Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Kembali lah padaku


__ADS_3

Hai kakak kakak selamat datang di bab yang baru, Richa dan Nelan. Sebelum mulai baca, author mohon ni, jangan lupa klik tanda hati dulu, dan tinggalkan jejak di kolom komen nya. Untuk memberi nutrisi buat author bisa sisipkan vote juga di beranda cerita Richa.


**Terimakasih, selamat membacaπŸ’“πŸ’“πŸ’“


πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«**


Nelan menggenggam erat tangan Richa. Ia tak kuasa melihat kondisi wanita yang teramat di cintainya itu terluka, dan lemah tak berdaya seperti itu. Air matanya menetes bak air sungai yang mengalir deras akibat badai di karena kan hujan turun di sertai gemuruh.


" Cha, Sayang.. Buka matamu dan lihat aku. Kau sudah tidak sabar ingin melihat putra kita kan? Lihatlah Sayang, dia lahir dengan sehat, dia sangat tampan, hidungnya sangat mirip dengan ku, matanya berkilau seperti matamu, bibirnya tipis seperti bibirmu dan.. Dan dia sangat ingin kau memenyentuhnya, bayi kita sangat ingin melihat ibunya. Jadi Sayang.."


Tes Tes Tes


Air mata Nelan mengenai wajah Richa saat ia mencium keningnya.


" Richa, buka matamu. Aku bilang buka matamu Sayang. Aku perintahkan kau untuk bangun, jika kau kembali, mas janji akan membiarkan kamu melakukan apa pun, selama ini kau sangat keras kepala dan selalu melakukan apa pun sesuai ke inginanmu, tapi yang satu ini, aku tidak menerimanya. Kau tidak bisa meninggalkanku Sayang. Aku mencintaimu Richa. Aku mencintaimu, jika kau pergi maka hatiku akan hancur, aku tidak akan bisa hidup lagi. Kembalilah padaku Sayang. Hikk hikk.." Nelan berlari keluar karena sudah tak kuasa lagi menahan sesak di dadanya.


" Nel..!?" Seru ayah, bunda dan juga Dion.



" Dia, tidak kembali bunda. Richaku dia tidak ingin kembali padaku."


" Sayang.." Salsa memeluk putranya itu, karena hanya itu yang bisa ia lakukan untuk memberinya kekuatan. Sebuah pelukan hangat dan belaian lembut.


Ya Tuhan, kau selalu memberiku lebih dari apa yang ku minta. Kali ini aku tidak meminta hal yang lebih darimu, tapi aku mohon tolong jangan ambil dia dariku. Aku tidak bisa hidup tanpanya, jangan ambil dia dariku secepat ini.



" Tabahlah anakku, istrimu akan baik baik saja."


" Tapi bun.."


" Tidak, jangan katakan itu. Richa adalah wanita yang kuat. Apa kau ingat, dia bahkan sanggup melawan penyakit yang mematikan di dalam tubuhnya sampai bertahun tahun, ia juga berkali kali sudah menjalani operasi, tapi dia tetap bertahan."


Selama dia disisiku, aku hanya memberinya rasa sakit. Aku mohon ijinkan aku menebus dosaku padanya dan biarkan aku membahagiakanya terlebih dulu. Aku belum sempat memberinya kebahagiaan melebihi yang ia berikan padaku.



" Aku takut bunda. Sebanyak apa pun aku memanggil namanya, dan memintanya kembali. Icha ku, dia tidak mau membuka matanya."


Nelan menangis tersedu sedu. Salsa tak kuasa melihat keadaan putranya itu. Ia belum pernah melihat Nelan menangis sampai seperti itu, selama ini dia hanya mengenal sosok putranya itu adalah sosok yang tergar, yang tidak pernah meneteskan air matanya sekalipun.


πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«


" Kamu mau kemana?"

__ADS_1


DHEG!?


Naila terkejut mendengar suara Rehan, ia pun berbalik menatap lekat wajah laki laki itu.



" Setelah mengatakan apa yang ingin kau katakan, kau akan pergi begitu saja." Ucap Rehan dengan suara yang masih sangat berat.


Naila masih mematung di tempatnya, ia tak menyangka kalau Rehan benar benar sudah membuka matanya bahkan sedang bicara padanya.


" Kau sudah mengatakan apa yang kau ingin katakan. Dan aku juga sudah mendengar apa yang ingin ku dengar. Lalu sekarang giliranku.."


Rehan mengernyitkan wajahnya karena rasa sakit di bagian lukanya. Lalu Naila pun spontan mendekatinya dan menggenggam tangannya.


" Kau baik baik saja. Aku akan memanggil dokter."


Rehan menghentikan langkahnya dengan menarik tangannya.


" Jangan pergi, tetaplah disini sampai aku selesai bicara." Naila kembali mendekat.


Rehan menarik napasnya dalam dalam.


" Aku tau ada luka yang tidak bisa di sembuhkan, dan akan butuh waktu untuk kita bisa membuatnya terasa lebih baik. Karena itu aku memberimu waktu dan aku menunggumu. Setiap orang punya luka, tidak terkecuali diriku. Namun luka ku itu tertutupi saat aku menemukanmu dalam hidupku. Kau mengajarkan ku arti cinta, rasa yang tidak pernah ku rasakan selama ini. Jadi Naila.. Apa penantianku sudah bisa ku akhiri sekarang?"


Rehan menatap lekat ke bola matanya. Ia berharap wanita itu akan menjawabnya kali ini.


" Apa walau begitu, kau akan tetap mencintaiku? Aku seorang ibu, aku sudah memiliki.."


" Aku menerima segalanya. Masa lalumu dan.. Yang terutama, aku menerima putrimu. Karena aku mencintainya, bahkan mungkin melebihi cintaku padamu." Ucap Rehan dengan menyunggingkan senyuman di wajahnya.


Naila tak kuasa menahan deraian air matanya, ia sungguh tersentuh dengan apa yang baru saja laki laki itu ucapkan. Naila ikut tersenyum, lalu ia pun membulatkan matanya saat Rehan seperti sedang kesakitan.


" Apa kau baik baik saja? Jangan bergerak, aku akan panggilkan dokter."


Rehan tertawa. " Kau tertawa! Apa kau sedang mengerjaiku?"


" Awww.. Kau baru saja memukul pasien, Naila. Aku tidak mengerjaimu, hanya saja aku merasa lucu. Kau adalah seorang dokter, tapi kau panik seperti seorang wali. Dokter mana yang akan panik melihat seorang pasien di hadapannya."


" Diam kau." Naila hendak pergi.


" Jangan pergi." Ucap nya menghentikan Naila." Kau belum memberiku jawaban." Naila kembali memdekatinya lalu ia perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Rehan.


" Apa ini sudah cukup dari jawabanku?" Ucap Naila setelah ia mendaratkan sebuah kecupan lembut di keningnya. Rehan tersenyum lebar, sebuah kebahagianan terpancar di wajahnya.


" Lalu apa aku bisa meminta sebuah stempel?" Naila menatap bingung. Rehan memoncungkan bibirnya, Naila menatap tajam padanya sedikit menyipitkan matanya.

__ADS_1


" Kemarilah.." Naila pun menurutinya dan mendekatkan wajahnya, lalu mendaratkan ciuman hangat di bibir pria itu.


" Stempel.." Ucap Rehan setelah mereka melepaskan ciumannya. Keduanya saling tersenyum hangat.


Pria ini sungguh kekanakan, tapi entah mengapa aku sangat mentukainya. Batin Naila.


Andai aku tidak terluka, aku bisa melakukannya lebih dari ini. Tapi jika aku tidak terluka, wanita bodoh ini entah sampai kapan akan terus menyembunyikan perasaannya diriku. Batin Rehan.


" Richa? Bagai mana keadaan kakaku?" Tanya Rehan.


Raut wajah Naila langsung berubah, yang awalnya sangat bahagia berubah murung.


" Apa yang terjadi padanya? Katakan padaku, apa kakak dan keponakankh baik baik saja? Apa Richaku baik baik saja, Naila?" Tanya Rehan.


Naila menggeleng." Bayinya lahir dengan sehat, tapi.."


" Tapi apa?"


" Richa, masih belum sadar sampai saat ini, karena..Rehan kamu mau apa?"


" Aaahh.."


" Apa yang kau lakukan? Kau tidak bisa bergerak, kau baru saja menjalani oprasi besar, dan lukamu itu sangat serius. Kau mau kemana dengan luka itu?"


" Aku, aku harus menemui kakakku. Richa, dia harus baik baik saja. Aku harus melihatnya."


" Aku tau kau khawatir padanya, tapi untuk saat ini tidak ada yang bisa kita lakukan. Kita hanya bisa berdoa dan berharap dia bisa segera sadar." Ujar Naila. Rehan pun menutup wajahnya setelah kembali merebahkan kepalanya di bantal. Ia tidak ingin Naila melihatnya menangis.


" Maaf, Cha. Maafin aku karena tidak bisa melindungimu dengan baik." Ucap Rehan dengan suara yang terdengar berat karena menangis.


πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«


Karena kelelahan Nelan sampai tertidur di samping Richa sambil terus menggenggam tangannya.


" Mas..!?"


Entah itu nyata atau tidak Nelan seperti mendengar suara Richa memanggilnya.


.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih, salam kasih dari Frisca Dewy. Mohon selipkan like, vote dan komennya. Agar author selalu semangat dalam melanjutkan cerita Richa dan Nelan. πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2