Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Nelan kesal


__ADS_3

Setibanya di tempat yang di tuju, Nelan tercengang dengan apa yang ia lihat.


" Sore mas, Rehan.." Sapa seorang wanita paruh baya.


" Sore mba, Liuka." jawab Rehan


" Ada apa mas kesini? Biasanya kalau mau datang selalu kasih kabar dulu, dan yang disamping mas ini siapa nya...?" tanya Liuka si pengasuh anak anak di panti asuhan tersebut.


Ya tempat yang mereka datangi adalah sebuah panti asuhan, yang didirikan oleh papinya Richa. Namun Rehan dan Richa lah yang mengurus tempat itu selama ini, karena awal mula panti asuhan itu sampai didirikan karena permintaan Richa sendiri.


Pernah suatu hari saat usia Richa dan Rehan masih 13 tahun keduanya melihat sepasang kaka adik di tabrak truk saat sedang mengamen di jalanan, demi mendapatkan uang recehan untuk makan kedua anak itu sampai kehilangan nyawa mereka. Akibat kejadian itu Richa bertekat ingin membantu setiap anak anak yang tidak beruntung seperti kedua anak tersebut, lalu tuan Risky pun menyetujui kemauan putri tersebut.


"Richa minta di beliin makanan yang di buat oleh pak Jousin, mba. Makanya kita terpaksa kesini walau sudah sore begini. Ahh dan ini perkenalkan dia adalah suami Richa." jawab Rehan.


" Benarkah, ya Tuhan. Ternyata memang benar kalau orang sebaik non Richa pasti akan mendapatkan suami yang tampan dan baik juga. Kenalin mas saya Liuka, salah satu pengurus panti asuhan milik non Richa ini." ujar Liuka sopan.


" Saya Nelan, senang mengenalmu." seru Nelan.


Rehan meminta Liuka membelikan makanan yang Richa pesan. Setelah Liuka pergi meninggalkan mereka, Rehan menjelaskan pada Nelan kalau tempat itu salah satu tempat paporit bagi Richa dan dia. Tempat itu sudah seperti rumah kedua mereka, karena masa remaja mereka lebih banyak mereka habiskan di tempat itu, Richa sangat dekat dengan semua anak anak yang ada disana.


Selesai mendapatkan apa yang di butuhkan, Nelan dan Rehan segera melaju menuju hotel yang di tempati Richa dan Nelan. Sesampainya di depan hotel, Nelan menawarkan Rehan untuk masuk tapi Rehan menolaknya, dengan berkata ia masih memiliki urusan lain, dan ia pun menitipkan salam pada Richa dari dirinya dan anak anak panti yang baru saja mereka datangi.


" Ya udah kalo gitu, gue cabut ya?" ucap Rehan dan Nelan memjawabnya dengan anggukan. Rehan langsung melajukan mobilnya meninggalkan Nelan yang masih berdiri di samping mobilnya.


Setelah Rehan pergi Nelan langsung melangkah menuju kamarnya di lantai atas. Ia membuka pintu kamar lalu melangkah masuk,


Richa sedang duduk di atas kasur bersandar di sandaran ranjang sambil memainkan ponselnya dengan wajah kesalnya. Nelan tau kalau istrinya itu sedang ngambek saat ini, ia pun bergegas meletakkan makanan yang ia bawa di atas nakas lalu ia pun ikut duduk di samping Richa.

__ADS_1


" Itu makanan nya, makanlah." ujar Nelan.


" Aku udah gak mau." seru Richa yang hampir turun dari ranjang, tapi di hentikan oleh Nelan.


" Richa... Apa apan sih kamu." Ucap Nelan terdengar kesal.


" Aku mau makannya 1 jam yang lalu, dan sekarang udah gak mau."


" Cukup, Icha. Aku udah menurutimu, dan membelikan makana itu untukmu, jadi kau harus memakannya. Atau aku akan membuangnya." Bentak Nelan.


" Ya udah buang aja." tantang Richa.


Nelan pun sudah tidak bisa menahan amarahnya dan langsung membuang makanan tersebut ke dalam tong sampah yang tersedia di dalam ruangan tersebut. Melihat perlakuan kasar Nelan membuat Richa tidak sanggup menahan air matanya, ia mulai menangis. Sejak keduanya saling menagkui perasaan masing masing ini pertama kalinya keduanya berdebat seperti ini, dan Richa di bentak oleh nya.


Melaihat Richa menangis Nelan panik dan merasa bersalah. Ia tidak tau kenapa ia sangat sensitif saat ini, sejak ia bertemu Rehan tadi perasaannya mulai tidak nyaman.


" Maaf, Sayang. Aku tidak bermaksud bicara kasar padamu." Nelan menarik Richa kedalam pelukannya namun di tolak oleh Richa. " Icha..." Nelan menarik paksa Richa kedalam pelukannya dan memeluknya dengan erat jadi Richa tidak bisa menolaknya lagi.


" Maaf, Sayang. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi." Nelan mencium lembut kening Richa.


Kendalikan dirimu, Nel. Kenapa kau terus saja membuatnya menangis.


" Kamu benar benar tidak mau makan?" tanya Nelan. Lalu Richa mendongak menatap wajah Nelan.


" Aku lapar mas." Nelan tertawa. Di usapnya dengan lembut air mata Richa. Lalu mencium kilas bibir seksi istrinya itu.


" Ya udah, aku pesan makanan dulu." Nelan pun memesankan makanan dari pihak hotel. Sambil menunggu makanan datang mereka memilih untuk menonton tv, Richa menonton sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Nelan dan melingkarkan tangannya di perut Nelan. Nelan tidak menolak sama sekali Richa bersikap manja seperti itu malah ia menykainya.

__ADS_1


Selesai makan Nelan naik ke atas ranjang lebih dulu sedangkan Richa masih asik di depan cermin untuk memakai perawatan kulitnya. Setelah selesai ia pun menghampiri Nelan yang sudah berbaring di atas ranjang sambil menatapnya dengan tatapan terpana karena baju tidur seksi yang Richa pakai.


Richa merangkak naik ke atas ranjang lalu memeluk Nelan yang sudah menunggu kedatangannya dari tadi. Nelan yang merasa istrinya itu semakin terang terangan menunjukkan perasaannya dan sikap manjanya membuat Nelan tidak bisa tinggal diam. Dia segera membalik tubuh Richa dan menindihnya.


"Eitttt, masa mau ngapain?" Tanya Richa menahan bibir Nelan dengan beberapa jarinya.


"Menurutmu.." Ujar Nelan.


"Emm, apa mas tidak bosan?" Tanya Richa.


"Bosan kenapa?" Tanya Nelan bingung.


Richa mengedipkan matanya, membuat Nelan bingung.


"Mas mau main?" tanya Icha.


"Apa maksudnya Sayang?" Tanya nya bingung.


Kali ini keduanya memghabisakan malam mereka dengan cara yang berbeda dengan sebelumnya. Karena permainan yang Richa maksud adalah permainan GAME. Katna sangking asiknya bermain mereka sampai lupa waktu dan kelelahan, Meraka akhirnya tertidur dengan lelap sampai pagi.


 ⚱⚱⚱⚱⚱⚱⚱


Pagi harinya, setalah Richa bangun ia langsung bergegas mandi dan bersiap siap, dia bahkan memesankan makanan untuk sarapan mereka pagi ini. Tapi si pak bos malah masih belum bangun dan tertidur pulas walau Richa sudah membuat keributan didalam kamar itu agar Nelan merasa tergaggu dan segera bangun.


" Haaaah... Dia belum juga bangun." Gumam Richa, ia mendekati Nelan lalu berbaring di sampingnya, dengan tatapan mencurigakan, Richa mulai usil, ia menyentuh wajah Nelan di mulai dari kening, alis, mata, lalu hidung dan pada akhirnya tangan usilnya berakhir di bibir seksinya. Richa mengusap bibir itu dengan lembut, namun seketika bibir itu bergerak dan membentuk senyuman.


" Apa yang mau istriku ini lakukan sepagi ini? apa ingin melanjutkan yang tertunda semalam?" Goda Nelan dengan tatapan anehnya. Richa melebarkan matanya lalu seketika menyipitkannya kembali.

__ADS_1


" Ahhhw.."


" Kamu ngerjain aku lagi kan?" Kesal Richa.


__ADS_2