
Richa nampak gelisah, namun apa yang menyebabkannya geliasah ia tak tau. Baru saja ia mendapat kabar dari suaminya kalau dia tiba di kota yang ia tuju dalam keadaan baik baik saja. Lalu apa arti kegelisahannya itu. Perasaannya campur aduk, ia mondar madir di dalam kamarnya, sedangkan Arya sudah tertidur nyenyak sedari tadi.
Berkali kali ia menghela napas untuk menenangkan perasaannya yang gelisah. Ia melihat jam dinding di kamarnya, sudah menunjukkan jam 1 malam. Namun ia tak juga merasa mengantuk atau ingin segera tidur.
Richa memutuskan untuk duduk di tepi tempat tidurnya, ia pun mengambil ponsel nya dan mencari nama Nelan yang tertera di layar benda kecil itu. Tanpa pikir panjang Richa pun langsung menghubungi Nelan dengan via video call.
Richa menunggu beberapa menit namum si empu ponsel di sebrang tak juga menunjukkan tanda tanda akan menerima panggilan darinya. Karena tak ada jawaban dari Nelan walau sudah di hubungi berkali kali membuat hati Richa semakin tidak tenang.
Richa juga mengirimkan banyak sekali pesan pada suaminya.
My Husband
" Mas, sedang apa? Kenapa tidak mengangkat panggilanku?"
My Husband
" Mas.. Jawab aku dong?"
My Husband
" Mas, kamu baik baik aja kan?"
Lebih banyak lagi isi pesan yang Richa kirimkan, namun bakahkan hingga ia tertidur, Nelan tak juga memberinya kabar sama sekali.
Lalu di pagi hari Richa di kejutkan oleh bunyi ponselnya, ia sambai terjengkat bangun dan mencari asal suara ponselnya yang ternyata sudah terjatuh di lantai.
" Mas..!?" Richa melihat nama suaminya di layar ponsel miliknya. Dengan segera ia pun menerima panggilan itu.
" Mas..!?"
" Halla Cha!?"
" Hallo mas.. Mas kemana aja sih? Kenapa tidak meneriama panggialanku? Mas tidak tau kan seperti apa cemasnya aku?"
" Sayang!? Coba tenang. Ada apa Cha? Kenapa kau sampai sepanik ini? Kau bahkan semalam berkali kali menghubungiku? Ada apa? Hmm?"
" Sejak semalam perasaanku tidak tenang, karena itu aku menghubungimu. Tapi mas tidak menjawabku.."
" Maaf, Sayang. Semalam aku sedang melakukan pengintaian dan aku tidak bisa menayalakan ponselku dengan mode dering. Karena itu aku tidak tau kalau kau menghubungiku Sayang." Jelas Nelan panik karena mulai terdengar suara isakan dari istrinya.
__ADS_1
" Icha! Apa kau menghawatirkan diriku?"
" Hmm, hikk hikk.."
" Sayang, aku baik baik saja. Maaf ya, karena sudah membuatmu khawatir. Tapi mas janji, akan segera menyelesaikan masalahku disini, dan secepatnya kembali padamu dan Arya. Jadi berhentilah menangis Sayangku. Hmm?"
" Hmm." Richa mengangguk pelan. " Janji, mas akan kembali secepatnya dan akan baik baik saja?"
" Janji." Jawab Nelan.
" Aku mencintaimu mas."
" Aku juga Sayang. Ohya, apa Aryaku sudah bangun?"
" Belum, dia masih tertidur."
" Yaudah, kalau dia bangun nanti titipkan ciuman dariku untuknya."
" Hmm." Jawab Richa. Lalu ia pun mengahiri panggilan itu. Richa sedikit merasa lebih tenang setelah mendengar suara suaminya.
Richa mendekati Arya dan mencium pipi putra tercintanya itu. Syukurlah dedy baik baik saja Sayang, tapi entah mengapa perasaan mami masih tetap tidak merasa tenang." Richa menggenggam tangan kecil Arya.
💫💫💫💫
Arya tertawa saat ia sudah berada di dalam bak mandinya. Richa memandikan Arya karena sebentar lagi ia akan berkunjung ke rumah baru Lilian, karena hari ini Naila dan Rehan akan kembali dari bulan madunya. Dan mulai hari ini juga Naila dan Lilian akan tinggal di rumah yang baru Rehan beli untuk mereka tinggali.
Arya dan Richa sangat bersenang senang saat sedang berada di kamar mandi. Karena Arya memamg sangat suka sekali bermain air.
Saat sudah selesai mandi, Richa memakai kan segala yang perlu di pakai ke tubuh kecil putra tercintanya itu. Kelincahan Arya terkadang membuat Richa sangat kesulitan memakaikan baju padanya. Yang terpaksa ia sampai harus meminta bantuan dari Nanik.
" Ayo Sayang. Kita berangkat ke rumah barunya kak Lili." Ajak Richa, yang langsung menggendong Arya keluar dari dalam kamarnya.
Namun di depan pintu kamar, Richa terkejut dengan kedatangan Nanik tiba tiba dan menghentikan langkahnya.
" Ada apa bi?" Tanya Richa terkejut.
" Maaf non, itu ada den Evan di depan." Jelas Nanik.
" Apa? Evan disini? Tapi untuk apa?" Ucap Richa bingung.
__ADS_1
" Bibi kurang tau non."
" Ya udah, makasih bi."
Richa langsung melangkah ke luar rumah setelah berpamitan pada Nanik.
" Mas Evan disini?" Tanya Richa melihat Evan duduk di kursi teras depan rumah.
" Iya. Aku datang untuk menjemput kalian berdua." jawab Nevan.
" Tapi kenapa harus repot repot di jemput mas. Kita kan bisa naik taksi." Ucap Richa.
" Aku tau itu. Tapi kau juga tau kan, tidak ada yang bisa menolak bunda. Dia memintaku menjemput kalian, maka aku harus kelakukn itu." Jelas Nevan.
Tiba tiba di tengah percakapan itu Arya ingin meminta di gendong oleh Nevan. Richa mau tak mau terpaksa memberikan Arya padanya.
" Ayo, kita pergi. Lili dan nenek sudah menunggu Arya." Ujar Nevan. Lalu Richa pun mengikuti langakah Nevan menuju mobilnya.
" Berapa lama Nel akan bertugas di luar?" Tanya Nevan memecahkan keheningan yang terjadi di dalam mobil itu.
" Mas bilang akan segera kembali. Namun aku juga tidak tau pasti kapan." Seru Richa.
" Aku tau, sampai saat ini pun kau masih merasa tidak nyaman di dekatku. Aku mengerti itu, aku memang pantas mendapatkan kebencianmu Icha." Ucap Nevan tiba tiba.
" Apa maksud mas bicara begutu? Aku sudah pernah mengatakan sebelumnya. Kalau semua itu hanyalah masa lalu. Dan aku tidak membenci mas Evan sama sekali." Ujar Richa.
" Tapi aku, tetap tidak berani menatap matamu. Karena .."
" Kenapa mas?"
" Apa?"
" Aku tidak mengerti alasannya? Kenapa mas tidak bisa menatapku? Kenapa mas begitu merasa bersalah padaku? Mas Evan tidak melakukan kesalahan sama sekali. Karena kau melakukan semua yang menurutmu benar saat itu. Siapa pun tidak bisa mengendalikan hatinya mas. Begitu pula aku. Jika saat itu aku sudah mencintai seseorang dalam hidupku. Pasti aku juga tidak akan menyetujui perjodohan itu." Jelas Richa.
" Namun Nel melakukannya, dia merelakan cintanya demi nama baik keluarga dan memilihmu. Nel bisa melihat ketulusan di matamu. Tapi aku, aku tidak bisa melihat apa pun."
Richa terdiam, dia tidak bisa lagi meneruskan percakapan yang menurutnya tidak ada artinya lagi itu.
Setibanya di rumah Rehan, Richa langsung melihat wajah bahagia bunda dan juga Lilian.
__ADS_1
" Lihat Sayang, dek Arya sudah datang." Ucap Salsa. Lalu tak lama kemudian mobil yang menjemput Rehan dan Naila dari bandara, akhirnya tiba di rumah.