Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Penculikan Richa.


__ADS_3

Karena sudah tidak sabar ingin memberi kabar pada suaminya Richa bergegas meningalkan rumah sakit. Saat meletakkan jubah putihnya Richa menyadari sudah kehilangan ponselnya, ia mencari di setiap sudut ruang ganti dan tidak dapat menemukan benda tersebut. Lalu ia meminjam ponsel Juana untuk memesan sebuah taksi onlie, ia meminta Juana untuk menghubungi ponselnya kalau kalau ada orang yang menemukanya.


Richa berdiri di sebrang jalan menunggu taksi online nya datang menjemputnya. Namun tiba tib sebuah mobil Jib berwarna hitan berhenti di hadapannya, lalu saat pintu mobil itu terbuka dua pria bertibuh kekar keluar dari mobil itu dan langsung membekap mulut Richa dengan sebuah sapu tangan yang sudah di bubuhi obat bius. Walau Richa sempat berusaha meronta namun tenaga orang orang itu sangat lah kuat tidak sebanding denganya, di tambah lagi obat bius yang cukup kuat membuatnya hanya bisa bertahan dalam keadaan sadar beberapa menit saja.


Richa pun dalam sekelip mata sudah di bawa pergi dengan mobil Jib tersebut.


 


Naila bergegas berlari mengejar Richa, ia menaiki sebuah taksi yang baru saja melintas di depannya. Ia meminta supir taksi mengejar mobil Jib tersebut, karena mobilnya yang berbeda membuat Naila tidak kesulitan mengenali mobil tersebut.


" Ayo Nel, di angkat, aku mohon." Ucap Naila seraya terus menghubungi Nelan. Namun entah apa yang membuat laki laki itu sangat sulit di hubungi.


" Ya tuhan apa yang harus ku lakukan sekrang." Ucap Naila panik, " Tolong pak, jangan sampai kita kegilangan jejak mobil itu, aku mohon." ucap Naila pada supir taksi.


" Nel, ayo dong." Karena tidak juga berhasil menghubungi Nelan, Naila mulai berpikir pada siapa lagi ia bisa meminta pertolongan. Tiba tiba saja ponsel Richa berdering dan yang memghubunginya adalah Rehan, dengan cepat Naila mengangkat panggilan tersebut.


" Cha.."


" Tolong. Tolong selamatkan Richa." Tangkas Naila memotong ucapan Rehan.


" Richa, apa maksudmu, dan kau siapa?" Tanya Rehan panik.


" Aku Ibunya Lili, aku mohon padamu, Richa baru saja di culik, dan sekarang aku sedang mengikuti mobil yang membawanya. Aku..."

__ADS_1


" Tenang lah, sekarang katakan padaku, dimana kau saat ini. Aku akan segera menyusulmu."


" Baiklah." Naila menjelaskan pada Rehan kearah mana ia mengikuti mobil tersebut. Sambil terus berusaha menghubungi Nelan.


" Hallo, mba." Akhirnya Nelan menerima panggilannya.


" Nel, Richa. Richa.. Dia."


" Richa, Richa kenapa mba?" Tanya Nelan panik, karena ia mendengar suara Naila sedang menangis.


" Ada orang yang menculik Richa, Nel." Mendengar kata penculikan Nelan, sontak terkejut. Naila menjelaskan detail kejadiannya pada Nelan, tapi Naila sendiri tidak tau siapa penculiknya.


 


" Ada apa, bos?" Tanya Arga dan jiga Dion.


 


Saat Richa membuka matanya, samar samar ia melihat sebuah lampu menyilaukan matanyanya, ia meraka sangat pusing. Saat ia menggerakkan tangannya ia merasa ada yang menahan nya yang ternyata tangan dan kakinya sedang di ikat.


Tubuhnya terbaring diatas sebuah temapat tidur yang tidak terlalu besar, kedua tanganya di ikat kesalah satu besi di sandaran tempat tidur. Dan mulut Richa di ikat dengan sebuah kain dimana ia tidak akan mungkin bisa menggunakan mulutnya untuk berteriak minta tolong. Menyadari kalay saat ini ia sedang berada di tangan yang salah, dan sedang di culik Richa pun mulai panik.


" Mas... Aku mohon, tolong aku." Batin Richa yang sudah mulai menangis karena ketakutan. Ia tidak takut terjadi hal buruk padanya, tapi yang paling ditakutinya saat ini adalah bayi yang ada di dalam kandungannya.

__ADS_1


Aku mohon tuhan, lindungilah anak ku, dia bahkan baru bedada di dalam rahimku sebagai janin, aku mohon padamu tuhan, biarkan ayah nya melihatnya lahir kedunia ini. Aku mohon padamu tuhan.


" Kau akhirnya sadar juga, Richa..." Mata Richa terbelalak saat melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini, ia semakin takut karena ternyata Bram lah yang telah menculiknya. Richa semakin meronta ronta memcoba melepaskan diri.


Bram mendekati Richa dan duduk di tepi ranjang dengan tatapan yang penuh gairah laki laki itu menyerigai.


Ia menjulurkan tangannya ke wajah Richa, dan Richa pun menutup matanya karena takut. Bram membelai wajah Richa, sentuhannya membuat tubuh Richa menjadi kaku, ia merasakan ketakutan yang sangat teramat. Lalu tiba tiba Bram membuka ikatan di mulut Richa.


" A--Apa, yang ingin kau lakukan? Kenapa kau melakukan ini padaku? Hikk hikk." Tubuh Richa bergetar, ia terus meronta ronta menarik tangannya, yang saat ini pasti pergelangan tangannya sudah lebam.


" Kenapa kau sangat terburu buru, Sayang. Aku baru saja ingin menceritakan sebuah cerita menarik padamu." Richa panik. Apa yang akan di lakukan Bram padanya ? Richa menarik narik ikat tangannya namun sangat kencang.


" Tolong jangan lakukan ini, tolong jangan sakiti aku, aku mohon padamu." Karena tangisan Richa semakin menjadi Bram kembali membungkam mulut Richa.


"Ahahahahaha...." Bram malah tertawa terbahak bahak." Richa sudah tidak mampu lagi menggambarkan ketakutannya saat ini.


Bram kembali menutup mulut Richa.


" Aku akan menjawabmu sekarang, kanapa aku melakukan ini padamu. Pertama, karena sejak awal aku sudah menginginkanmu, dan kedua, aku ingin membalas keluargamu karena sudah membantu keluarga Anggara untuk menghancurkan perusahaan ayahku. Dan suamimu Nelan, dia sudah berani mengusik bisnis transaksiku. Tujuanku adalah mengcurkan mereka semua, hanya dengan menghancurkan dirimu, maka sekali tepuk 2 3 lalat akan hancur."


Dengan tatapan mengerikan Bran terus saja menyeringai, ia mulai melepas baju Richa satu persatu. Richa hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tidak bisa melepaskan iktan tangan kaki dan juga mulutnya.


Mas, aku mohon, cepatlah datang. Aku tidak sudi di sentuh oleh ba^in^an ini. Richa hanya bisa menjerit di dalam hatinya.

__ADS_1


Richa menatapnya penuh kebencian, ingin sekali ia mengahjar laki laki itu hingga tak bernyawa, namun apa daya ia lah yang berada di dalam posisi yang dapat lenyap dalam sekilap mata saat ini.


Senyum lebar mulai di perlihatkan pria bejat itu. Tuhan sepertinya masih melindungi kehormatannya saat ini, tiba tiba gerakannya terhenti saat seseorang mengetuk pintu kamar tersebut. Bram pun bergegas keluar dengan rasa kesal, namun membuat Richa sedikit lega, walau ia tidak yakin berapa lama ia bisa bertahan, dan berapa lama laki laki itu akan pergi dari sana.


__ADS_2