
" Dedy..!!!!" Arya kembali menyerukan kata yang sama seperti sebelumnya. Arya berlari dan memeluk kaki pria bertubuh besar yang ukurannya 10 kali lipat dari tubuh kecilnya.
Pria itu pun langsung mengangkat tubuh kecil Arya.
Flasback on
Pagi ini Richa diajak kedua orang tuanya untuk menghadiri acara ulang tahun Aditama Grob. Richa mau tak mau harus ikut bersama mereka, karena ini adalah acara resmi untuk memperingati keberhasilan perusahaan milik keluarganya.
Richa sedang mematut wajahnya di depan cermin. Richa memakai gaun pesta one piece yang selaras dengan kulitnya, dan stiletto berhak tinggi yang senada. Richa hanya merias wajahnya tipis kemudian menggerai rambut panjangnya.
"Ini sudah cukup." Gumam nya.
Tangan Richa mencoba membuka laci meja riasnya, tamapak ragu dia mengambil kotak cincin dan membukanya. Selama kepergian Nelan Richa sudah menyimpan cincin itu disana, namun entah mengapa hari ini dia ingin memakai benda kecil yang miliki makna yang sangat berarti baginya itu.
Pikirannya masih ragu untuk memakainya, setelah pergumulan panjang dengan pikirannya sendiri, akhitnya Richa memakainya juga.
Krekk
Suara pintu terbuka.
" Sudah siap, Sayang?" Tanya Cyka dengan suara rendah.
Mendengar suara Cyka serentak Richa berdiri.
" Sudah, mi."
Mata Cyka terpuaku melihat Richa yang begitu cantik mengenakan gaun yang sudah beberapa kali ia lihat di kenakan putrinya itu. Namun tetap saja ia selalu merasa terpukau setiap melihat putrinya itu berdandan walau hanya seadanya seperti itu.
"Sayang, kau cantik sekali." Ucap maminya.
"Hmm?" Richa tersenyum kecil pada maminya seraya menyelidiki dirinya sendiri.
"Kenapa putriku bisa secantik ini sih? Mami takut akan banyak anak pria ingin mencuri putriku ini." Ucap Cyka sambil menyentuh wajah Richa.
Suara rendah maminya tersebut membuat wajah Richa memerah karena malu, Richa tersenyum.
"Apaan sih mi.. Jangan membuat Icha malu.." ucap Richa.
" Baiklah, ayo kita berangkat." Ajak maminya, di ikuti Richa menyusuri anak tangga hingga ruang tamu.
"Mami..!?" Arya langsung berlari mendekatinya. Richa mengangkat Arya dan mendaratkan sebuah kecupan di pipi putranya itu.
💫💫💫💫
Setibanya di depan gedung Richa terkejut melihat seseorang yang sangat di kenalnya.
"Mas, Evan?" gumam Richa.
__ADS_1
"Ada apa Sayang?" Tanya Cyka yang melihat Richa menghentikan langkahnya.
" Ah, tidak mi. Ayo kita masuk." Seru Richa. Ia tidak yakin dengan apa yang baru saja di lihatnya.
Tidak mungkin. Mana mungkin dia ada disini. Batinnya.
Arya saat ini ada bersama Riyan. Saat ini terdengar suara riuh rendah di dalam aula perusahaan Aditama Grub. Semua karyawan dan keluarganya di undang untuk menghadiri peringatan ulang tahun perusahaan.
Mereka semua sedang menunggu kehadiran pemilik perusahaan, keluarga Aditama. Tuan Risky, Nyonya Cyka Anggraini, dan kedua putra putrinya yaitu Richa Qalila Aditama dan Riyan Aditama.
Cklekk
Terdengar suara pintu terbuka, semua hadirin menoleh ke arah sumber suara.
Masuklah tuan Risky menggandeng tangan Nyonya Cyka, di ikuti Richa, Riyan dan juga cucu sematawayangnya Arya. Hadirin bertepuk tangan menyambut kehadiran CEO Aditama Grub. Setelah tepuk tangan hilang, terdengar suara seseorang dari atas podium mempersilahkan Risky untuk naik ke atas sana menyamapikan pidatonya.
"Papi tenggal sebentar ya mi." pamit Risky pada istrinya.
Semua mata tertuju kedepan, di atas podium sudah berdiri seorang pria yang sudah menjadi CEO cukup lama dari perusahaan itu. Semua mendengarkan sambutan yang di sampaikan Risky dengan khitmad.
"Selamat malam semuanya!! Terimakasih sudah hadir untuk merayakan ulang tahun Aditama Grub untuk yang ke sekian tahunnya. Perusahaan ini adalah perusahaan yang sudah ku bangun dengan jerih payah ku dan kalian semua. Jadi saya harap kalian semua yang bekerja disini menganggap perusahaan ini juga bagian dari kalian. Saya akan sangat berterimakasih jika anda semua bebuat demikian." Suara lantang Risky menggema di seluruh ruangan itu sehingga terdengar suara riuh tepuk tangan.
" Hari ini selain ulang tahun Aditama Grup, ada hal spesial yang ingin saya umumkan.." Richa menatap maminya bingung. Richa mau pun Riyan tidak tau pengumuman apa yang ingin disampaikan oleh papi mereka itu.
" Hari ini, saya Risky Aditama akan mengundurkan diri dari jabatan sebagai CEO.." Lanjut Risky. Ucapannya itu menimbulkan kericuhan dari hadirin yang datang.
" Mohon hadirin memperhatikan apa yang akan saya umumkan selanjutanya." Risky mencoba menarik perhatian semua hadirin agar kembali berfokus padanya.
Richa menatap Riyan dari raut wajahnya ia sedikit terkejut. Saat mereka berdua menatap Cyka, maminya itu menganggukan kepalanya pelan. Lalu setelah itu Riyan pun naik ke atas poduim sesuai panggilan papinya.
Setelah sesi memperkenalkan CEO baru selesai. Semua hadirin mulai menyantap hidangan yang sudah di sediakan di sana. Richa mengambil sepotong kue untuk Arya. Namun saat ia melepas tangan putranya itu sejenak anak cerdas itu sudah berlari dari sisinya.
"Dedy..!?" Seru Arya, yang sudah berlari ke sembarang arah.
" Arya..!? Tunggu nak, jangan lari Sayang..?" Richa berusaha mengejar langkah kecil putranya itu.
DHEG!?
Mas Efan!? Dia? Jadi yang kulihat tadi tidak salah? Dia benar benar ada disini.
" Mas kamu.." Richa menghentikan ucapannya karena harus mengejar putranya.
" Ar.." Arya menunjukkan kepalanya sedikit demi sedikit dari balik kaki Efan.
" Nak, apa yang kau lakukan disana? Kenapa kau bersembunyi di balik kaki paman Efan Sayang." Ujar Richa.
" Kemarilah, Arya." Efan mengangkat tubuh Arya di lengannya. " Hallo Sayang? Apa kabar mu?"
" Baik paman." Jawab Arya menggemaskan.
" Mas, ada disini? Kapan mas datang kemari?" Tanya Richa.
__ADS_1
" Sudah sepekan." Jawab Nevan.
"Apa? Sepekan? Lalu kenapa tidak memberi kabar pada kita? Dengan begitu aku bisa mengajak Arya menemui mas Efan. Dia sangat merindukan semua orang."
Setelah berbincang cukup panjang Nevan menemui orang tuanya.
Richa menatap putranya yang sedang memakan kue dengan lahapnya.
" Arya..! lain kali mami tidak mau anak mami berlari begitu saja dari sisi mami. Hmm?" Ucap Richa mengulurkan tanganya.
" Mami.. Dedy di sana." ucap Arya.
" Arya, itu bukan dedy nak. Dedy Arya kan sudah di surga." Ucap Richa pelan.
" Yes, my dedy."
" Arya.. Dia itu paman Evan Sayang. Bukan dedy Arya."
" Dedy, mi.."
"Arya.. Stop bahas tentang dedy. Dia bukan dedy kamu, dia orang lain. Dedy kamu sudah meninggal dan ada di surga, kamu mengerti."
Arya terkejut melihat reaksi maminya, ia belum pernah melihat Richa semarah itu padanya. Lalu karena takut Arya pun berlari.
Air mata menetes, ia segera menghapusnya dan mengejar putranya. Ia menyesal sudah membentak putra semata wayangnya itu.
" Arya..!?" Langkah Richa terhenti memperhatikan Arya sedang merangkul kaki seorang pria. Perlahan Richa mengangkat wajahnya untuk melihat siapakah pemilik kaki yang sedang di rangkul putra nya itu.
DHEG!?
Suara detak jantung Richa senada dengan bola mata Richa yang sudah membulat mentapa pria yang sesang berdiri di hadapannya saat ini.
" Richa..!?"
Richa mengikuti gerak tubuh pria itu yang sedang berusaha menundung untuk mengangkat Arya di tangannya.
Richa melangakah mundur, ia merasa sangat sesak saat ini. Otaknya tak mampu mencerna apa pun saat ini.
.
.
.
.
.
Selamat malam semuanya. Tolong bersabar ya kakak kakak semua. Author lanjutin bab selanjutnya besok. Bab yang akan menjadi penentu dan akhir dari kisah cinta RichaNelan. Tolong tetap berikan semangat untuk Author agar bisa menyajikan bab yang membuat kakak semuanya merasa puas.
Terimakasih.😘😘😘😘
__ADS_1