Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Menunggu


__ADS_3

Pagi ini begitu cerah, tapi entak kenapa Dion aura Nelan sangat mendung. Walau Dion ada di hadapannya memberi laporan sektar 15 menit berlalu Nelan diam saja seakan Dion tak terdengar dan terlihat olehnya. Ia menundukkan kepalanya kelantai seakan disana terdapat kepingan emas berton ton banyaknya.


" Lagi ada masalah lagi?" Dion mencoba mencairkan suasanya yang membeku saat ini.


" Hmm. Istriku sepertinya sudah tidak mencintaiku lagi." Seru Nelan, membuat Dion sedikit terkejut, ia tidak mengerti apa maksud nya itu? Ucapannya itu memang bukan tidak berdasar. Pagi ini Richa memamg membuat Nelan sangat sakit hati dengan ucapannya.


FLASBACK


2 jam yang lalu, saat Nelan membangunkan Richa, tiba tiba saja Richa mendorong Nelan menjauh darinya.


" Mas, jangan deketin aku, aku gak suka mas." Ujar Richa. Menatap tidak suka pada suaminya itu.


" Apa maksud kamu Cha? Kenapa kau tiba tiba ngomong gitu? Kau tidak suka padaku?"


" Hmm, aku tidak suka padamu. Rasanya aku ingin muntah melihatmu." Nelan tidak menyangka kalimat itu sungguh terlontar dari mulut istrinya. Bagai mana bisa perasaan Richa berubah secepat itu, dengan mudah nya dia bilang tidak menyukai Nelan. Yang jelas jelas saat ini sedang ada benih cinta mereka dalam kandungannya.


Nelan pergi dari rumah dalam keadaan kesal, tanpa pamit atau mencium kening Richa seperti biasanya dulu.


🎶🎶🎶


Dion yang mendengar keseluruhan cerita Nelan sampai terperanga tidak percaya.


" Kamu yakin tidak membaut kesalahan padanya? Yang membuatnya sampai muak padamu? Munkin kau sudah melakukan kesalahan tapi lupa untuk minta maaf padanya." Ujar Dion.


" Entahlah, kepalaku sangat sakit. Aku rasa dari pada bekerja ku lebih butuh hiburan saat ini." Ucap Nelan seraya memijat dahinya.


" Ohya, karena kau membahas tentang hiburan. Ngomong ngomong malam ini cewek gue sedang mengadalam party di bar Louis, bagai mana kalo lo ikut kita aja." Usul Dion.


" Entahlah, apa di saat begini aku bisa pergi berpesta, aku bahkan gak tau hubunganku dengan Richa akan seperti apa!"


" Udahlah, aku yakin dia gak serius ngomong gitu. Masa iya, dia gak mikirin anak kalian."


Akhirnya karena merasa malas berada dirumah, Nelan setuju ikut bersama Dion dan Arga pergi ke club louis untuk berpesta.


🎶🎶🎶


Richa yang menunggu di rumah merasa sangat cemas dan kesal karena sejak sore, Nelan tidak bisa di hubungi. Padahal jam kerja sudah lama berakhir, Nelan yang biasanya selalu pulang tepat waktu tapi kali ini selain tidak pulang dia juga tidak memberi kabar dan juga tidak bisa di hubungi.


🎶🎶🎶


Di club louis.

__ADS_1


Semua orang sedang mengikuti irama musik yang terdengar begitu menggema di seluruh ruangan. Semua orang yang mendengar musik tersebut tak kuasa menahan diri untuk tidak menari.


" Hai Nel..!?" Sapa Sarah kekasihnya Dion. Dia bersama teman temannya mendekati Nelan dan ikut duduk di sofa yang tersedia. Nelan tidak menjawab ia hanya tersenyum kecil sambil terus minum.


" Kok lo sendiri! Istrimu mana?" Tanya Lea salah satu teman Sarah.


" Istri si bos lagi masa keraman sekarang. Telurnya hampir menetas, jadi gak mungkin di bawa ke tempat beginian." Jelas Arga yang langsung duduk di samping Lea dan merangkulnya.


" Jangan mepet mepet, gak suka gue di gesek gesek gitu." Celetuk Lea. Dengan terpaksa Arga menjauhkan tangan sok akrapnya.


" Yaelah, Lea. Sadis amat." Arga mencolek pinggul Lea.


" Jangan gitu kak Arga ah, jijik gue." kesal Lea.


" Lah di kira gue buaya comberan di katain jijik."


" Lo mah bukan buaya comberan."


" Nah terus!?"


" Buaya akut. Yang jodohnya udah di gondol gunderwo." Tangkas Sarah.


" Hai, Sayang!?" Sapa Dion sambil memeluk dan mencium pipi Sarah.


" Yang jomblo lo doang, nyet. Kalo kita mah gak." Ucap Lea.


" Bener, lo liat tu ai bos, hasil cetakannya udah gool." ucap Dion


" Selama ini aku di kantor selalu kenyang dengan kemesraan bos, sekarang gilan gue." Lanjut Dion. Dion kembali mencium bibir Sarah di depan semuanya.


" Ah, aku gak kuat. Ini Jhon dimana lagi. Gue juga mau dong di lumatin gitu." Ujar Lea yang masih menunggu kedatangan kekasihnya.


" Jangan terlalu tebar kemesraan, yang begitu biasanya cepet di jemput." Ucap Arga iri.


" Di jemput siapa?" Tanya Lea.


" Di jemput om tamvan, malaikat. Lo taulah siapa yang gue maksud." Ucap Arga nyengir.


" Lebih baik, ketimbang yang gak bisa pamer kayak lo. Karatan pula." Ujar Nelan ambil suara.


" Boss....Hikk hikk" Arga pura pura menangis.

__ADS_1


Setelah asik saling adu mulut. Sarah pergi dari kerumunan setelah menerima sebuah pesan. Lalu di koridor menuju toilet, Sarah bertemu dengan Keysa.


" Lo serius mau ngelakuin ini, Key?" Tanya Sarah terkejut. " Tapi hubunganmu dengan Nelan udah berakhir kan? Dan juga istrinya sedang hamil sekarang. Apa kamu yakin dia akan meninggalkan istrinya jika kalian melakukan ini." Lanjut Sarah.


" Aku yakin. Karena Nelan gak mungkin bisa melupakanku begitu saja. Dulu dia sangat mencintaiku, dan aku pasti bisa me dapatkannya lagi. Tentang wanita itu, aku akan menyingkirkannya dari hidup Nelan untuk selamanya." Ujar Keysa penuh percaya diri.


" Yaudah. Tapi aku gak mau sampai terlibat dengan masalah ini nantinya. Dion mungkin akan meninggalkanku jika dia tau aku membantumu." Seru Sarah.


Lalu Sarah pun kembali ke dalam, Keysa melancarkan rencana busuknya.


" Dari mana? Kok lama?" Tanya Dion.


" Maaf Sayang. Agak macet ngeluarinnya." Jawab Sarah gugup.


Tak lama kemudian seorang pelayang mengantarkan beberapa gelas minuman dan meletakannya di depan semua orang, termasuk Nelan mendapat gelas yang khusus.


" Ini minuman apa?" Tanya Arga.


" Ahahahaha. Itu sebagai ucapan terima kasih gue, karena kalian udah dateng meramaikan party gue." Ucap Sarah gugup.


Semua orang pun langsung menyeruput minuman tersebut tak terkecuali dengan Nelan. Ia yang masih dalam kondisi galau dan juga sudah setengah mabuk, meminum nya hingga habis tak tersisa. Tak lama kemudian ia merasa sangat pusing.


" Ada apa, bos?" Tanya Arga yang melihat tingkah aneh Nelan.


" Kalau lo merasa kurang baik, bawa aja di kekamar atas." Ujar Dion.


Akhirnya Arga pun mengantar Nelan kekamar yang sering mereka gunakan untuk istirahat saat mereka dalam keadaan mabuk berat.


🎶🎶🎶


Saat menunggu Nelan, Richa sampai tertidur di sofa. Saat Nanik datang ia terkejut melihat Richa tidur meringkuk di ruang tamu. Lalu Nanik pun membangunkannya.


" Non, bangun non..!?" Nanik mengguncangkan pelan lengan Richa. Tidurnya pun terganggu dengan guncangan dan suara Nanik.


" Mas..!?" Richa sontak duduk dan menatap Nanik tajam.


" Non kenapa? "


" Bi, Nanik?" Richa mengusap wajahnya kasar.


" Ada apa non? Apa den Nel tidak pulang semalam?" tanya Nanik.

__ADS_1


" Gak bi. Mas ku kemana ya?" Ujar Richa.


__ADS_2