Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Ciuman pertamaku


__ADS_3

" Apa yang kau lakukan, Nel ? kenapa kau menciumnya, lalu minta maf ", gerutu Nelan. Ia pun turun dari mobil untuk menyusul Richa.


" Ciuman pertamaku, hikk hikk... Dasar Nelan brengsek, kenapa dia menciumku, Huaaaa... ", Richa mengomel seraya menangis.


" Richa...", Nelan menarik tangan Richa dan menghentikannya, " Apa yang kau lakukan ? kenapa pergi begitu saja ?" ucap Nelan.


" Kau sudah mengambil ciuman pertama ku, Hikk hikk ", ucap Richa di sela-sela tangisnya.


" Apa ? jadi itu adalah ciuman pertama mu ? ", tanya Nelan tersenyum lebar.


Aku tidak menyangka dia begitu polos, apa yang kau pikirkan, Nel. Kau marah dan kesal karena berpikir laki-laki itu adalah kekasihnya. Sungguh aku tidak bisa membohongi hatiku lagi, kalau aku mencintainya, aku tidak bisa melepaskannya. Batin Nelan.


" Maaf, jangan menangis lagi, aku akan mengembalikannya jika kau tidak suka ", ujar Nelan seraya memeluknya.


" Apa ? kau akan mengembalikannya ?", tanya Richa.


" Hmm ",


" Caranya ?", tanya Richa polos.


" Dengan melakukannya lagi ", jawab Nelan ringan.


" Apa ? Kau pikir aku anak kecil huh? bisa lo bohongi begitu ", kesal Richa.


" Aku berharap kau anak kecil, jadi kita bisa melakukannya lagi ", ucap Nelan. Richa mendorong Nelan menjauh darinya. Ia merasa yang di lakukannya saat ini tidak lah benar.


" Ayo, pergi ", Ajak Richa, Nelan bisa melihat perubahan di wajah Richa. Saat ia ingin menghentikan Richa dan mengajaknya bicara tiba-tiba saja Keysa menghubungi Nelan. Saat Nelan menerima panggilan itu Richa dapan mendengar Nelan menyebut nama Keysa. Nelan terlihat panik, entah apa yang terjadi pada Keysa sampai Nelan bisa segelisah itu.


Setelah mengahiri panggilan teleponnya Nelan mendekati Richa dan minta maaf karena dia tidak bisa mengantarkannya pulang, dan meminta Richa pulang naik taxi. Richa merasa sangat kecewa karena dirinya di tinggalkan di tengah jalan di bawah terik mata hari yang begitu menyengat, seketika air matanya menetes.


Wanita itu adalah Keysa, sosok yang tak akan tergantikan di hati Nelan, aku benar dan kamu salah Rehan. Aku tidak di posisi untuk minta Nelan mencintaiku, atau peduli padaku.


Richa akhirnya pulang naik taxi. Setibanya diruamah Richa merebahkan tubuhnya di kasur, ia meletakan lengannya dinatas wajahnya untuk menutupi matanya, air bening itu mulai mengalir lagi di pipi mulus Richa, ia merasa dadanya begitu sakit dan sesak.


Drrrrr drrrrr


Richa merogoh isi tasnya untuk mengeluarkan ponselnya dari sana, karena ada pangilan masuk.

__ADS_1


" Rehan.. ", Richa langsung duduk ia menghapus air matanya dan memperbaiki suaranya agar tak tersengar seperti sedang menangis.


" Hallo, Han !! ", sapa Richa setelah ponsel menempel di daun telinganya.


" Apa kau sampai di rumah ?", tanya Rehan.


" Hmm, aku udah ada di dalam kamar, apa kau menghubungiku hanya ingin menanyakan hal itu ?", seru Richa.


" Are you oke ?",


" Hmm, semuanya baik-baik aja, lo tenang aja ",


" Dia tidak berbuat kasar lagi kan, setelah tiba di rumah ?", tanya Rehan penuh sidik.


" Hmm... udah deh, gue mau mandi gerah, entar kita ngobrol lagi, oke ", dalih Richa, dia tidak ingin bicara lebih lama karena takut Rehan banyak bertanya.


" Yaudah, mandi lo sono, biar gak bau ", ledek Rehan dan panggilan telepon pun mereka akhiri.


---------


" Beb, aku mencintaimu, aku cuma mau kamu, Sayang. ", ucap Keysa di sela-sela isak tangisnya. Keysa berkata bahwa papanya akan menjodohkan dirinya dengan salah satu putra dari rekan bisnisnya jika dirinya tidak bisa memperkenalkan lakk-laki yang ingin ia nikahi dalam waktu dekat.


" Kau akan ikut bersamaku untuk menemui papa kan, Sayang." tanya Keysa penuh penekanan. Nelan mulai merasa ragu, karena ia mulai menyadari perasaannya pada Richa.


" Maaf, Key. Aku rasa aku tidak bisa." ucap Nelan. Keysa menjadi histeris, ia mengancam akan mengahiri hidupnya jika Nelan meninggalkan dirinya, yang akhirnya terpaksa Nelan berjanji padanya bahwa dia akan menemui papanya seperti yang diinginkan olehnya. Keysa memeluk Nelan dengan erat.


Aku tau kau mulai memcintai wanita itu, Nel. Tapi aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, aku akan memisahkan kalain secepatnya sebelum kau benar-benar memilih dia dan meninggalkanku. Gumam Keysa.


Setelah membuat Keysa tenang dan tertidur Nelan meninggalkan Keysa, ia pergi ke sebuah club malam bersama Arga dan Dion, mereka minum cukup banyak terutama Nelan, tidak seperti biasanya ia selalu bisa mengontrol dirinya agar tidak minum sampai mabuk berat, tapi kali ini laki-laki itu seperti kerasukan setan pemabuk.


" Dia sudah sangat mabuk, biar aku mengantarnya pulang, lo serah pulang sendiri sana ", ujar Dion yang sedang berusaha memapah Nelan keluar dari dalam club menuju parkiran, dan meninggalkan Arga yang masih asik bersenang-senang dengan wanita penghibur.


" Aku gak mabuk, ayo kita minum lagi...", ucap Nelan yang sudah tidak mampu membuka matanya.


" Lo udah di ruma, Nel. Minumnya lo lanjutin di dalam aja ama binik kamu ", ujar Dion.


" Gak mau, aku gak mau melihatnya, kalau aku pulang aku tidak akan bisa melepaskannya ", gumam Nelan. Dion mengeluarkan Nelan dari dalam mobil dan memapahnya menuju pintu, Dion menekan bel berkali-kali namun tidak ada jawaban dari dalam rumah.

__ADS_1


" Tentu saja dia sudah tidur, sakarang udah jam 2 pagi ", ucap Dion. Dion merogoh kantung Nelan mencari ponselnya, " Lo taruh diman ponselmu, Nel. Ah, kau ini sangat mengusahkan saja ", keluh Dion.


" Aiss... jangan senguh aku, aku ini pria normal, aku gak mau di sentuh cowok, aku masih menyukai wanita ", ucap Nelan semakin ngawur.


PLTAK!!


" Diam, banyak bacot lo." kesal Dion. Tiba-tiba pintu terbuka. Terlihat Richa dengan piama tidurnya membukakan pintu.


" Maaf, ngebangunin kamu malam-malam, tapi aku harus antar cecunguk ini pulang", ujar Dion nyengir.


" Ah, iya gapapa kok, silahkan masuk ", Richa mempersilahkan Dion masuk.


Dia mabuk, kanapa ? batin Richa.


Cuma ada satu kamar, apa mereka tidur sekamar. Salut gue ma lo bos, bisa bertahan selama ini gak nyentuh binik lo yang cantik ini. Batin Dion.


" Jadi harus ku letakkan di mana nih dia ?", tanya Dion.


" Di kamar aja, mas....",


" Dion..",


" Ahh, mas Dion." Dion mengantarkan Nelan ke kamar, dan Richa ke dapur untuk membuatkan teh untuk Dion.


Setelah Dion mengantarkan Nelan kekamar, Dion keluar dari kamar, terlihat Richa baru berjalan dari dapur dengan membawa minuman di tangannya.


" Duduk dulu, Mas. Minum teh dulu sebelum pergi ", ujar Richa mempersipahkan Dion duduk di sopa. Richa meletakkan teh yang di buatnya di hadapan Dion.


Dia sangat berbeda dengan Keysa. Sangat sopan dan juga terlihat lembut, tidak seperti Keysa yang manja dan sangat tidak sopan. Nelan beruntung bisa mendapatkan seorang istri seperti dia. Batin Dion seraya menyerubut tehnya.


" Makasih udah ngantarin Nelan, dan maaf gara-gara dia mas, harus repot malam-malam gini ", ucap Richa sopan.


" Kamu gak usah bilang makasih, itu udah jadi tanggung jawab aku, sebagai sahabat dan bawahanya, mengantar dia pulang, aku gak bisa dong biarin dia di gerogoti tikus di jalanan." Canda Dion, namun Richa hanya tersenyum tipis.


" Teh buatanmu enak, apa kau sangat pintar memasak ?", tanya Dion basa-basi.


" Ahahaha... aku tidak bisa memasak, yang bisa kulakukan di dapur hanya membaut minuman, itu pun baru bisa kulakukan beberapa hari yang lalu setelah aku mempelajarinya dari seorang teman." jelas Richa.

__ADS_1


__ADS_2