Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Mau adik bayi banyak


__ADS_3

*Selamat membaca, Jangan lupa like dan komen**nya*.


❄❄❄❄❄


Saat masih asihnya menghujani Richa dengan ciuman mautnya, tiba tiba seseorang masuk.


" Eheeemm..."


" Bunda."


" Bunda tau, kalian sedang bahagia, tapi ini rumah sakit anak anakku, lanjutkan dirumah saja, oke." Nelan tertawa begitu pula dengan Richa. Senyum kebahagiaan terpancar di setiap wajah keduanya, Nelan melangkul bundanya dengan manja.


" Selamat ya, Sayang. Akhirnya doa kita di jabah oleh yang kuasa."


" Makasih bunda." Ucap Richa paruh.


" Terimakasih bundaku yang tercinta. Karena dengan kesabaran kau selalu memberi kekuatan bagi kita semua." Ucap Nelan seraya mengecup lembut pipi Bundanya.


" Kau wanita yang kuat, nak." Salsa mencium lembut dahi Richa. Iya merasa sangat khawatir pada menantunya itu saat mendengar apa yang baru dihadapinya dan Naila. " Terimakasih karena kau bertahan." Salsa dan Richa menangis bersama, Nelan merangkul bundanya dan menggenggam tangan istrinya.


" Mba Naila gimana, Bun?" Tanya Richa.


" Dia sudah baik baik aja, Sayang. Namun dia belum sadar sampe sekarang." Jawab Salsa, mimik wajahnya terlihat sangat sedih.


" Maaf bunda. Ini semua terjadi karena Richa. Kalau aja mba gak.."


" Tidak nak, jangan katakan itu Sayang. Ini buka salah kamu, semuanya terjadi karena orang orang tidak bermoral itu." Jelas Salsa.


" Yaudah, aku liat mba Naila dulu, ya Sayang!"


" Aku ikut mas."


" Tapi kamj masih lemes Cha."


" Gak, mas. Aku baik baik aja. Boleh ya mas, bunda, aku mau liat mba Nai juga."


Richa memaksa, akhirnya Nelan menuruti keinginan istrinya itu. Nelan memapah nya menuju ruangan Naila, awalnya ia ingin mengangkat tubuh Richa menuju ruangan Naila, tapi Richa menolak karena tidak enak dengan orang orang yanga akan memperhatikan.


 


Di depan ruangan Naila, ada Nevan dan Rehan dan juga ayahnya yang sedang menunggunya sadar.


" Ayah, istirahatlah. Biar aku yang menjaga mba Naila."


" Mami..." Tiba tiba Lilian berlari dari arah lain dengan memanggil maminya.


" Lili..." Nevan langsung mengangkat tubuh mungilnya.


" Ada apa, Sayang? Kenapa berlari." Ujar Nevan.

__ADS_1


" Kakek, Mami, Lili dimana?"


" Mami sedang bekerja, Sayang. Lili sama om Evan dulu ya." Jawab Kakenya.


" Papi..." Lilian mengulurkan kedua tanganya minta untuk di gendong oleh Rehan.


" Papi?" Ucap Nevan dan ayahnya kompak.


" Iya Aman, Papi Lili."


" Maaf ya nak. Lili.."


" Tidak pa pa tuan."


" Lili tidak boleh sembarangan menyebut orang sebagai papi Lili. Paman ini adalah..." Ucapan Nevan terpotong karena rengekan Lilian.


" Gak mau papi, Lili mau papi...."


" Biar dia bersamaku." Rehan mengambil alih Lilian dari tangan Nevan.


" Sory ya, biasa dia tidak seperti ini." ucap Nevan.


" Tidak masalah. Lili mau main dengan papi?" Ajak Rehan, gadis kecil itu menganggukkan kepalanya dengan cepat. Ia sangat suka dan antusias ingin bermain dengan papi sebutannya itu.


Tak lama kemudian Richa, Nelan dan Salsa datang. Richa dan Nelan masuk ke dalam ruang perawatan Naila. Bahkan sampai saat ini Naila belum juga sadar, hal itu membuat Richa sangat sedih dan merasa bersalah. Ia menyaksikan bagaimana brutalnya Bram dan Stepen menganiaya Naila di depan matany. Richa mulai terisak Nelan memeluknya dengan erat.


" Jangan bicara begitu Sayang. Ini bukan salah kamu. Ini salah para Ba^ingan itu. Aku berjanji sama kamu, akan ku pastikan mereka semua mendapatkan balasannya." Nelan sangat geram begitu mengingat sosok kedua ba^ingan yang sudah membuat istri dan kakak nya sampai seperti itu.


Setelah itu, Nelan membawa Richa dan Lilian pulang. Untuk mengecoh gadis kecil itu agar tidak melihat keadaan maminya yang sedang menyedihkan cuma Richa lah obtanya. Karena jika bersama Richa Lilian akan lupa segala hal, karena ia sangat menyukai bibi cantik nya itu.


" Papi tidak ikut Lili?"


" Tidak Sayang. Lili pulang bersama bibi cantik dulu ya. Besok papi bertemu Lili lagi. Oke cantik." Rehan mencubit pelan pipi cabi gadis kecil itu.


" Janji, besok kita main lagi."


" Janji."


" Makasih ya Han, untuk segalanya."


" Sama sama, Sayang." Rehan memeluk dan mencium kening Richa. Nelan yang menyaksikan itu tidak bisa berbuat apa apa. Ia mulai terbiasa dengan kedekatan Richa dan Rehan. Setelah kejadian hari itu Nelan menyadari arti Richa di hati Rehan dan begitu pula sebaliknya.


Mungkin Nelan adalah suaminya tapi Rehan adalah saudara yang memiliki peran yang sama di hati Richa dengan Riyan. Rasa iri hanya akan membuat dirinya terlihat bodoh.


" Thanks, Rehan." ucap Nelan sambil memukul pelan lengan Rehan. Namun pria tampan itu hanya membalas ucapan Nelan dengan tersenyum.


" Tolong jaga kakak gue."


" Pasti. Dan tolong jaga mba Naila juga."

__ADS_1


Akhirnya setelah berpamitan Richa, Nelan dan Lilian pergi dari tempat tersebut, Di dalam mobil Nelan terlihat bengong dengan pikirannya sendiri, sedangkan Richa terus saja mengajak Lilian bercanda sambil memperkenalkan adik bayi yang ada di perutnya pada gadis kecil itu.


" Benar bibi cantik? Disini ada adik bayi Lili?"


" Iya Sayang. Nanti Lili bakal punya teman bermain. Lili suka adik bayi kan Sayang?"


" Lili mau adik bayi. Lili mau adik bayi yang banyak."


" Ahahahaha. Kenapa banyak, disini cuma ada satu adik bayi Lili."


" Tapi Lili mau banyak bibi. Belikan Lili adik bayi yang banyak paman. Lili mau adik bayi banyak." Lilian mulai merengek, namun Nelan seakan tidak mendengar apa yang Lilian ucapkan padanya.


" Mas..!?" Panggilan Richa dan sentuhannya menyadarkan Nelan dari dunia halunya.


" Iya, Sayang. Ada apa?" Tanya Nelan bingung melihat tatapan Richa dan Lilian padanya.


" Bibi paman jahat."


" Kamu kenapa sih mas! Aku dan Lili terus mengajakmu bicara tapi kamu diam saja."


" Maaf, Sayang. Ada apa Lili paman yang jelek. Kenapa mengatai paman jahat? Lili tau kan itu bukan kata kata yang baik Sayang."


" Kata guru Lili orang yang suka mengabaikan perkataan orang lain itu orang yang buruk. Buruk kan artinya jahat paman, dan paman barusan mengabaika Lili dan bibi."


" Aku tau mba Naila itu sangat cerdas, ternyata kecerdasannya menurun pada Lili. Lihat saja bicaranya." Richa masih menatap Nelan, ia masih belum mendapatkan jawaban darinya, apa yang membuatnya sampai melamun.


" Mas, gak akan cerita ma aku, apa yang lagi mas pikirin?"


" Bukan apa apa, Sayang. Cuma masalah pekerjaan, aku merasa harus segera ke kantor dan menemui kedua kutu air itu." Saat membicarakan tentang Bram dan Stepen membuat darah Nelan mendidih. Bahkan wajahnya berubah memerah.


" Kutu air itu apa paman?"


Richa tertawa kecil. " Kutu air itu serangga jahat yang ada nya di air, Lili cantik."


" Em, terus kenapa paman ingin menemui serangga yang jahat?"


" Karena paman seorang polosi yang akan menangkap semua yang jahat anak manis." Jawab Richa.


Setelah lelah bicara akhirnya Lilian tertidur, begitu pula dengan Richa. Sepertinya ia sangat lelah, atau mungkin karena bawaan bayinya jadi ia sangat mudah tertidur.


.


.


.


.


Terimakasih, salam kasih dari Frisca. Sehat selalu.

__ADS_1


__ADS_2