen gak percaya sama perkataan kamu itu, emang bener gitu Marvin pacaran sama Bila?" tanya Arga penasaran.


"Enggak sih kata Bila mereka cuma sahabatan," ucap Kania.


Namun Kania yakin kalo Marvin mau pun Nabila menyimpan rasa untuk satu sama lain.


Ia bisa melihat cinta di mata Marvin begitu juga dengan Nabila meski mereka sering sekali berantem namun Kania yakin kalo Nabila pun sama.


"Oya By gimana apa masih pusing?" tanya Kania menatap wajah suami nya itu.


"Enggak, aku udah sembuh karna kamu adalah obat paling ampuh untukku," ucap Arga tersenyum lalu mengecup bibir Kania sekilas.


"Lebay," ucap Kania terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2