Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Serangan jantung


__ADS_3

Begitu tiba di rumah Nelan yang sudah di tinggalkan oleh Richa keluar dari mobilnya tiba-tiba ponselnya berdering. Panggilan itu berasal dari Naila.


" Hallo, Mba?"


"............"


" Apa ? Bagai mana bisa itu terjadi ?"


" Oke, aku kesana sekarang." Dengan cepat Nelan turun dari mobil dan menarik tangan Richa yang sudah berdiri di depan pintu rumah. Tarikannya sampai membuat Richa berputar menghadap Nelan. Dari sorot matanya Richa bisa melihat kecemasan disana.


" Ada apa ?" Tanya Richa bingung.


" A--Ayah, baru saja mengalami serangan jantung." jawab Nelan.


" Apa ?" Richa terkejut, matanya langsung berkaca-kaca. Ia sudah hampir menangis tapi Nelan sudah menariknya masuk kedalam mobil. Nelan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, Richa merasa sangat cemas bukan hanya peda Ayah mertuanya melainkan pada cara Nelan melajukan mobil secepat itu.


" Nel, bisa kau kurangi kecepatannya. Ini terlalu cepat, Sayang."


" Maaf, Sayang. Aku pasti udah buat kamu takut. Aku cuma sangat mengkhawatirkan kondusi Ayah." Nelan mengurangi kecepatannya, walau masih terhitung cepat namun sudah lebih baik dari sebelumnya.


" Aku yakin, Ayah akan baik-baik aja, Sayang. Ada Bunda dan mba, Naila disana yang akan nolongin Ayah." Apa pun yang di ucapkannya tidak mampu membuat Nelan tenang selama dia belum melihat sendiri kondisi Ayahnya.


 


Setibanya di rumah sakit, di depan ruang rawat milik Ayahnya Nelan, terlihat Nevan sedang duduk di kursi tunggu menundukkan kepalanya.


" Apa yang terjadi ?" tanya Nelan yang sudah berdiri di hadapan Nevan.


" Terjadi sesuatu di peeusahaan dan Ayah...",


" Sekarang, Lo sadar kan apa yang udah lo perbuat." Tangkas Nelan menarik kerah Nevan.


" Nelan.." Richa mencoba menghentikan tindakan suaminya itu.

__ADS_1


" Ini terjadi kerena ulah lo sama cewek sialan lo itu, kalau aja kalian tidak bermain-main dengan pernikahan, maka saham prusahaan tidak akan menurun dan Ayah, tidak akan sampai mengalami serangan jantung."


" Aku tau, lo gak perlu meninggikan suara ke gue. Aku juga tidak ingin ini terjadi." Nelan menepis kerah Nevan dengan kasar hingga terlepas.


" Kalo lo gak bisa mempertanggung jawabkan apa pun, setidaknya berhentilah jadi pengecut. Aku akan menbil alih perusahaan jika kau tidak bisa mengelolanya dengan baik." Nevan menatap Nelan tajam. Untuk pertama kalinya Nelan tertarik dengan perusahaan milik Ayahnya, selama ini dia selalu enggan mengurus atau mengelola perusahaan milik keluarganya. Karena sejak kecil ia sudah tertarik menjadi seorang polisi.


" Cukup, Mas. Kita lagi di rumah sakit sekarang, utamakan Ayah untuk saat ini. Bicarakan masalah lainnya nanti saja." ujar Richa. Kedua pria itu pun akhirnya terdiam, Richa menggenggam tangab Nepan. Tak lama kemudian Naila pun keluar dari ruang rawat Ayahnya, ia meminta Nelan dan Richa untuk masuk.


Richa mengikuti langkah Nelan masuk dan mendekati tuan Raihan.


" Kemarilah, Nak." ucap tuan Raihan meminta Richa untuk berdiri lebih dekat padanya, dan Richa pun menuruti keinginan mertuanya itu. Dengan tangan bergetar tuan Raihan meraih tangan Richa, ia merasa bingung kenapa mertuanya itu bersikap seperti itu padanya. Sedangakan Salsa berdiri di sisi lainnya di dekat suaminya.


" Katakan pada ayah ! apa kau bahagia ?" Richa menatap Nelan kilas, lalu kembali menatap wajah pucat tuan Raihan.


" Kenapa Ayah? Apa aku terlihat tidak bahagia ?" Richa malah balik bertanya.


" Yang terlihat terkadang tidak nyata, Sayang. Ayah selalu berpikir, kau bahagia menjadi bagian dari keluarga ini."


" Menurut ayah, siapa yang tidak bahagia memiliki mertua setampan dan sebaik Ayah." seru Richa Nelan pun tersenyum tipis melihat wajah lemah ayahnya sedikit menunjukan senyuman. Begitu pun dengan Salsa, akhirnya ia bisa merasa lega karena seharian ini merasa khawatir dengan kondisi sang suami, tapi sekarang ayah dari ketiga anaknya itu bisa sedikit menunjukkan senyuman di wajahnya dan itu pun karena kehadiran menantu nya.


" Apa kau mencintai menantuku, Nel ?" Tuan Raihan menatap tajam Nelan. Richa pun mengikuti arah mata mertuanya melihat sehingga ia ikut menatap Nelan.


" Kenapa ayah..."


" Apa kau, mencintai Richa, Nelan....?" tuan Raihan mempertegas ucapannya. Ada sorot kekecewaan di kedua mata tuan Raihan pada putranya itu.


" Ayah, aku.."


" Apa maksud, Ayah bicara begitu ?" timpal Salsa.


" Kenapa ? kau tidak bisa langsung menjawab nya ? Kenapa ? Apa karena kau mencintai wanita lain, NELAN MIKE ANGGARA..." bentak tuan Raihan. Sontak mata Nelan dan Richa terbelalak dengan sempurna.


" Ayah..." Ucap Richa dan Nelan bersamaan.

__ADS_1


" Apa ?" Salsa terkejut mendengar apa yang baru saja di katakan oleh suaminya itu, " Apa yang ayahmu katakan itu benar, Nel?" tanya Salsa tak yakin dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut suaminya.


" Jika itu benar, dan kau benar-benar menghianati Richa dengan berselingkuh di belakangnya, maka.. Mulai hari ini, kau bukan lagi bagian dari keluarga Anggara." Tegas tuan Raihan. " Uhukk..uhukk.." Tuan Raihan mulai batuk-batuk dengan cekatan Richa mengambilkan air dan membantu mertuanya untuk minum.


" Ayah, tolong tenanglah, ayah masih sakit." ucap Richa. Tuan Riahan menggenggam tangan Richa.


" Sayang. Tenanglah, keadaanmu belum pulih benar." ujar Salsa.


" Tidak, Nak. Saat ini, Ayah bahkan sangat malu untuk menatap wajahmu." ucap tuan Raihan. Pria yang sudah menjadi mertuanya hampir satu tahun itu hari ini dia meneteskan air mata untuk pertama kalinya di hadapan Richa, yang membuat hati Richa begitu sakit melihatnya.


" Ayah, apa yang ayah katakan. Bukan kah aku adalah putri ayah ? Ayah mana yang malu pada putrinya sendiri." ujar Richa. Richa ikut menangis bersama tuan Raihan.


" Tapi kedua putra ku, sudah menjadikan diriku sebagai orang tua yang cacat. Mereka seakan memotong kaki dan tanganku, setiap kali mereka menyakiti hatimu, Sayang."


Richa menyeka air mata tuan Raihan dengan lembut, sedangkan Nelan yang sudah mengerti arah tujuan dari kata-kata ayahnya itu hanya bisa terdiam. Walau pun kenyataannya saat ini ia sudah mencintai Richa tapi kenyataannya yang di katakan ayahnya itu memang benar, kalau selama ini ia sudah berselingkuh dari Richa.


" Ayah... Tolong, dengarkan Nel.."


" Keluar." titah tuan Raihan dengan tegas, " Diam mu, sudah menjawab semua pertanyaan ku, Nel. Jadi Ayah minta renungkan apa yang ayah katakan padamu. Sebelum kau mengubah jawabanmu maka, jangan pernah berpikir untuk menemui keluarga ini, tarmasuk istrimu." tegas tuan Raihan. Richa dan Nelan terkejut dan saling tatap.


" Tapi, Ayah. Richa itu adalah istriku, aku tidak mungkin bisa tidak bertemu dengannya walau hanya sehari." ujar Nelan.


" Nel, keuar lah untuk saat ini, bunda mohon. Tolong pikirkan kondisi ayahmu. Biarkan dia tenang dulu baru kita bicara lagi, Nak." pinta Salsa.


" Tapi, bun!"


" Mas.. Aku mohon." melihat Richa memohon akhirnya Nelan pun menurut.


" Aku akan pergi saat ini, tapi aku akan kembali menjemput istriku secepatnya." ucap Nelan sebelum akhirnya ia keluar dari ruang rawat ayahnya.


***********


Bagi kakak-kakak yang cantik, sambil nunggu cerita author up, baca juga yuk cerita temen-temen thor yang lainnya.

__ADS_1




__ADS_2