
Setelah menghabiskan tehnya Dion pamit pulang.
"Terima kasih minuman nya." ucap Dion sopan.
" Iya, Mas. Sekali lagi terima kasih." seru Richa. Dion membalas nya dengan sebuah senyuman sebelum ia akhirnya benar-benar pergi dari sana. Setelah Dion pergi Richa kembali masuk ke dalam kamar, Nelan terlihat merasa tidurnya tidak nyaman.
" Apa yang terjadi ? kenapa dia sampai minum sebanyak ini ", ucap Richa seraya duduk di samping suaminya itu.
" Panas... Ahh, ini sangat panas ", gumam Nelan seraya berusaha membuka bajunya. Richa bermaksud membantunya mengganti kemejanya. Namun saat Richa berusaha membuka kancing pertama kemejanya tiba-tiba Nelan menghentikan tangan Richa dengan menggenggamnya. Richa terkejut karena Nelan menarik Richa dengan gerakan cepat, tubuh nya berada di bawah Nelan.
" Auwh..." pekik Richa.
" A--apa yang kamu lakukan ?", tanya Richa gugup. Tatapannya semakin dalam dan liar. Tangannya membelai wajah Richa dan wajahnya ia dekatkan kewajah Richa hingga akhirnya hanya menyisakan sedikit sela, Richa bahkan bisa merasakan hangatkan napas Nelan, tercium aroma minumam yang lumayan menyengat.
" Jangan pergi, aku menginginkanmu..", ucap Nelan tidak terlalu jelas.
" Aku tidak akan pergi, jadi lepasin aku, Nel...."
Napasnya.... Ini terlalu dekat, aku bisa mendengar detak jantungnya.
" Dia kuat banget sih, padahal lagi mabuk berat ", gerutu Richa seraya berusaha mendorong tubuh Nelan, tapi hasilnya sia-sia.
" Lepas gak, jangan sentuh aku, Nel. Kamu mabuk, jangan macam-macam....", Richa terus berusaha melepaskan diri, tapi Nelan sudah menyatukan bibirnya dengan bibir Richa.
Dug.
Jantung Richa berdetak bak gendang, begitu cepat dan nyaring, bahkan Nelan pun bisa mendengar suara detaknya. Mata Richa terbelalak dengan sempurna.
__ADS_1
" Nelmmm...lemmm", Richa berusaha melepaskan diri tapi Nelan semakin ******* bibir Richa, ada sensasi kenikmatan yang tak mampu Richa ucapkan, walau batinnya mengatakan yang terjadi itu salah, tapi entah mengapa ia seakan tidak ingin melepaskan diri, semakin lama ciuman itu mulai terasa nikmat dan Richa pun akhirnya mulai ikut terbuai dan ia membalas ciuman itu.
Kenapa? kenapa aku tidak bisa menolaknya?
Tangan Nelan mulai menjamah bagian perut Richa melalui piama Richa. Sekarang Nelan mulai menyusuri tengkuk Richa ia meninggalkan beberapa tanda pemiliknya di sana. Saat Richa mulai bergaiarah dengan sentuhan lembut suaminya itu tiba-tiba saja Nelan membuat Richa tersadar saat Nelan menyebut nama Keysa.
" Keysa.... Maaf ", dua kata itu seperti pukulan keras yang mengenai jantungnya. Seketika air bening sudah menggrnangi pelupuk maganya, air itu mulai mengalir dan membasahi pipi mulusnya.
Kenapa dia melakukan ini padaku, kukira setelah dia menciumku tadi siang, aku sempat berpikir mungkin dia memiliki sedikit rasa cinta untukku. Aku terlalu naif, ini sudah cukup. Sudah saat nya mengahiri hubungan konyol ini, sudah saat nya kau menyerah, Richa.
Dengan sekuat tenaga, Richa menyingkirkan Nelan dari tubuhnya, namun Nelan malah tumbang dan tertidur di atas tubuh Richa. Setelah berhasil melepaskan diri dari Nelan, Richa merapikan bajunya yang sudah sedikit terbuka. Richa terisak, ia mencengram kerah bajunya.
Keesokan harinya.
Nelan bangun dan memegangi kepalanya yang terasa pusing.
" Kepalaku sakit, apa yang terjadi, kenapa aku bisa ada di kamar ?", Nelan tidak melihat Richa di dalam kamar, " Richa..!!" Nelan mencoba mengingat apa yang terjadi semalam, dia ingat semalam ia minum-minum bersama Arga dan Dion. Tapi dia tidak ingat bagai mana cara dia bisa pulang kerumah.
Saat bayangan itu mulai kembali ke ingatannya, Nelan ingat apa yang sudah ia lakuian pada Richa semalam.
" Ya, Tuhan. Apa yang sudah ku lakukan ? Richa... Oh tidak." Nelan bergegas turun dari tempat tidur, ia mencari Richa di kamar mandi namun tidak ada, lalu ia berlari keluar untuk mencari keberadaan Richa. Terlihat Richa sedang ada di dapur, ia terlihat sudah rapi dan berdandan secantik mungkin.
" Kau susah bangun !!" Ucap Richa tanpa berbalik atau menatap Nelan.
" Richa...",
__ADS_1
" Duduk lah, aku membuatkan teh madu untukmu", timpal Richa menghentikan ucapan Nelan..Richa berbalik lalu menatap Nelan sejenak sebelum ia melangkahkan kakinya mendekati Nelan yang masih berdiri menatap Richa. Saat Richa sudah berdiri di depan Nelan, sejenak tatapan keduanya begitu dalam sangat sulit di artikan. Richa menarik sudut bibirnya hingga berbentuk senyuman.
" Richa, aku..",
" Duduk dan minum tehnya, setelah itu baru kita bicara ", ucap Richa seraya meletakkan gelas itu di atas meja, Nelan pun mengikuti perintah istrinya itu. Richa juga ikut duduk di kursi yang menghadap pada Nelan. Nelan terus saja menatap Richa tanpa mengalihkan pandangannya sedetik pun.
Richa juga menyeruput teh yang ia buat untuk dirinya. Nelan benar-benar tidak bisa menebak espresi wajah Richa saat ini, sesaat ia melihat ke leher Richa terlihat tanda kemerahan disana, ia sadar betul tanda apa itu, itu adalah akibat ulahnya semalam.
" Minumlah, kau bakal ngerasa lebih baik setelah meminumnya ", ucap Richa masih dengan espresi tenang dan sedikit tersenyum. Nelan merasa ketenangan itu seakan mencekam sebelum terjadinya badai. Nelan menekuk tehnya hingga habis, lalu ia meletakkan gelasnya, sekarang ia sudah siap untuk bicara.
" Richa, aku..."
" Kau ingin minta maaf ?", potong Richa, " Seperti sebelumnya, kau menciumku lalu kau minta maaf. Kali ini pun pasti sama kan ? karena kau mabuk kau, kau membuat kesalahan dan..",
" Richa, tolong..",
" Kita...", Richa menatap serius ke mata Nelan, " Ayo kita bercerai !!", Sontak mata Nelan membulat dengan sempurna.
" Ayo kita akhiri hibungan konyol ini, Nel. 2 bulan lagi atau sekarang akan sama saja kan ?", tegas Richa. Nelan tidak langsung bicara atau menjawab ia hanya menatap tajam ke sorot mata istrinya itu. Ia bisa melihat ketegasan dari kalilimat yang di ucapkannya.
Apa dia sangat ingin berpisah karena kejadian semalam ? Kenapa hatiku begitu sesak, sejak kapan perasaanku padanya sampai sedalam ini, seakan perasaanku pada Keysa sudah di ambil alih olehnya.
" Baiklah." Richa seakan dinsambar petir, kalimat itu sudah mewakili segalanya, kalau Nelan tidak memiliki sedikit pun rasa untuknya. " Setelah pernikahan Nevan, kita akan memberitahu keluarga kita bahwa kita akan bercerai ", lanjut Nelan, langsung berlalu menuju kamar.
Aku tua hari ini akan tiba, pernikahan yang kita lakukan karena sebuah kecelakaan. Awalnya aku pikir gak bakal menyukaimu apa lagi jatuh cinta padamu.
" Tapi hari ini, hatiku sesak, aku sulit bernapas. Saat kau dengan mudahnya setuju untuk berpisah." Richa mulai terisak, ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena tidak ingin Nelan mendengar suara tangisannya.
__ADS_1
Richa mengabil tasnya dan ponselnya, lalu ia keluar dari rumah tanpa pamit pada Nelan. Karena saat Richa masuk kedalam kamar Nelan sedang mandi.