
Hari ini Richa punya janji akan bertemu dengan Rehan, ia mendapat ijin dari ayah mertuanya untuk bertemu dengan Nelan namun ia harus tetap kembali ke kediaman Anggara setelah itu, tuan Raihan sudah memaafkan Nelan, karena Richa sudah menjelaskan padanya hubungannya mereka saat ini kalau keduanya sudah saling mencintai. Namun tuan Raihan masih ingin menghukum putranya itu dengan memisahkan keduanya untuk beberapa saat agar Nelan dapat menyadari betapa berharganya Richa dalam hidupnya.
Saat keluar dari gerbang kampus Rehan sudah menunggunya di seberang jalan. Dengan senyuman mengoda.
Richa lambaikan tangannya sambil tersenyum lebar, namun seketika ia menyadari kalau tatapan laki-laki itu tidak tertuju padanya melainkan kearah lain, Richa pun mengikuti arah pandangan Rehan.
Ia melihat sosok Rosalinda, seorang mahasiswi kedokteran yang setahun lebih senior di atas Richa. Ia pun menyipitkan matanya sambil menyebrangi jalan untuk mendekati Rehan.
" Siapa yang lagi lo goda dengan senyuman bodoh mu itu hah?" tanya Richa yang sudah berdiri di sampingnya.
" Oh, ssssstt." Terkejut Rehan. Richa terlihat kesal.
" What? Ssstt.." Richa mulai memukuli lengan Rehan.
" Aaaah, awww... Cha!" Rehan menjauh dari nya karena mulai merasa sakit di lengannya.
" Segitu suka nya ya lo sama tu cewek sampe gak sadar gue dateng, awas aja ya lo, kalo sampe suka sama tu cewek reseh." tegas Richa sambil membuka pintu mobil Rehan.
" What? Why?" tanya Rehan bingung.
" No coment." ujar Richa yang sudah masuk kedalam mobil dan Rehan pun ikut masuk dengan cepat. Ia pun langsung melajukan mobilnya menuju restoran yang akan mereka datangi untuk makan siang dan juga menemui Nelan.
" Jadi kenapa aku tidak boleh menyukai wanita tadi?" lanjut Rehan bertanya perihal yang sebelumnya. Richa menoleh dan melotot pada Rehan.
" Why ?" tanya Rehan lagi.
" Aku gak suka dia." jawab Richa singkat.
__ADS_1
" Jadi maksud lo, jika aku mau pacaran sama seseorang hal yang paling utama adalah lo harus suka sama dia baru gue boleh pacaran sama tu cewek. Hei... Peraturan dari mana itu ? Dan kamu apa kau tau kalo aku tidak suka pada suami mu yang kasar itu, lalu apa lo bisa ninggalin dia kalo gue bilang gak suka sama dia ?" Rehan sejak awal bertemu Nelan, ia memiliki kesan yang kurang bagus tentang suami saudari nya itu, namun ia tak mengatakan apa pun karena Richa terlihat sangat menyukai Nelan.
" Hei, jangan sama kan suamiku dengan wanita itu. Aku tidak menyukainya karena aku tau seperti apa dia. Wanita itu adalah salah satu kumbang kampus semua laki laki suka padanya, bahkan dia juga sangat suka memanfaatkan wajahnya untuk menggaet semua laki laki yang ada di kampus ku." Jelas Richa panjang leber. Rehan tertawa ringan.
" Kau tertawa?" tanya Richa kesal.
" Lo tau Cha, di dunia ini kalau pun aku harus mencari wanita untuk ku jadikan kekasih atau istri, wanita itu harus sama dengan mami dan dirimu. Aku tidak ingin mencintai wanita yang mirip dengan mama, jadi.."
" Jadi, karena itu selama ini lo takut menjalin suatu hubungan dengan seorang wanita, benar kan?" tangkas Richa. Ya, Rehan memang belum pernah menyukai atau pun berusaha memiliki seorang wanita dalam hidupnya akibat trauma yang di alaminya. Rehan tidak ingin mengalami hal yang sama dengan papa nya, yang harus hidup dengan wanita yang gila akan kekuasaan dan harta, walau mamanya sudah sedikit berubah namun, ingtan buruk yang tertanam dalam ingatannya membuatnya tidak bisa melangkah jauh.
" Hmm..." jawab Rehan singkat. Richa paham betul apa yang di rasakan oleh sepupunya itu, dia cuma berharap suatu hari nanti akan ada seseorang yang dapat menyembuhkan luka yang di deritanya itu.
-----------
Nelan baru saja sampai di depan restoran, dengan cepat ia turun dari mobil lalu masuk ke dalam restoran, Richa dan Rehan sudah menunggunya.
Aaaisss... Kenapa harus ada si bawang putih itu juga sih. Gumam Nelan. Dengan tatapan tidak suka.
" Nel, Argkk.. Aku sulit bernapas." Richa berusah menolak tubub Nelan namun ia malah semakin mengeratkan pelukanya.
" Aku sangat merindukanmu, Sayang." Ucap nya tanpa perduli seluruh mata yang sedang menatap kearah mereka saat ini. Rehan sampai geleng geleng kepala.
" Aku juga merindukanmu, Mas. Tapi bisa kau lepaskan dulu pelukannya, tidak enak di lihat orang, Sayang." Nelan akhirnya merenggangkan pelukannya lalu ia menatap lekat wajah Richa, ia sangat kerindukan istrinya itu, dan tanpa aba aba Nelan malah mengecup kening Richa.
" Mas..", Richa memukul lengan Nelan saat kecupan singkat itu terlepas. Wajah Richa sudah merona karena malu.
" Kenapa? aku mencium istriku, apa salahnya!?" tanya Nelan tanpa rasa bersalah, Rehan pun sudah tidak tahan melihat adegan romantis seoasang sejoli yang sedang kasmaran itu.
" Ehem..", Rehan mencoba menyadarkan keduanya bahwa selain mereka di dunia ini masih banyak mahluk hidup lainnya, karena dunia ini bukan hanya milik mereka berdua, seperti kata pepatah bagi sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta dunia serasa milik berdua. seakan mahluk lainnya hanyalah butiran debu yang tak terlihat.
__ADS_1
" Bisa kalian hengikan drama mengelikan itu, gue ini bukan butiran debu, Oke." celetuk Rehan kesal. Namun Nelan malah membuat bentuk senyuman di bibirnya seakan ia merasa puas sudah menunjukkan pada laki laki itu betapa erat hubungan mereka.
Setelah mereka duduk tak lama kemudian makanan yang mereka pesan datang, sebuah sup kepiting yang merupakan makanan kesukaan Richa dan Rehan. Saat di New York, Mami mereka sangat suka membuat sup kepiting karena tau anak anak nya sangat menyukainya. Entahlah tentang Nelan apakah laki laki itu juga menyukainya atau tidak.
" Kau suka ini, Mas?" tanya Richa.
" Tentu, aku menyukai semua makanan, jadi kamu tidak perlu khawatir memikirkan tentang apa yang ku suka, Sayang." Jawab Nelan.
Laki laki ini, selalu mencari kesempatan untuk menunjukkan kemesraannya di hadapanku. Oke kita akan mulai sebuah permainan, aku ingin lihat seperti apa reaksimu saat Richa begitu memperhatikannku. Batin Rehan.
" Cha, bisa tolong ambilkan untukku." Pinta Rehan. Nelan mengernyitkan dahinya tidak suka. Richa pun mengambilkan piring milik Rehan yang berisi kepiting, Richa mulai mengupas kepitingnya, tiba tiba Nelan menarik tangan Richa.
" Kenapa kau memintanya melakuian itu, bukankah kau juga punya tangan, lakukan sendiri."
" Maaf, mungkin karena sudah kebiasaan aku sampai lupa kalau saat ini kau sudah menjadi istri seseorang." seru Rehan.
" Mas, udah lah, biar aku bukakan untuk nya, lagi pula Rehan itu paling tidak bisa mengeluarkan danging nya, setiap dia berusaha melakukannga sendiri dia pasti akan terluka." ujar Richa.
" Ho, kau memikirkan kecerobohan nya, lalu bagai mana denganmu, berapa kali kau sudah melukai tanganmu setiap kau memegang benda tajam?" tegas Nelan.
" Apa? Kau pernah terluka?" tanya Rehan panik. " Kau belum pernah terluka sebelumnya, Cha? Apa kau membuatnya bekerja di dapur?" tanya Rehan pada Nelan dengab tatapan yang tajam.
" Aku tidak pernah memintanya untuk memasak." jawab Nelan.
" Lalu kenapa dia bisa terluka? Sejak kecil kita tidak pernah mengijinkannya berada di dapur atau memegang benda tajam, karena dia sangat ceroboh. Dia tidak bisa menjaga dirinya sendiri dengan baik, dan seharusnya kamu bisa menjaganya kan?" ujar Rehan.
" Aku.."
" Aduh, mas. Han!? udah dong, ini mau makan atau dengerin kalian berdebat sih? Denger nya aku yang buat tangan ku terluka, dan tidak perlu menyalahkan siapa pun. Dan yang paling utama saat ini aku sangat lapar, mas. Han!" Richa menaklukan keduanya dengab wajah memelasnya. Akhirnya perdebatan itu oun berakhir. Mereka mulai menyantap makanannya sampai habis.
Syukurlah akhirnya aku bisa membuat mereka diam. Kenapa sih setiap ketemu selalu aja ribut, pusing gue.
__ADS_1