
Di pagi harinya saat Nanik datang ia sekali terkajut seperti malam sebelumnya karena mendapati seseorang sedang tidur di ruang tamu.
" Ya ampun, kenapa aden tidur disini? Jangan jangan di usir ma non Icha. Wkwkwkwkwk, lucunya liat yang lagi berantem." Nanik malah tertawa senang melihat tingkah majikannya itu.
" Den, aden!? Ayo bangun.." Nanik membangunkan Nelan.
" 5 menit lagi Yang.."
Lah dikira aku istrinya.
Nelan bukannya bangun dia malah menggeliat dan membalik badannya lagi, lalu menarik selimut dan kembali tertidur lelap.
Tak lama kemudian Richa keluar, ingin ke dapur, sudup matanya melirik ke arah sofa dan melihat Nelan masih juga tidur walau hari sudah agak siang. Namun Richa tidak membangunkannya malah memilik kedapur terlebih dulu.
" Pagi bi!?" Sapa Richa seperti hari hari biasanya. Tidak seperti pagi sebelumnya.
" Pagi non." Jawab Nanik.
Richa duduk di kursi meja makan sambil menunggu nanik membuatkannya susu seperti biasanya. Setelah susu yang Nanik buat ada di atas meja Richa pun langsung meminumnya hingga habis.
" Non, si aden kenapa, kok di suruh tidur di luar?" Tanya Nanik ragu.
" Oh itu. Richa lagi ngambek bi ma mas. Masak iya kemarin malem di tidur di luar katanya lagi lembur, eh ternyata lagi berpesta sama temen temen nya di luar. Mabuk mabukan lagi, sampe gak sadar bi, bayangin aja kalo sampe terjadi sesuatu, gimana aku ma anak aku bi." Jelas Richa.
" Oh gitu ya non."
" Iya bi, makanya semalam aku suruh aja di kelonan ma gundurwo."
__ADS_1
" Ahahahaha.. Non bisa aja. Masak suaminya di kasih ma dedemit. Kalo dedemitnya bunting gimana non."
" Ahahahahaha. Jangan dong bi, masak aku saingan nya ma dedemit gak berkelas amat. Amit amit deh."
" Kan non yang usulin gitu. Malah non yang takut."
" Iya juga sih, ngeri juga aku bi."
" Tapi non. Bibi sih mau bilang sesuai pengalaman bibi aja nih. Sebagian suami mungkin tidak sama, tapi kebanyakan dari mereka saat istrinya lagi hamil atau pernikahan yang sudah jalan cukup lama. Apa lagi ibu himil, terkadang sulit di tangani, emosinya gak labil, jadinya suka marah marah. Emang sih itu bukan kemauan kita sendiri, tapi bawaan. Jadi suami mulai lebih suka di luar, mungkin alsannya sederhana, karena gak mau ribut sama istri, atau gak mau buat istri kesal atau banyak lagi alasannya."
" Masak sih bi."
" Iya non. Mereka jadi lebih suka nongrong sama temen temennya. Bukan karena mereka jenuh sama kita atau mau main sama cewek lain. Ya bisa aja karena merasa, waah kalo aku di rumah setiap hari kerjaannya ribut terus ma istri. Ada pemikiran gitu mungkin non."
Richa mendengarkan penjelasan bi Nanio dengan sabar. Dia sadar kalau sejak ia hamil memang perasaannya dan emoainya suka meluap luap.
" Sama sama non." Nanik kembali dengan pekerjaannya. Richa mengambil ponsel dan mencari cara me cegah keretakan hubungan suami istri saat sedang dalam masa kehamilan dan hari buruk lainya.
💫💫💫💫
Istri mana pun pasti bahagia bila menyadari sang suami menjadikannya sebagai wanita yang paling spesial di hatinya. Sebaliknya, bila dia merasa suami sudah mulai mengabaikan dan melupakannya, sang istri akan merasa tidak berharga lagi.
Inilah sebabnya wanita sangat membutuhkan perhatian dari sang suami melebihi materi. Wanita yang dilimpahi harta oleh suaminya namun kurang mendapat perhatian akan merasakan jiwanya kering. Istri ingin suaminya tetap seperti dulu saat sebelum menikah; suka memberikan kabar sekalipun sibuk, selalu memprioritaskan dirinya, dan memberikan kejutan yang membuat sang wanita begitu terkesan.
Suami yang mengurangi perhatian bahkan sama sekali menghilangkannya akan membuat wanita merasa bak istri yang tak dianggap. Kenyataan seperti ini membuat hati seperti teriris-iris sehingga manifestasi yang mucul biasanya menjadi mudah marah atau sang istri berubah menjadi pengemis perhatian bagi suami.
Caranya, ada yang menyindir-nyindir suami di media sosial dengan men-tag quote mengenai betapa istri butuh perhatian, contohnya.
__ADS_1
" Dulu aja kamu selalu bilang kamulah jiwaku, kamulah napasku, kini mengabaikanku."
" Istri membutuhkan siraman cinta, mengapa kini kamu biarkan layu?"
"Kalau boleh memilih, wanita lebih suka perhatian kecil namun terus-menerus daripada perhatian besar yang hanya satu kali."
Itulah beberapa fenomena yang penulis amati di media sosial atau dalam kehidupan sehari-hari. Harapan istri semata-mata agar suami kembali memperhatikan dirinya seperti dahulu. Efektifkah cara demikian? Nyatanya tidak karena hal tersebut ibarat pengemis yang memaksa seseorang memberikan uang yang lebih banyak sehingga sang pemberi bukannya merasa kasihan malah kesal.
Betapa berbahaya bila kondisi ini terus berkelanjutan, sang suami tidak menyadari kebutuhan utama istrinya dan sang istri semakin hari semakin merasakan hubungan yang kering padahal wanita butuh kehangatan suami bukanlah omong kosong belaka. Saat kekeringan begitu terasa di hati dan tiba-tiba ada pria lain yang memberikan perhatian. Mungkin sudah dapat ditebak kira-kira kemana arahnya dan tinggal menunggu kisah selanjutnya saja.
Apa yang harus dilakukan agar suami menyadari kalau wanita sungguh butuh perhatian? Haruskah terus menjadi pengemis? Saatnya kita mengubah cara pandang yang selama ini terfokus pada apa kebutuhan saya menjadi apa kebutuhan suami saya. Berbeda dengan kebutuhan utama istri, sang suami sangat menyukai istri yang menghormati dan memberikan penghargaan yang tinggi atas pengorbanannya.
Sehari-hari suami bekerja keras dari pagi sampai malam untuk keluarga, biasanya rutinitas tersebut tidak dilihat istri sehingga terkadang istri kurang memberikan penghargaan. Padahal suami sangat ingin segala pengorbanannya dihargai oleh istri. Bila istri mencoba dengan penuh ketulusan membiasakan ucapan dan sikap berterima kasih atas perjuangan suami maka hal ini akan membuat harga diri suami terangkat sebab merasa dihargai oleh istri.
Sama seperti wanita yang ingin suami bersikap lembut dan romantis, pun demikian suami sangat senang bila istri menunjukkan sikap dan perkataan yang menghargai usahanya. Apalagi setelah pulang bekerja, suami disajikan makanan malam maka dirinya akan merasa sangat dihargai.
Berbeda bila saat pulang bekerja dan berada di puncak kelelahan, suami malah diteror dengan tuntutan ini dan itu; seolah tiada penghargaan untuk kerja kerasnya hari ini. Pun harga dirinya menjadi jatuh sehingga sering menjadi abai terhadap kebutuhan istri yang ingin diperhatikan. Sebaliknya, suami yang merasa dihargai dan dihormati pasti akan memberikan balasan perhatian kepada istrinya bukan untuk balas jasa atas kebaikan sang istri namun karena hati suami yang bersuka cita otomatis lebih mudah mengalirkan kasih kepada istrinya daripada hati suami yang kering kerontang.
.
.
.
.
Terima kasih, semoga apa yang Icha sampaikan kali ini bisa bermanfaat bagi para pasangan suami istri, dan bagi calon calon pasangan masa depan. Termasuk author. Ini bab spesial, karena Icha membubuhkan sebuah pelajaran semoga para pembaca setia gak kecewa dengan sajian kali ini.
__ADS_1