
Setelah mendapat pencerahan dari bi Nanik, Richa mendekati Nelan yang masih tidur.
" Mas.. Mas, ayo bangun. Nanti telat ke kantor loh." Richa membangunkan Nelan dengan nada suara yang sudah lembut.
" Mas..!?"
" Hmm."
Nelan membuka matanya perlahan dan melihat senyum indah di wajah Richa, yang sedang duduk di hadapannya.
Ya tuhan, bilang ini bukan mimpi kan? Ini yang di depan ku benaran Richa ku kan? Bukan dedemit yang lagi nyamar jadi istriku?
" Mas..!?"
" Ahhh.. Kok di cubit sih Yang?"
" Abis siapa suruh mas bengong. Kenapa? Apa aku kelihatan seaneh itu? Atua jangan jangan aku gemukan ya mas? Aku pasti jelek ya mas? Mas, mas?"
" Ahahahaha.. Ini beneran istriku ternyata."
" Eh, mas..!?"
Nelan langsung memeluk Richa dan menempelkan wajahnya di wajah Richa. Sambil terus tersenyum kegirangan.
" Mas, kok malah ketawa sih?"
" Gak pa pa, Sayang. Walau kamu gemuk aku tetep cintanya cuma sama kamu kok Yang. Hehehehe, senengnya bisa peluk ma cium istriku lagi."
" Jadi kamu bilang aku gemuk mas?"
Lah salah ngomong lagi ni gue.
" Gak Sayang. Kamu gak gemuk kata siapa?"
" Kata mas barusan."
Ini gimana cara ngehadapin nya sih? Labil banget sumpah, perasaan apa yang aku omongin salah mulu.
" Icha..!? Apa kamu tau Sayang. Apa pun keadaanmu aku gak perduli. Karena apa? Aku tau sisi tercantik dari dirimu."
" Benarkah?"
" Hmm."
" Kalo gitu! Mas gak bakal nginep di luar lagi kan?"
" Hmm. Mas janji. Mas akan selalu pulang kerumah, apa pun yang terjadi."
" Kalo gitu, hari ini temenin aku ke super market yuk?"
" Supermarket!?"
" Hmm." Jawab Richa sambil mengangguk pelan.
" Apa ada yang kamu butuhin? Kenapa tidak minta bi Nanik saja yang membelinya?" Ujar Nelan.
" Emm, tapi aku maunya sama kamu mas." Richa merengek dengan imutnya.
__ADS_1
" Oke. Mas bakal temenin."
" Mas gak kerja hari ini." Nelan menggeleng. " Ohya? Tapi kenapa? Apa ada libur umum di kantor mas?"
Nelan berbohong pada Richa kalau dirinya sudah mengajukan surat cuti selama sehari. Padahal ia hanya ingin menuruti Richa dan memperbaiki hubungan mereka.
" Ya udah kalo gitu, mas mandi gih, aku siapin baju ganti dan sarapan buat kamu."
" Ya udah, tunggu ya Yang." Nelan mengecup kening Richa langsung bangun dan masuk ke dalam kamar untuk bersiap siap. Saat ia selesai mandi, untuk pertama kalinya Richa menyiapkan pakaian untuk Nelan, yang ia letakkan dengan rapi di atas tempat tidur.
" Dia mulai terlihat manis." Guman Nelan sambil tersenyum lebar. Selesai memakai bajunya, Nelan mengambil ponsel Richa dari atas meja rias dan mengirim pesan pada Dion. Memberitahu kalau dia hari ini mengambil cuti.
" Lo gila ya bos? Kok ngambil cuti dadakan sih! Atasan bisa ngamuk bos. Dan kenapa bos kirim pesan lewat no Icha, ponselmu kemana? Di gadain?"
" Mati."
" Hah? Siapa yang mati bos?"
" Kucing?"
" Sejak kapan bos punya kucing?"
" Banyak bacot lu. Ponsel gue yang mati. Makanya make ponsel Icha. Udah lo urusin tu, awas aja kalo gue sampe kena sangsi gara gara lo gak becus ngurusin permohonan cuti gue." Tegas Nelan.
" Nyusahin amat sih lo bos, untuk bos kalo gak.."
" Kalo gak apa?"
" Kalo gak, gue mau traktir lo bos."
Setelah itu Nelan keluar dari kamar menuju dapur, disana Richa sudah menunggunya dengan sarapan yang sudah tersedia di atas meja. Selesai sarapan Nelan mengantar Richa ke supermarket. Entah apa yang ingin di beli oleh wanita itu, sehingga ia sangat kekeh minta di antar oleh Nelan.
" Mas, berhenti mas.." Tiba tiba Richa meminta Richa berhenti.
" Sayang.. Gak boleh gitu ah! Kalo mau berhenti seharusnya bilangnya awal awal jadi gak mendadak gini."
" Hehehe, Maaf mas. Tadi dari jauh gak keliatan, pas deket baru keliatan." Jelas Richa nyengir.
" Ya udah, ayo turun." Ajak Nelan.
Saat keduanya baru masuk kedalam toko perbebelanjaan itu, seisi di dalamnya melirik ke arah mereka, dan mulai ada yang berbisik bisisik.
" Wuah, pasangan sekarang keren ya? Belanja aja di temenin, istrinya beruntung banget." Bisik ibu ibu yang sedang belanja di sana.
" Iya, suami ku boro boro mau nemenin. Di ajak kondangan aja suka nolak, katanya malu." ucap ibu yang lainnya.
Richa dan Nelan saling tatap dengan senyum lebar. Richa mengitari tempat itu untuk mencari apa yang ia butuhkan. Nelan melihat lihat di sisi lain sehingga jalan mereka pun terpisah.
" Butuh bantuan, mba!?"
Eh, kakak ini!? Huwaaaah cakep banget, mak aku nemu calon istri idaman ku mak. Udah ku putuskan dia bakal jadi target cintaku, apa pun yang terjadi bakal ku uber uber walau sampai ujung dunia. Mak anakmu mau kawin mak. Batin si pekerja pria tersebut.
" Mas..!? Kok bengong sih?" Richa mengejutkan Pria tersebut.
" Eh, iya mba, butuh bantuan apa?"
" Ini yang rasa pedes gak ada ya mas?" Tanya Richa.
__ADS_1
" Oh, ada kok mba. Kenapa mba suka yang pedes ya? Kalo gitu sama dong." seru pria pekerja tersebut.
" Sama apanya mas?"
" Sama, saya juga suka yang pedes mba."
" Oh, tapi saya gak suka mas." Jawab Richa datar.
" Ahh, mba bisa aja, ngelawaknya." Si pria itu sedikit mencolek lengan Richa.
" Saya gak lagi ngelawak mas. Emang beneran gak doyan kok."
" Gak doyan, tapi kok di beli, mau buat siapa? Oh, buat mamanya ya?"
" Gak."
" Trus? Pasti buat papanya."
" Sok tau mas nya. Buat suami saya, mas...."
Jderr!?
Hati pria itu bak di tusuk panah, saat Richa menyebut kata suami keluar dari mulut Richa.
Richa ada dimana sih? Kok lama sih? Lah kok malah ngobrol ma pelayan cowok gak jelas itu.
" Udah nemu yang di cari, Sayang?" Tiba tiba merangkul.
" Eh mas, ini lagi nunggu mas nya ngambilin yang rasa pedasnya."
" Hmm, kalo udah dapet, kita bayar sekarang." Nelan menatap pria itu dengan aura menekankan jangan gidain istriku.
" Iya, mas. Maaf udah buat mas nunggu lama."
JDERRRR!?
Waduh, dia ternyata suaminya. Pria ini kayaknya gak suka ni aku ngobrol ma istrinya. Maaf mak, anak mu gagal kawin lagi tahun ini.
Setelah melakukan pembayaran Richa dan Nelan segera keluar dari tempat itu.
Di dalam mobil
" Mas, kita mau langsung pulang atau jalan jalan dulu? Kan udah lama juga kita gak jalan berdua." Tanya Richa. Namun Nelan tidak menjawab.
" Mas!? Kok diem aja? Kenapa, Sayang? Kok lesih gitu?."
" Hmm, kita pulang aja. Mas sedikit lelah." jawab Nelan.
Setibanya di rumah, Nelan membawa barang belanjaan kedalam rumah dan memberikannya pada Nanik. Lalu ia pun menyusul Richa yang sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar.
Richa sedang mengganti bajunya, tiba tiba Nelan meneyrangnya, di bagian tengkuk Richa.
" Lah, Loh.. Mas!?
" Icha!?"
__ADS_1
" Mas..!?"
Nelan mulai menciumi bagian tengkuk Richa.