Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Grandma


__ADS_3

Begitu keluar dari toilet Richa langsung mengahampiri Nelan.


" Mas.."


Richa memeluk Nelan dengan manja, ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Nelan, ia mendongak menatap Nelan dengan senyum lebar.


" Udah selesai?"


" Hmm.."


" Mau balik ke hotel atau lanjutin nonton nya?"


" Kita balik ke hotel aja, aku gerah mas, pengen mandi."


Nelan merasa tidak enak pada istrinya itu.


" Trus filmnya gimana?" Richa menggeleng kan kepalanya. " Maaf ya Sayang. Aku udah ngerusak rencana nonton kita." Richa tertawa, akhir akhir ini ia terus saja mendengar Nelan mengatakan kata maaf padanya, dan itu membuatnya merasa sangat senang, karena akhirnya Nekan benar benar menghargai pendapat nya.


" Itu mas tau." Goda Richa Nelan menaikkan sebelah alisnya, lalu Richa mencium kilas pipi suaminya itu, " Gak pa pa kok mas, kita pulang aja, lagian aku gak suka film nya, itu kan pilihan kamu, kalau pun di lanjutin nonton yang ada aku ketiduran."


" Yakin?"


" Hmm.."


Nelan mencubit pelan hidung Richa dengan gemasnya, lalu mereka pun melangkah keluar dari gedung tersebut. Saat di depan gedung bioskop tiba tiba Richa menghentikan langkah mereka.


" Tunggu dulu, Mas..."


" Ada apa? Apa kau meninggalkan sesuatu di dalam?"


Tanya Nelan panik, Richa mengangguk pelan.


" Ada, mas."


" Apa?"


" Aku lupa ambil gambar saar di dalam tadi. Gimana dong, gak mungkin kan kita masuk lagi ke dalam".


Nelam memejamkan matanya karena kesal.

__ADS_1


" Kalau gitu ambil gambar disini aja, sinikan ponselmu." pinta Nelan, Richa menyerahkan ponselnya lalu mengambil beberapa gambar.


" Sudah kan?"


" Belum mas."


Richa menarik wajah Nelan mendekat dan mengambil gambar yang hanya memfokuskan wajah keduanya.



Setelah itu mereka pun langsung kembali kehotel untuk mandi dan bersiap siap untuk kembali kerumah orang tua Richa sesuai rencana meraka sebelumnya. Namun saat Richa sedang menunggu Nelan memakai pakaiannya tiba tiba ponsel miliknya berdering dan yang menghubunginya adalah Rehan. Dengan segera ia pun menjawabnya tanpa menjauh dari Nelan.


" Halo, Han?"


" Halo, Cha.." jawab Rehan.


" Ada apa? Lo nelpon gue?" Tanya Richa.


" Cha..."


" Hmm.."


" Apa?" Richa terkejut, dari wajahnya Nelan bisa melihat kabar tersebut bukan kabar baik. Richa menatap dalam dalam mata Nelan, seakan ia ingin Nelan memahami apa yang ia ingin katakan saatbini karena suaranya seperti tertahan tak sanggup terucap. Nelan mendekat lalu menatap bingung pada Richa, tangannya meraih lengan Richa dan mengambil ponsel yang masih menempel di telinganya sedari tadi.


" Halo, Han.."


" Hallo, Nel.."


" Apa yang terjadi? Richa terlihat terguncang, apa ada kabar buruk?"


" Iya, grandma, baru saja meninggal dunia. Dan kita mau kalian berdua ikut untuk mengunjungi kediaman grandma. Ini adalah kesempatan terakhir kita bisa melihatnya." ujar Rehan. Nelan menarik Richa dan membantunya duduk di tepi ranjang.


" Kita tunggu lo, ma Icha di rumah mami." ucap Rehan.


" Oke, kita kesana sekarang juga."


Setelah mengahiri panggilan telepon tedsebut, Nelan menarik Richa kedalam pelukannya, Richa mulai menangis di dalam pelukannya. Tidak ada kata kata yang bisa Nelan ucapkan untuk menenangkan istrinya itu, selain pelukan dan belaian lembut di pundak Richa.


" Kita pergi sekarang, Sayang. Mami dan papi udah nunggu kita." Richa mengangguk pelan, sebelum melangkah pergi Nelan mengusap lembut wajah Richa lalu mencium keningnya.

__ADS_1


Saat berada di dalam mobil Nelan menggenggam erat tangan Richa, ia tau saat ini istrinya itu sedang dalam keadaan yang terguncang, Nelan tidak tau sedekat apa Richa dengan Neneknya itu, namun dari reaksinya saat ini Nelan berpikir mungkin mereka memiliki hubungan yang sangat dekat.


" Kamu tau, mas? Yang membuat ku begitu sedih saat ini apa?" Ucap Richa tiba tiba tanpa menoleh kearah Nelan.


" Rasa yang aku punya untuk grandma, hanyalah kebencian. Karena sejak aku lahir grandma gak pernah sekalipun menganggapku sebagia cucunya. Aku bisa terima itu, karena aku juga tidak terlalu menyukainya sejak kecil. Tapi, satu hal yang sangat aku sesali." Richa menatap Nelan dan Nelan pun menatapnya.


" Sampai saat terakhirnya, grandma tidak mau menganggap mami sebagai istri papi dan menantunya."


Ternyata air mata Richa mengalir karena hal tersebut, Nelan tidak pernah menyangka hal tersebut bisa terjadi pada mertuanya tersebut.


Aku gak nyangka ternyata istriku memiliki sejarah hidup yang kurang baik juga.


" Jadi, mami dan papi menikah, tanpa restu dari grandma?"


Akhirnya Nelan mulai penasaran dengan kehidupan Richa dan keluarganya. Richa mulai menceritakan apa yang pernah di alami maminya dan juga dirinya. Dimana ia harus terpisah dari sang ayah bahkan sebelum ia lahir kedunia, belum lagi rasa sakit yang ia rasakan sampai bertahun tahun terus saja menyiksanya. Ia juga mengatakan alasan dirinya di paksa menikah di usia mudanya, Nelan tidak pernah menyangka kalau selama ini kehidupan Richa sangat lah berat, di tambah lagi, setelah menikah ia juga di perlakukan dengan buruk olehnya. Nelan benar benar merasa sangat buruk karena sudah memperlakukan Richa dengan sangat kasar. Nelan menepulikan mobil ke bantalan jalan, setelah mobil benar benar berhenti Nelan menarik tengkuk Richa lalu mencium bibirnya dengan lembut.


" Maaf, Sayang. Karena sudah menjadi suami yang buruk, tanpa tau apa pun, aku malah memperlakukanmu dengan sangat buruknya." Ucap Nelan di sela ******* bibirnya.


" Hmm, Kalo gitu janji satu hal sama aku, mas."


" Apa pun, Sayang."


" Jangan pernah meninggakkanku, atau menghianatiku. Mas bisa janji itu kan ma aku."


" Janji, dan hal itu juga berlaku untukmu, Sayang."


Setelah mengucapkan kalimat tersebut Nelan kembali melajukan mobilnya. Setibanya di kediaman Aditama semua orang sudah menunggu kedatangan mereka, setelah itu mereka pun menuju ke kediaman grandma Richa. Mereka menempuh perjalanan hingga 2 jam.


Setiabanya di sana, seperti biasa mereka di sambut dengan tatapan tidak suka dari sang grandpanya. Terutama tatapan itu tertuju pada maminya dan dirinya. Nelan memperkenalkan dirinya pada kakeknya Richa, tapia ia malah tidak di sambut sama sekali. Richa merasa sangat kesal akan perlakuan grandpa nya tersebut. Saat Richa ingin bicara Nelan menghetikannya.


" Tidak apa apa, Sayang." ujar Nelan menarik Richa menjauh dari kakeknya tersebut. Setelah memberikan penghormatan terakhir pada neneknya Richa dan Nelan memilih untuk keluar dari rumah itu. Mereka menunggu yang lain di dalam mobil.


" Sayang..." Panggil Nelan, karena sejak tadi Richa terus saja menunjukkan wajah kesal. " Icha.. Suami mu ini sedang memanggilmu, Sayang." Richa menoleh lalu tersenyum getir padanya.


" Padahal ini bukan pertama kalinya aku mendapat perlakuan seperti ini, tapi aku selalu saja meresa sangat kesal setiap datang kesini. Terakhir kali kita berkunjung 2 tahun yang lalu, tiba tiba kita mendapat kabar kalau gradma mengalami struk berat. Namun saat itu aku sempat berkata pada diriku walau grandma meninggal dunia aku tidak akan pernah menginjakkan kakiku di tempat ini lagi. Kerena saat itu, mami sampai terluka karena ulah grandma, ia melempar mami dengan sebuah gelas kaca, untung papi mencegahnya dan hany terkena pecahannya saja. Granma menyalahkan mami atas apa yang menimpa dirinya, bukan kah itu lucu, mas. Bagai mana mungkin hukuman yang ia terima dari tuhan bisa ia anggap kesalahan mami."


" Jangan seperti itu, Sayang. Saat ini grandma cuma butuh doa dari kita semua, dan Icha harus bisa memaafkan grandma, agar ia bisa beristirahat dengan tenang. Hmm!"


Richa tidak menduga Nelan bisa sebijak itu dalam berkata. Ia membuat Richa merasa tenang mendengar ucapannya.

__ADS_1


__ADS_2