
Flasback On
17 tahun yang lalu.
Nelan melihat seorang gadis kecil sedang terbaring lemah di ruang IGD rumah sakit kakenya. Nelan mendekati gadis kecil itu dan di belainya dengan lembut tangan mungilnya yang di pasang jarum hinpus.
" Apa sangat sakit?" Nelan menyentuh pipi gadis kecil tersebut.
"Kau anak yang cantik, jika kau cepat bangun dan sembuh, saat kau besar aku akan menikahimu, jadi cepatlah bagun dan jangan buat ibumu menangis lagi, janji ", Nelan melakukan janji kelingking dengan gadis itu.
Itu adalah janji yang Nelan buat saat pertama kali ia bertemu dengan Richa.
💫💫💫💫
1 tahun kemudian.
New York.
Saat Nelan dan keluarganya melakukan liburan ke kota New York. Entah kenapa orang tuanya mengajaknya berkunjung ke rumah sakit yang ada di kota tersebut. Lalu saat Nelan sedang bermain di taman, Nelan sedang melukis di bawah pohon rimbun, lalu tak lama kemudian seorang gadis kecil menghampirinya.
Dan gadis kecil itu langsung duduk di sampingnya dan bertanya banyak hal padanya. Saat asik bercakap cakap tiba tiba gadis kecil itu tiba tiba jatuh pingsan dan Nelan membantunya memanggilkan perawat dan juga orang tuanya. Lalu saat Nelan kembali ke bawah pohon rimbun itu, Nelan menemukan sebuah jepit rambut yang jatuh disana. Jepit rambut itu adalah milik gadis kecil itu. Nelan mengambil benda kecil itu dan tanpa sadar membawanya pulang. Nelan juga menyimpan benda itu dengan sangat baik di dalam lemari yang ada di dalam kamarnya.
Disisi lain, Richa yang baru sadar melihat punggung pria yang baru saja di temuinya di taman.
" Mami..!?"
" Iya, Sayang?"
" Kakak itu.."
" Hmm? Siapa nak? Kakak yang mana?"
Richa mengangkat jarinya dan menunjuk kearah luar ruangan. Dimana saat itu seorang anak laki laki sedang berdiri bersama orang tuanya.
" Richa mau menikah dengan kakak itu.." Ucap Richa sebelum ia akhirnya kembali pingsan.
Itu adalah kali kedua mereka saling bertemu tanpa di duga. Dan pertemuan selanjutnya yaitu saat keduanya sudah dewasa. Di sebuah apartemen milik teman Rehan dan milik putra dari rekan kerja ayahnya Nelan.
Saat itu Richa sampai di giring oleh Nelan ke kantor polisi dan di masukkan ke dalam sel selama setengah hari. Yang ternyata mereka sudah terikat takdir atau bisa di sebut jodoh masa kecil.
Siapa yang menyangka mereka akhirnya benar benar menikah dan menjadi pasangan yang saling mencintai seperti saat ini.
Flasback Off.....
__ADS_1
" Benarkah?" Ucap Richa tertegun dengan apa yang baru ia dengar dari mulut suaminya itu. Nelan mengeluarkan sesuatu dari saku kemejanya.
Richa terkejut saat melihat apa yang ada di tangan Nelan. Sebuah jepit rambut yang berwarna merah muda bermotif Hello kity. Jepit rambut itu adalah miliknya dari 17 tahun yang lalu. Yang ternyata masih di simpan oleh Nelan.
Mata Richa mulai berbinar binar, sudah ada genangan di matanya saat ini. Yang seketika tersapu oleh kelopak matanya dan mengalir keluar.
" Mas.. Aku, aku tidak menyangka kalau yang menolongku hari itu adalah kamu, Sayang."
" Tentu saja kau tidak tau. Aku juga sudah melupakannya jika saja bunda tidak memgingatkan nya padaku."
" Bunda?"
" Hmm. Baru baru ini bunda mengatkan segala nya padaku, hal yang sudah terlupakan olehku."
Richa tersenyum manis pada suaminya itu.
"Even though it's too late, But I will tell you this.." Ucap Nelan sambil meraih tangan Richa.
( "Walau sudah sangat terlambat, Namun aku ingin mengatakan hal ini padamu.")
 "The story of our love is only beginning. Let's write our own happy ending."
("Kisah cinta kita baru saja dimulai. Mari kita tulis akhir bahagia kita sendiri.")
"Having you by my side is what completes me."
"When I think of the future, I like to picture us as two trees planted side-by-side, our roots growing together more firmly as the years go by, and our children sprouting like seedlings around us."
("Saat aku memikirkan masa depan, aku suka membayangkan kita sebagai dua pohon yang ditanam berdampingan, akar kita tumbuh bersama lebih kuat seiring berjalannya waktu, dan anak-anak kita bertunas seperti bibit di sekitar kita.")
Kalimat cinta yang Nelan utarakan sangat lah panjang dan luas. Richa bahkan sampai tak mampu berkata kata. Lalu Nelan pun mengeluarkan kotak cincin dari tumpukan bunga mawar merah di atas meja.
Senyum lebar dan haru pun terlihat di wajah Richa.
" Aku ingin menebus keterlambatanku dalam menaytakan cinta dan perasaanku padamu. Maaf karena aku tidak melamarmu dengan layak sebelumnya.. Hari ini aku akan menebus segalanya."
" Richa Qajila, maukah kau menerima diriku menjalani sisa hidupmu bersamaku hingga akhir hayat memisahkan kita."
" Hikk hikk, Mas.. A--Aku. Aku mencintaimu, bagai mana mungkin aku menolaknya. Disaat aku tau, bahwa aku tidak bisa hidup lagi tanpamu. Aku bersedia Sayang." Jawab Richa.
Nelan pun menyematkan cincin itu di jari tengah Richa. Karena di jari manisnya sudah tersemat cincin pernikahan mereka sebelumnya.
__ADS_1
💫💫💫💫
Kebahagiaan yang Nelan janjikan di penuhi oleh nya dengan sangat baik. Semakin hari Nelan semakin menunjukkan cinta dan kasih sayangnya yang berlimpah pada anak dan istrinya.
" Mas..!? Bisa tolong bantu aku?" Ucap Richa yang sedang repot dengan urusan dapur.
" Apa Sayang?"
" Perlengakapn Arya sudah banyak yang habis, bisa pergi ke supermarket untuk membelinya?"
" Baiklah. Aku juga akan mengajak Arya bersamaku."
" Hmm. Hati hati Sayang."
Nelan pergi dari rumah bersama putra tercintanya. Di dalam supermarket Nelan meletakkan Arya ke dalam keranjang belanjaan. Putranya itu terlihat sangat senang karena di ajak beramin dengan ayahnya.
" Arya suka mainan itu? Ada yang anak dedy inginkan lagi?" Tanya Nelan pada Arya.
Arya hanya manggut manggut dengan cepat.
Setelah segala keperluan sudah ada di dalam keranjang belanjaan Nelan dan Arya membayar belanjaannya dan segera pulang kerumah.
Namun setibanya di rumah Nelan mendapat panggilan dari Dion dan Arga. Yang terpaksa ia harus pergi ke kantor dengan terburu buru setelah meletakkan seluruh belanjaan di meja ruang tamu.
" Ada apa, mas?" Tanya Richa bingung.
" Maaf Sayang. Mas harus ke kantor sekarang. Ohya tidak perlu menungguku malam ini. Mas mungkin tidak bisa pulang dan akan lembur." Ucap Nelan seraya mencium kening Richa.
" Dedy pergi kerja dulu ya, nak. Baik baik di rumah sama mami. Ummuachhh. Anak dedy pintar." Pesan Nelan sebelum ia akhirnya keluar dari rumah.
Richa tidak tau kali ini kasus apa lagi yang sedang di tangani suaminya itu. Namun Richa selalu berdoa agar semuaminya bisa menyelesaikan tugas tugasnya dengan baik. Dan kembali kerumah dalam keadaan baik baik saja, tidak terluka sedikit pun.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terimakasih. Sampai jumpa di bab selanjutnya.
💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓