
Siang harinya Richa keluar dari gerbang kampus bersama ketiga temannya.
" Cie cie yang di jempun sumi..." ledek Juana saat melihat Nelan sudah menunggu di seberang jalan. Richa, Jordan dan Dava menatap bingung Juana," Haih, suami cuy...."
" Ahhh...." ujar ketiganya bersamaan, mengerti.
" Aah.... Bisa gak cih cogan itu jadi sepupu lo aja, Cha...." ujar Juana. Ia masih berharap Nelan itu bukan suami sahabatnya.
Nelan mendekati mereka.
" Kok lama, aku udah nunggu 15 menit." ujar Nelan dengan wajah datar. Saat matanya melirik ke arah Dava dan juga Jordan, ia menungjukkan espresi tidak suka.
Gue tau bos, dia binik lo, gak usah negasin juga kali, bro. Batin Jordan.
Awas aja kalian berdua berani deket deket dengan wanitaku. Batin Nelan.
Dava sih gak ambil pusing, walau sebenarnya ia juga pernah berharap bisa memiliki hubungan lebih dari pada sahabat dengan Richa.
" Maaf, tadi dosennya kasih tugas tambahan." Jelas Richa.
" Ya udah, ayo pergi sekarang." Masih dengan wajah datarnya.
" Ya udah, gays gue balik duluan ya.." pamit Richa pada ketiga sahabatnya.
" Oke, See you tomorrow, Beb." seru Juana.
Setibanya di rumah, terlihat Naila dan Lilian sedang ada di ruang tamu, di kelilingi tuan Raihan dan juga Nevan.
" Mba, Naila..." seru Nelan.
" Hai, Lilian cantik..." Sapa Richa yang langsung meraih Lilian dari tangan Naila. Ia menggendong bayi kecil itu sedikit takut takut, karena ia masih begitu kecil dan mungil.
" Hallo, Sayang..." sapa Nelan pada keponakannya tersebut. Richa dan Nelan begitu antusias mengajak Lilian bicara dan bercanda. Seakan bayi kecil itu mengerti apa yang mereka ucapkan.
" Lihat, Mas. Mulutnya sangat mirip dengan mulutmu." ujar Richa seraya menunjukkan bibir mungil Lilian.
__ADS_1
" Hallo, kalian berdua. Kalau kalian begitu menyukai bayiku, kenapa kalian tidak segera membuatkannya satu untuk kalian." ujar Naila. Richa tersipu malu, ia menatap Nelan dan tersenyum.
" Ini masalah bayi bak bukan boneka, buatnya gak semudah di pasang tangan, kaki dan kepala aja." Seru Nelan.
" Kalian kan udah menikah cukup lama, Nel." timpal Ayahnya.
" Iya, mungkin lo nya aja yang kurang ahli kali, Nel." Ledek Naila.
" Ya elah mba, segala cara udah aku pakai mba. Ya mungkin belum di kasih rejeki aja sama tuhan." Richa tidak mengatakan apa apa. Di dalam batinnya berkata bagai mana mau berhasil kalau baru beberapa hari ini Nelan baru menjadikannya istri yang sesungguhnya. Walau sebenarnya Richa juga belum pernah berpikir akan memiliki seorang anak dari Nelan.
Nevan pamit untuk kembali ke kantor, karena sebelumnya ia hanya mengantarkan Naila pulang. Sejak pernikahannya dengan Najwa batal tak sekalipun laki laki itu pernah tersenyum, ia bahkan menunjukkan wajah tidak suka melihat kedekatan Nelan dan Richa
Ada apa dengannya? Dia selalu saja menatapku seperti itu. Batin Nelan.
Malam harinya semua orang sudah bersiap siap untuk makan malam. Richa dan Nelan turun dari lantai atas bersamaan.
" Selamat malam, Ayah, Bunda.." Sapa Richa.
" Malam, Sayang." jawab Salsa.
" Malam, menantuku yang cantik." timpal tuan Raihan.
" Mba, Naila dan Lilian mana, Bunda...?" tanya Richa, karena ibu baru itu memang belum kelihatan batang idung nya di meja makan. Nevan juga tidak kelihatan namun Richa enggan menanyakannya.
" Naila...."
" Aku datang..", Tangkas Naila, mengehentikan kata kata Salsa.
" Evan mana, Bun? Belum pulang?" tanya Naila.
" Belum, mungkin dia masih sibuk di kantor." jawab Salsa.
" Nel, Ayah minta kamu ambil cuti kerja selama seminggu mulai besok." ujar tuan Raihan. Kaliamat yang di ucapakan oleh tuan Raihan membuat Nelan menghentikan makannya.
" Tapi, kenapa Yah?" tanya Nelan bingung.
" Apa maksudnya kenapa? Kerena ayah mau kalian pergi berlibur untuk bulan madu." Sejenak Richa menatap Nelan.
__ADS_1
" Richa ingin bulan madu kemana, Nak?" tanya Salsa pada Richa, namun Richa hanya menatap Nelan bingung.
" Tapi kenapa mendadak, Yah." tangkas Nelan, saat Richa ingin menjawab Salsa.
" Kau sebut ini mendadak, kau sadar sudah berapa lama kalian menikah? Tapi sampai saat ini kau belum membawa istrimu bulan madu. Ayah tidak suka penolakan lagi, Nel." Tegas Raihan.
" Tapi, Ayah. Lalu bagai mana dengan kuliah Richa?"
" Jangan khawatir, Sayang. Ayah kenal dekat dengan Dekan kampus mu. Ayah sudah meminta ijin padanya. dan juga ayah kenal orang yang bekerja di bandara, kalian tinggal sebutkan saja ingin pergi kenegara mana, maka ayah akan pesankan tiketnya." tegas tuan Raihan. Kali ini Richa dan Nelan sudah tidak memiliki alasan untuk menolak, dan lagi pula Nelan juga sudah berencana akan mengajak Richa buoan madu secepatnya.
" Jadi, Richa ingin bulan madu kemana, Nak?" tanya Salsa kembali.
" Iya, Cha. Udah saatnya kalian fokus dalam usaha memiliki seorang bayi, Lilian butuh temen main tuh." Timpal Naila.
" Iya, Nak. Bunda juga ingin segera memiliki seorang cucu." ujar Salsa.
" Lilian kan udah ada, Bun." seru Nelan.
" Tapi bunda juga mau lihat hasil cetakan kalian berdua. Pasti bakal cantik kalo cewek dan bakal tampan kalo cowok." ucap Salsa antusias.
" Kalian dengar itu kan?" ujar tuan Raihan.
" Baiklah, terserah ayah dan bunda saja." ujar Nelan dan Richa pun tersenyum getir dan mengangguk pelan.
Pagi harinya Richa dan Nelan sudah bersiap untuk berangkat kebandara. Siapa yang menduga negara yang mereka pilih adalah New York, dan itu pun adalah usulan dari Nelan sendiri. Nelan bisa mengerti kalau Richa sangat ingin bertemu dengan keluarganya, kota New York juga merupakan salah satu kota terbaik untuk berlibur, walau Richa sudah sangat mengenal tempat itu, namun akan terasa berbeda jika di datangi dengan seseoarang yang kita cintai.
Saat Nelan dan Richa memberitahu hal tersebut pada Ayah dan Bundanya mereka juga sangat setuju dengan pilihan keduanya.
Butuh 1 hari satu malam untuk tiba ke kota tujuan mereka itu, sehingga mereka pun terpaksa tidur di dalam pesawat.
" Tidurlah...", ujar Nelan serayang merapikan daun rambut yang menutupi wajah Richa.
" Hmm.." Richa pun seketika terlelap di pundak Nelan. Namun tak lama kemudian Nelan pun mulai mengantuk dan ikut tertidur.
__ADS_1
Richa tidak memberitahu keluarganya kalau dirinya akan kembali kerumah, karena ia bermaksud memberikan kejutan pada mereka.