Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Kejutan untuk Naila


__ADS_3

Richa dan Nelan yang sedang sibuk mengimbangi ke aktifan Arya, di sisi lain hubungan Naila dan Rehan semakin mendekati ambang ke seriusan.


Hari ini Rehan mengatakan pada Richa kalau dirinya ingin membuat sebuah acara khusus dimana ia berencana melamar Naila. Richa dan Nelan tentu saja merasa senang mendengar hal itu. Namun ada satu hal yang masih mengganggu pikiran Richa. Yaitu mamanya Rehan, tante Rainanya.


Richa tau sampai saat ini Rehan belum mempertemukan Rehan dengannya. Karena 3 tahun yang lalu, Rehan berhasil membujuk papa nya untuk berpisah dengan ibunya.


Flasback


Di sebuah restoran hotel milik Risky. Rehan mengajak papanya Zion makan malam bersamanya.


" Apa ini tidak terasa canggung Han?" Ucap Zion


" Apa maksut papa? Apa salah jika aku mengajak papa makan bersama?" ujar Rehan.


" Tentu saja salah. Seharusnya kau mengajak pacarmu makan malam seperti ini. Tapi kau malah mengajak kencan papa." Goda Zion.


" Aku hanya merindukan papa. Kita juga sangat jarang bertemu. Karena itu aku ingin kita setidaknya menghabiskan sedikit waktu bersama, agar kita terlihat seperti anak dan ayah sesungguhnya." Ujar Rehan.


" Oke, baiklah. Tapi di banding makan berdua saja denganmu seperti ini, papa berharap suatu hari kau akan membawa wanita yang kau cintai dan memperkenalkannya padaku."


" Pa.. Itu tidak akan terjadi. Jadi aku mohon jangan terlalu berharap banyak soal itu."


" Kenapa nak? Apa kau benar benar tidak ingin mencoba membuka hatimu sama sekali. Sampai kapan kau sepeti ini Rehan?"


" Entahlah."


" Rehan, dengarkan papa. Tidak sumua wanita sama seperti mamamu nak. Apa kau tidak bisa melihat betapa baiknya Cyka. Dia juga seorang wanita Han. Dan ada ribuan dan jutaan wanita yang memiliki hati sebaik mamimu itu."


" Pa.."


" Han, cobalah menggunakan hatimu nak. Papa tetap berharap suatu hari kau akan menemukan wanita seperti sosok Cyka untukmu." Ucap Zion.


Selesai makan mereka menikmati minuman hangat.


" Pa..!?" Ujar Rehan ragu.


" Ya..?" Zion menatap serius putranya itu.


" Bercerailah." Zion masih menatap tajam putra semata wayangnya itu. Ia masih menungu Rehan menyelesaikan ucapannya.


" Dengan mama." Ujar Rehan tegas. " Itu bukan karena mama membuat hidupku menderita. Papa, kuberharap papa.. Muali menjalani hidup papa sendiri."

__ADS_1


Kalimat sederhana itu sungguh bermakna bagi Zion. Karena selama ini alasannya tetap bertahan adalah putra nya itu. Alsana lainnya karena memang sejak awal tidak pernah ada cinta di hati Raina untuknya. Selama apa pun ia menunggunggu wanita itu tidak pernah bergeming walau hanya sedikit tak ada cinta di dalam hatinya.


Flasback Off


💫💫💫💫


Rehan hari ini menyempatkan dirinya untuk menjemput Naila kerumah sakit di sela sela kesibukannya.


"Kenapa menjemputku? Bukannya tadi kamu bilang sedang sibuk." Kesal Naila.


Rehan tersenyum melihat wajah imut Naila saat cemberut. Naila bahkan berdiri agak jauh darinya, karena banyak suster dan dokter cewek yang sesang menatap kekasihnya itu. Rehan langsung menarik lengan Naila agar mendekat padanya.



" Aku merindukanmu, karena itu aku meninggalkan perkerjaanku demi menemui wanitaku ini." Bisik Rehan mendekatkan wajahnya ke telinganya.


Naila tersenyum malu, ia menalingkan wajahnya karena tidak ingin Rehan melihatnya tersenyum. Rehan menggandeng tangannya keluar dari dalam rumah sakit tersebut. Setiap mata melihat keduanya, ada yang melihat karena kagum dan ada yang melihat karena iri. Bagai mana tidak, pasangan itu sangatlah serasi. Sejagat raya juga akan menagatkan hal yang sama jika melihat mereka.


" Loh, ini mau kemana?" Tanya Naila karena Rehan tidak melajukan mobilny menuju kediaman Aditama. Namun Rehan hanya tersenyum dan terus melajukan mobilnya.


Naila hanya bisa mengikuti kemana kekasihnya itu akan membawanya.


Hingga tiba saat nya Rehan menghentikan laju mobilnya di sebuah taman. Naila terlihat bingung, ia bertanya dalam hati kenapa Rehan membawanya kesana.


" Apa ini? Kau ingin aku naik ini?"


" Hmm." Jawab Rehan sambil mengngguk pelan. " Ayo naiklah." Naila terlihat ragu untuk naik, ia takut Rehan tidak akan bisa membawanya dengan sepeda itu.


" Jangan takut, aku tidak akan membuat wanitaku jatuh apa lagi terluka." Ucap Rehan. Lalu Naila pun menurut dan langsung naik.



Dengan hati hati Rehan melajukan sepedanya. Lalu tiba tiba ada yang menyerahkan mawar padanya. Seorang pria tampan, namun tidak mungkin lebih tampan dari Rehan.


Naila pun menerima setangaki mawar itu, namun tidak cukup sampai setangkai, karena dari tangaki satu semakin jauh sepeda melaju semakin banyak pria tampan yang bersatangan memberinya bunga mawar. Entah berapa tangkai mawar yang sudah ada di tangnnya saat ini. Hingga pada akhirnya mawar terakhir pun ada di tangan putri tercintanya yaitu Lilian yang saat ini berada di tengah itaran danau sedang berdiri bersama Richa, Nelan dan juga Arya.


Senyum lebar pun teraungging di wajah Naila. Ia tidak menyangka Rehan akan menyiapkan sebuah kejutan seindah itu untuknya.


Naila berjalan perlahan mendekati mereka, tanpa sedikit pun menyurutkan senyuman di wajahnya.


" Apa ini, Han? Kapan kau menyiapkan semua ini?"

__ADS_1


" Aku sudah bilang kan kalau hari ini aku sangat sibuk."


" Eemm, jadi kau sibuk karena hal ini?"


" Hmm.."


" Mami..!?" Lilia menyerahkan bunga mawarnya pada ibunya lalu mencium lembut pipi maminya.


Naila pun membalas kecupan itu.


" Hanya putrimu saja yang cium? Lalu bagai mana denganku?" Ucap Rehan. Awalnya Naila mengernyitkan keningnya, lalu ia mendekati Rehan dan mendekatkan wajahnya perlahan.


Richa menutup mata Lilian dan Nelan menutup mata Arya yang sedang ia gendong.


Rehan sudah berpikir kalau Naila akan mencium bibirnya.



Tapi Naila malah mencium pipinya. Dan tertawa kecil padanya.


" Aiiiissss... Apa kalia tidak malu. Melakukan hal mesum di depan umum, bahkan ada anak anak disini." Celetuk Nelan.


" Bilang saja kau iri." Balas Rehan, yang masih menyentuh pipinya yang baru saja mendapat kecupan lembut dari Naila.


" Hah? Iri? Aku? Yang benar saja, akua bisa mencuim istriku kapan saja. Karena kita ini sudah halal. Berbeda dengan kalian." Nelan langsung mencium pipi Richa karena tidak ingin kalah dari pasangan satu itu.


Richa memukul pelan lengan suaminya itu.


" Bukan nya tadi mas bilang ini tempat umum dan ada anak anak. Hahhhhh, kalian ini sungguh kekanakan." Kesal Richa.


" Maaf, Sayang. Aku hanya tidak ingin ada yang lebih romantis dari kita di dunia ini." Ujar Nelan, Richa dan Naila sampai geleng geleng kepala melihat kecocokan kedua orang itu dalam hal pamer kemesraan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih, salam kasih dari author Frisca...😘😘😘😘💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓


__ADS_2