
Di dalam mobil.
Richa dan tuan Zion sedang menuju bandara karena baru saja Richa mendapat kabar kalau Mami nya nyonya Cyka masuk rumah sakit.
Richa menatap keluar dari balik kaca mobil, air mata nya mulai menetes tanpa ia sadari, hati nya terasa sakit, mendengar sang ibu tiba-tiba jatuh sakit dan itu semua terjadi pasti karena dirinya.
Richa terus saja menyalahkan dirinya.
Asalkan mami baik-baik aja, kakak janji akan melakukan apa pun perintah mami, jangan kan menikah bahkan menyerahkan jantung kakak pun Richa rela mi... hikk hikk.
" Sayang... ! jangan takut mami kamu pasti baik-baik aja, Cha... percaya sama papa Zion ", tuan Zion menarik Richa kedalam pelukan nya.
" Pa.. pa... ini salah Richa, kalo aja Richa gak keras kepala dan nekat kabur dari rumah, mami... mami.. hikk hikk.. ", Richa semakin terisak.
" Gak sayang, ini bukan salah kamu, jangan nangis oke ", bujuk tuan Zion.
Richa kembali ke New York seorang diri karena tuan Zion tidak bisa mengantar nya, karena dia tidak bisa meninggalkan perusahaan dan pekerjaan nya.
Hampir 1 hari Richa berada di pesawat tepatnya 20 jam lebih akhirnya Richa tiba di New York. Dari bandara Richa langsung bergegas menuju rumah sakit Johns Hopkins Hospital, Baltimore salah satu rumah sakit terbaik di kota New York.
Sepanjang perjalanan mau pun di pesawat ataw saat ini di dalam taxi, air mata Richa tak henti-hentinya mengalir, tak sedetik pun ia dapat memejamkan mata nya dan tertidur.
" sorry miss are you okay ?", tanya si supir taxsi bingung melihat Richa menangis.
" Yes, i'm oke ", jawab Richa dengan suara yang sudah serak.
----------
rumah sakit Johns Hopkins Hospital, Baltimore.
Rehan, Riyan dan juga tuan Risky sedang menunggu kedatangan Richa.
" Papi... Hah, hah, hah.. ", Richa ngos-ngosan karena berlari dari depan rumah sakit.
" Richa.. ",
" Sayang.. ",
" Sister.. ",
" Mamamami.. hah.. ",
" Sayang tenang lah, tarik napas nya dulu dan berhenti menangis ", Tuan Risky sudah memeluk erat putri kesayangannya itu.
__ADS_1
" Sorry, sorry, I'm so sorry, ini salah aku pi, semua salah kakak sampe mami sakit gini.. hikk hikk ", Richa berkali-kali mengucapkan kata maaf pada sang papi.
" Cha... Berhenti nangis, mami baik-baik saja ", ucap Rehan seraya membelai rambut Richa.
" Gak pa pa sayang, ini bukan salah kamu, ini salah papi yang gak bisa jaga mami dengan baik ",
" Bener kak, mami gak pa pa, jadu jangan nangis lagi ", timpal Riyan.
Setelah puas menangis Richa ragu-ragu masuk ke ruangan rawat Nyonya Cyka. Melihat kondisi maminya begitu lemah dan pucat membuat hati Richa semakin pedih.
" Mi..!", Richa melangkah dengan perlahan dan dia akhirnya duduk di samping Nyonya Cyka, di genggam ny dengan erat tangan Maminya, di pandang nya denhan lekat wajah sayu Nyonya Cyka.
" Mi, kakak disini, maaf, maafin Richa mi ", ucap nya seraya membelai wajah mami nya, Rinca mencium kening Nyonya Cyka.
Tes.. Tes..
Air mata Richa menetes di wajah Nyonya Cyka.
" Kakak janji akan menurut sama mami dan papi, asal mami kembali pada kakak maka aku akan setuju menikahi laki-laki itu, jadi Richa mohon buka mata mami, hikk hikk... Richa sayang mami.... ", tangisan Richa membangunkan mami nya dari pengaruh obat bius yang di suntik kan dokter pada nya.
" Sayang... !", pangil Nyonya Cyka dengan suara berat.
" Mami.. mi, mami udah sadar ? mami bisa liat kakak kan ? mami oke ?", Richa terus saja bertanya, mami nya pun membelai wajah Richa.
" Mami, gak pa pa sayang, makasih karena kakak sudah kembali... ", ujar Nyonya Cyka.
" Kamu gak pa pa nalk ? apa kau terluka ?", tanya Nyonya Cyka khawatir pada sang putri.
" Hm, kakak baik-baik aja mi, maaf udah buat mami khawatir, kakak janji gak gini lagi, jadi jangan sakit lagi Richa mohon ", tutur nya di sela-sela isak tangis nya.
" Janji gak tinggalin mami lagi ",
" Janji, kakak juga janji bakal nurut ma mami, kakak juga bakal setuju buat nikah kayak yang mami dan papi mau ", Saut Richa seraya mengutarakan kalimat persetujuan nya.
Nyonya Cyka melepaskan pelukan nya.
" Kakak serius ?", tanya mami nya antusias.
" Hm, kakak serius, asal mami baik-baik aja dan bahagia ", ujar Richa dengan bibir gemetar. Walau hati nya masih menolak tapi demi janji yang sudah di buat nya pada dirinya sendiri dia harus melalukan nya.
----------
Kediamam Aditama.
__ADS_1
Salsa dan Raihan sedang menunggu kedatangan Nevan, mereka ingin menyampaikan kabar baik pada putranya itu.
" Assalamualiakum, bunda, ayah Evan pulang ", Sapa Nevan yang baru saja masuk ke dalam rumah, di ruang keluarga sudah menggu sang ayah dan bunda nya, Nevan langsung menghapiri dan mencium pipi maminya.
" Sini nak duduk samping mami ", ajak Salsa pada putra nya itu.
" Iya bun ", saut Nevan yang langsung duduk.
" Nevan, ayah punya kabar baik buat kamu dan buat kita semua juga ", ujar Raihan, Nevan menatap bingung bundanya.
" Kabar baik ?", tanya Nevan bingung.
" Iya nak, barusan om Risky menghubungi Ayah dan bilang Richa putri mereka juga sudah setuju untuk menikah dengan mu.. ",
Dug.
Apa ? dia setuju, aku pikir gadis itu akan menolak.
" Jadi Ayah dan bunda juga keluarga om Risky sudah sepakat kita akan mengadakan pernikahan seceptn nya ",
" Apa ?", gumam Nevan.
" Mereka akan segera berkunjung ke indonesia secepatnya, dan kita akan segera mengadakan jamuan makan malam minggu ini untuk membahas hari pernikahan kalian ", Lanjut Raihan menjelaskan pada putra nya itu dengan penekanan dari kata-katanya.
" Kamu gak keberatan kan nak ?", tanya bunda nya memastikan lagi jawaban sang putra.
Dengan senyumam ringan Nevan menjawab.
" Tentu bun, Nevan gak keberatan ",
Terlihat senyum bahagia di wajah kedua orang tuanya, hati nya gundah memikirkan sang kekasih, Nevan adalah putra yang penurut dan penyayang, entah apa yang akan di katakan nya pada Najwa wanita yang sudah menjadi kekasihnya itu selama kurang lebih 2 tahun, kalimat apa yang bisa membuat nya mengerti.
--------
Di kamar Nevan.
Jesss...
Air sower membasahi tubuh kekar Nevam, ia memgusap kasar wakaj nya.
Jwa... I love you. Aku harap kamu bisa ngertiin aku.
__ADS_1
Nevan mengenal Najwa sejak berada di universitas, bahkan hingga saat ini gadis itu belum menyelesaikan setudinya. Pertemuan keduanya saat Najwa sedang di ganggu oleh beberapa senior nya di kampus. Dalam hitungan jam Nevan langsung membuat pengumuman bahwa Najwa adalah kekasihnya, sejak itu hubungan keduanya semakin erat dan tak terpisahkan.
Alasan Nevan belum mengenalkan Najwa pada kedua orang tua nya karena khawatir mendapat penolakan dari sang bunda dan Ayah, karena status Najwa yang hanya berasal dari kasta rendah, kedua orang tuanya bahkan sudah bercerai, Najwa di besarkan oleh sang ibu yang bekerja sebagai klening serpis di perusahaan kelaurga nya.