
Di dalam kamar, Keysa terlihat sedang menangis dan Nelan sedang mengajaknya bicara dan coba membujuk wanita itu.
" Kamu gak bohong kan ? kamu bener-bener akan bercerai dengannya beb ?", seru Keysa.
" Beneran beb, kita udah sepakat akan berpisah setelah beberapa bulan lagi, jadi aku mohon kau harus bersabar dan percaya padaku ", ujar Nelan.
Kamu itu milikku Nel, tak akan ku biarkan wanita mana pun merebutmu dariku. Akan ku singkirkan siapa pun yang mencoba mengusik hubunganku denganmu, Sayang.
" Ayo, aku akan mengantarmu ", Keduanya keluar saling bergandengan tangan.
" Aden mau pergi ?", tanya bi Nanik.
" Iya, bi. Ohya dimana Richa ?", Keysa sangat tidak suka mendengar Nelan menyebut nama Richa.
" Non Richa tadi pamitnya keluar sebentar den ",
Kemana dia ? kenapa pergi begitu saja.
Keysa yang merasa kesal memaksa Nelan untuk segera pergi. Dengan segera mereka keluar dari dalam rumah.
----------
Di dalam taxi
" Mau di antar kemana non ?", tanya si supir taxi.
Aku harus kemana ? aku pergi dari rumah untuk menghindari kedua pasang kekasih itu tanpa memikirkan tujuanku.
" Ke alamat XX ya pak ", Richa menyebutkan sebuah alamat pada supir taxi. Taxi pun melaju ke tujuan yang di maksud. Hingga setengah jam kemudian taxu yang di tumpanginya berhenti di depan gerbang rumah yang cukup besar, rumah itu adalah rumah Zion.
Oh tuhan aku lupa bawa dompet, ponsel !.
__ADS_1
Richa mencari kedua benda yang dibutuhkannya itu tapi tak menemukannya sama sekali, karena ternyata saat keluar tadi ia lupa membawa tas dan ponselnya.
" Oh.. pak, maaf. Tapi saya lupa bawa dompet dan ponsel, apa bapak bisa tunggu saya sebentar untuk mengambil uang kedalam ", mohon Richa sopan pada pak supir dan supir taxi pun memberi ijin pada Richa untuk mengabil uangnya.
Richa turun dari taxi dan bergegas masuk ke dalam, saat ia sudah berdiri di depan pintu utama, dengan segera bel rumah ia bunyikan. Tidak lama ia menunggu pintu pun akhirnya terbuka, terlihat seorang wanita paruh baya yang membukakan pintu yang di yakini wanita itu adalah pelayan disana.
" Selamat siang bi, apa papa Zion ada dirumah ?", tanya Richa.
" Tuan ada didalam, nona ini siapa ?", tanya si pelayan.
" Aku... ",
" Siapa yang datang bi ?", suara itu adalah milik Zion.
" Richa.. Sayang kamu ",
" Papa..", Richa sudah melompat kedalam pelukan laki-laki itu.
" Em,, mau kasih kejutan aja ke papa, eh hampir lupa. Kasih uang dong, Pa." Ujar Richa seraya menadahkan salah satu tangannya di hadapan Zion.
" Uang, kau tidak punya uang ?", tanya Zion bingung.
" Richa punya, Pa. Tapi lupa bawa, jadinya gak bisa bayar taxi deh. Tu bapaknya masih nunggu di depan.", jelas Richa. Akhirnya Zion meminta pelayan untuk membayar uang taxinya, sedangkan Zion dan Richa masuk kedalam rumah lebih dulu.
" Kok bisa dompet ma ponsel ketinggalan, emang pikirannya kamu taruh dimana Icha ?", ujar Zion, seraya duduk di sofa bersama Richa.
" Hehe.. Tadi keluarnya buru-buru sih jadi lupa deh ", Richa nyengir mentertawakan kecerobohannya sendiri.
" Tante mana ? Pa ?", Richa menanyakan keberadaan mamanya Rehan. Sejak kecil Richa jarang bertemu dengan adik papinya itu, Richa dan Riana tidak pernah cocok, sekalinya bertemu keduanya selalu berdebat tanpa henti.
" Lagi keluar sama temen-temen arisannya ", seru Zion.
__ADS_1
" Apa kebiasaannya menghabiskan uang papa belum berubah juga !", ledek Richa, sambil tersenyum sinis.
" Yah, begitulah tantemu", keluh Zion.
Setelah lama saling melepas rindu dengan Zion, Richa merasa mengantuk dan meminta ijin pada Zion untuk menggunakan kamar Rehan agar dia bisa tidur sebentar. Richa melihat isi kamar saudara sepupunya itu, begitu banyak poto dirinya dan Rehan dipajang di atas meja dan dinding, bahkan poto masa kecil mereka juga ada disana.
Setelah bias mengenang masa lalu Richa akhirnya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, namun tiba-tiba ia mengingat kejadian pagi ini saat Nelan menatapnya dengan sangat berbeda dengan biasanya, saat ia mengatakan bahwa dirinya punya hak atas diri Richa nada bicaranya sangat tulus seperti bukan Nelan yang dulu.
Apa yang kau pikirkan Icha, dia begitu karena permintaan mami padanya dulu. Gak ada alasan lain. Batin Richa menyangkal pikirannya. Akhirnya ia pun terlelap tidur setelah menepis pikiran anehnya tentang Nelan.
--------
Pukul 20.00
Nelan baru pulang, ia masuk kedalam kamar tapi tak menemukan Richa disana. Nelan melirik arah nakas dan melihat ponsel Richa terletak di atasnya, jadi ia berpikir Richa ada di rumah dan mungkin sedang berada di dapur. Jadi Richa bergegas mandi dan tidak mencari keberadaan Richa lagi.
Namun walau Nelan sudah selesai mandi dan cukup lama berada di dalam kamar Richa belum juga kembali kekamar sedangkan hari sudah sangat larut, Nelan pun merasa ada yang tidak beres, ia bergegas mencari Richa di dapur tapi tidak menemukannya disana.
" Kemana dia ?", Nelan mulai panik, ia kembali kekamar dan mengambil ponselnya, Nelan terkejut saat melihat tas yang berisikan dompet milik Richa berada di atas meja rias.
" Apa dia pergi dari rumah tanpa membawa ponsel dan uang ", Nelan semakin khawatir. Nelan membawa serta posel Richa. Ia berpikr Richa mungkin bersama teman-temannya. Namun saat Nelan bertanya pada Juana mau pun Jordan dan Dava mereka mengatakan tidak ada yang tau keberadaan Richa. Kerena mereka tidak bertemu dengannya seharian ini.
Nelan berpikir akan mencarinya dirumah kedua orang tuanya. Tapi ternyata Richa juga tidak datang kesana.
Di dalam mobil, Nelan mengingat kembali apa yang terjadi di rumah orang tuanya tadi.
" Apa yang kau katakan Nel ? kemana Richa pergi, dan kenapa kau tidak tau dia kemana ?", omel Salsa setelah mendapat kabar kalau Richa belum pulang hingga tengah malam, tanpa ponsel dan uang. Nelan bahkan mendapat bentakan dari Raihan karena sudah lalai menjaga istrinya.
" Apa kau memarahinya Nel ? karena itu dia pergi dari rumah ?", seru Ayahnya.
Nelan berpikir kemana kemungkinan Richa akan pergi. Nelan di beritahu oleh Ayahnya tentang Zion, dan memberikan nomor ponsel Zion padanya.
__ADS_1
Awas saja kalau sampai aku menemukanmu, akan ku buat kau menyesali tindakan bodohmu ini, Richaa.... gumam Nelan, seraya menunggu Zion menerima panggilannya.