Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Demam tinggi


__ADS_3

Richa masih berusaha menidurkan Arya. Seharian ini Arya sedikit rewel dan tidak ingin lepas dari pelukannya. Saat Nelan baru kembali dari kantor, ia mendengar suara merdu Richa sedang mendendangkan lagu tidur untuk Arya.


Nelan membuka pintu kamarnya dengan perlahan karena mengira Arya sudah tidur.


" Arya belum tidur? Sayang?" Tanya Nelan yang melihat Richa masih mengendong Arya.


Richa menggeleng. " Belum mas, lihat saja matanya terbuka sangat lebar begitu."


" Arya, Sayang. Anak dedy yang paling baik, kenapa belum tidur nak. Apa kau sengaja menunggu dedy untuk bermain?"


" Mas tidak lelah? Kan baru aja pulang kerja, dan kata mas ada kasus berat yang sedang mas kerjakan saat ini. Apa semuanya sudah baik baik saja?"


" Jangan khawatir Sayang. Mas tau kamu lebih lelah dariku. Siapa yang bisa menandingi kehebatan seorang wanita. Biar aku menggendongnya, kau bisa istirahat atau mandi lebih dulu."


" Tidur lah nak. Kasihan dedy yang masih lelah harus menjaga Arya." Richa menyerahkan Arya pada suaminya itu. " Aku tinggal sebentar ya Sayang."


" Ayo nak, tidur sama dedy, kalau anak dedy tidur maka mami juga bisa istirahat."


Setelah Richa pergi mandi, Nelan berusaha menidurkan Arya. Hingga Nelan tertidur lelap karena kelelahan dengan memeluk erat Arya di dekapannya.



" Ya ampun, mas sampai tertidur. Dia pasti sangat lelah. Ayo nak tidur juga, kenapa anak mami begitu senang sekarang? Apa kau memang merindukan dedy?" Richa mengusap lembut wajah Arya lalu tak lama kemudian putranya itu ikut terlelap.


Richa tidak tega membangunkan suaminya untuk memintanya tidur dengan benar. Akhirnya Richa mengambil selimut dan memberikanya pada suami dan anaknya itu. Lalu ia mengecup pipi keduanya bergantian dengan lembut.


" Terimakasih sudah menjadi suami dan ayah yang baik untukku dan putra kita. Kita menyayangimu suamiku. Mimpi indah Sayang bersama Arya kita."


💫💫💫💫


6 bulan kemudian tiba tiba saja Arya sakit, jadi saat ini Nelan sedang mengantar istri dan putranya ke rumah sakit. Richa terlihat panik, karena untuk pertama kalinya Arya sakit. Demamnya sangat tinggi Richa tidak tega melihat putranya itu yang sejak tadi terus menangis.


Setibanya di rumah sakit, Salsa dan Naila langsung merawat Arya. Richa yang sedang menangis karena tidak tega mendengar suara Arya yang semakin keras menangisnya saat jarum hinpus di pasangakan di tangan kecil putranya itu.


Di dalam dekapan sang suami Richa tak henti hentinya menangis.

__ADS_1


" Mas.. Anak kita.. Dia kesakitan, dia menangis.."


" Sabar Sayang. Semua akan baik baik saja. Arya kita akan baik baik saja. Bunda sedang merawatnya."


" Jangan khawatir, Sayang. Kau adalah seorang dokter, bagai mana kau bisa sepanik ini melihat anakmu demam."


" Aku sangat panik melihatnya menangsi sangat lama bun."


" Itu wajar, anak anak saat demam pasti akan selalu menangi. Malah bunda heran setelah lama ini baru Arya mengalami demam. Karena pada dasarnya anak anak biasanya sangat mudah demam akibat virus dan bakteri. Bunda rasa karena kau sangat tau cara merawat anakmu dengan baik selama ini." Jelas Salsa.


" Dia akan segera membaik kan bunda?" Tanya Nelan.


" Tentu, Nak."


" Anak kalian sudah tenang sekarang. Jadi berhentilah menangis." Ucap Naila.


" Kau sangat pintar menasehati orang lain. Kau lupa bagai mana kau menagis juga saat Lili demam tinggi pertama kali." Ujar Salsa.


" Bunda..!"


💫💫💫💫


Richa yang baru kembali dari membeli sesuatu untuk keperluan Arya, saat ia kembali Nelan sedang tidur sambil memeluk Arya, Richa sudah terbiasa dengan hal itu. Namun walau begitu, Richa tetap merasa senang melihatnya.


Cara anak dan ayah itu saat tidur, memiliki kemiripan. Arya persis seperti sosok Nelan kecil.



Ricah menatap lekat wajah keduanya lalu mencium pipi keduanya.


" Terimakasih sudah menjadi suami dan ayah yang baik untukku dan putra kita. Kita menyayangimu suamiku. Mimpi indah Sayang bersama Arya kita."


Keesokan harinya keadaan Arya sudah lebih baik dan sudah boleh pulang. Pengalaman itu sangat lah menakutkan bagi Richa dan Nelan. Namun sebuah kejadian bisa menjadi sebuah pelajaran bagi keduanya.


Waktu pun bergulir dengan cepat, kini Arya mulai bisa berdiri, walau usianya baru 8 bulan. Namun saat ini Nelan sangat sibuk dan sudah beberapa hari tidak sempat pulang kerumah.

__ADS_1


Richa dan Arya sangat merindukan sosok suaminya itu. Saat ia dan Arya tertidur lelap, karena hari sudah tengah malam Nelan yang kembali kerumah tidak di sadari oleh Richa. Nelan langsung mendekati istri dan anaknya itu, di belainya dengan lembut rambut Richa lalu mengecupnya.


" Maaf ya Sayang. Karena beberapa hari tidak pulang. Arya dedy masih ingat janjinya kan? Terimakasih nak, sudah menjaga mami dengan baik."


Nelan sangat berhati hati saat melangkah saat masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Namun saat ia keluar dari kamar mandi Richa sudah tidak ada di samping Arya. Nelan membuka almari untuk mengambil baju tidurnya.


" Mas sudah pulang, kenapa tidak membangunkanku?" Ucap Richa. Dia membawa nampan yang berisi secangkir kopi di atasnya.


" Mas tidak muu mengganggu tidur mu Sayang." Nelan mendekati Richa dan menarik kepalanya lalu mengecup keningnya.


" Maafin masmu ya Sayang. Karena sudah lama tidak pulang kerumah."


" Hmm, gak pa pa mas. Aku tau mas lagi sibuk, dan ada masalah di kantor. Ohya Sayang? Apa masalahnya sudah beres? Apa mas sudah beehasil menangakap para penjahat itu?" Richa sangat antusias bertanya pada Nelan tentang masalah pekerjaan suaminya itu.


" Kau tidak merindukanku?"


" Hah? Tentu saja aku merindukanmu mas. Kenapa mas nayak gitu?"


" Gak ada, mas juga sangat merindukanmu." Nelan memeluknya erat.


" Hmm?" Nelan menggiring tubuh istrinya itu naik ke atas tempat tidur.


" Ayo kita tidur, aku ingin memeluk istri dan anakku yang sangat aku rindukan." Ucap Nelan, setelah berbaring Nelan melingkarkan tangannya di tubuh istri dan anaknya itu. Mereka pun tertidur lelap hingga pagi hari menyingaingkan sinar mentari.


Tidak ada kebahagiaan yang lebih baik dari yang saat ini Richa dan Nelan rasakan. Kehadiran Arya melengkapi kebahagiaan keduanya. Hari hari yang mereka jalani mulai kembali normal dan penuh kebahagiaan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih, salam kasih dari author ff


__ADS_2