
Setelah hari itu semakin sering Rehan dan Naila bertemu dengan alasan karena keinginan Lilian. Namun sebenarnya keduanya juga memiliki keinginan untuk saling bertemu di setiap kesempatan.
Hari ini adalah hari libur, Rehan berjanji akan memabwa Lilian bermain ke taman hiburan, sesuai janjinya di pertemuan sebelumnya.
Namun kali ini Richa juga ikut serta dalam agenda menemani Lilian di taman hiburan.
" Ayo bibi, temani Lili naik kuda putar, ayo bi ayo temani Lili.." Rengak gadis kecil itu sambil menarik narik tangan Richa.
" Tapi, Sayang. Bibi gak akan bisa naik kuda putarnya. Bagai mana kalau paman yang temani, atau ajak papi deh." Usul Richa.
" Tapi papi lagi ngomong sama mami. Paman ayo main temani Richa main ayo..."
" Oke, ayo. Paman temani Lili naik kuda putarnya." Nelan mau tak mau akhirnya mengikuti kemauan anaknya itu.
" Bibi juga ikut, videoin kita." Richa menghela napas panjang.
" Ya ampun, ini ponakan aku kalau udah besar bakal jadi artis kali ya!" Ujar Richa, sambil mengeluarkan ponsel dari tasnya. Lalu ia pun mengikuti suami dan keponakannya itu menuju komedi putar.
" Lili pasti sangat menyukai Richa. Karena anak anak memang sangat mudah dekat dengannya." Ujar Rehan sambil menatap ke arah Richa dan Nelan lalu Lili saat ini.
" Bukan hanya Richa, Lili juga sangat menyukaimu." Seru Naila.
" Lalu kamu?" Naila sepontan menoleh ke samping menatap bingung ke mata Rehan.
" Aku? Ada apa denganku?" Tanya Naila bingung.
" Apa, kau juga menyukaiku? Seperti Lili?" Naila tertegun ia tidak menyangka Rehan akan menanyakan hal itu padanya dengan entengnya.
" Untuk apa yang kau lakukan bagi Lili selama ini, aku ucapkan terima kasih. Bukan berarti selama ini aku bodoh atau pun buta. Aku menyadari kalau kamu.." Naila menghentikan kata katanya sejenak menatap sorot mata Rehan yang begitu serius menatapnya.
" Apa yang kau sadari? Kau tau, kalau aku menyukaimu? Itu kan yang ingin kau katakan?" Naila menganggukan pelan kepalanya.
" Lalu?" Naila memalingkan wajahnya dan kembali menatap ke arah putrinya saat ini yang sedang tertawa bahagia bermain bersama Nelan dan Richa. Naila tidak menjawab Rehan, dan dia seperti berusaha menepis apa yang sudah ia sadari dari pertanyaan Rehan.
" Aku, aku mencintaimu."
__ADS_1
DHEG!?
Naila kembali menoleh, matanya membulat dengan sempurna, ia tidak menyangak kalau pria yang di hadapannya saat ini bisa mengutarakan hal itu tanpa terduga.
" Aku memcintaimu.." Sekali lagi Rehan mengulangi kalimat yang sama." Richa pernah mengatakan padaku, saat tiba saatnya cobalah mengikuti hatimu. Dan saat ini aku sedang mengikuti hatiku. Itu sebabnya aku mengatkan ini." Naila semakin menatap tajam ke sorot matanya.
" Aku tidak tau apa aku berhak mengatakan ini, dan aku juga tidak tau aku akan melukai hatimu atau tidak jika aku bertindak seperti ini. Namun ini terasa semakin sulit bagiku, setiap aku di dekatmu seperti ini, rasanya sudah ribuan kali aku ingin mengutarakan hal ini. Dan jika aku tidak mengatakannya saat ini juga, aku takut akan menyesalinya seumur hidupku. Maaf, tapi saat ini, aku hanya ingin memikirkan diriku. Aku mencintaimu, tidak, aku mencintai kalian berdua."
Naila memalingkan wajah untuk menutupi air bening yang sudah menggedang di matanya.
" Saat melihatmu bermain dengan Lili, dan melihat tawa bahagia di wajahnya, aku menyadari kebahagiaan itu mengalir padaku. Aku berpikir mungkin aku hanya bahagia karena bisa melihat wajah bahagia putriku. Tapi.. Saat bersamamu, aku juga merasa sangat bahagia, aku baru menyadarinya sekarang. Jadi.. Aku mulai ingin merasakan kebahagian lagi. Dan berpikir ingin menjadi orang yang egois. Tapi, aku merasa tidak akan sanggup dengan rasa sakitnya lagi."
Rehan, mengerti kemana arah tujuan dari pembicaraannya saat ini. Namun Rehan tidak menyela dan tetap menunggu Naila menyelesaikan ucapannya.
" Aku terlalu sering melukai diriku sendiri. Selain rasa sakit yang ku dapatkan dari orang yang sebelumnya pernah sangat aku percayai dan cintai. Aku juga tanpa sadar sudah melukai diriku sendiri.
Jadi aku rasa.." Naila kembali menatap Rehan sambil menggantungkan sejenak ucapannya. Keduanya saling tatap kedalam sorot mata yang paling terdalam. Lalu Rehan menampakkan senyuman di bibirnya.
" Lihat mereka, mas.." Ucap Richa sambil menatap kearah Naila dan Rehan. " Aku rasa mereka saling menyukai. Tapi juga saling tidak ingin mengakui perasaannya." Lanjut Richa. Nelan merangkuk Richa dengan salah satu tanganya dan satunya lagi menggendong Lilian.
💫💫💫💫
" Ehem, ohya Han. Katanya lo mau balik ke LA kan?"
" Hmm." Naila menoleh menatapnya, namun Rehan terus fokus mengemudikan mobilnya.
" Berikan dia padaku." Nelan meminta Richa menyerahkan Lilian padanya. Karena saar ini Lilian sudah tertidur di pangkuannya. Dan Nelan tidak ingin Richa merasa lelah, atau petunya tertidih oleh Lilian.
Setibanya di rumah Nelan dan Richa. Rehan langsung melajukan mobilnya untuk mengantar Naila dan Lilian pulang. Di sepanjang perjalanan Rehan dan Naila tidak saling bicara. Rehan sesaat menarap ke arah Lilian yang ada di dalam peluakan Naila yang masih tertidur lelap.
Rehan mengelus wajah mungil gadis kecil itu.
Maaf, Lili. Papi sangat ingin terus berada di dekatmu. Papi juga berharap bisa benar benar menjadi sosok papi yang kau inginkan. Tapi aku rasa mami mu masih membutuhkan banyak waktu. Tapi percayalah, papi akan kembali sesuai janji yang kita buat, dan saat waktu itu tiba, papi tidak akan pernah melepaskan kalain lagi. Itu janji papi.
__ADS_1
Lalu Rehan menatap Naila kilas, sebelum akhirnya Rehan kembali fokus mengemudikan mobilnya. Setibanya di rumah kediaman keluarga Anggara, Naila turun dark dalam mobil Rehan.
" Terimakasih."
" Untuk apa?"
" Untuk segalanya. Untuk kebahagiaan yang kau berikan pada putriku, dan juga.."
" Dan juga..!?"
" Untuk ketulusanmu. Selamat malam dan selamat jalan. Aku berharap kau selalu bahagia dan selalu baik baik saja dimana pun kau berada." Ucap Naila sambil membelakangi Rehan.
" Selamat tinggal. Ahh, maksud ku sampai jumpa lagi. Jaga dirimu baik baik."
Setelah mengucapkan kalimat itu, Rehan sudah tidak pernah menemui Naila dan Lilian lagi.
💫💫💫💫
Waktu pun bergulir dengan cepat, saat ini kandungan Richa sudah beranjak pada bulan ke 7. Dimana di perkirakan 6 minggu lagi ia akan melagirkan.
" Rehan..!?"
Naila tidak menyangka setelah sekian lama akhirnya ia melihat pria itu lagi. Rehan melambaikan tangannya dari seberang jalan, Richa sangat hati hati ingin menyebrang jalan menuju ke seberang di mana Rehan berdiri saat ini.
" Richa.... Awas.." Terikan Rehan menggema, saat ia kelihat sebuah mobil melaju dengan kencang ke arahnya.
" Rehan...!?" Suara Naila menggelegar memangil nama Rehan.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Terimakasih, salam kasih dari Richa dan Nelan. Selamat menanti ke hadiran bab selanjutnya.💓💓💓