
" Kamu gak bakal ninggalin gue kan ?" tanya Nelan pada Richa.
" Aww.. mba, Nai..", pekiknya karena mendapat pukulan dari Naila, " aku pasien yang lagi sakit parah loh ",
" Kamu itu kayak anak kecil Nel, Richa harus ke kampus jadi berhenti merengek padanya ", celetuk Naila.
" Gapapa mba, Richa akan disini nemenin dia, lagian Richa gak ada kelas pagi kok, entar Richa ke kampusnya habis siang aja ", ucap Richa, mendengar itu Nelan tersenyum tipis. Ada kepuasan di hatinya karena Richa akan menemaninya.
" Yaudah tidur sana, biar susternya bisa ngurusin kamu ", ujar Naila.
" Gak mau dirawat suster, aku mau kamu aja ya yang rawat",
Dia ini, persis kayak aku kalau sakit. Apa semua orang yang lagi sakit emang manja dan pengen di perhatiin. gumam Richa.
" Tapi aku kan belum punya ijin buat pasang jarum hinpus dan jarum suntik ", ucap Richa.
" Siapa bilang aku mau di suntik. Lagian kamu kan istriku, aku mau kamu yang urusain aku " Richa dan Naila memejamkan mata karena kesal dengan tingkah manja laki-laki itu.
" Kalo lo bawel terus aku tinggal ke kampus nih", amcam Richa lagi.
" Oke, aku mau di rawat suster, tapi jangan pergi ", pasrah Nelan, Naila yang melihat adiknya itu terkekeh karena akhirnya ada juga yang berhasil membuat laki- laki manja itu menurut selain bunda nya.
" Ya udah, Mba tinggal ya. Awas lo kalau nyusahin Richa, mba lapor bunda."
" Kenapa sih kalian para wanita paling hobi mengancam seorang pasien." keluh Nelan.
" Mba, titip si bayi tua ini ya, Richa. Ayo sus kita keluar ", pamit Naila, di jawab anggukan pelan oleh Richa. Akhirnya di ruangan itu hanya tinggal mereka berdua. Richa duduk di damping suaminya itu, sambil menuggunya tidur.
" Kok gak tidur !".
" Aku takut kamu akan pergi kalau aku tidur."
Dug.
Oh tuhan ada apa dengan jantungku ?.
" Aku kan udah janji akan nemenin kamu sampai siang. Jadi aku gak bakal pergi, tidurlah ", Ucap Richa seraya menarik selimut untuk menutupi tubuh suaminya itu.
Berhenti menatapku, aku bisa serangan jantung kalau kamu menatapku begitu.
" Maaf...", mata Richa terbelalak sempurna, untuk pertama kalinya Nelan mengucapkan kata itu, yang Richa sendiri tak paham maksudnya. " Maaf karena aku sudah membentakmu kemarin malam ", lanjut Nelan. Richa hanya tersenyum padanya.
" Aku merasa sangat kekanakan selama ini, aku tau kalau kau tidak bersalah, tapi aku malah melimpahkan kekesalanku padamu. Menganggap dirimulah sumber dari kekacauan hidupku."
" Lupakan saja. " ucap Richa.
" Apa, kau memaafkanku ?"
" Hmm.. Aku sangat membencimu karena sudah memperlakukanku sangat buruk, tapi sekarang kau sudah minta maaf kan, jadi aku akan melupakan apa yang terjadi di masa lalu. Namun ada saratnya ", ujar Richa.
__ADS_1
" Syarat ?",
" Hm. kau mau berteman denganku ? Sampai hibungan ini berakhir kita bisa menjadi teman kan ?". Richa mengulurkan tangannya, " Kita bisa berdamai sekarang ?", ujar Richa berharap mendapat sambutan dari suaminya itu.
" Hm. Kanapa tidak ", ucap Nelan seraya menyambut tangan Richa.
Kenapa aku tidak pernah menyadari betapa senyumannya sangat manis. Kenapa aku merasa kecewa saat dia menyebut perpisahan. Jangan lupa Nel kau sudah berjanji pada Keysa. Guman Nelan yang masih tak mengalihkan pandangannya dari Richa.
Tidak lama kemudian Nelan pun tertidur, Richa bernapas lega, ia pun merebahkan tubuhnya di sofa seraya menunggu waktu siang sebelum ia pergi ke kampus sambil memainkan ponselnya.
---------
Siang harinya pukul 12.30.
Richa harus berangkat ke kampus tapi Nelan belum juga bangun, Richa harus pamit padanya sebelum pergi, karena laki-laki itu bisa membuat masalah lagi kalau ia pergi begitu saja. Terpaksa ia membangunkan Nelan.
" Nelan, Hey.. Bangun ", Richa membangunkan Nelan dengan menggoyangkan pundaknya pelan.
" Hmmm..", gumam nya, akhirnya ia membuka matanya.
" Aku harus pergi sekarang." Richa berbalik badan dan hendak pergi namun Nelan menahannya.
" Mau kemana ?" tanya Nelan.
" Kampus ", seru Richa.
Richa berbalik, ia menggenggam tangan Nelan dengan hangat.
" Aku cuma sebentar kok, lagian aku disini juga kamunya tidur terus, malah aku yang jadi bosen ". ucap Richa.
" ...... " Nelan hanya terdiam.
" Udah kamu istirahat aja disini, aku cuma pergi 2 jamman kok. Aku bakal cepet balik lagi kesini, Okay." seru Richa sambil tersenyum.
Richa berbalik badan hendak pergi, tapi saat di depan pinti....
Duakk.... Bugg !!
" Awwww....",
Ada yang memdorong pintu dengan keras hingga membuat Richa yang di belakan pintu mental dan terjatuh.
" Aduh, sory." ucap wanita yang baru datang itu.
" Lah, malah pergi gitu aja gak bantuin gue." kesal Richa yang langsung berdiri. Dia ini, cewek yang kemarin kan ? pacar Nelan.
" Sayang, kok kamu gak ngabarin aku, kalo kamu masuk rumah sakit ?" ucap Keysa manja seraya membelai wajah Nelan lembut.
" Sa---Sayang kok kamu disini ?", tanya Nelan gelagapan.
__ADS_1
" Woy. Lo ?" panggil Richa.
Keysa mengabaikan panggilan Richa dan tetap bicara dengan Nelan. Nelan panik saat melihat espresi Richa, Nelan seakan merasa terpojok di antara kedua wanita itu.
" Woy, di panggilin juga, budek ya ", celetuk Richa, seraya menepuk pundak Keysa.
" Apaan sih lo, kamu siapa ?", tanya Keysa kasar.
" Lo gak kenal gue, kalo gitu aku kenalin. " Richa mengulurkan tangannya, " aku Richa istri sah Nelan ", ucapnya penuh penekanan. " dan kamu, aku sih tau kamu siapa. Pacar suami aku kan ?", lanjut Richa.
" Cuma istri di atas kertas kan ? " celetuk Keysa. Richa merasa panas mendengar ucapan wanita itu, karena ternyata Nelan sudah mengatakan pada Keysa tentang perjanjian mereka.
" Oke, minta maaf yang bener dong, udah buat aku jatuh malah pergi gitu aja, lo kira bokong gue bantal apa yang gak ngerasain sakit ",kesal Richa.
" Kenapa aku harus minta maaf, salah lo sendiri berdiri di depan pintu", Songong Keysa.
Kok aku kayak pamiliar ya sama cewek songong ini, sumpah pengen gua tabok tu bacot.
" Yaelah, lo kan bisa ketuk dulu sebelum masuk, pernah di ajarin sopan santun gak ?", seru Richa santai.
" Buat apa gue sopan sama cewek kayak lo ", Keysa nyolot.
" Lo....", Richa mengepalkan tangannya seraya memejamkan mata.
" Kenapa ? kamu mau mukul aku ?", tantang Keysa.
" Iya, kenapa ? lo takut ?", ucap Richa.
" Woy, woy.. udah jangan ribut, ini rumah sakit bukan ring tinju ", lerai Nelan
" Beby, liat dia kasar ke aku, dia mau mukul aku, beb." rengek Keysa manja.
" Sukur aja ni rumah sakit bukan ring, jadi dia gak gue hajar ", celetuk Richa.
" Dasar cewek bar-bar ".
" Mau tau cewek bar-bar ngamuk ". Richa hampir meraih tangan Keysa. Namun dihentikan oleh Nelan.
" Richa, cukup." bentak Nelan
" Apa, lo mau belain dia, si cewek manja ini ?", tanya Richa semakin mengencangkan kepalannya.
" Richa, ingat batasanmu, pergilah, bukakah kau bilang harus ke kampus." Kalimat yang Nelan ucapkan menyadarkan Richa akan batasannya.
" Dan lo juga seharusnya tau batasan buat menegur yang salah ", tegas Richa. Richa langsung berbalik dan pergi tanpa menoleh lagi, terlihat cairan bening di mata Richa sebelum ia memalingka wajahnya dan Nelan melihat hal itu. Membuat Nelan sedikit merasa bersalah.
" Richa..Icha.. ", panggil Nelan namun sudah tak di gubris oleh Richa.
Apa aku sudah sangat keterlaluan memarahinya ? Batin Nelan.
__ADS_1