
Setibanya di bandara New York, Richa kelihatan sangat lelah dan masih mengantuk.
" Mau langaung kerumah orang tua kamu, atau kita ke hotel dulu, Sayang?" Tanya Nelan, sambil salah satu tangannya merangkul Richa dan satunya lagi memegang gagang koper.
" Ke rumah aja deh, mas. Entar kalo ke hotel dulu mami sama papi bisa kecewa karena kita gak langsung nemuin mereka." seru Richa.
Dari bandara menuju kediaman keluarga Richa membutuhkan waktu sampai 30 menit. Karena saat ini masih tengah malam bakhan di dalam taxi pun Richa kembali tertidur. Mobil taxi berhenti tepat di depan kediaman keluarga Aditama, satpam membukakan gerbang setelah mengetahui siapa yang datang.
Satpan berlari ke pintu lalu membunyikan bel rumah, dengan segera pintu utama pun terbuka. Nelan turun dari dalam taxi tanpa menbangunkan Richa, dan malah mengankatnya keluar dari dalam mobil lalu membawanya ke dalam rumah.
" Kakak..!?" Nelan bingung melihat anak laki laku yang baru saja mebukakan pintu untuk mereka itu memangil Richa dengan sebutan kakak.
Jadi dia juga punya seorang adik? Apa yang kau lakykan Nil, bahkan hal ini pun kau tidak tau, apa saja yang kau lakukan selama ini. Sadarlah betapa brengseknya dirimu.
" Apa kau adiknya, Richa?" tanya Nelan dengan suara sedikit berbisik karena takut Richa terbangun.
" Iya, dan kakak adalah kak Nelan kan?" seru Riyan. Nelan pun mengangguk pelan.
" Bisa kita lanjutkan bicaranya nanti, kemana aku harus menindurkan kakak mu?" tanya Nelan. Lalu Riyan pun menunjukkan kamar lama Richa yang ada di lantai atas. Setelah membukakan pintu kamar tersebut dan Nelan pun sudah masuk, Riyan kemabli turun kebawah.
" Den Iyan, ini koper nya mau di antar ke atas sekalian?" tanya pak Toni setpan di rumah itu.
" Biar Iyan aja yang bawa, Pak." jawab Riyan lalu pak Toni pun keluar dan kembali ke pos jaganya.
Nelan membaringkan Richa di atas ranjang dengan perlahan, ia menyeka beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik istrinya itu. Setelah menarik selimut untuk menutupi tubuh Richa Nelan mencium kening Richa, dan yang ternyata adegan itu di saksikan oleh Riyan yang baru saja tiba di depan pintu kamar yang kebetulan pintunya masih terbuka. Riyan ingin mengantarkan koper yang mereka bawa pada Nelan.
" Ehem.." Riyan mendehem lalu Nelan pun sontak menoleh kearah pintu dan mendapati Riyan masih berdiri di luar tidak berani masuk. Nelan berdiri lalu mendekati Riyan.
" Ini koper nya kak." Ujar Riyan, seraya menyerahkan koper tersebut pada Nelan. Setelah Nelan menaruh kopernya di sudut ruangan deket meja rias. Nelan keluar dari dalam kamar lalu mengajak Riyan bicara di ruang tamu.
" Mami sama papi lagi menghadiri pesta kak." jelas Riyan setalah mendapat pertanyaan dari Nelan. " Terus kok gak ngasih kabar sih kak kalo mau datang. Kita kan bisa jemput ke bandara."
__ADS_1
" Tadinya, Kakak kamu bilang mau kasih kejutan. Tapi yang mau kasih kejutan udah tidur duluan." Ujar Nelan tersenyum tipis.
Baguslah, kayaknya dia bener bener sayang sama kakak. Batin Riyan.
" Ya udah, kak Nelan istirahat aja, pasti capek kan? Riyan juga mau balik ke kamar. Gak usah di tunggu mami sama papi, kita gak tau juga kapan mereka pulang." Ujar Riyan. Nelan pun kembali kekamar, Ia melihat Richa masih tertidur lelap dengan posisi yang masih sama. Nelan duduk di tepi tepat tidur, di pandangnya wajah polos Richa saat tertidur pulas.
Saat tidur dia sangat menggemaskan.
Sebelum memutuskan untuk tidur Nelan merasa harus mandi terlebih dulu, karena ia merasa sangat lengket. Nelan pun langsung mandi, selesai mandi Nelan membuka koper untuk mengambil baju ganti. Selesai memakai bajunya Nelan melihat meja rias Richa yang masih tertata rapi ada beberapa poto disana terpajang, poto Richa saat masih kecil dan poto lainnya yang luamyan banyak.
Namun ada satu poto yang sedikit mengusik Nelan. Poto itu terlihat tidak asing di mata Nelan.
" Ini...? Aku seperti pernah melihat wajah gadis kecil ini? Tapi dimana? Kenapa aku tidak mengingat nya?" Gumam Nelan. Setelah puas melihat isi kamar Richa Nelan pun memutuskan untuk tidur, ia merangkak perlahan ke atas tempat tidur, lalu membaringkan tubuhnya di samping Richa, ia letakkan lenganbya di bawah leher Richa lalu menarik Richa kedalam dekapannya. Di kecupnya kening Richa lalu sebuah kecupan kilas juga mendarat di bibir mungil Richa. Di peluknya dengan erat sang istri lalu ia pun akhirnya mulai menjelajahi alam mimpinya.
Ini kamarku? Oh tuhan, aku lupa kalo aku sedang di rumah papi sekarang? Aku ketiduran semalam sampai gak sadar udah nyampe rumah Mami.
Richa pun turun dari tempat tidur secara perlahan kerena tidak ingin membuat Nelan bangun, ia keluar dari kamar bahkan sebelum ia mencuci wajahnya. Ia berlari ke kebawah dengan tersenyum lebar.
" Mami... Papi.... Iyan..." panggilnya sedikit berteriak. Cyka pun berlari dari arah dapur lalu Risky keluar dari kamar.
" Kakak...!?" Seru kedua orang tuanya bersamaan lalu langsung memeluk putri tercintanya bersamaan.
" Mami, Richa kangen mami.. Hikk hikk."
" Mami juga, Sayang. Kita sangat merinsukanmu." Cyka mencium Richa sampai puas. Bayi kecilnya akhirnya ia bisa melihatnya lagi setelah sekian lama.
" Papi.." Richa beralih ke pelukan Risky. " Aku merindukan papi, sangat merindukan kalian semua."
__ADS_1
" Me too, Beby." Seru Risky, seraya mencium keningnya.
Setelah puas melepas rindu Cyka meminta Richa kembali kekamar untuk mandi dan membangunkan Nelan agar bisa segera sarapan.
Saat Richa kembali kekamar Nelan sudah duduk di atas ranjang dengan memakai jubah mandi, karena ternyata Nelan bahkan sudah selesai mandi, Nelan menatap Richa sejenak lalu kembali fokus pada layar ponselnya.
" Mas, udah bangun?" tanya Richa.
" Hmm.." jawab Nelan datar.
Kok mas cuek gitu sih?
Richa masuk kekamar mandi, tidak perduli dengan sikap aneh Nelan. Saat ia keluar dari kamar mandi Nelan masih tetap di posisi yang sama dan masih menggunakan jubah mandi.
Mas kenapa sih?
" Mas.."
" Hmm."
Tu kan? Responnya juga masih sama.
Richa mendekatinya lalu duduk di sampingnya.
" Mas lagi ngapain sih? Aku di cuekin terus dari tadi!?" rengek Richa. Karena Nelan tidak merespon pertanyaannya, Richa pun mengusili Nelan dengan menyentuh dada Nelan yang sedikit terbuka.
Karena merasa sedikit terganggu Nelan akhirnya meletakkan ponselnya lalu mengalihkan pandangannya pada Richa, ia melihat kalau saat ini sang istri sedang menarik perhatianya dan mencoba menggodanya. Dan Nelan pun senang karena merasa sudah berhasil membuat Richa memperhatikan dirinya. Sejak tadi Nelan memang sedang ber akting tidak perduli pada Richa, ia merasa sidikit terabaikan oleh Richa beberapa jam saat ia bersama orang tuanya tadi.
__ADS_1
Ia merasa tidak tahan melihat wajah imut Richa dan ingin segera menghujaninya dengan ciuman, namun Richa malah menolaknya dan Nelan pun geram lalu mulai menggelitiki Richa.