Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Siapa laki laki itu?


__ADS_3

Pagi ini Richa bangun lebih awal untuk membantu Lilian mandi dan sarapan. Saat Lilian sarapan bersama Nanik Richa kemabli ke kamar dan menyiapkan pakaian untuk Nelan, karena saat ini suaminya itu sedang mandi.


Respon Nelan semalam saat Richa membahas tentang Rehan dan Naila.


" Ada apa, Sayang?"


" Bagai mana menurutmu tentang Rehan dan mba Naila?" tanya Richa raga.


" Kenapa dengan mereka?"


" Kalau Rehan memiliki perasaan pada mba Naila!"


Nelan berpikir sejenak sebelum ia memberi jawaban dari pertanyaan istrinya itu.


" Pendapatku tidak lah penting, Cha. Karena yang terpenting adalah perasaan mba Nai sendiri. Selama ini bunda ayah sudah pernah bertanya padanya, apa dia tidak ingin menikah lagi?" ujar Nelan.


" Lalu mba Naila jawab apa?"


" Dia tidak ingin melakukan nya lagi. Aku rasa Bram sudah menanamkan rasa benci yang sangat membekas di hatinya sehingga dia menolak dan menutup hatinya rapat rapat."


" Tapi kenapa, mas?"


" Aku akan menceritakan sebuah kisah padamu. Lalu setelah kau mendengarnya kau akan menemukan jawaban dari segala pertanyaanmu." Seru Nelan.


Nelan untuk pertama kalinya menceritakan pada seseorang sejarah keluarga besarnya. Tentang bundanya yang pernah memgalami keguguran dan akhirnya memgambil Naila sebagai putrinya. Lalu barulah Salsa mengandung dia dan Nevan dalam keadaan yang tak terduga, saat bundanya sudah di ponis tidak akan bisa memiliki anak lagi.


" Ya Tuhan..!?" Richa menutup mulutnya dengan kedua tangannya di sertai air mata yang sudah sangat membasahi wajah mulusnya.


" Karena itu, mba Naila tidak ingin ada seseorang yang mengingatkan dirinya tentang hal itu lagi."


" Maksud mas?"


" Di hari mba Naila melihat Bram berselingkuh dengan sekertarisnya. Si ******* itu, menyebut tentang identitas mba Naila, dan menagatkan karena alasan mba Naila bukan anak kandung dari keluarga Aditama lah yang membuatnya meninggalkan Naila." Jelas Nelan.


" Jadi, dia sudah tidak ingin ada orang lagi yang akan mempertanyakan jati dirinya di masa depan."


" Mas gak bilang kalau dia setuju atau pun tidak kalau Rehan dan mba Naila bersama. Dia hanya memberiku penjelasan kalau segalanya terserah pada mba Naila sendiri." Gumam Richa sambil memeluk pakaian Nelan yang hendak ia letakkan di atas tepat tidur.


" Kau bisa memeluk mas mu langsung."


" Mas..!?" Nelan tiba tiba sudah memeluk Richa dari belakang.


" Tapi kenapa lebih memilih memeluk bajuku."


Richa membalik badannya lalu ikut melingkarkan kedua tangannya di pinggang Nelan. Sambil tersenyum manja Richa mendapat kecupan dari Nelan di keningnya.

__ADS_1


" Masih memikirkan hal yang sama?" tanya Nelan. Richa mengangguk pelan.


" Aku tidak masalah jika mereka saling menyukai, karena aku tau saudara mu itu sama baiknya dengan mu. Kalian di didik oleh orang tua yang hebat seperti papi dan mami. Aku bisa melihat hal itu, kalian bahkan saling menyayangi satu sama lain." Ujar Nelan.


" Sama seperti bunda dan ayah. Mereka adalah orang tua terhebat di dunia ini." Seru Richa.


" Jadi, biarkan mereka mengurus perasaan mereka sendiri, dan kau hanya fokus memikirkan diriku dan anak kita." ujar Nelan sambil mengangkat tubuh Richa dan meletakkannya di atas kasur.


" M-Mas mau ngapain?"


" Aku ingin memakanmu."


" Mas, ini sudah siang, lagian ada Lili diluar."


" Ahhh, aku lupa." Nelan bangkit, dan mulai memakai pakaiannya dan Richa kembali kedapur untuk melihat Lilian. Setelah selesai sarapan mereka pun langsung berangkat bekerja.


" Ayo, Sayang. Pamit ke paman dulu." Ujar Richa yang sudah turun dari mobil Nelan.


" Dada paman. Selamat bekerja." ucap Lilian.


" Dada, Sayang. Oh ya jagain bibi cantik ya Lili. Jangan biarin pria jahat mendekati bibi." Pesan Nelan.


" Siap paman." Richa hanya bisa geleng geleng kepala dan tertawa melihat tingkah kedua anak kecil itu. Nelan hanya memiliki tubuh besar tapi sipat nya masih kekanakan seperti Lilian.


💫💫💫💫


" Lili, gak lapar mi." Jawab Lilian.


Apa? Tumben, Lili gak lapar jam segini. Biasanya dia paling senang keluar makan bersamaku, dan selalu meminta banyak hal untuk di makan.


" Yakin kamu kenyang Sayang?"


" Hmm, tadi di sekolah Lili sudah makan banyak."


" Di sekolah? Makan apa nak?"


Sejak kapan sekolah menyiapkan makan siang untuk anak anak?


" Sekolah ada acara apa, Sayang? Kok ada acara makan makan?"


" Gak ada acara makan makan di sekolah mi." Naila mengerutkan kening nya bingung.


" Lalu siapa yang kasih Lili makanan?" Naila berjongkok lalu menatap tajam wajah putrinya itu. Sampai Lili terlihat ketakutan.


" Emm, di kasih.. Bibi cantik mi." Jawab Lilian ragu. Naila menghela napas lega.

__ADS_1


" Syukurlah." Naila menggendong putri kecilnya itu, " Dengar, Sayang. Lili masih ingat pesan mami kan? Kalau tidak boleh menerima sesuatu dari orang yang tidak Lili kenal?" Ucap Naila. Putri kecilnya itu mengangguk pelan.


" Maaf, Sayang. Mami gak maksud marahin kamu. Mami cuma khawatir aja."


Aku takut, papimu mengirim seseorang untuk menyakitimu, karena dia dendam pada mami dan paman Nel. Batin Naila.


Keesokan harinya Naila ingin menjemput Lilian, karena hari ini ia bisa pulang lebih awal, dan ia ingin membawa Lilian jalan jalan ke taman bermain di kota. Karena kalau mencari waktu yang tepat akan sangat sulit. Bahkan terkadang di saat hari libur pun Naila bisa saja mendadak mendapat panggilan dari rumah sakit. Jadi Naila menggunakan setiap waktu yang ada untuk anaknya itu.


" Loh? Itu Lili." Ucap Naila. " Kok di luar, gak nunggu di sekolah...."


DHEG!?


Tunggu? Siapa itu yang lagi ngajak Lili bicara?


JRENG!!


Siapa laki laki itu? Kenapa dia bisa seakrap itu dengan putriku? Jangan jangan pidofil atau jangan jangan orang kiriman Bram..


Naila panik, dan sembunyi.


A--Aku harus minta tolong, harus hubungi polisi. Eh adikku kan polisi. Nel, Nelan.


💫💫💫💫


Nelan sedang keluar makan siang bersama Dion dan juga Arga.


" Jadi, apa kau belum berbaikan dengan Sarah, Yon?" Tanya Arga. Dion memgabaikan pertanyaan Arga seolah olah yang mengeluarkan suara adalah burung bangau.


" Hei, jangan pura pura gak denger. Gue tau lo gak nyaman dengan situasi lo saat ini. Di satu sisi, lo gak enak sama bos, di sisi lain Sarah udah jadi cewek lo selama bertahun tahun. Lo dan kita kenal Sarah dengan baik. Kita tau dia gak salah, kesalahannya adalah memiliki teman serperti Keysa yang memiliki kepala dua seperti ular." Lanjut Arga. Dion dan Nelan hanya dian tak bersuara. Arga mulai merasa kesal.


" Melihat kalian seperti ini, walau musin panas aku rasa kita sudah tidak butuh kulkaa sama sekali. Kalian berdua aja udah buat seisi ruangan ini jadi beku." Celetuk Arga kesal.


Tak lama kemudian ponsel Nelan berdering dan ya g menghubunginya adalah Naila.


" Hallo, mba.."


" ....... "


" Apa?"


.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih, salam kasih dari author.🙏🙏🙏🙏😘😘😘


__ADS_2