
Saat Richa ingat akan sesuatu ia pun kembali kedalam kamar, di sambarnya benda yang ia cari dari atas nakas.
" Mas....!?"
Richa memanggil Nelan sedikit berteriak.
" Ada apa sih, Sayang?"
Richa sudah berdiri di samping Nelan sambil menunjukkan layar ponselnya pada sang suami.
" Ini apa mas? Kenapa membalas pesan ku tanpa kasih tau aku?"
" Itu karena tadi itu kamu tidurnya lelap banget, dan aku gak tega ngebanguninnya."
" Trus, kenapa di bales pesan nya?" Richa memajukan bibirnya.
Nelan menarik lengannya hingga Richa jatuh di pangkuannya.
" Apa aku sudah melewati batas? Apa kau marah karena hal ini? Aku tidak bicara yang tidak tidak pada mereka, kau bisa lihat sendiri, Sayang. Jadi apa kau bisa memaafkan suami mu ini?" Ujar Nelan dengan nada suara yang lembut. Richa mengangguk pelan seraya mencium bibir Nelan kilas.
" Hoho... Apa kau sedang memancing macan yang sedang jinak Sayang?" Richa mengerutkan keningnya.
" Tidak..." Ucap Richa nyeringai.
Nelan pun tersenyum sambil menyentuh lembut wajah istrinya.
"Jadi bagai mana kalo kau temani aku berenang saja. Hmm?" Ajak Nelan.
" Gak mau ah mas, aku mau tiduran aja. Mas berenang sendiri aja ya."
Nelan tidak memaksa Richa untuk ikut berenang dengannya karena ia tau pasti istrinya itu sangat lelah saat ini, dan dia akhirnya berenang seorang diri. Saat sedang asik berenang tiba tiba Richa mendatangi Nelan dengan penampilan yang sudah sangat cantik. Awalnya ia berencana untuk bermalas malasan di atas kasur, tapi saat Nelan tidak ada di sampingnya hanya beberapa menit ia sudah merasa bosan dan dia pun memutuakan untuk menemani Nelan di kolam berenang.
Bukankah dia bilang ingin istirahat?
Karena merasa bosan berenang seorang diri akhirnya Nelan memaksa Richa untuk ikut berenang bersamanya. Awalnya Richa menolak, tapi bukan Nelan namanya kalau tidak bisa memaksa istrinya untuk menuritinya.
__ADS_1
" Kalau terus menolak aku akan melakukannya disini." Acman Nelan.
" Mas, beracanda? Ini di depan umum mas.. Banyak orang disini." seru Richa.Nelan kesal karena Richa menolak ciumannya, wajar saja kan Richa menolak karena saat ini mereka tidak sedang berada di tempat yang seharusnya melakukan hal itu.
" Kau lihat itu." Nelan menunjuk ke sisi lain, dimana ada sepasang kekasih sedang berciumam di dalam kolam berenang tersebut. Mata Richa terbelalak melihat adegan tersebut.
" OMG.." Richa membalik badanya dan menarik tangan Nelan untuk pergi dari sana.
" Kenapa harus pergi, Sayang. Kau lupa saat ini kita ada dimana?" Richa menatap Nelan dengan mengernyitkan dahinya. Lalu Nelan pun terkekeh melihat wajah kesal sang istri.
" Oke, aku cuma bercanda, Icha." Richa kesal dan hampir keluar dari dalam air, namun Nelan menghentikannya.
" Jangan marah, Sayang. Aku hanya bercanda, hmm!!" Nelan memohon pada sang istri. " Katakan padaku, apa yang harus ku lakukan agar istriku ini tidak marah lagi." bujuk Nelan. " Aku akan melakukan apa pun untukmu."
Mendengar itu Richa seakan menemukan ide untuk membuat suaminya itu menurutinya selama liburan ini.
" Apa pun?" tanya Nelan dengan senyuman yang mencurigakan.
" Hm, apa pun."
" Emm.... Kalo gitu, mulai hari ini mas harus menuruti apa pun yang aku minta." Ujar Richa antusias. Dengan senyuman tipis Nelan menganggukan kepalanya pelan.
Setelah puas bermain air mereka pun memutuskan untuk keluar dari dalam air, lalu Richa mengajukan satu permintaan pada Nelan dimana permintaan itu harus di dituruti oleh sang suami.
" Gendong aku sampai kamar dong mas."
What? Istriku ini ternyata sangat memanfaat kan kesempatan ya. Oke, aku akan melakukan apa pun itu kemauanmu, dan aku akan membalasnya di atas ranjang. Batin Nelan nakal.
Dengan satu lengan Nelan mengangkat tubuh mungil Richa menuju kamar mereka. Tentu saja banyak mata yang memperhatikan tingkah romantis keduanya itu.
" Kau ingin, aku bawa dirimu sampai rumah kita seperti ini, Sayang."
Richa tertawa, melihat espresi pasrah Nelan yang tidak bisa menolak permintaan konyolnya. Lalu ke isengan Richa tidak sampai disitu aja, ia merengek minta di belikan makanan yang Nelan sendiri belum pernah mendengar namanya atau melihat bentuknya.
" Ayolah mas.. Hmm!! Kata nya mas bakal nurutin apa pun yang aku mau." Rengek Richa.
" Ya udah, kita pergi cari sama sama ya, Sayang."
__ADS_1
" Gak mau, aku capek. Salah siapa aku sampe selelah ini!" Richa memanyunkan bibirnya, pura pura kesal.
" Iya iya deh, buat istri tercintaku apa sih yang gak." Nelan pun bersiap siap untuk keluar. Namun sebelum melangkah keluar Nelan mendekati Richa dulu untuk mencium keningnya.
" Tapi semua ini akan ada harganya, Sayang." Bisik Nelan.
" Harga apa?"
" Nanti kau juga akan tau." Nelan mengedipkan sebelah matanya dengan sangat seksi. Membuat Richa sampai berkidik geli.
Karena tidak memiliki petunjuk Nelan butuh waktu lama untuk mendapatkan makanan yang diinginkan istrinya tersebut. Hampir setengah jam ia memutari jalanan kota New York, di cari di google juga tidak terdeteksi, karena Richa bilang itu hanya makanan yang di jual di pinggir jalan.
Nelan turun dari mobilnya dan bertanya pada beberapa orang turis disana namun tidak ada yang mengatakan tau tentang makanan itu. Saat Nelan sudah putus asa dan ingin kembali ke hotel, dan sudah siap dengan kekesalan sang istri tiba tiba dewa penolong pun datang.
" Hai, Nel!!"
Panggilan Rehan mengejutkan Nelan, hingga ia berdiri dari dudukknya karena bingung tak menemukan apa yang ia cari.
" Lo ngapain disini?" tanya Rehan bingung.
Hahahah.. Aku tidak berharap bertemu dengan nya disini dalam situasi begini. Apa aku tanyakan padanya saja, walau aku tidak suka mengakuinya, dia kan sangat dekat dengan Richa, jadi dia pasti tau segalanya tentang Richa.
" Aahh, aku sedang mencari..."
Tidak, kalau aku bertanya padanya ia akan berpikir aku tidak bisa di andalkan sebagai seorang suami.
" Mencari apa?" Tanya Rehan karena Nelan tiba tiba menghentikan kata katanya. Saat Nelan hendak menjawabnya tiba tiba Richa menelpon.
" Mas, dimana sih, aku udah kelaparan loh. Mas udah pergi hampir 2 jamman kok gak balik balik.." Kesal Richa.
" Sory, Sayang. Tapi makanan yang kamu mau gak ada dimana pun, aku udah uber uber kota tapi gak nemu juga Icha.."
" Ya udah gak usah beli aja.." Richa langsung memutuskan panggilan tersebut sepihak.
Rehan yang melihat wajah kesal Nelan merasa penasaran dan ia pun bertanya apa yang sebenarnya Richa inginkan. Saat mendengar nama makanan yang yang Richa mau Rehan terkekeh.
" Anak itu, ternyata belum berubah juga." ujar Rehan, " Ikut gue. gue tau kok dimana tempatnya."
Mau tidak mau Nelan pun terpaksa menerima bantuan Rehan. Demi meredam kekesalan Richa, ia terpaksa menyingkirkan egonya. Walau di dalam hatinya ia merasa sangat kesal mengetahui Rehan sangat mengetahui segalanya tentang istrinya.
__ADS_1