Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Ponsel


__ADS_3

Di kantor Dion dan Arga bisa melihat dari rawut wajah Nelan, kalau dia pasti melakukan pertempurn hebat pagi ini.


" Apa Richa sangat marah?" Tanya Dion.


" Apa istrimu mengamuk hebat bos?" Timpal Arga.


" Aku berharap dia melakukan itu, tapi dia tidak marah dengan cara yang biasa."


" Maksudnya?" Tanya Dion bingung.


" Richa hanya diam. Dia menunjukkan kemarahannya lewat matanya. Pagi ini aku belum bisa mengajaknya bicara. Sekalinya aku bicara di abaikan seperti suaraku tidak tedengar olehnya."


" Apa? Jadi lebih bagus yang mana, di amukin atau di diamkan begitu?" Tanya Arga.


" Aku rasa dua dua nya juga gak bagus." Tangkas Dion." Tapi lebih baik dia ngamuk, jadi kita bisa tau apa yang dia pikirin. Dari pada diam, tidak ada penjelasannya."


" Kamu bener Yon. Rasanya mencekam banget saat dia diam dan sorot matanya seperti sebuah panah yang tertuju kejntungku." Jelas Nelan.


💫💫💫💫


Saat pulang kerja seperti permintaan Richa, Rehan menjemputnya.


" Hei Hei.. Mau kemana sih buru buru banget. Kita ngafe ngafe dulu yuk. Udah lama kan kita gak nongrong." Ajak Juana.


" Oke, ayok.." Ajak Jordan ikut nimbrung sambil merangkul bahu Juana.


" Singkirin tangan lo dari gue. Najis gue di sentuh ma pleboy cap jangrik kayak lo." Celetuk Juana sambil menyingkirkan tangan Jordan dari pundaknya.


" Sekarang aja gitu, ngatain jangruk lah, bekicot lah. Dulu aja manggilnya bebeb, Ayang. Ayang Jojo.." Ujar Jordan dengan gaya alainya.


" Salah minum obat lo, jangan jangan lo di suntik obat rabie ya sama suater Nina. Makanya jadi jenis kelamin lo garis miring." Kesal Juana.


" Ya udah, si garis miring ma garis melengkung, jadi ngafe gak ni?" Potong Richa.


" Jadi dong.." Jawab Juana kegiarangan.


" Lo gak papa Han, ikut kita? Atau kalo sibuk lo bisa pergi aja. Aku sama Si garis miring aja."

__ADS_1


" Lo ya, udah nyuruh jemputnya maksa, udah di jemput malah di usir, emang aku tukang OG lo."


" Hah? OG, apa hubungan nya pak?" Tanya Juana.


" Ojek Ganteng."


" Hweeeek. Tiba tiba aku mual. Aku rasa anakku ingin muntah deh." Seru Richa.


Rehan mengedipkan mata sok imutnya.


💫💫💫💫


Setelah satu jam nongkrong di kafe, Rehan mengantar pulang Richa setelah berpisah dengan si dua J.


" Apa pun masalah kalian, cobalah menyelesaikannya dengan segera. Gak baik kalo terus di diemin, yang ada tambah buruk nantinya." Pesan Rehan sebelum Richa akhirnya keluar dari mobilnya.


Mobil Nelan belum terlihat di depan rumah, yang artinya Nelan belum pulang. Richa masuk ke dalam rumah, yang bi Nanik sudah tak terlihat, dia pasti sudah pulang setelah menyelesaikan tugasnya.


Setelah membersihkan diri Richa merasa sangat lelah dan mengantuk, walau hari masih sore. Situasi itu wajar bagi ibu hamil, lebih mudah lelah dan mengantuk berlebihan. Setelah 5 menit merebahkan tubuhnya di atas kasur, Richa sudah terlelap dan menuju alam mimpinya.


Tak lama kemudian pintu kamar di buka dengan sangat hati hati. Langkah kaki orang tersebut semakin mendekati Richa. Tak lama kemudian sentuhan lembut mendarat di pipinya. Namun tak membuat Richa terjaga atau pun terusik tidurnya.


" Dia sudah pulan?" Gumam Richa, Ia turun dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Lalu setelah itu ia keluar menuju daput, karena cacing di dalam perutnya mulai menjerit mencari makanan.


" Sayan!?" Nelan terkejut melihat Richa sudah berdiri di damping kulkas dan mengambil susu dari sana. Richa menuangkan susu tersebut ke dalam gelas sampai penuh dan meletakkannya di atas meja. Richa juga menaruh piring dan juga menyiakan makanan lainnya di sana. Namun yang mengejutkan Richa juga menyiapkan piring untuk Nelan.


" Yang..!? Tidak bisakah kau menatapku dan mengatakan sesuatu padaku?" ujar Nelan sambil mendekati Richa.



Namun Richa masih tetap mengabaikannya. Hingga akhirnya ia duduk mendekati Richa dan menggenggam tangannya.


" Sayang..!? Aku minta maaf, kemarin malam ada sesuatu yang mendesak di kantor sehingga aku tidak bisa pulang. Dan.." Tatapan Richa seperti mengintrogasi dirinya.


" Cha!?"


" Apa kesalahan mu, mas?" Akhirnya Richa pun mengeluarkan usuara emasnya. Bukan mas Nelan ya.

__ADS_1


" Aku salah karena tidak memberimu kabar." Richa akhirnya menoleh dan menatapnya.


" Setidaknya mas sadar itu. Aku sedang lapar dan lelah. Biarkan aku sendiri, dan menenangkan hatiku dulu untuk saat ini." Ucap Richa. Dengan terpaksa karena tidak ingin memperkeruh keadaan lagi Nelan pun menuruti istrinya. Saat makan hanya suara dentingan sendok dan piring yang terdengar.


Selesai makan Richa membereskan meja lalu saat Nelan hendak membantunya ia menolak, dan meminta Nelan untuk menjauh. Saat semuanya sudah berada di tempat yang seharusnya Richa kembali ke kamar di ikuti oleh Nelan. Sebelum Richa memutuskan untuk naik ke atas ranjang Richa masuk ke dalam kamar mandi untuk mengggosok giginya. Baru setelah itu ia naik ke atas tempat tidur, namun ia tidak langsung tidur karena tidak baik setelah makan langsung tudur, Richa mengabikan Nelan yang sedari tadi menatapnya dari arah sofa.


Lalu saat Nelan masuk ke dalam kamar mandi, tiba tiba ponsel Nelan berdering tanda sebuah pesan masuk. Karena benda itu berada di atas nakas yang sangat dekat dengan Richa sehingga saat ia melirik layar ponsel tersebut Richa bisa membaca isi pesannya.


Deg


Richa menyambar ponsel itu dari atas nakas dan langsung membaca pesan tersebut.


*Sarah!?


' Aku mohon maaf, mas. Tapi sungguh aku tidak bermaksud melakukan itu kemari malam. Tapi aku mohon tolong biaca pada mas Dion, aku tidak tau pisah dengannya*.'


Dada Richa terasa sesak. Pikiran dan perasaannya sangat tidak tenang. Kemarin malam? Apa maksud dari pengirim pesan itu? Apa yang sebenarnya terjadi semalam?


Bukankah Nelan bilang kalau semalam ia sedang ada tugas mendadak. Lalu kenapa wanita yang bernama Sarah itu menyebut tentang kejadian kemarin malam.


Saat Nelan keluar dari kamar mandi tiba tiba Richa melempar ponsel Nelan ke arah pintu hingga benda kecil itu berserakan di lantai.


" Richa..!?" Suara Nelan terdengar sedikit membentak.


Apa yang terjadi, kenapa tiba tiba istriku mengamuk, bukanya tadi baik baik aja.


Richa turun dari tempat tidur lalu berdiri tepat di hadapan Nelan.


" Mas... Sebenarnya di kantor ngapain kemarin malam?"


" Mas kan udah bilang kalo mas..."


Richa menarik baju Nelan.


" Loh, kenapa Sayang?"


" Apa jangan jangan kemarin malam gak di kantor kan? Mas gak punya kasus mendesak kayak yang mas bilang. Tapi mas menginap di luar bersama wanita lain. Benar kan?"

__ADS_1


Ya tuhan, apa yang terjadi? Bagai mana Richa bisa tau hal ini? Ponsel apa seseorang baru saja mengirim pesan padaku?


" Jawab Mas...!?"


__ADS_2