
" Ehem..", Richa mencoba memecahkan keheningan yang tak berujung itu, saat Richa hendak beranjak berdiri, Nelan lebih dulu berdiri dan menahan pundak Richa agar tetap duduk.
" Mau kemana kamu ?", tanya Nelan.
" Oh, gue mau lanjutin masak nya ", jawab Richa, seketika Nelan mengerutkan keningnya.
" stay here , " Titah Nelan, Richa pun akhirnya hanya duduk memperhatikan Nelan menyiapkan makanan nya.
Kalo aku biarin dia di dapur entah kapan rumah ini akan mengalami kebakaran, aku baru tau ada wanita seceroboh itu.
Setelah makanas siap di hidangkan di atas meja, Nelan menarik salah satu kursi yang akan digunakannya untuk duduk, tanpa banyak bicara keduanya menikmati makanannya hingga selesai.
" Tinggalkan saja piringnya disana aku akan membereskan meja nya." walau itu yang dikatakannya Nelan merapikan meja makan tanpa komentar apa pun, kebungkamannya membuat orang diaekitarnya sungguh jadi geram dan kesal.
---------
Di dalam kamar Richa yang masih bergualt dengan layar lebtopnya memutar salah satu koleksi drama Korea yang ia sukai. Richa menggunakan Earphone untuk pengeras suara karena tak ingin mengganggu Nelan yang sejak tadi terus duduk di sofa dalam kamar.
Richa merasa tidak nyaman berada dalam satu ruangan dengan laki-laki itu, namun tidak mungkin baginya untuk mengusir Nelan dari kamar itu, karena rumah itu adalah miliknya, sedangkan Richa hanyalah seorang penumpang disana.
Sesekali di sela-sela kesibukannya membaca bukunya, kedua mata Nelan melirik kearah Richa. Wanita itu begitu fokus dengan kegiatannya, saat melihat Richa tertawa kecil tanpa sadar Nelan menarik bibirnya hingga berbentuk senyuman tipis hingga tak terlihat.
---------
Nelan dan Richa akhirnya tiba di rumah orang tuanya. Nelan masuk kedalam rumah lebih dulu diikuti Richa dibelakangnya.
" Richa, akhirnya kalian datang juga nak ", Salsa langsung memeluk menantunya itu dan melewati Nelan yang jelas-jelas lebih didepan dan yang seharusnya lebih dulu mendapatkan pelukan.
Nelan tertawa sinis, " Bunda baru saja mengabaikanku ?", tanya Nelan kesal.
" Hm, bunda tidak merindukanmu, bunda cuma merindukan menantuku saja ", Seru Salsa yang langsung menggiring Richa menuju ruang makan " Ayo sayang kita duduk ",
Sebelum duduk Richa menyapa semua orang yang ada di ruangan itu, terlihat Raihan, Naila dan juga Bram disana.
__ADS_1
" Lihat ayah, sejak memiliki menantu, bunda sudah menjadikan ku nomor yang kesekian, tinggal menunggu waktu saja aku mingkin akan benar-benar terlupakan olehnya ", ujar Nelan.
" Lalu apa tindakanmu sudah benar ", seru Salsa.
" Apa bun !", tanya Nelan bingung.
" Kau selalu sibuk sepanjang waktu, tanpa di minta kamu tidak akan membawa menantuku kerumah ini ", celetuk Salsa, " Aku juga yakin kau pasti membairkan Richa selalu kesepian dirumah, karena kamu selalu lebih mementingkan pekerjaanmua dari pada apa pun ", lanjut Salsa masih menyusutkan Nelan.
" Jangan sepeeti itu Nel, Richa itu hanya punya kita dan dirimu di sini, kau harus lebih banyak meluangkan waktu untuknya ", timpal Naila.
Semua orang mulai tertawa melihat wajah kesal Nelan yang terus dipojokkan. Lebih banyak lagi gurauan yang mereka ciptakan sehingga membuat suasana diruangan itu menjadi hangat dengan tawa dari semua orang.
" Ohya adik ipar, apa hari-harimu di kampus menyenangkan ?", tanya Bram tiba-tiba.
" Iya mas, sangat menyenangkan ", jawab Richa singkat, sontak kening Richa mengerut tanpa alasan, tatapan Bram sedikit mengganggu matanya. Ada perasaan yang tak nyaman ia rasakan dari tatapan pria itu.
" Ohya sayang, ayah rasa Richa membutuhkan mobil, ayah tau kau selalu sibuk dan tak punya waktu untuk mengantar jemput dirinya, walau ayah berharap kau bisa melakukanya sendiri mengantar kemput Richa tapi untuk jaga-jaga bagai mana kalau kita belikan saja mobil untuknya ", usul Raihan.
" Jangan katakan itu nak, bagai mana bisa kita membiarkanmu pergi kemana-mana menggunakan transportasi umum ", Timpal Salsa.
" Benar Ayah, kita belikan saja mobil untuknya ", lanjut Salsa.
" Bagai mana Nel ?", tanya Raihan pada putranya itu.
" Terserah ayah saja ", jawab Nelan seperti tak perduli.
Walau Richa menolak tapi keoutusan Raihan sudah tak bisa di ubah lagi, Naila dan juga Bram menyetujui gagasan ayahnya itu. Setelah itu mereka pun melanjutkan untuk menyelesaikan makan malamnya.
Selesai makan mereka berpindah tempat duduk di ruang tamu untuk berbincang sebentar.
" Oh, Iya Nel, Richa. Kapan kalian akan berencana pergi bulan madu ?", pertanyaan Naila yang secara tiba-tiba membuat Nelan tersedak akan minuman yang baru ia teguk. Arah pandangan Richa dan semua orang sejenak teralih pada laki-laki itu.
" Richa kamu ingin bulan madu kemana sayang ?", tanya Salsa.
__ADS_1
" Ehem, Richa gak mau bulan madu bun ", semua orang mengernyitkan keningnya dengan heran akan jawaban Richa, ia menunjukkan raut wajah yang penuh penolakan.
" Kenapa, sayang ? kenapa tidak mau ?" tanya Salsa, keningnya masih berkerut, Salsa menatap Richa bingung.
" Ehem, Maksud Richa. Kita sama-sama maaih sibuk, bun. Apa lagi Richa baru saja mulai kuliah beberapa hari, akj juga masih punya banyak kasus di kantor ", Sela Nelan.
" Jadi kita belum memikirkan hal itu. Iya kan Richa ?", Nelan melihat ke arah Richa dengan tatapan dingin dan penuh ancaman, memberi kode pada istrinya itu supaya membenarkan perkataannya.
Tenang bos, gak perlu di keluarin juga tu biji mata, gue juga ogah bulan madu ma lu.
" I-iya, Bun. Kami masih sibuk, kami tidak butuh bulan madu, lagipula sama jasa, bun ", sambung Richa seraya mengulas senyuamn di bibir tipisnya, terkesan ada sedikit paksaan sehingga membuat kening Naila berkerut dengan penuh tanda tanya saat dirinya mencoba membaca raut wajah dari saudara iparnya itu.
Apa hubungan Nelan dan Richa masih canggung, walau bagaimana pun pernikahan mereka karena sebuah kecelakaan, apa mereka masih belum bisa saling membuka diri ?, gumam Naila dengan tatapan penuh selidik.
" Nak, tentu saja berbeda, jika kalian bulan madu hubungan kalian akan lebih erat, kalian juga akan lebih fokus dengan liburan kalian. Setidaknya aturlah waktu untuk bulan madu ",
" Iya, Apa yang dikatan bunda itu benar. Ayah mau kalian tinggalkan rutinitas kalian beberapa hari dan pergi berbulan madu." timpal Raihan. Nelan tak langsung menjawab perkataan kedua orang tuanya itu, ia sejenak melihat kearah Richa dengan tatapan yang masih sama.
" Tapi kita.. ",
" Iya, Bun, Yah. Nelan dan Richa akan mencoba mengatur waktu nya", Nelan menukas perkataan Richa begitu saja hingga mengambil perhagian Richa untuk menoleh kearahnya. Tatapan dingin Nelan membuat Richa membeku.
Kenapa si gajah bengakak malah jawab gitu?" gumam Richa.
----------
Acara kunjungan pun mereka akhiri dan mereka pamit untuk segera pulang karena hari sudah hampir tengah malam, tanpa sadar mereka melewatkan waktu yang cukup lama untuk mengobrol.
Wanita itu hendak membuka pintu mobil, namun gerakan tangannya terhenti saat Nelan menarik kasar tangannya hingga tubuh Richa berbalik menghadap pada nya, tububnya tertumpu ke mobil akibat dorongan kasar Nelan.
" Ahh.. Sakit. Ada apa denganmu, kau sangat kasar hei ", Richa menepis tangan Nelan hingga tangan lelaki itu terlepas dari pergelangan tangannya yang hampir saja memerah.
" Lo gak lupa kan dengan apa yang aku bilang beberapa hari yang lalu kan ?", seru Nelan, sedikit membentak namun menahan suaranya agar tidak terdengar oleh siapa pun.
__ADS_1