Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Dia istriku


__ADS_3

Richa hanya memberitahu Rehan kalau Nelan sedang sibuk karena ada kasus yang harus ia tangani. Dalam percakapannya dengan Rehan tiba-tiba Richa mendapatkan panggilan telepon dari Nelan.


" Kok gak di jawab ", tanya Rehan, karena Richa mengabaikan panggilan itu.


" Cuma orang iseng ", jawab Richa membalik ponselnya dan meletakkannya di atas meja.


" Hmm, jadi orang iseng", ujar Rehan tidak percaya dengan ucapan Richa, saat ponsel Richa kembali berdering dengan cepat Rehan mengambilnya, Rehan melihat layarnya dan melihat nama yang tertera adalah ' Si gajah ' Rehan tersenyum tipis lalu ia mengusap layarnya untuk menerima panggilan tersebut.


" Hallo..", sapa Rehan setelah menempelkan ponsel itu di daun telinganya.


" Hallo, bukankah ini nomor istriku, Richa.. kau siapa ? kenapa kau memiliki ponsel istriku ? dimana Richa, apa yang terjadi padanya ?", tanya Nelan tanpa jeda, sehingga Rehan tak punya kesempatan untuk menjawab. Dari suaranya Nelan terdengar panik.


" Wo, wo, wo... Tenang kawan, jangan panik ", ujar Rehan.


" Rehan.. berikan padaku !!", Bisik Richa meminta Rehan mengembalikan ponselnya.


" Kau benar, ini memamg ponsel istrimu, tapi aku rasa kau tidak pantas di anggap sebagai seorang suami ", lanjut Rehan.


" Apa ? kau siapa bisa bicara omong kosong seperti itu, katakan padaku dimana Richa, berikan ponselnya padanya, aku harus bicara padanya ", tegas Nelan, seuaranya terdengar semakin gusar.


" Hmm, aku tidak bisa melakukannya ", seru Rehan, tindakannya itu hanya memicu kekesalan Nelan.


" Apa ? jika kau melakukan sesuatu padanya, aku akan pastikan kau menyesal ", tegas Nelan.


" Lakukan itu, jika kau masih bisa melihat istrimu ", setelah memutuskan sambungan telepon secara sepihak, Rehan langsung mendapat pukulan dari Richa.


" Rehan.... Lo apa-apan sih, kenapa lo main-main sama dia ", kesal Richa.


" Aku hanya ingin tau, seperhatian apa dia padamu, setidaknya aku menemukan jawabannya ", ujar Rehan.


" Maksud, lo ?", tanya Richa bingung.


" Setidaknya gue tau, dia peduli ma lo ", jawab Rehan.

__ADS_1


Dia itu pilisi Han, kalau ada satu orang yang hilang atau di culik, sudah pasti ia merasa peduli.


---------


Nelan bergegas keluar dan meminta Arga untuk melacak ponsel Richa, yang membuat Arga dan Dion bertanya-tanya apa yang terjadi. Tapi Nelan tidak menjelaskan apa yang terjadi karena laki-laki itu sudah bergegas pergi dari kantor polisi.


" Hubungi aku secepatnya saat kau sudah mengetauhi lokasinya ", titah Nelan sebelum akhirnya ia berlari keluar.


Di dalam mobil Nelan bingung harus melajukan mobilnya ke arah mana, karena ia belum tau keberadan Richa saat ini. Tiba-tiba ia mendapat telepon dari Naila.


" Hallo mba...", seru Nelan. Cukup lama Nelan mendengarkan penjelasan Naila.


" Apa ? tapi kenapa ? Siapa laki-laki itu ", tanya Nelan.


" Oke, Mba. Nanti aku hubungi lagi ", Nelan memutuskan sambungan telepon tersebut, Naila memberitahunya kalau Richa sebelumnya ada bersama Bram namun tiba-tiba seorang laki-laki membawanya pergi entah kemana.


Tidak lama kemudian Arga memberitahu Nelan keberadaan Richa saat ini, di sebuah restoran letaknya tidak jauh dari apartemen miliknya, Nelan memutar balik arah laju mobilnya menuju alamat yang disebutkan.


Setibanya di depan restoran Nelan bergegas keluar dari mobil, ia mencari keberadaan Richa di dalam restoran, namun Richa atau pun laki-laki itu sudah tidak terlihat di sana. Akhirnya Nelan kembali keluar dari dalam restoran matanya melihat kesekeliling mungkin belum pergi jauh, saat sedang berusaha menghubungi Arga kembali untuk memintanya mengecek keberadaan Richa, kedua mata Nelan melihat Richa sedang hampir masuk kedalam sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari dirinya berdiri saat ini.


Terlihat Tersenyum lebar saat Rehan membukakan pintu mobil untuknya.



Namun saat Richa hampir masuk kedalam mobil tiba-tiba Nelan sudah menarik lenganya dengan tatapan yang tajam.



Nelan menarik lengan Richa dengan kasar sampai Richa merintih kesakitan.


" Ikut aku...", ajak Nelan dengan paksa, karena saat ini laki-laki itu benar-benar sangat marah.


" Aww... Kau menyakitiku, Nelan. Lepaskan aku ", ucap Richa seraya mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Nelan, tapi usahanya sia-sia karena Nelan memegangnya sangat erat. Rehan langsung menghentikan Nelan dengan menarik lengan Nelan.

__ADS_1


" Woy, lepasin dia ", ujar Reham, " Apa gini cara kamu bersikap pada wanita ?", tanya Rehan penuh penekanan dan tatapan penuh amarah, karena tidak tahan melihat pelakuan kasar Nelan pada Richa.



Nelan malah mencengkram kerah baju Rehan. " Jangan ikut campur dalam urusanku dan istriku, memangnya kau siapa, berani bicara padaku seperti itu, aku bisa saja menghabisimu saat ini juga karena sudah berani membawa istriku tanpa seininku ", ucap Nelan penuh penekanan dalam kaliamat yang ia ucapkan.


" Nelan, lepas..", Richa menyingkirkan tangan Nelan dari kerah Rehan.


" Kau ingin tau siapa diriku ? aku adalah seseorang yang bisa membawa Richa darimu saat ini juga jika aku mau ", tegas Rehan. Entah mengapa Rehan seakan tidak menyukai Nelan, itu adalah pertemuan pertama keduanya namun sekali melihatnya, Rehan sudah memiliki kesan tidak baik tentang Nelan.


" Apa ? aku adalah suaminya dan dia adalah miliku, tidak akan ku biarkan kau atau laki-laki mana pun mengambilnya dariku ", tegas Nelan.


Dug.


Wuah dia semakin ahli, ektingnya liar bisa, pantas aku kasih hadiah, batin Richa.


" Kau bahkan tidak bisa menjaganya dengan baik, lalu kenapa kau berpikir kalau dia adalah milikmu ", Nelan merasa sangat kesal ia hampir melayangkan pukulan di wajah Rehan namun Richa dengan cepat menghentikannya.


" Woy, kalian apa-apan sih, ini tu di jalanan bukan di ring tinju ", lerai Richa. " Rehan, aku mohon jangan bicara omong kosong, mending lo balik dulu, entar kita ketemu lagi ", ujar Richa seraya menarik lengan Nelan.


" Dan lo, ikut gue ", Ajak Richa, mereka pun naik kedalam mobil, dalam keadaan emosi yang masih menggebu-gebu Nepan melajukan mobilnya dengan cepat.


" Woy, lo mau mati ya ?", pekik Richa karena Nelan melajukan mobilnya ngebut, " kalo lo mau mati, sendiri aja dong jangan sama gue ", imbuh Richa. Nelan pun menepikan mobilnya di bahu jalan dengan rem mendadak, sampai Richa terbentir kaca cendela mobil.


" Ahh.... kamu kenapa sih, huh !", kesal Richa seraya memegangi kepalanya yang terasa sedikit sakit. Nelan melepaskan sabuk pengamannya lalu dengan cepat ia menarik tenkuk Richa lalu menempelkan bibirnya kebibir Richa.


Mata Richa terbelalak dengan sempurna, ia mencoba mendorong Nelan menjauh namun sia-sia, karena Nelan semakin memperdalam ciumannya, perlahan ******* itu semakin dalam dan terlepas saat Nelan menyadari Richa mulai menangis.


" Maaf, aku tidak bermaksud, Richa. Aku.."


PLAK!!


Richa memukul wajah Nelan cukup keras, dan keluar dari dalam mobil. Entah apa yang dipikirkan Nelan saat itu sampai ia bertindak seperti itu. Selama ini ia selalu bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Richa.

__ADS_1


__ADS_2