
" Ahh.. Sakit. Ada apa denganmu, kau sangat kasar hei ", Richa menepis tangan Nelan hingga tangan lelaki itu terlepas dari pergelangan tangannya yang hampir saja memerah.
" Lo gak lupa kan dengan apa yang aku bilang beberapa hari yang lalu kan ?", seru Nelan, sedikit membentak namun menahan suaranya agar tidak terdengar oleh siapa pun.
" Iya, gue ingat, gue belum sepikun itu ",
" Sudah ku katakan, tunjukkan di depan keluarga kita kalau hubungan kita baij-baik saja!",
" Emang itu yang gue lakuin kan, terus salah gue dimana nya ?", seru Richa.
" Tapi lo gak sadar, perkataanmu tadi hampir buat bunda dan ayah curiga kalau hubungan kita gak baik-baik aja ",
" Emang nyatanya gitu kan. Terus apa yang perlu di ributin, toh kita gak ada yang suka dengan usulan itu kan ?", seru Richa.
" Kau..",
" Richa, Nel...",
Kehadiran Naila dan Bram yang secara tiba-tiba seketika menghentikan perdebatan di antara mereka berdua.
" I-iya mba ", jawab keduanya bersamaan, Nelan mengubah posisi mereka, Nelan menyatukan jemarinya dengan jemari Richa, Kini keduanya saling tersenyum pada Naila dan Bram yang sudah berjalan mendekatinya.
Lagi-lagi tatapan Bram membuat Richa merasa tak nyaman, tanpa sadar ia mengeratkan genggamannya yang sejak tadi sudah di genggam Nelan, Nelan menoleh kearah istrinya itu, Nelan menyadari perubahan mimik wajah Richa, ia mengikuti arah tatapan Richa yang berakhir pada wajah Bram.
Apa dia takut pada Bram ? guman Nelan.
" Kalian masih disini ? ", tanya Naila.
" Iya mba, ini kita baru mau pulang ", jawab Nelan, tatapan Richa beralih pada kakak iparnya itu, ia tersenyum tipis padanya.
" Richa, kalau kau ada waktu datanglah kerumah kamu ", ujar Bram menengahi percakapan kakak beradik itu.
" Apa ?", tanya Richa terkejut.
" Ada apa, maksudku untuk bermain dengan Naila, saat hari libur bukankah akan menyenangkan jika kalian bisa bersantai bersama", Jelas Bram.
" Iya, Richa. Jika bisa datanglah kerumah, kita bisa mengobrol lebih banyak, untuk mempererat lagi hubungan kita ", seru Naila membenarkan ucapan Bram.
__ADS_1
" Baiklah mba, nanti kalau senggang Richa pasti mampir ke rumah mba Naila ", Seru Rich.
" Yaudah mba kita pergi sekarang ", ujar Nelan seraya membukakan pintu mobil untuk Richa, setelah itu Nelan pun bergegas masuk kedalam mobil. Dengan waktu singkat mobil Sport merah itu sudah menghilangkan jejaknya dari pandangan Naila dan Bram.
Sembari menatap kepergian mobil Nelan, tersungging senyuman tipis di bibir Bram.
Aku rasa hubungan mereka tidak baik, ini menarik. Tidak ku sangka Richa memiliki bibir yang sangat seksi. Gumam Bram.
--------
Sepanjang perjalanan di dalam mobil atau pun akhirnya mereka tiba ti dalam rumah, tak ada satu kata pun yang terlontar dari mulut keduanya. Sekarang kecanggungan terjadi lagi di antara keduanya saat mereka sudah berada di dalam kamar.
" Mandilah lebih dulu ", titah Nelan akhirnya memecahkan suasana yang sangat mencengkam itu.
" B-baiklah ", jawab Richa yang langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah ia mandi Richa keluar dari kamar mandi sedangkan Nelan masih duduk di tempat yang sama yaitu di sofa.
Akhirnya Nelan beranjak dari tempat duduknya, sebelum ia masuk kesalam kamar mandi langkahnya tiba-tiba terhenti.
" Aku juga gak punya niat sekamar sama lo ", Kesal Richa yang kembali menghadap ke arah cermin, mulai mengeringkan rambutnya.
Nelan pun melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kamar mandi, Richa menatap tajam pantulan wajahnya di cermin, seraya mendengus kesal.
--------
Selesai mandi Nelan keluar dari kamar mandi, sedangkan Richa sudah tak terlihat di dalam kamar itu. Setelah memakai pakaiannya Nelan merangkak naik keatas tempat tidur. Sebelum memutuskan untuk tidur Nelan menyandarkan tubuhnya di bantalan tempat tidur.
Saat ia ingin menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, pikirannya mulai teralih pada wanita yang baru saja ia husir dari kamar itu.
Jangan berpikir picik Nel, kau melakukan ini karena tidak ingin mengalami masalah lagi karena wanita itu, anggap saja kau sedang mengasihani anak anjing. Gumamnya seraya beranjak turun dari atas tempat tidur.
Nelan menarik selimut dan mengambil salah satu bantal, dan membawanya keluar dari dalam kamar, ia beejalan menuju ruang tamu. Richa yang sudah terlihat tidur di sofa, dengan di balut kain tipis meringkukan tibuhnya berbantalkan salah satu lengannya.
Nelan mendekatinya berisaha ingin memasangkan selimut itu di tubuh wanita itu, tapi tiba-tiba mata Richa terkuka dengan sempurna. Nelan pun spontan melemparkan selimut dan bantal itu ke arah Richa hingga menutupi wajahnya. Richa merasa sangat kesal dengan perlakuannkasar Nelan.
" Apa lo gak bisa bersikap lebih sopan ",
__ADS_1
" Bermimpilah, untuk apa aku melakukan itu ", Nelan yang langsung beranjak dari tempat itu masuk kedalam kamar menutup pintu dengan kasar. Richa semakin membenci laki-laki itu.
Aku ingin sekali memberinya perhitungan, agar sikap songongnya itu bisa berubah, Haisss. gumam Richa.
---------
Pagi harinya saat Richa bangun lebih awal karena takut bi Nanik melihatnya tidur di sofa, Richa masuk ke dalam kamar, ia melihat Nelan masih tertidur lelap. Richa mengernyitkan dahinya, ingin sekali ia menjahili laki-laki itu, untuk membalas perlakuan kasarnya semalam.
Tapi Richa mengurunkan niat usil nya itu, ia sudah cukup di buat kesal oleh laki-laki itu, Richa lebih memilih tidak berurusan lagi dengannya, karena itu akan lebih baik untuk hidupnya sampai setahun kedepan.
HP Nelan yang terletak di atas natas berkali-kali berdering, Richa melirik layar HP itu dan ada nama Keysa tertera di layar nya.
*Hm saat tidur dia perais gajah, suara senyaring itu tak membuatnya bergerak sama sekali.
Apa itu kekasihnya, dia terliahat sangat canti dan juga sexy*. gumam Richa saat melihat gambar di layar HP suaminya itu.
Richa langsung bersiap-siap untuk berangkat ke kampus, namun karena masih sangat pagi Richa menemani bi Nanik di dapur untuk menyiapkan sarapan.
1 jam kemudian Nelan keluar dari dalam kamar sudah sangat rapi, sepertinya ia sudah bersiap untuk berangkat kerja.
" Sarapan dulu den Nelan ", ujar bi Nanik. Richa menoleh kebelakang dan mata keduanya saling bertemu, tatapan singkat itu mulai teralihkan ke arah bi Nanik yang meminta Nelan untuk sarapan lebih dulu sebelum berangkat, tak ingin membuat bi Nanik curiga denga hubungan keduanya, Nelan akhirnya merubah arah tujuannya yang semula ingin keluar dari rumah menjadi berjalan menuju dapur.
Richa yang masih memakan sarapannya enggan menyapa atau bicara pada Nelan.
" Jika sudah sarapan ambil perlengkapanmu, aku akan mengantarmu ke kampus ", ujar Nelan di sela-sela suapan nasinya.
" Apa ? kenapa ?", Tanya Richa bingung. Nelan menatap Richa memberi kode kalau saat ini ada bi Nanik disana.
Untuk apa dia berekting di depan bi Nanik, aku sangat tidak ingin bicara dengannya.
" Kenapa ? apa kau tidak ada kelas pagi hari ini ?", tanya Nelan.
" Ada ",
" Kalau begitu aku akan mengangarmu ",
" Oh, oke",
__ADS_1