
Saat ini Rehan sudah berdiri tepat di hadapan Naila. Ia menatap dalam mata kekasihnya itu, lalu perlahan ia menurunkan tubuhnya dan menumpuna salah satu lututnya ke tanah, lalu ia pun mendongakkan wajahnya menatap Naila. Di raihnya tangan mungil Naila dan di genggamnya erat.
" Aku mungkin bukan sosok yang romantis, aku juga tidak pandai merangkai kata untuk menarik hati kekasihku. Namun aku akan berusaha membuat hari ini terkenang untuk selamanya." Ucap Rehan.
"Hatiku adalah gurun hingga kau datang dan menyiraminya dengan cintamu. Mari habiskan sisa hidup kita bersama, mencabut rumput liar dan menikmati mekarnya bunga."
" Dulu sebelum aku bertemu dirimu, aku tidak pernah menggunakan hatiku. Namun kau mengubah hatiku yang kelam menjadi bersinar. Aku milihat ke dalam hatiku ada namamu disana, dan coba kau lihat di dalam hatimu, jika ada namaku disana maka kita harus hidup bersama hingga akhir hidup kita. So.. Will you marry me...!?"
" Yes.. I will." jawab Naila.
Rehan langsung berdiri dan memeluk erat Naila, lalu ia mengangkat tubuh Naila dan berputar putar. Richa dan Nelan bertepuk tangan. Richa bahkan sampai meneterkan air mata, ia sangat senang melihat Rehan dan Naila akhirnya bisa saling melengkapi.
Nelan menatap lirih ke wajah istrinya itu. Ia mengerti kalau Richa merasa iri pada Naila, karena mereka awalnya menikah tanpa cinta dan Richa tidak pernah mendapat kejutan lamaran seperti itu sebelumnya.
Setelah Rehan selesai menyematkan cincin di tangan Naila dan puas saling berpelukan, Nelan mengganggu kedua calon pasangan masa depan itu.
" Ehem, ini sudah cukup. Mau berapa lama lagi kalian terus tebar kemesraan di sini. Ini.." Nelan menyerahkan Arya pada Rehan.
" Hah? Kenapa kau menyerahkan putramu padaku?" Tanya Rehan bingung.
Begitu pun Naila dan Richa sama bingungnya saat ini.
" Karena kau sudah berhasil mencapai tujuanmu. Sekarang saatnya giliranku." Ujar Nelan.
" Apa?" Seru Rehan dan Naila bersamaan.
" Apa maksud mas?" Tanya Richa bingung.
" Kalian rawat putraku beberapa jam kedepan. Karena saat ini aku ingin romantis romantisa dengan Richaku." Ucap Nelan seraya merangkulkan tanganya di pinggang Richa.
Richa hanya tersenyum bingung, tapi ia pun tak menolak usulan suaminya itu.
💫💫💫💫
Yang memgejutkan adalah, Nelan bukan membawa Richa ke sebua taman atau tempat romantis seperti yang ia katakan.
" Ini kita mau ngapain disini, Sayang?" Tanya Richa.
" Kamu lihat itu.." Nelan menunjuk ke arah kerumunan orang yang sedang mengantri untuk membeli baju cople.
" Itu apa? Kenapa semua orang sangat antusias ingin membelu di toko itu? Memang di sana ada apa mas..!?"
__ADS_1
" Setelah ini kau juga akan segera tau." Ucap Nelan.
Beberpa lama kemudian akhirnya Nelan dan Richa berhasil masuk ke dalam toko dan mendapatkan apa yang mereka butuhkan.
" Baju cople?" Tanya Richa bingung. Nelan tersenyum dan mengangguk. " Tapi kenapa baju ini Sayang?"
" Hari ini di adakan sebuah pestifal di sini. Karena itu semua orang sedang memakai baju yang sama." Jelas Nelan.
" Ohya? Mas tau dari mana? Kalau disini ada pestifal?" Tanya Richa tak percaya suaminya yang super sibuk itu bisa tau hal hal seperti itu.
" Mas melihat pengumumanya kemarin saat kita sedang patri di daerah ini." Jawab Nelan.
Richa sudah menduga kalau tidak mungkin Nelan bisa mencari tahu hal seperti itu secara khusus. Tadinya Richa sudah berharap kalau suaminya itu bisa sedikit lebih romantis.
Richa dan Nelan sudah mengganti pakaiannya. Mereka pun ikut berbaur dengan orang banyak dan mengikuti pestifal dengan bahagia.
Namun tiba tiba seorang pria tidak sengaja menabrak Richa dari belakang. Nelan hampir saja mematahkan tangan dan kaki pria itu, jika saja Richa tidak menghentikannya.
" Maaf, tuan. Saya tidak sengaja melakukannya." Ucap pria itu ketakutan melihat tatapan tajam dari bola matanya.
" Makanya lain kali gunakan matamu itu. Jika tidak berguna lebih baik ku buat buta saja selamanya." Kesal Nelan.
" Mas.. Kamu apa apaan sih? Udah dong Yang. Kita sedang ada di kerumunan ribuan orang, jadi wajar saja kan jika seseorang tidak sengaja saling bertabrakan." Seru Richa.
" Ya udah, sekarang masih mau lanjut atau kita pulang saja?" Tanya Richa.
" Lanjutkan saja." Ucap Nelan.
" Hmm, lalu kalau ada yang tidak sengaja memyentuhku lagi bagai mana?" Goda Richa.
" Itu tidak akan terjadi lagi."
" Hah?"
" Kalau seperti ini, tidak akan ada yang bisa menyentuhmu lagi." Richa tertawa geli melihat sifat posesif suaminya itu. Richa pun terulang lagi.
Setelah puas bermain Nelan membawa Richa membeli baju lainnya. Karena saat ini baju yang mereka sudah sangat basah. Setelah itu keduanya tidak langsung pulang kerumah, Nelan membawa Richa makan malam romantis di sebuah restoran bintang lima. Di mana hotel itu sudah di buking olehnya. Jadi yang datang kesana hanya mereka berdua saja tanpa pengunjung lainnya.
Saat Richa masuh ia benar benar terkesima dengan apa yang ia lihat. Sebuah meja di tata dengan sangat indah, sebuah lilin dan juga bunga yang berwarna warni. Selama menikah ini kali pertama Nelan memberinya kejutan seperti itu. Richa tidak pernah menyangka Nelan memiliki sisi romantis juga.
Pria batu es itu sepertinya sudah mulai meleleh oleh suhu panas dari cinta Richa selama ini.
__ADS_1
Nelan menarik kursi yang akan di tempati oleh Richa. Setelah Richa duduk Nelan pun duduk di kursi yang menghadap pada Nelan.
" Kapan kamu menyiapkan semua ini mas?" Tanya Richa yang sedari tadi terus menebarkan senyum indah di wajah cantiknya.
" Sejak aku dengar Rehan meyiapkan sebuah kejutan untuk Naila." Jawab Nelan.
" Apa?" ucap Richa terkejut.
Setelah tak lama kemudian pelayan mengantarkan makanan, dan satu kue Trat berukuran sedang juga ikut di letakkan di atas meja. Richa menatap bingung ke arah suaminya itu.
" Kue Trat? Siapa ulang tahun?" Tanya Richa bingung.
" Kau tau, Sayang? Hari apa ini?" Tanya Nelan.
" Entahlah? Aku tidak terlalu ingat." Jawab Richa.
" Ini adalah hari pertama kali aku bertemu denganmu." Jelas Nelan.
" Hmm?"
" Menurutmu kapan pertama kali kita bertemu?" Tanya Nelan.
Richa sejenak menggunakan otak cerdasnya untuk mengingat kapan pertama kali ia bertemu dengan suaminya itu.
" Saat di aprtemen itu!?" Ujar Richa. Nelan tersenyum dan menggeleng.
" Jauh sebelum itu, emm.." Nelan menggantungkan ucapannya, membuat Richa jadi bingung.
" Hmm!?"
Nelan tersenyum lebar.
Flasback On
.
.
.
.
Terimakasih, selamat berlayar di bab selanjutnya. 😘😘😘😘💓💓💓💓
__ADS_1