Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Hukuman


__ADS_3

Setelah lelah menemani Lilian bermain dengan Arya, Richa akhirnya tertidur. Nelan lah yang memintanya istirahat, dan dialah yang akan menjaga Lilian dan Arya.


1 jam kemudian Richa bangun, saat ia menangkap sosok yang sangat ia cintai sedang tertidur lelap di samping putranya, senyum indah pun menampakan sinarnya di wajah Richa.



Richa tidak pernah menyangka akan melihat sisi yang luar biasa dari sosok Nelan. Laki laki yang dulu begitu bringas dan juga dingin, bisa berubah sehangat sinar matahari pagi.


Richa sampai meneteskan air matanya seraya membelai lembut wajah suami terhebatnya itu lalu mengecupnya, Richa juga meninggalkan tanda cinta di wajah putranya dan juga Lilian yang saat ini ketiganya sedang tidur lelap di sampingnya.


Kreeeeet..


Richa langsung menoleh dan tersenyum pada orang yang membuka pintu.


" Lili tertidur!?"


" Ia mba. Mungkin dia kelelahan setelah bermain dengan Arya dan pamannya." Richa menatap Lilian yang tertidur, wajahnya yang sedang tidur sangat menggemaskan Richa sangat suka melihatnya. Di tambah lagi saat ini ada dua pria lainnya yang tidur disana, Nelan besar dan duplikatnya si Arya.


" Kau istirahatlah, biar mba yang menjaga kalian. Aku rasa si pahmud juga sangat lelah. Biar dia tidur lebih lama." Ucap Naila.


" Mba benar. Mungkin sejak aku di rawat ini pertama kalinya mas tidur selelap ini. Wajahnya terlihat sangat lelah, aku merasa kasihan padanya mba." ucap Richa lirih menatap wajah sang suami.


" Nelan itu sudah banyak berubah sejak bertemu denganmu. Aku tau dia pria yang baik, tapi aku belum pernah melihat sosok sehangat ini darinya. Untuk pertama kalinya dia begitu takut kehilangan seseorang, bunda bilang Nelannya menangis tersedu menantikanmu sadar dan kembali padanya." Ujar Naila. Di iringi senyuman Richa juga mrneteskan air matanya karena merasa sangat bersyukur kalau pria itu adalah lelakinya.


" Ya sudah, istirahatlah.."


" Tidak mba, aku baru saja bangun tidur. Mba kembalilah bekerja, aku akan menjaga mereka." Tangkas Richa.


" Kau yakin?"


" Hmm.."


" Ya sudah, kalau ada apa apa kau bisa memanggilku. Aku titip Lili ya." Richa mengngguk pelan.


Selama beberapa waktu Richa terus memandangi wajah suami dan anaknya, ada kebahagaian yang tak mampu ia gambarkan saat melihat wajah wajah yang sangat dicinatainya itu.

__ADS_1


Tak lama kemudian Nelan terjaga, dan langsung melemparkan tatapan tepat di sorot mata istrinya yang sedang menatapnya dengan tatapan penuh cinta.


" Richa, jangan menatapku begitu." Ucap Nelan yang sudah menegakkan tububnya.


" Memangnya aku menatap mas seperti apa?" Richa menatapnya dengan tatapan menggoda. Richa memang sengaja menggoda suaminya itu.


" Kau tau sekeras apa usahaku untuk menahan diri." Seru Nelan. Richa menampakkan wajah serius.


" Aku kan hanya menatap wajah suamiku. Apa tidak boleh! Mas tidak suka aku pandangi lagi. Secepat itu?"


" Richa.. Jangan bercanda, atau aku mungkin akan hilang kendali dan itu sangat tidak baik."


Richa malah tertawa, Nelan tidak tahan lagi membiarkan istrinya itu terus memggodanya, bahkan wajah imut Richa saat berpura pura cemberut membuat adrenalinnya terdesir.


" Sekarang kau berani ya membuat suamimu tersiksa begini." Raut wajah Nelan seketika berubah karena Richa mentertawakannya.


" Maaf mas, aku hanya bercanda. Jangan marah ya Sayang." Richa tersentak saat Nelan tiba tiba naik ke atas tempat tidur dan menariknya kedalam pelukanya.


" Mas, kamu ngapain? Ini dirumah sakit Lilian dan Arya juga sedang tidur, nanti mereka bangun mas." Ia berusaha melepaskan dirinya dari dekapan Nelan yang erat.


" Aku kan udah minta maaf mas. Ayo lepasin mas. Nanti ada yang masuk dan melihat bagaimana?"


" Memangnya apa yang kita lakukan? Apa yang sedang kau pikirkan?"


" A-Aku, tidak memikirkan apa pun." Richa salah tingkah dia memalingkan wajahnya, Nelan tertawa kecil.


" Tetaplah seperti ini, aku hanya ingin memelukmu." Ucap Nelan semakin mengeratkan pelukannya.


" Mas..!?"


" Richa..!?" Nelan mencium wangi dari rambut istrinya itu. Seperti biasa nya wangi Richa sungguh membuat batin Nelan menelan selipannya. Karena ia harus mengerahkan seluruh tenaganya agar bisa tetap terkendali karena dia tau ini bukanlah waktu yang tepat.


Nelan melepaskan pelukannya dan menatap lekat wajah istrinya itu. Richa tersenyum manis padanya. Membuat batin Nelan sudah tak dapat di kendalikan. Nelan pun melingkarkan tangannya di leher jenjang istrinya itu sambil saling menatap mesra. Perlahan Nelan mendekatkan wajahnya lalu mencium lembut bibir merah merekah wanita terkasihnya itu.


Ciuman yang sudah lama tidak ia rasakan. Bibir keduanya saling berpaut satu sama lain. Hanya terhenti sesaat karena sebuah oksigen sudah tak terhirup oleh keduanya. Lalu mereka melakukannya lagi, tanpa sadar kalau ada seseorang yang masuk.

__ADS_1


"Ehem..." Richa dan Nelan sontak terkejut mendengar suara tersebut. Orang yang sudah mengganggu mereka adalah Rehan. Richa malunya tak terucapkan lagi, ia sampai menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


" Apa kalian tidak bisa melakukan hal mesum itu setelah kalian berada di kamar kalian sendiri. Kenapa kalian membuat mataku yang suci ini menjadi ternoda."


" Kau saja yang tidak sopan masuk sesukamu, dan tidak mengetuk pintu." ucap Nelan kesal.


" Lo kira ini kamarmu, hah? Ini rumah sakit, peraturan dari mana itu."


" Hmm, ini rumah sakit ayahku. Jadi seluruh kamar disini adalah kamarku. Aku bisa melakukan apa saja dengan istriku. Kenapa kau yang protes." Celetuk Nelan.


" Terserah, setidaknya jangan lakukan hal itu di hadapan putriku yang masih polos itu." Nelan dan Richa terkejut melihat Lilian sudah bangun.


" Papi.." Rehan yang belum sembuh total hanya bisa melangkah dengan hati hati.


" Lili, kau ini setelah melihat papi Rehan langsung lupa pada paman dan bibi." Celetuk Nelan.


" Jangan memarahi putriku." Ucap Rehan yang sudah mengangkat Lili di pelukanya.


" Bagai mana keadaanmu cha?"


" Aku baik baik aja, Lo gimana?"


" Dia pasti sudah baik baik aja. Kau tidak lihat wajah berserinya itu." Ucap Nelan. Richa memukul pelan dada suaminya itu.


Rehan menatap lekat wajah kecil Arya. Dia merasa bahagia karena berhasil menyelamatkan nyawa kecul itu dan juga Richa.


💫💫💫💫


Hari ini Richa kembali ke rumah. Ia merasa sangat bahagai bisa kembali kerumahnya itu. Bi Nanik menyambutnya dengan senyum hangat dan rasa syukur karena majikannya itu kembali dengan selamat dengan putranya.



Saat Nelan sedang bermain dengan Arya, Richa sedang sibuk dengan urusannya di dapur bersama Nanik.


" Lihat nak. Mami sangat sibuk sejak pagi, dia samapi lupa padamu dan Dady. Apa saat mami kembali kita beri dia hukuman saja." Nelan sangat senang bisa melihat wajah ceria putranya setiap pagi. Arya adalah bayi yang cerdas, saat ia bangun tidur karena lapar atau gangguan lainnya. Arya tidak menangis melainkan seperti sedang bicara. Padahal usianya baru beberapa minggu.

__ADS_1


__ADS_2