
Dengan terpaksa Richa ikut bersama Bram ke butik. Saat Richa baru masuk kedalam mobil Bram laki-laki itu dengan gerakan cepat memasangkan sabuk pengaman untuk Richa walau ia menolak laki-laki itu benar-benar gigih dengan tundakannya.
" Bagai mana hubunganmu dengan Nel, akhir-ahir ini ?", tanya Bram tiba-tiba.
" Baik kok mas. Kita sangat baik ", jawab Richa dengan tersenyum tipis.
" Nel, itu orangnya memang lebih mementingkan pekerjaannya, kamu pasti sangat kesepian ya dirumah, karena dia pasti selalu sibuk dan jarang menemanimu tidur ", ujar Bram. Ucapannya itu terdengar tabu di telinga Richa.
" Tidak kok, mas, Nelan selalu pulang setiap malam walau dia sibuk, dia tidak pernah membiarkanku tidur sendirian sejak kita menikah", bohong Richa. Padahal yang di ucapkan Bram itu memang benar, tapi Richa tidak ingin mrnagakui hal itu pada siapa pun, terutama laki-laki itu.
" Oh ya, apa aku salah lihat ya ", seru Bram.
" Maksud mas ?", tanya Richa bingung.
" Beberapa kali aku pernah melihat seseorang yang sangat mirip dengan Nel, keluar dari kamar hotel bersama wanita lain, tapi aku rasa aku mungkin salah orang, itu tidak mungkin Nel kan ? karena kau bilang dia tidak pernah tidur di luar", ucap Bram dengan senyum mengerikan.
Aku tau dia adalah Nel, aku sudah mengkompirmasi kepastiannya, jadi aku yakin hubunganmu dengannya tidak berjalan mulus. Entah apa yang kalian coba sembunyikan dari semua orang. Ini semakin menarik.
Apa benar itu Nelan dan Keysa, bagai mana dia bisa seceroboh itu? batin Richa.
" Jadi, Icha ? apa kau merasa kecewa pada Nevan ? Dia akan menikah 3 hari lagi, bagai mana pun kau pernah hampir menikah dengannya kan ? "
Kenapa laki-laki ini terus saja mengoceh, pertanyaannya sungguh tidak penting.
" Hmm. Nevan dan aku hanyalah masa lalu. Jadi tidak ada alasan bagiku untuk kecewa padanya. " seru Richa.
" Selain cantik, kamu juga memiliki hati yang baik Richa, siapa pun yang menjadi suamimu dia sangatlah beruntung ", ujar Bram, matanya melirik ke bagian paha Richa yang lumayan terbuka karena Rucha memakai gaun yang lumayan sexy.
Namun laki-laki itu malah dengan sengaja menyentuh paha Richa.
" Ahh, apa yang mas lakukan ", Richa dengan cepat menyingkirkan tangan Bram dari kakinya.
__ADS_1
" Maaf, aku tidak sengaja, aku hanya ingin mengambil ponsel ini ", dalih nya berpura-pura mengambil ponsel yang terletak di dekat situ.
Aku tau dia sengaja melakukannya, selama ini yang kupikirkan tentangnya ternyata benar, dia punya tatapan yang tidak baik. Batin Richa.
" Tolong hentikan mobilnya ", pinta Richa, sedangakan butik yang mereka ingin datangi masih jauh dari tempat itu.
" Apa ? kenapa ?", tanya Bram bingung.
" Aku akan turun saja disini ", ujar Richa.
" Apa kau tersinggung karena hal tadi, ayolah itu hanya sebuah kecepakaan, aku tidak bermaksud..."
" Aku tidak perduli, aku mohon hentikan mobil nya mas.. ", paksa Richa namun laki-laki itu semakin menambah kecepatan laju mobilnya.
" A--Apa yang kau lakukan ? hentikan mobilnya mas, aku mohon ", Richa jadi merasa sedikit takut, ada yang tidak beres dengan Bram.
" Oh, Suittt", umapat Bram. Tiba-tiba sebuah mobil mengahadang mobil Bram, yang terpakasa ia mengerem mobilnya dengan paksa. Richa sampai menutup matanya karena terkejut.
" Rehan !!!", Seru Richa.
" Apa kau tidak bisa menyetir dengan benar hah ?", bentak Bram.
" Aku rasa kau lah yang tidak bisa menyetir, kenapa kau membawanya kabur ?", balas Rehan.
" Apa ? siapa yang membawa kabur siapa ? Cepat singkirkan mobilmu itu sebelum aku menghancirkanya", ucap Bram kesal.
" Lakukan saja jika kau bisa, tapi sebelum itu, aku akan membawa wanita itu bersamaku ", ucap Rehan, ia menyingkirkan Bram dari jalannya lalu menyeret Richa masuk kedalam mobilnya, sedangkna Bram tidak bisa melakukan apa-apa kerena ia lebih memilih untuk naik kemobil Rehan.
Setelah masuk kedalam mobil, Rehan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, dengan sekelip mata mobil itu sudah hilang dari pandangan Bram.
__ADS_1
" Menarik, pasangan ini sungguh menari ", ucap Bram tersenyum sinis, " Suaminya memiliki wanita lain, dan istrinya juga memiliki laki-laki lain. Sungguh pasangan yang luar biasa ", gumam Bram. Ia masuk ke dalam mobilnya lalu ikut pergi dari sana.
Jika laki-laki lain bisa mendekatimu, maka aku juga bisa kan ? batin Bram.
---------
Di dalam mobil Rehan.
" Han, kau, bagai mana kau bisa ada disini ?", tanya Richa ragu. Ia masih tidak percaya bisa kalau yang ada dihadapannya saat ini asalah Rehan sepupunya.
" Apa yang kau lakukan dengan laki-laki itu ", timpal Rehan dengan sebuah pertanyaan bukannya jawaban.
" Ah, itu..", Richa menekuk wajahnya, " Ia mengingat kembali apa yang dilakukan Bram tadi.
" Siapa laki-laki itu ? aku ingat wajah suamimu tidak seperti itu, lalu kenapa kau bersamanya ?" tanya Rehan penuh sidik.
" Dia memang bukan suamiku, dia suami kaka iparku ", jelas Richa.
" Terus kenapa kau pergi dengannya, jangan sembunyikan apa pun dari gue Cha !!", tegas Rehan. Richa memang tidak bisa menyembunyikan apa pun padanya.
Rehan dan Richa akhirnya memutuskan untuk bicara di sebuah restotan. Disana Richa menceritakan segalanya pada Rehan tentang apa yang ia alami di dalam mobil Bram tadi, tapi Richa masih merahasiakan tentang hubungannya dengan Nelan. Jika Rehan tau hal itu, laki-laki itu pasti akan memberi perhitungan pada Nelan, karena Rehan sangat menyayangi Richa melebihi apa pun, walau keduanya bukan saudara kandung namun ikatan keduanya sangat lah erat.
" Aku akan menghabisinya ", ujar Rehan yang hampir beranjak dari tempat duduknya, namun Richa menghentikannya.
" Han, tenang dong, gue gapapa. Ini urusan keluarga ku Han, jadi biarin aku yang berisin masalah ini ", Tegas Richa.
" Richaa....", bentak Rehan, Richa sampai bergetar melihat wajah kesal dari saudaranya itu, " Sebelum menjadi keluarga suamimu, jangan lupa kau itu adalah keluargaku ", Tegas Rehan. Ia meninggikan suaranya tanpa perduli sekitarnya.
" Han.... Aku mohon, dengarin gue dulu, hm !!", mohon Richa.
" Lalu dimana suamimu, kenapa laki-laki itu tidak menjemputmu, kenapa membiarkan orang seperti itu berkeliaran disekitarmu ?", Rehan juga merasa kesal pada Nelan karena menurutnya Nelan tidak bisa bertanggung jawab pada Richa. Karena tidak menjaga istrinya dengan baik.
__ADS_1
Richa hanya memberitahu Rehan kalau Nelan sedang sibuk karena ada kasus yang harus ia tangani. Dalam percakapannya dengan Rehan tiba-tiba Richa mendapatkan panggilan telepon dari Nelan.