Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Pernikahan Naila & Rehan


__ADS_3

Mata hari mulai menunjukkan wujutnya, matahari mulai menerobos masuk dari sela sela pantulan cahayanya. Richa menoleh kebelakang dan memastikan suami dan anaknya masih tidur lelap, ia tersenyum melihat cara tidur putra dan suaminya sama persis.


" Entah kapan masku pulang, sampai aku tidak sadar dia ada di sampingku. Kasihan suamiku, kau sudah berjuang dengan baik Sayang. " Richa mencium pipi suaminya itu.


Sudah dua hari Nelan tidak pulang kerumah, dan saat ia merindukan Arya di setiap kesempatan Nelan akan menghubungi mereka dengan video call.


Saat Richa ingin turun dari tempat tidur. Nelan memeluknya dari belakang.


" Sayang." Nelan terlihat tak bersemangat.


" Mas kenapa?" Tanya Richa karena suaminya bersikap aneh hari ini.


Nelan mendesah, ia merasa enggan melepaskan Richa dari dekapamnnya.


" Sayang..?" Panggil Richa lagi, karena Nelan tidak juga menjawabnya.


" Setelah pernikahan Naila dan Rehan, aku mungkin akan pergi meninggalkanmu.."


" Apa?" Tangkas Richa sebelum Nelan sempat menyelesaikan ucapannya. " Mas, mau meninggalkan aku kemana? Berapa lama? Kok kendadak sih mas. Aku kan belum siap.." Richa terus saja nyerocos.


Nalen tersenyum, lalu ia melepaskan pelukannya dan memutar tubuh istrinya itu. Sebuah kecupan kilas mendarat di bibir seksi Richa.


" Aku akan pergi bertugas di luar kota Sayang. Dan itu akan terjadi 2 minggu lagi. Aku sengaja memberitahumu secepatnya, tidak ku sangka kau malah menganggap ini juga mendadak."


" Tapi mas.. Aku belum pernah pisah sama kamu, terus Arya kalau kangen kamu gimana Sayang? Dia kan paling gak bisa jauh jauh dari kamu mas.." Rengek Richa.


" Emm.. Yang gak bisa jauh, istriku atau putraku nih?" Goda Nelan yang sudah menarik Richa ke atas pangkuannya. Richa terlihat cemberut, hatinya juga merasa tidak tenang, rasanya ia tidak rela Nelan pergi kemana pun.


" Seminggu.. Hanya seminggu, mas janji dalam waktu seminggu mas bakal balik lagi, oke?" Bujuk Nelan. Richa mengangguk pelan. Walau ia sudah setuju namun hatinya masih merasakan ke gundahan yang tidak tau alasannya.


Richa berpikir mungkin karena ini merupakan kali pertama Nelan meninggalkannya untuk tugas kerja sejak mereka menikah.


💫💫💫💫


Hari ini adalah hari pernikahan Naila dan Rehan. Semuanya sedang sibuk menyambut tamu tamu yang mulai berdatangan. Richa terlihat kerepotan menggendong Arya yang sangat aktif, ia tidak bisa diam walau sedang di gendong. Richa tidak bisa melepaskannya karena putranya itu akan berlari kesana kemari, dan dalam sekejap ia bisa kehilangan dirinya di tengah kerumunan orang banyak.


" Icha..!?" Suara yanh sangat di kenalnya menyerukan namanya, sehingga siempu nama pun langsung menoleh kebelakang.


" Mas, Nev!?" Seru Richa.


" Aku melihatmu sangat kesulitan menggendong Arya. Dimana Nel? Kenapa dia tidak bersama mu?" Tanya Nev.

__ADS_1


" Oh, mas Nel lagi bersama ayah." Jawab Richa.


" Kalau begitu berikan Arya padaku?" Pinta Nevan.


" Hah? Oh, tidak usah mas Nev. Aku baik baik saja, aku tidak mau merepotkan mas." Ucap Richa.


Nevan tertawa kecil. " Kenapa kau pikir aku akan repot. Arya itu adalah keponakanku, sama dengan Lili. Apq kau tidak yakin padaku?" Ucap Nevan.


Richa merasa tidak enak pada Nevan dan ia pun akhirnya menyerahkan Arya padanya. Richa dan Nevan masih sedikit canggung saat bersama. Selama ini keduanya selalu saling menjaga jarak, Richa ingin mendekatkan diri juga dengannya namun Nevan sepertinya masih belum bisa melupakam kesalahan yang pernah di lakukannya pada Richa dulu.


Richa merasa kasihan pada ipar nya itu. Karena sejak di tinggal oleh calon istrinya dulu, hingga saat ini Nevan masih enggan membuka hatinya lagi untuk wanita lain. Dia lebih menyibukkan dirinya dengan bekerja, tanpa perduli dengan kehidupan asmaranya lagi.


" Sayang..!?" Nelan melingkarkan salah satu tangannya di pinggul Richa.



" Hmm, iya mas."


" Kenapa kau sendiri? Dimana Arya?" Tanya Nelan yang tidak melihat sosok putra tertampannya bersama Richa.


" Disana mas. Sedang bersama pamannya." Tunjuk Richa kearah di mana Nevan dan Arya berdiri saat ini.


" Apa acaranya belum juga di mulai mas?" Tanya Richa.


" Aku rasa sebentar lagi Sayang." Jawab Nelan.


Setelah resepsi pernikahan berjlan dengan lancar hingga akhir acara. Rehan dan Naila bersiap untuk berangkat bulan madu, dan keluarga Richa juga pamit kembli ke New York.


Cyka sudah berada di tanah air selama kelahiran Arya. Karena ia ingin melihat tumbuh kembang cucu kesayangannya itu. Dan juga tidak rela kalau harus berpisah dengannya terlalu cepat. Jadi selama ini Risky lah yang bolak balik New York, Indonesaia. Namun kali ini sudah saat nya mereka kembali, karena Risky sudah tidak bisa meminggalkan bisnisnya lagi, dan Cyka harus ada disisinya. Lagi pula saat ini Arya sudah sangat besar.


Salsa tampak bersedih setelah kepergian besannya itu. Salsa hanya beruntung memiliki satu besan dari pihak Richa karena ibunya Rehan hingga saat ini tidak menampakkan dirinya. Dia sangat tegas mengatakan pada Rehan kalau dirinya tidak setuju dengan pernikahan Rehan dan Naila. Tapi Rehan tidak menggubris pemolakan mamanya itu dan tetap menikahi Naila sesuai keinginannya.


Baginya restu dari papanya dan keluarga besar Richa itu sudah lebih dari cukup.


Richa dan Nelan bisa melihat kalau bundanya sangat tidak bersemangat setelah beberapa jam kepergian Cyka. Mereka selama ini sangat sering menghabiskan waktu bersama, mengobrol hingga berjam jam jika sudah bersama di hari libur.


" Apa kita tinggal saja di sini selama satu malam mas! Kasihan bunda, setelah Naila dan mami pergi dia pasti sangat kesepian."


" Tapi Sayang. Besok mas kan harus pergi tugas juga. Kau yakin ingin tinggal disini? Tidak ingin menghabisakan waktu bersama masmu malam ini? Nanti kalau kau merindukanku bagai mana? Kan bisa repot." goda Nelan. Richa mencubit perut suaminya itu sampai mengaduh.


Melihat mertuanya begitu sedih Richa pun menghampirinya dan duduk di sampingnya.

__ADS_1


" Bunda.." Richa memanggilnya lembut, ia menggenggam kedua tangan Salsa. " Bunda baik baik saja?" Tanya Richa, Salsa menggeleng.


" Bunda sudah merindukan mamimu, Sayang. Padahal dia baru pergi beberapa jam yang lalu." Ucap Salsa.


" Bunda tidak sedih karena mba Naila?"


" Tidak, kenapa bunda harus sedih karena anak bunda. Mereka kan hanya pergi dua hari dan akan segera kembali. Tapi Cyka entah kapan bunda bisa bertemu lagi dengannya."


" Bunda.. Saat kita punya waktu luang, bagai mana kalau kita berkunjung ke sana. Jadi bunda bisa bertemu lagi dengan mami."


" Hmm, benarkah?"


" Hmm.." Jawab Richa. Setelah itu Salsa mulai sedikit bersemangat.


" Lili mau ikut dek Arya kerumahnya?"


" Jangan bawa Lili, aku bisa menangis kalau dia tidak ada di sini. Aku bisa bertahan tidak menangis kerenanya. Kalian pulanglah." Ucap Salsa.


Nelan tertawa kecil. " Tadi katanya tidak bersedih karena Naila. Ya sudah, Nel dan Richa pamit ya bun."


" Ayo Sayang. Sun nenek dulu." Ucap Richa. Setelah puas mebiarkan Salsa mencium cucunya, Nelan dan Richa akhirnya pulang kerumah mereka.


Seperti yang Nelan ucapkan sebelumnya kalau dia ingin bermanja manja dengan istri dan anaknya malam ini. Pria itu terus menempeli Richa kemana pun ia pergi.


Pagi harinya Nelan bersiap meninggalkan rumah. Richa menangis tidak rela suaminya pergi begitu pun dengan Arya terus saja menangis sejak pagi, dan seakan tidak mau lepas dari dekapan dedynya.


💫💫💫💫


" Apa maksudnya, Nel kenapa?" Richa menatap bingung pada Nevan saat ia menyebut nama suaminya di sebut.


.


.


.


.


.


Terimakasih, sampai jumpa di bab selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2