Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Berpikir Bijak


__ADS_3

Di ruang Nelan.


" Nih martabak telur pesanan kamu ". Richa mengambil piring dan meletakkan martabak di atasnya, lalu menaruhnya di meja makan pasien yang sudah tersedia.


" Suapin dong, baru aku akan memakannya", pinta Nelan sedikit memelas.


" Kalau begitu gak usah dimakan ", kesal Richa. Yang beranjak pergi menuju sofa.


Kenapa espresinya begitu, apa dia masih marah?


" Lalu kau akan membiarkanku kelaparan sampai pagi, seharian ini aku belum makan, kalau sakitku tambah parah bagai mana?" ucapnya namun tetap di abaikan oleh Richa.


Riche merebahkan tububnya di sofa membelakangi Nelan, tapi dia merasa tidak tenang karena Nelan belum makan apa pun sejak siang, akhirnya ia menyingkirkan egonya lalu kembali mendekati Nelan.


Richa mengambil sendok makan lalu memotong martabaknya menjadi ukuran kecil lalu menyodorkannya ke mulut Nelan.


" Ayo makan..", ucap Richa dengan nada ketus. Nelan membuka mulutnya lalu menyantap suapan pertama yang Richa berikan. Nelan terus menatap Richa yang menghindari tatapannya. Bahkan hingga suapan terakhir Richa hanya terdiam, begitu pun dengan Nalan, ia hanya menuruti gerak tangan Richa saat menyuapi martabak telur kemulutnya.


" Kau masih marah ?" tanya Nelan setelah selesai meminum air untuk membersihkan mulutnya dari sisa-sisa makanan.


" Ngak ", jawab Richa singkat, dengan memalingkan wajahnya. Nelan mengankat tangannya lalu menyentuh dagu Richa menariknya agar menatap wajahnya.


" Maaf, lagi-lagi aku bicara kasar padamu", ucap Nelan menatap lekat mata Richa, " Saat kesal aku tidak berpikir panjang saat berucap ", Nelan melanjutkan permohonan maaf nya.


" Sungguh aku tidak bermakaud melukai hatimu lagi ".


" Sudah lah lupakan saja, aku tidak marah padamu, lagi pula yang kau katakan itu memang benar, sejenak aku lupa batasanku ". Ucap Richa, seraya hendak berlalu pergi dari tempat duduknya. Namun Nelan mengehentikan Richa dengan menarik lengan Richa, hingga tubuhnya terjatuh di dada bidang Nelan. Wajah keduanya sangat dekat hanya menyisakan jarak beberapa senti saja.


Seketika Richa merasa wajahnya memanas yang ia yakini pasti wajahnya saat ini sudah memerah begitu pun dengan detak jantungnya yang semakin tak beraturan, yang mungkin Nelan juga bisa mendengarnya. Namun Nelan lupa memikirkan detak jantung Richa karena ia juga sibuk mengontrol detak jantungnya sendiri yang saling beradu kecepatan detakan dengan milik Richa.


" Udah istirahat sana.." hindar Richa yang bergegas bangkit dari dekapan Nelan.


" Hmm.." jawab Nelan yang sama kikuknya dengan Richa.

__ADS_1


Richa pun kembali ke sofa dan kembali merbahkan tubunya membelakangi Nelan. Karena sangat mengantuk dan lelah Richa langsung tertidur lelap dalam sekejap.


Tiba-tiba Arga dan Dion datang, menjenguk Nelan.


" Maaf, bos. Kita baru bisa datang jenguk sekarang...", ucap Arga heboh begitu membuka pintu dan masuk.


" Sssssst... Diam ", ucap Nelan sambil menempelkan telunjuknya di bibirnya.


" Oh, maaf ", ucap Arga berbisik. Dion hanya tersenyum seraya mendekat ke tempat tidur Nelan.


" Angkat dia kesini, taruh dia di sampingku", pinta Nelan, dan Arga pun dengan bersemangat ingin mengangkat Richa.


" Di samping, bos !" ucap Arga.


" Iya, ayo cepat taruh dia di kasur ", lanjut Nelan mengulangi perintah yang sama.


" Siap bos."


Arga mengangkat tubuh mungil Richa, Arga merasa sedikit beruntung karena bisa menyentuh tubuh Richa, karena Richa merupakan wanita impiannya sejak pertama kali ia melihatnya di kantor polisi beberapa bulan yang lalu. Siapa yang sangka Richa ternyata sudah menjadi istri Nelan, sahabat sekaligus bosnya itu.


" Oh, maaf, bos." kesal Arga, karena merasa di ganggu oleh Nelan kesempatan langkanya menyentuh Richa.


Beruntung banget sih, bos. Ada dua wanita cantik dalam hidupnua. Punya istri cantik dan kekasih super sexi. Nah gue satu aja gak punya, dia malah punya dua sekaligus. gumam Arga.


" Jadi dokter bilang apa ?", tanya Dion.


" Cuma kelelahan aja ", jawab Nelan.


" Maaf, bos." imbuh Arga.


" Ada apa ?"


" Ni gimana ceritanya, si Keysa mau lo apain ?" tanya Arga penasaran dengan pilihan laki-laki itu tentang hubungannya saat ini dengan wanita lainnya.

__ADS_1


" Kita bahas itu lain kali aja, kalian ada apa kesini !" alih Nelan.


" Selain ngejenguk lo, kita juga punya kabar buruk", timpal Dion.


" Kalo masalah pekerjaan kita bahas saat aku sudah masuk kerja saja, aku tidak ingin membicarakannya disini ", Nelan melirik ke arah Richa, ia mengode kedua laki-laki itu dan mereka pun mengerti kalau Nelan tidak ingin mengganggu tidur istrinya itu.


" Baiklah, bos. Kita undur diri dulu, kita gak bakal ganggu malam indah kalian di kamar romantis ini ", ucap Arga, meledek bosnya itu.


" Aku harap lo, berpikir bijak, Nel. Jangan sakiti salah satunya jika memungkinkan ", ucapan Dion sebelum keluar dari ruangan itu. Setelah kedua sahabatnya itu pergi, Nelan merebahkan tubuhnya menghadap pada Richa. Wajah mungil itu mulai mengusik hati dan pikirannya, seharian ini tidak melihatnya pikirannya penuh dengan wanita itu. Rasa bersalah mulai ia rasakan saat menyakiti atau melukai hati wanita yang ada di hadapannya saat ini.


---------


Pagi harinya.


Saat Richa bangun dan membuka matanya, ia melihat wajah Nelan begitu dekat. Hanya berjarak beberapa senti saja, salah satu lengan Nelan melingkar di perut Richa. Walau menyadari hal itu Richa seakan enggan untuk menjauh atau menyingkirkan tangan Nelan dari tubuhnya. Ia malah menatap lekat wajah tampan suaminya itu, Richa menyusuri setiap lekukan wajah Nelan, di mulai dari alis, mata, hidung hingga ke bibir. Entah mengapa bagian itu seakan menarik kenginan Richa untuk coba menyentuhnya. Lalu tanpa sadar salah satu tangannya bergerak mendekat ke wajah Nelan.


" Udah bagun ?", Ucap Nelan dengan suara serak khas orang bangun tidur. Sontak Richa menarik lengannya lalu membulatkan matanya karena terkejut.


Begitu mata Nelan terbuka lebar, Richa terduduk dan sedikit menjauh dari Nelan.


" S-sejak kapan kamu bangun ?", tanya Richa gelagapan.


" Sekitar 30 menit lalu ", jawab Nelan.


" A--aku cuci muka dulu ", Richa gugup, seraya turun dari tempat tidur.


" Maaf udah ngagetin, tapi gak harus kabut juga kan ? aku gak bakal gigit kok ", goda Nelan.


Setelah Selesai cuci muka, seorang suster mengantarkan jatah makanan untuk Nelan, tapi laki-laki itu menolak makan karena dia tidak menyukai makanan rumah sakit.


" Mau cepet sembuh gak, atau mau tetep disini aja sampe satu bulan ", ancam Richa.


" Tapi itu makanan gak enak banget Richa..", rengek Nelan tetap menolak.

__ADS_1


" Udah, makan ini dulu sekarang, entar di rumah minta di masakin makanan kesukaan kamu deh ", bujuk Richa, " Ayo dimakan dong, aku suapin deh ", ujar Richa, akhirnya ia pun menurut. Siang nya Nelan sudah bisa pulang, karena laki-laki itu terus saja membuat Richa dan Naila pusing dengan rengekannya yang minta untuk pulang.


__ADS_2