
" Kenapa mas bohong. Apa mas udah bosen sama aku, mas marah karena sebelumnya aku bilang gak mau mas deket deket ma aku? Itu bukan alasan sampai mas bohongin aku dan cari wanita lain. Aku gitu karena anakmu mas."
Apa? Jadi semua itu karena bawaan bayi. Aku bodoh langsung pergi gitu aja kemarin dan gak dengerin penjelasan Icha dulu. Maaf Sayang, aku salah.
" Apa mas, bosen sama aku, mas tidur sama dia."
" Icha.. Kamu bicara apa sih?"
" Kenapa mas, apa karena akhir akhir ini kita harus mengontrol diri demi bayi kita, jadi mas merasa jenuh? Dan tidur bersama wanita yang bernama Sarah itu? Hah?" Bentak Richa.
" Richa.. Kau sudah keterlaluan. Aku tau aku bersalah, karena beberapa sebab. Tapi tuduhan mu kali ini sudah keterlaluan, aku juga punya kesabaran.." Bentak Nelan. Membuat Richa sampai ketakutan.
" Hwaaaaa..."
Lah, aku kok malah marah sih? Ini gimana ceritanya, aku malah buat Icha nangis.
" Maaf, Sayang. Mas gak.."
Richa berlari dari dalam kamar, yang ternyata bukan hanya lari sampai luar kamar melainkan lari keluar rumah. Richa yang sedang menangis, namun kerennya masih sempat menyambar tas dan ponselnya dari atas meja rias. Ibu hamil itu berlari sangat gesit sampai sampai Nelan tidak sempat mengejarnya, karena sebelum keluar Nelan terpaksa harus memakai celana panjang, karena sebelumnya sudah Nelan ganti dengan celana bokser.
Sial, dimana Richa? Cepet banger ngilangnya.
💫💫💫💫
Di depan warung nasi uduk, Richa yang lari tiba tiba tanpa tujuan akhirnya tiba tiba turun dari taksi di deket warung nasi uduk.
" Non cantik gak mau makan? Yakin mau teh anget aja?" Tanya si ibu pemilik warung.
" Iya bu. Saya gak laper, soalnya baru aja makan malam."
" Lah kalo udah makan malem, kenapa keluar lagi non? Nyarik angin ya?" Richa menjawab si ibu warung dengan nyengir.
" Jangan suka nyari angin non, entar masuk angin. Cape kalo harus di kerokin, sakit non."
Ahahaha ni ibu kenapa jadi ngomongin angin ma kerokan sih? Serah deh aku terlalu lelah meladeni lawakan garingnya.
Richa menghela napas kasar.
Sebelumnya aku udah sering liat mas marah, tapi kenapa kali ini lebih menakutkan ya? Aku bahkan sampai gemetaran dan lari tanpa pikir panjang. Apa aku udah salah paham ke mas? Tapi maksud chat wanita itu apa? Dia pake nyebut nama mas Dion lagi. Pokonya kaliamat pesannya bisa buat siapa aja salah paham. Tapi aku wajar kan marah, karena mas udah bohong ma aku.
" Richa..!?"
Nelan tiba tiba sudah tiba disana, membuat si ibu warung dan beberapa pelanggan lainnya terkejut.
" Ngapain kamu disini?"
__ADS_1
" Menurutmu? Ayo pulang..!?"
" Lah mas genteng ini suaminya mba cantik toh? Serasi banget ya.."
" Aku gak mau, mas pulang aja sendiri. Aku gak mau ketemu atau ngomong sama kamu."
Yaelah aku di cuekin. Ahahahaha, lagi berantem ternyata. Kayaknya pengantin baru.
" Oh ya!?"
" M-Mas mau apa?" Nelan menarik Richa keatas pangkuannya.
" Mau pulang, atau..!?" Nelan hampir menempelkan bibirnya di bibir Richa.
" Kyaaaaa.... Nak sabar nak. Inget tempat."
Si ibu nasi uduk ganggu aja deh.
" Sabar nak ganteng. Kalau masih jadi pengantin baru mang sering salah paham. Apa lagi suaminya seganteng anak. Pasti banyak cewek yang ngerumunin. Jadi maklumin aja kalo nak cantik cemburu. Ahahaha, pengalam sih."
" Denger tuh, ucapan yang lebih berpengalaman." Ucap salah satu pelanggan.
" Emang suami ibu ganteng juga?" Tanya pelanggan lainnya.
" Nih bu, uang teh manis nya. Maaf udah ganggu." Nelan mengankat tubuh Richa.
" Lah ini kembaliannya gimana nak genteng."
" Ya mau bawa kamu pulang.."
" Buat ibu aja."
" Mas turunin gak?"
" Gak bisa, nanti kamu lari lagi."
" Mas!?"
" Icha!?"
" Aku bukan anak kecil mas. Aku bisa jalan sendiri dan gak bakal lari."
" Berarti tadi istriku berubah jadi anak kecil dong. Soalnya dia tiba tiba lari."
" Mas!?"
__ADS_1
Akhirnya Nelan berhasil memasukkan Richa kedalam mobil. Dan membawanya pulang.
BAM!?
" lah kok pintunya di kunci, Sayang!?"
" Mas jahat, hwaaaaa.. Hikk hikk. Jadj bener mas bohongin aku. Semalam maa gak kerja tapi malah berpesta sama cewek cewek gak jelas di luar sana."
" Sayang!? Buka dong, kita ngomong baik baik ya? Mas janji gak bakal ulangi lagi."
" Mas juga bilang, kalau mas sampai gak sadar gara gara ada yang naruh sesuatu di minuman mas. Terus siapa yang bisa jamin kalau mas gak ngapa ngapain si Sarah itu?"
" Lah kok jadi Sarah?"
Richa salah paham apa nih? Sampe nyebut nama Sarah.
" Sayang!? Sarah itu pacadnya Dion, mas gak ada hubungan apa pun sama dia, Icha.."
" Gimana aku bisa percaya. Dia chat mas bilang minta maaf dan juga bilang gak mau pisah sama mas Dion karena kejadian malam itu. Emang mas udah ngapa ngapain dia? Sampe dia kirim pesan gitu ke kamu? Wuwaaaaa.."
" Lah, sejak kapan Sarah kirim pesan, Sayang?"
Jadi itu alasannya poselku di ancurin ma Icha. Pantesan dia ngamuk.
" Richa, itu gak bener, Sayang. Sarah minta maaf karena itu pesta dia dan karena minuman yang dia bayarin mas mu jadi salah minum dan gak sadar. Makanya dia minta maaf. Dion ma Arga bisa jadi saksinya Sayang."
" Terserah, bagiku mereka sama aja sama mas."
" Dengerim mas, Icha. Mas akui hubungan kita awalnya didasari dengan keterpaksaan. Cinta mas gak timbul sejak kita menikah. Tapi Icha, sejak mas sadar kalo mas mencintaimu, gak sekali pun aku berpikir bisa melihat ke arah daun sirih lainnya. Karena kamulah kelopak mawar terharum yang tidak bisa aku lupakan wanginya. Jadi, Sayang tolong percaya sama mas. Selain kamu gak ada yang mas ingin kan lagi. Mas cuma cintanya sama kamu, Icha. Istri terbaikku calon ibu dari anak anakku."
" Mas malam ini tidur di luar aja, aku belum bisa terima karena udah di bohongin. Biarkan aku sendiri."
" Tapi mas, mau kelonan ma istri mas. Masak dua malam gak meluk istriku."
" Mas kelonan ma bantal guling aja, atau sekalian minta di kelonin ma gundorwo sono. Salag sendiri udah ngabaiin Icha dan anak kamu kemarin malam."
" Waduh, emang tega, liat suamimu kelonan ma gundurwo?"
" Bodo amat."
" Ya udah, mas tidur di ruang tamu ni?"
Nelan dengan wajah tertekuk melangkah menuju ruang tamu. Namun ada yang terlupakan dan Nelan kembali mendekati pintu kamar dan mengetuknya.
" Icah!? Buka dong Sayang!? Mas mau ambil mantal ma selimut aja. Kalo gak boleh tidur di samping kamu ya udah mas pasrah deh."
__ADS_1
Tak lama kemudian Richa membuka pintu, namun bukannya membiarkan Nelan masuk, Richa malah menutup pintu kamar lagi setelah menyerahkan bantql dan juga selimut pada Nelan.
Sedihnya, gak bisa meluk istri dan anakku yang ada di perut Ichaku. Emang salah ku sih, kenapa gaj jujur sejak awal sih? Kalo jujur kan Richa gak sampe semarah ini.