Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Hati Nurani


__ADS_3

Malam harinya, Richa dan Nelan pulang ke rumah orang tua Nelan. Sesuai permintaan Salsa, awalnya Nelan ingin tinggal di rumah sakit untuk menjaga Naila dan meminta Salsa untuk pulang. Tapi bunda nya kekeh ingin tetap tinggal di rumah sakit, ia juga mengatakan pada Nelan bahwa ini merupakan kesempatan bagus untuk dirinya agar dapat memperbaiki hubungannya dengan sang ayah, dan mendapatkan kata maaf darinya.


Setibanya di rumah mereka berdua langsung melihat keadaan Ayahnya di dalam kamarnya. Tuan Raihan sudah tertidur sepertinya karena pengaruh obat yang di minumnya. Richa menarik selimut untuk membalut tubuh mertuanya tersebut. Richa dan Nelan pun melangkah keluar dari kamar itu lalu bergegas menuju kamar mereka.


Richa meletakkan tas miliknya di atas tempat tidur lalu merebahkan tububnya di atas ranjang, ia merasa sangat lelah hari ini. Sedangkan Nelan sudah melepas bajunya dan hanya tersisa celana boxer berwarna hitam pekat yang masih menempel di tubuhnya. Richa yang memejamkan matanya tak menyadari kalau Nelan sudah berdiri di hadapannya.


" Sayang.." pangilnya dengan suara rendah.


" Hmm.." jawab Richa tanpa membuka matanya.


" Buka bajumu", ucap Nelan.


" Huh!?" sontak mata Richa terbuka dengan sempurna, saat melihat Nelan telanjang di depannya matanya semakin membulat karena terkejut. " M-Mas, mau apa?" tanya nya gugup.


Dia ini selalu saja hampir membuatku serangan jantung.


Richa bangkit dan duduk di tepi ranjang. Sehingga matanya langsung menatap kearah bagian bawah milik Nelan yang hanya di lapisi kaian tipis yang di sebut boxer, terlihat adik kecilnya sangat menonjol disana, Richa semakin terkejut lalu ia pun repleks, dan berdiri. Nelan mendekatkan wajahnya di daun telinga Richa lalu berbisik.


" Menurutmu, apa yang ingin ku lakukan, Sayang." Nelan sengaja menempelkan bibirnya di daun telinga Richa, yang merupkan sisi sensitif Richa. Richa pun merasa sangat geli dan tubuhnya seakan menggelitik, di dorongnya dada bidang Nelan agar menjauh darinya.


" Mas, mau apa sih?" Namun Nelan malah menarik Richa kedalam pelukannya.


" Aku hanya ingin mengajakmu mandi, memang apa yang kamu pikirkan?" ujar Nelan dengan melingkarkan tangannya di pinggang Richa. Adik kecilnya bahkan menempel pada Richa, ia bisa merasakan benda itu sudah sangat mengeras.


Mandi apanya? kau bercanda. Mandi saja sendiri, kenapa harus mengajakku. Batin Richa, mengernyitkan dahinya.


Nelan mulai mengerakkan tangannya dan membuka baju Richa, saat semuanya sudah benar benar terlepas dari tubuh mungil Richa dan hanya tersisakan b*a dan celana dalam. Nelan mengankat tubuh Richa dan membawanya ke dalam kamar mandi, di letakkannya Richa di dalam bathtub . Lalu ia mengisi air kedalamnya dan ia pun ikut mauk duduk di belakang Richa.

__ADS_1


Richa panik saat Nelan mulai menggerakkan tangannya, " Aku mencintaimu..." Bisik Nelan. Richa seakan terdesir, hati nuraninya mulai terbuai saat Nelan mulai menjamah lekuk tubuhnya. Dari lengan perut lalu berhenti di gunung kembarnya, Mengirimkan perasaan geli yang seolah berkumpul di ulu hati Richa. Setelah melepaskan b*a Richa dan melemparkannya ke sembarang tempat, Nelan memutar tubuh Richa, keduanya saling melemparkan tatapan dan senyum tipis.


Richa menundukkan wajahnya karena malu, Nelan mengankat wajah Richa dengan beberpa jari tangannya. Nelan membenamkan bibirnya di bibir Richa.


Richa mulai terengah engah menahan perasaan yang di timbulkan dari setiap sentuhan lembut suaminya itu. Richa hampir menjerit saat Nelan bermain di gunung kembar Richa sampai meninggalkan warna kemerahan disana. Richa pun sudah di puncak perasaan tak terkendali, Saat merasa Richa sudah pada batas hasratnya Nelan pun akhirnya melancarkan serangan penutup. Dimana keduanya mulai menikmati hentakan demi hentakan di dalam sana, Nelan mengeringkan air yang ada di bathtub lalu menghentikan permainan saat lahar panas miliknya sudah tersalurkan ke dalam rahim sang istri. Entah apa yang sudah di pelajari oleh laki laki itu sampai membuat Richa seakan tak mengenal sosok suaminya itu dalam permainan kali ini. Nelan benar benar membuat sensasi yang berbeda dan Richa juga sangat menikmati tehnik baru dari suaminya itu. Akhirnya mereka benar benar membersihkan diri, Nelan mengambil 2 handuk salah satunya ia lilitkan di pinggangnya dan satunya lagi ia lilitkan di tubuh Richa, di angkatnya tubuh Richa yang sudah sangat kelelahan akibat serangan dahsyatnya tadi.


" Mas.." Richa melingkarkan kedua tangannya di leher Nelan lalu menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


" Hmm?"


" Aku, sangat lapar..", seru Richa, Nelan pun tertawa lalu mengecup kening istrinya itu. Tentu saja Richa lapar, mereka memang belum makan malam, tadinya Richa berencana akan makan setelah tiba di rumah setelah ia meletakkan tas nya di dalam kamar, tapi Nelan sudah memakannya lebih dulu. Dan itu pun sampai hampir 2 jam mereka berada di dalam kamar mandi. Nelan meletakkan Richa di atas ranjang. Saat Richa ingin bangun untuk mengambil baju ganti Nelan menghentikannya.


" Aku akan mengambilnya." ujar nya dengan menahan pundak Richa, dan Richa pun menurut karena ia memang sangat lah lelah, akibat ulah ganas Nelan.


Setelah memakai baju Nelan mengajak Richa turun untuk makan malam, ia menggandeng tangan Richa sampai ke ruang makan.


" Tapi mas, aku bisa kok ambil sendiri." seru Richa seraya memandangi punggung Nelan yang sedang membuka kulkas untuk mengambil susu buat Richa.


" Aku tidak ingin kau kelelahan." ucap Nelan.


Dia bilang apa ? apa dia gak sadar dia lah yang paling membuatku lelah. Mengambil makanan tidak mungkin membuatku lelah. Gumam Richa.


" Karena setelah makan, kita akan lanjutkan beberapa ronde lagi." ucapnya seraya meletakkan segelas susu di hadapan Richa. Sontak Richa terkejut mata nya membulat sempurnya, Nelan terkekeh, ia sangat senang melihat wajah terkejut Richa, Nelan mendekatkan wajahnya lalu sedikit bergeser mendekatkan bibirnya di daun telinga Richa.


" Aku punya tekhnik yang lebih jitu lagi yang bisa membuatmu semakin puas malam ini, Sayang." Bisiknya.


" Mas..." Kesal Richa, ia memukul lengan Nelan, namun suaminya itu malah tertawa karena merasa sudah berhasil mengodanya. Tiba-tiba bi Susi datang dan menghampiri mereka.

__ADS_1


" Aden dan non mau makan malam?" tanya bi Susi.


" Ia bi, tolong panaskan beberapa lauknya. Soal nya sudah sangat dingin." pinta Nelan sopan.


Tentu saja dingin Aden, ini udah jam berapa? emang dari tadi ngapain, gak kerasa lapar apa? Dasar, udah setahun menikah masih aja kayak pengantin baru. Gumam bi Susi. Wajar ia mengatakan itu karena siapa pun yang melihat tingkah laku keduanya saat ini pasti punya pemikiran yang sama. Richa dan Nelan sedang asik bercanda, saling melontarkan rayuan yang jika di dengar kamum jomblo pasti iri dan pengen cepet cepet punya pacar atau bahkan pengen cepet kawin.


.


.


.


.


.


***********


Hai para Readers cercinta, singgah juga yuk di cerita para sahabat Author , seraya menanti kelanjutan ceita Richa dan Nelan up.





__ADS_1


Trimaksih, sehat selalu utuk kita semua.


__ADS_2