
Sebelum kembali ke Jakarta, Nelan dan Richa membawa Arya berlibur bersama hanya mereka bertiga. Mereka membawa Arya ke hotel di mana sebelumnya mereka pernah menginap saar bulan madu.
Setelah itu mereka bermain ke pantai, mengitari setiap jejak yang pernah mereka datangi, kali ini mereka bukan hanya berdua melayinkan bertiga bersama buah hati mereka yang sangat tampan.
Waktu yang mereka lewati disana penuh dengan canda tawa dari ketiganya.
💫💫💫💫
Hari hari yang di jalani Richa dan keluarga kecilnya begitu indah. Setelah di terpa berbagai masalah dan cobaan keduanya tetap bertahan hingga akhirnya ke indahan itu pun menyertai mereka.
Saat Nelan bekerja ia selalu menyempatkan diri untuk menghubungi putra tercintanya yang kini sudah mulai semakin besar.
Setelah kembali ke tanah air. Keduanya kembali di sibukkan dengan pekerjaan masing masing. Namun keharmonisan keluarga mereka semakin hari semakin mendalam.
Nelan yang semakin mencintai Richa, dan begitu juga sebaliknya. Ada kalanya Richa di buat jengkel oleh Nelan dengan sipat usilnya dimana Nelan sampai membujuk Richa yang sedang kesal hingga berjam jam.
" Apa itu artinya malam ini aku akan meluk guling lagi Yang?" Ucap Nelan dengan suara memelas.
" Hmm. Ajak selingkuhanmu yang berwarna hijau sana meluk mas malam ini." Kesal Richa.
" Gundorwo lagi?" Ucap Nelan menahan tawa.
" Yank.. Richaku yang paling cantik dan baik sedunia. Masmu minta maaf ya, aku hanya bercanda Sayangku. Hmm?" Mohon Nelan.
Hari ini Arya dan Richa memberi kejutan pada Nelan di tempat kerjanya. Nelan yang sibuk sampai lupa dengan hari kelahirannya, akhirnya memberi kesempatan bagi istri dan anaknya membuat kejuatan yang sangat terkesan di hati Nelan.
Di hari libur Nelan dan Richa selalu mengajak Arya bermain, di berbagai tempat. Karena mereka tidak ingin melewatkan hari tanpa melihat tumbuh kembang putra semata wayangnya itu.
Karena saat ini Naila dan Rehan sudah memikiki anak kedua, sangat sering Arya juga meminta pada mereka seorang adik.
" Mami & dedy. Kapan adik Arya datang? Adik kak Lili sudah datang, kapan adik Aya juga datang?" Rengekan itu selalu Arya lontarkan.
Namun Richa hanya bisa membujuk putranya itu dengan berkata.
__ADS_1
" Sabar ya Sayang. Kalau sudah tiba saat nya adik Arya juga pasti bakal datang. Hmm, jadi Arya harus terus berdoa, biar adik Arya cepat datangnya."
💫💫💫💫
Hari ini Nelan membawa Arya menghadiri acara pernikahan Dion dan Sarah. Akhirnya kedua insan itu memutuskan untuk mengahiri perkelanaannya dalam hubungan sepasang kekasih.
"Arya lihat itu nak! Yang di sana itu nama nya paman Arga, seorang paman yang berjulukan pria jompo akut." Ujar Nelan.
" Sialan lo bos. Jangan dengarkan dedymu itu ya Sayang." Ucap Arga menyentuh lembut rambut Arya.
" Jomblo akut itu apa dedy?" tanya Arya polos.
" Itu nama lain untuk paman Arga, karena sampai saat ini tidak ada wanita yang mau dengannya." Jelas Nelan.
" Seperti mami?"
" Hmm. Seperti mami yang ada buat dedy."
" Kenapa tidak ada yang mau dengan paman? Apa paman jelek? Apa paman bau? Apa paman pemalas?" Tanya Arya polos, membuat orang yang ada disana tertawa.
Setiap kata yang di lontarkan Arya, bak anak panah yang menusuk jantung Arga.
" Apa?" Seru Richa.
" Karena mami selalu bilang tidak suka dedy, kalau dedy jelek, tidak mencukur jenggotnya dengan benar. Terus mami juga tidak suka kalau dedy bau kalau tidak mau mandi. Mami juga tidak suka dedy kalau malas malasan, hanya tiduran seharian memeluk mami." Ujar Arya panjang lebar.
"Tentu saja. Dia adalah putraku dan Richa. Kecerdadan dan kebaikan hatinya mencerminkan jati dirinya. Aku berharap di masa depan dia akan menjadi pria yang hebat." Ucap Nelan.
💫💫💫💫
Nelan yang sedang menunggu Richa keluar dari kamar mandi setelah keduanya melakukan percetakan untuk memenuhi harapan Arya, Nelan di kejutkan suara ponsel Richa yang terletak di atas nakas.
Tangan Nelan meraih ponsel istrinya itu dan mendapati sebuah pedan yang bertuliskan.
' I miss you beby.' Sontak mata Nelan membulat dan hatinya terasa panas. Dia bertanya siapa kah orang yang sudah berani mengundang mautnya dengan mengirimi wanitanya pesan seperti itu.
Saat Richa keluar dari kamar mandi, Nelan hanya diam saja seraya memperhatikan gerak gerik istrinya yang sedang sibuk mengambil baju dari dalam almari, lalu seperti biasa Richa duduk di depan meja Riasnya untuk memakai pelembab wajahnya. Selam itu pandangan Nelan tak lepas dari sosok wanitanya itu.
Setelah selesai Richa naik ke atas ranjang lalu seperti biasa ia merebahkan kepalang di pundak Nelan. Pria itu masih terap diam, walau Richa memeluknya Nelan tidak bereaksi sama sekali.
" Mas.. Kamu kenapa menatapku terus sejak tadi?" Ujar Richa yang ternyata menyadari kalau sejak tadi suaminya terus saja memperhatikannya.
" Kau menyembunyikan sesuatu dariku?" Tanya Nelan dingin.
" Hah? Kamu ngomong apa sih mas?" Ucap Richa bingung.
" Ini siapa?" Nelan menunjukan isi pesan yang baru saja masuk ke ponsel miliknya.
__ADS_1
" Siapa dia, yang berani merindukan istriku dan memanggilnya Sayang? Siapa dia?"
" Siapa dia mas?" Tanya Richa balik.
" Kau tidak tau?"
" Hmm. Mas tidak lihat itu no baru. Dan sepertinya itu bukan nomor lokal kan?" Ucap Richa.
Nelan memperhatikan nomor tersebut, dan ikut terlihat bingung. Nelan pun memutuskan untuk menelpon nomor itu balik. Tak lama kemudian panggilannya tesambung.
" Hallo Cha? Kau dari mana saja, kenapa lama sekali membalas pesanku?" Suara wanita itu terdengar cempreng. Namun Nalan tidak dapat mengenali siapa pemilik suara cempreng itu.
"Siapa?" Tanya Richa. Bukannya menjawab Nelan malah memberikan ponsel itu padanya.
" Hallo?"
" Hei, lo kenapa sih? Kok malah diem aja?" Kesalnya.
" Juana..!?" Seru Richa dengan wajah menunjukkan senyum lebar.
"Juana!?" Gumam Nelan.
Richa pun mulai berbincang dengan Juana hingga 30 menit waktu terlewatkan. Nelan mulai merasa bosan menunggu Richa mengahiri percakapan nya dengan sahabnya itu.
" Sayang..!?" Rengek Nelan memeluk Richa dari belakang. Richa mengerti dengan kode dari suaminya itu. Lalu Richa pun mau tak mau mengahiri percakapan nya dengan Juana.
" Mas tidak tidur?" Tanya Richa berbalik menyentuh wajah suaminya.
" Aku akan tidur jika istriku memelukku." Ucap Nelan. Richa pun langsung berbaring di sampingnya dan memeluknya.
" Richa..!?"
" Hmm?!"
" Aku mencintaimu."
" Aku juga Sayang." jawab Richa.
Nelan mengecup lembut kening Richa. Seperti itu lah hari hari yang mereka jalani, keduanya selalu menanamkan cinta di hati mereka di setiap harinya. Sehingga kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga mereka.
.
.
.
.
.
Jangan pernah ragu untuk mengutarakan isi hatimu pada orang orang terdekatmu. Dengan mengatakan kau mencintainya tidak akan mengurangi cinta itu sama sekali.
__ADS_1
Love love love...💓💓💓💓💓💓😘😘😘😘😘