Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Kopi buatan Richa


__ADS_3

Setelah mengobrol cukup lama di restoran, Richa di antar pulang oleh Dava. Setibanya di depan rumah Richa mengajak Dava untuk mampir, namun Dava merasa tidak enak dan memilih untuk langsung pulang.


Di dalam rumah tidak ada siapa pun, karena bi Nanik sudah pulang, sedangkan Nelan sepertinya belum juga pulang. Richa sudah terbiasa dengan siruasi itu, ia lebih sering sendiri di rumah.


Pukul 10.00 malam Nelan kembali kerumah, ia melihat Richa sudah tertidur lelap, ia sangat berhati-hati saat melangkah atau pun membuka pintu dan lemari agar tidak bersuara dan mengganggu tidur wanita itu, setelah merasa sudah segar dan siap untuk tidur Nelan naik ke atas tempat tidur dan berbaring di samping Richa.


Dia cukup cantik saat dia tidak bicara. Jika aku bertemu dengannya sebelum Keysa aku yakin akan jatuh cinta padanya.


Tidur diranjang di temani oleh istri seperti ini sangat menyenangkan, andai aku bisa melakukan lebih dari pada sekedar berbaring di sampingnya seraya menatap wajah polosnya.


Jika kau adalah wanita yang kucintai lebih dulu... mungkin aku, akan menjadi orang yang sangat bahagia.


Laki-laki itu, apa dia benar-benar pacaran dengannya ? kenapa aku merasa kesal melihatnya tersenyum pada cecunguk itu ?


Apa yang kau pikirkan Nel, wanita ini adalah sumber dari kekacauan dalam hidupmu, kau tidah bisa menjadi lemah dan mengingkari janjimu pada Keysa.


Setelah bergulat dengan pikirannya Nelan akhirnya membalik badannya membelakangi Richa.


--------


Keesokan harinya.


Nelan keluar dari kamar lalu menuju dapur, ia melihat Richa sedang sibuk membuatkan sesuatu, penampilannya sangat berbeda, ia menguncir rambutnya asal, hingga banyak helaian rambut yang tak terikat dengan rapi, terlihat tengkuk lehernya begitu sexy dan mulus membuat Nelan menelan ludahnya.


" Ini kopimu ", Richa meletakkan segelas kopi di depan Nelan, ia tidak memyadari kehadiran Richa yang seketika sudah di depannya.


" Kau, membuat ini untuk ku?", tanya Nelan bingung.


" Hmm", jawab Richa singakt, " Kenapa, apa kau takut rasanya tidak enak ?", imbuhnya.


" Hm, apa kau pernah membuat kopi sebelumnya?", tanya Nelan tidak yakin, dan Richa mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


" Kemarin aku memperlajarinya di warung kopi, bersama temanku ", jelas Richa.


" Kemarin ?",


" Hmm, Dava punya restoran besar yang menyajikan bermacam minuman kopi, dan aku minta di ajarkan oleh barista di sana, dan mereka bilang kopi buatanku luamayan, ayo minumlah ", seru Richa dengan semangat.


" Oke, akan ku coba ", ujar Nelan, Nelan langsung menyerubut sedikit kopinya, ia merasakan khas keunikan dari kopi tersebut.


Menarik, rasanya unik dan enak.


Richa menunggu laki-laki itu memyuarakan pendapatnya tentang kopi buatan pertamanya itu.


" Apa rasanya tidak enak ? atau rasanya aneh ?", tanya Richa khawatir, Nelan tersenyum.


Saat panik, dia terlihat lucu.


" Rasanya enak, aku menyukainya ", ujar Nelan, dan Richa pun tersenyum lebar, merasa bangga karena karya pertamanya di akui enak oleh Nelan. " Jadi mulai sekarang, kau akan selalu membuatkannya untukku kan ?",


Ini hanya sebuah minuman, tapi kenapa aku bisa merasa sebahagia ini ?Walau pun aku terus berkata pada diriku, bahwa aku tidak boleh menjalin hubungan apa pun dengannya, tapi melihatnya tersenyum begitu padaku, aku tidak bisa tidak jatuh cinta padanya, Richa, apa yang harus kulakukan padamu.


Cup.


Tanpa sadar Nelan bergerak cepat dan mendaratkan sebuah kecupan di kening Richa, sontak mata Richa terbelalak dengan sempurna, ia terkejut dengan serangan tiba-tiba suaminya itu, detak jantungnya semakin berpacu, untuk pertama kalinya ia merasa kecupan itu sangat berbeda.


" Terima kasih, kopinya ", ucap Nelan yang langsung berlalu pergi setelah mengambil konci mobil dan ponsel yang sebelumnya ia letakkan di atas meja makan.


Richa masih membeku bahakn setelah Nelan pergi cukup lama, ia masih mencoba mengatur detak jantungnya agar kembali normal sepeeti biasanya.


" Benar, dia bilang terima kasih, ciuman itu hanya ucapan terima kasih, hanya itu tidak memiliki makna lainnya ", gumam Richa, coba mencerna maksud dari ciuman itu.


Setelah pagi itu berhari-hari Nelan tidak pulang kerumah, Nelan kembali saat Richa sudah tertidur untuk mengambil baju ganti, lalu ia pergi lagi tanpa bicara dengan Richa. Richa menyadari Nelan seperti berusaha menghindarinya, apa mungkin karena kejadian pagi itu ? batin Richa.

__ADS_1


--------


Waktu bergulir dengan cepat, dua minggu lalu Nevan bertunangan dengan kekasihnya Najwa, dan mereka akan melangsungkan pernikahan 3 hari lagi, Richa menghadiri pesta itu bersama Nelan. Sangat sering Richa melihat Nelan bersama Keysa, wanita itu bahkan sangat sering datang kerumah walau terkadang ia tau Nelan tak ada dirumah, hanya untuk mengingatkan pada Richa bahwa dirinya tak berarti apa pun untuk Nelan karena Nelan hanya mencintai dirinya.


Richa menyadari bahwa di dalam hatinya sudah tumbuh rasa cinta untuk Nelan, tapi ia menepisnya karena menayadari Nelan sudah memiliki Keysa di dapal hati dan seluruh hidupnya, walau hubungan meraka sudah sangat dekat, namun hubunga itu hanya di sebut sebagai pertemanan biasa, hingga akhirnya keduanya memutuskan untuk berpisah hingga waktu yang mereka sepakati yaitu hanya menyisakan waktu 2 bulan lagi.


Hari ini Richa punya janji dengan Naila, mereka akan kebutik untuk membeli gaun yang akan mereka pakai di pesta pernikahan Nevan 3 hari lagi, Richa sudah bersiap sejak tadi namun Naila belum juga datang untuk memjeputnya, walau ia sudah mendapat sebuah mobil dari ayah mertuanya namun Richa hingga saat ini belum bisa menyetir, sehingga mobil itu terus saja berada digarasi.


" Non, jemputannya sudah datang ", ucap bi Nanik, Richa pun dengan semangat keluar dari kamar, karena berpikir yang datang adalah Naila.


" Mas Bram ?", Richa terkejut melihat Bram ada dirumahnya, kenapa dia yang datang, bukan mba Naila ? batin Richa kecewa.


" Hai, Richa.. ", sapa Bram, dengan khas seyuman yang tidak Richa sukai.


" Hai mas, Kenapa mas ada disini, dan mba Naila ada dimana ?", tanya Richa.


" Naila, dia ada dirumah sakit, dia memintaku untuk menjemputmu, mendadak ada pasien yang taidak bisa di tingglkannya, karena itu dia minta tolong padaku untuk mengantarmu ke butik ", jelas Bram.


" Apa ? maaf mas sudah merepotkan, tapi kalau mba Naila masih sibuk, lebih baik kebutiknya lain kali saja ", seru Richa merasa tidak enak.


" Jangan begitu, waktu pernikahannya kan tinggal beberpa hari lagi, kalian tidak akan punya waktu lagi, sudahlah, Naila akan segera menyusulmu kebutik, ayo kita berangkat ", paksa Bram.


" Tidak usah mas, aku tidak ingin merepotkan, kalau begitu aku minta di antar Nelan saja, dia..",


" Dia tidak akan bisa.. ", ujar Bram memotong ucapan Richa.


" Apa ?",


" Iya, dia pasti sangat sibuk, jadi tidak perlu mengganggunya hanya karena urusan sepele begini, lagi pula aku kan sudah disini ",


Seperti apa pun Richa menolak laki-laki itu selalu punya kata-kata untuk memaksa Richa ikut bersama nya. Karena Richa sudah kehabisan kata-kata untuk menolak dengan terpaksa ia ikut berasama Bram ke butik. Lagi pula kalau pun ia menghubungi Nelan ia yakin laki-laki itu akan menolaknya, karena ia pasti sibuk dengan Keysa, itulah yang Richa pikirkan.

__ADS_1


__ADS_2