Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
M..A..N..T..A..N


__ADS_3

" Hallo, gadis manis. Maaf ya, gara gara paman, kau jadi kena marah mami mu. Tapi paman ini bukan papimu, Sayang. Jadi lain kali agar mami tidak marah, jangan sampai salah mengenali orang lagi. Oke." Rehan menyentuk kilas ranbut Lilian. Rehan beranjak meningglkan Naila dan Lilian, ia berjalan memutar dan Naila juga berjalan memutar ke arah yang berlawanan. Namun di satu titik mereka kembali bertemu dan saling memperebutkan barang yang sama, dimana barang itu hanya tinggal satu satunya, dan keduanya kekeh ingin memiliki barang tersebut. Mereka pun akhirnya saling tarik.



" Mba, aku mau ini untukku." Tegas Naila pada salah satu kariawan swalayan tersebut.


" Gak bisa, ini buat saya, mba." Rehan juga kekeh dengan pendiriannya. Naila menatap Rehan kesal, ia tidak menyangka ada laki laki yang keras kepala seperti itu, yang bahkan tidak mau mengalah pada seorang wanita.


" Lo cowok bukan sih?" Celetuk Naila.


" Tentu saja, apa kau mau aku buktikan?" Tanya Rehan datar.


Lilian yang melihat pergulatan kedua orang dewasa itu cuma bisa geleng geleng kepala.


" Kalo lo cowok, seharusnya lo ngalah dong sama cewek."


" Ohya, kata siapa cowok harus selalu mengalah, bukannya kebalik ya. Seharusnya cewek dong yang ngalah sama cowok, biar pertengkaran gak terjadi."


" Emang situ suami gue."


" Bukanlah, kenapa lo mau jadi istri gue?"


" Mami.... Lili mau makan eskrim."


" Lihat tu mba, mas. Kasian anaknya." Ucap si kariawan.


" Heeemmmm...." Kedianya saling buang muka.


Ni orang kok kayak bocah sih? Di nikahin cucok kali ya. Batin si kariawan.


" Jadi ini mau di kasih kesiapa barangnya?" Tanya si kariawan swalayan.


" Kasih dia aja, aku udah gak minat." Ujar Naila.


" Gue juga, mba udah gak minat" Akhirnya keduanya memilih pergi tanpa menagmbil barang yang baru saja mereka perebutkan.


" Dasar cowok keras kepala..." Gumam Naila.


" Dasar cewek gablek..." Gumam Rehan.


Bahkam di depan kasir keduanya saling adu jotos jotosan lewat tatapan mereka. Si penjaga kasir pun sampai merasa heran. Sampai di samping mobil masing masing keduanya sempat saling tatap, sebelum akhirnya keduanya berlalu pergi dari tempat itu dengan arah yang berlawanan.


Di dalam batin Naila ia berharap tidak akan pernah bertemu lagi dengan laki laki itu.


 


Pagi harinya, Richa dan Nelan kesiangan. Richa sejak bangun bahkan sampai di jalan ia terus mengomel pada Nelan, karena ulah Nelan semalam yang gak tau leleh, tubuh Richa pegal pegal semua, di tambah lagi mereka sampai gak sempet sarapan udah harus cepet bekerja.


Waduh, istriku kalo lagi ngamuk ngeri juga. Hehehehe, salah gue juga sih, ini muka istriku imut banget sumpah kalo lagi cembeyutttt.


" Hati hati di jalan, Sayang. Emuuuuuuuachh." Pesan Richa setelah ia turun dari dalam mobil suaminya, di depan gerbang rumah sakit.

__ADS_1


Sudah 1 bulan Richa menjalani koasnya di rumah sakit dimana bunda dan Naila bekerja. Di ikuti dengan Juana dan juga Jordan, hanya Dava yang tidak ikut, ia memilih menjalani koasnya di luar negeri.


" Iya, Sayang. Jangan macem macem ya Cha." Pesan Nelan.


" Apaan sih mas. Udah pergi sana, entar telat."


Nelan pun langsung melajukan mobilnya menuju kantor, Richa melambaikan tangannya memperhatikan kepergian mobil suaminya hingga tak terlihat lagi.


" Woy...."


" Anjriiittt... Jantungku."


Richa terkejut, akibat ulah Jordan yang tiba tiba mengejutkannya dari belakang dengan merangkul pundaknya.


" Buset, galak amat nih mahmud." ucap Jordan.


" Gue belum jadi mahmud ya, Jojon."


" Iya, iya deh, gue kalem. Ngegas aja, neng. Masih juga pagi, di kasih makan apa lu, semalem ma suam lo."


" Burur pare campur air aki. Puas lo."


" Wuah, samsom dong."


" Lo bisa gak, kalo nyapa gue biasa aja, untung jantung gue sehat wal'afiat, kalo gue serangan jantung gimana. Kasian kan mas ku harus jadi dude."


" Hahahaha, bisa aja lo, eh Juju mana?"


" Yaelah, ni mak mak. Kita udah mantan Cha, MA..N..TA...N.... Oke."


" Oke, lo bilang itu udah ribuan kali, Jo. Tapi abis itu, ciuman lagi, balikan lagi. Capek gue, kalian persis cerita sinetron di indosiar, lebai."


" Kali ini, udah bener bener kliiirrr, setop berhubungan dengan nyamuk."


" Lu nyamuk kutu kupret, gak percaya gue ma bacot lo."


Akhirnya mereka tiba di ruang ganti, keduanya membuka loker mereka masing masing untuk memakai perlengkapan yang akan mereka gunakan saat memeriksa pasien.


Juana tiba 10 menit kemudian, matanya terlihat sembam, seperti orang habis menangis.


" Nek, lo kenapa? Abis mangis? Kenapa? Gara gara si kutu kupret Jojo?"


" Woy woy, jangan bawa bawa gue dong. Salah gue apaan? Kenapa ju? Apa ada masalah?"


Juana hanya mendesah panjang tanpa menjawab pertanyaan keduanya ia berlalu pergi setelah memakai jubah putuhnya. Richa dan Jordan saling tatap dan saling berkode bingung.


Saat melakukan rutisnitasnya mengawasi pasien, tiba tiba Rehan menghubunginya.


" Hallo, Han!?"


" Hallo Cha..."

__ADS_1


" Apa kabar, kamu Han...!?"


" Baik, ohya aku lagi di JK nih. Gue mau ke tempat lo, mau ngasih sesuatu titipan dari mami."


" What? Lo udah balik kesini, sejak kapan?"


" 2 hari yang lalu."


" Trus kok gak ngabarin gue. Is sadis lo, padahal gue kan kangen.... Ya udah deh gak usah datang aja sekalian."


Richa ngambek.


" Aduh ni anak. Iya iya gue minta maaf, tapi gue bukan nya gak mau ngabarin, Sayang. Tapi begitu nyampe, papa langsung nyuguhin gue ma kerjaan, aku bahkan gak sempet istirahat sama sekali."


" Ya udah, lo datang ke rumah sakit aja ya."


" Rumah sakit? Kenapa? Lo sakit?"


" Gak Han. Gue baik baik aja, gue lagi kerja disini. Lo lupa ya kalo gue udah mulai koas sejak sebulan yang lalu." Kesal Richa.


Setelah itu panggilan mereka akhiri, mereka janji ketemu saat makan siang.


Setibanya di rumah sakit, Rehan berjalan masuk ke dalam gedung rumah sakit dengan gontai, sehingga membuat mata para kaum hawa pun mulai menatapnya dengan tatapan kagum.




" Oh tuhan, siapa cogan itu. Mau dong gue di lirik aja ma dia." semua para kaum wanita mulai bisik bisik.


" Suami halu gue. Gak papa deh walah cuma bisa jadi halu doang." Bisik perawat lainnya.


" Hai...!!" Sapa Juana.


" Eh, kamu!?"


" Iya, aku Juana, kamu masih inget aku kan?"


" Pastinya, ohya, kamu juga koas disini bareng Icha?"


" Iya, dimana ada Icha, di situ Juana ngebuntut. Ahahaha gue kan buntutnya Icha." Seru Juana.


" Ohya, lo kesini mau ketemu Icha ya?"


" Hmm. Lo tau letak taman rumah sakitnya kan? Gue jalan kemana nih?"


" Udah, gue anterin aja deh. Lumayan deket deket sama cogan, jadi bisa buat iri cewek cewek se rumah sakit. Ahahahaha"


Rehan tertawa kecil, melihat tingkah kocak Juana. Melihat keduanya berjalan bersama membuat gaduh seisi rumah sakit, ada yang menatap karena kagum ada juga yang menatap tidak suka dan iri. Juana terkekeh melihat reaksi semua orang, ia bahkan melingkarkan tangannya di lengan Rehan. Rehan cuma geleng geleng kepala tanpa berusaha menolaknya.


Dia? Kenapa dia bisa ada disini? Jadi anak koas itu pacarnya? Cewek itu temennya Icha kan?

__ADS_1


__ADS_2