Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Cewek apa ini


__ADS_3

Richa berpikir apa Nelan benar-benar sudah berubah, tapi siapa yang sangka hati laki-laki itu entah terbuat dari apa, hanya beberapa meter mobil keluar dari depan rumah, Nelan sudah menghentikan mobil itu dan meminta Richa untuk turun.


Yah manusia ini tidak mungkin bisa berubah, hatinya itu seratus persen terbuat dari batu, batin Richa.


" Ayo turun, tunggu apa lagi ", titahnya lagi, " jangan bilang lo pikir gue beneran mau mengantarmu ", lanjut Nelan dengan senyum sinis.


" Aku gak punya waktu mikirin tentang apa yang mau lo lakuin ", Richa hampir membuka pintu mobil, tapi sejenak Richa terdiam, ia kembali duduk dengan sempurna.


" Apa, kenapa lo gak jadi turun !", tanya Nelan dengan tatapan datar.


" Aku butuh uang ", ujar Richa tanpa aba-aba.


" Apa ? apa lo gak salah ", seru Nelan.


" Tadinya aku mau minta sama papi, tapi gak jadi, karena kalo sampe gue minta ma papi, lo tau kan papi pasti bakal banyak tanya, kenapa gak minta sama suami kamu, kamu sudah sepenuhnya tanggung jawab dia ", ujar Richa. Nelan mengernyitkan alisnya, " atau lo mau gue minta sama ayah dan bunda aja ", lanjut Richa terdengar seperti ancaman.


Nelan mendengus, ia merogoh sakunya dan mengeluarkan dompet miliknya, Nelan mengeluarkan satu lembar kartu kredit.


" Ini, lo bisa pakai sepuasnya ", Seru Nelan seraya menyodorkan kartu itu kehadapan Richa.


" Oke ", Richa langsung menyambar kartu itu dari tangan Nelan, " Lo tenang aja gue bakal pakek sepuasnya kok, kan uang lo uang gue juga, terima kasih suami ", Ledek Richa yang langsung bergegas keluar dari dalam mobil suaminya itu.


Nelan merasa sangat kesal, sedangkan Richa merasa sangat puas sudah membuat laki-laki itu jadi kesal. Setelah mobil Nelan melaju dengan kecepatan sedang Richa menghentikan taxi yang baru melintas di hadapannya.


Setibanya di depan kampus Richa melihat si ibu penjual pecal.


" Gue udah sarapan sih, tapi enak kali ya, aku makan sepiring aja deh, toh belum saatnya masuk kelas kan ?", Richa pun mendekati si penjual pecal dan memesan satu piring pecalnya.


DRAP!! DRAP!!


Suara langkah kaki yang terdengar seperti berlari mengalihkan pandanagn Richa ke arah suara.


" Richa!!!",


" Hah !", Richa terkejut melihat Juana yang berlari kearahnya, " Jua..",


" Jangann!!", Juana mengambil piring pecal yang ada di tangan Richa, " jangan buang makanan, gak boleh, dosa !!", ujar Richa yang ingin mengambil piring itu dari tangan Juana.


" Ini mah bukan makanan, Racun ! bikin sakit perut ", kata si pria rambut perak yang tadi ikut berlari bersama Juana.


" Percuma juga, udah mau abis gitu ", kata si ibu penjual pecal.


" Enak kok ", seru Richa.


" Lo gapapa ? perutnya ? kepalanya pusing gak ?", tanya si rambut perak tiba-tiba mendekat pada Richa.


" Nggak, udah biasa makan yang kayak gini ", jawab Richa santai.


Ce-cewek apa ini..


Hmm..


Tatapan Richa berubah masam saat menyadari kalau dia pernah berpapasan dengan laki-laki itu.


" Lo yang kemarin nabrak kan ? bukannya nolongin malah kabur ", celetuk Richa dengan wajah masam.


" Ahahaha.. iya kemarin itu mau ketoilet abis makan pecel ini ", si pria rambut perak nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Sini di kenalin. Jordan, ini Richa. Richa, ini Richa. " Juana memperkenalkan.


Richa dan Juana saling bertatapan.


**Apa ini salah satu yang mau kamu kenalin juga ? Ganteng dan pintar ?

__ADS_1


Jangan sama yang ini, gak ada bagus-bagusnya.


Oke, aku tes dulu.


Sip, cuekin aja anaknya**.


Richa dan Juana saling tertawa ringan.


" Ngerti kan ?", ujar Juana.


" Iya ", jawab Richa.


Tatapan Richa berpindah pada Jordan, dengan tatapan tajam.


Nih cewek kenapa ngeliatinnya begitu? gumam Jordan.


" 120 kali 5 berapa ?", Sebuah pertanyaan jebakan, seketika Juana dan Jordan terkejut dan mengendus.


" Huh ? 450 ",


" Wuah cepet banget jawabnya, lo pinter ya ",


Tapi 120 kali 5 berapa ya, gue juga lupa gak sempet ngitung.


" Ahahahaha.. Siapa dulu dong ", Ujar Jordan bangga. Untung jawaban gue bener.


" 120 kali 5 \= 600, dua-duanya oon ternyata ", celetuk si tukang pecel.


Bhahahaha... Juana teetawa sampai terpingkal-pingkal.


Ah salah ya. Gumam keduanya bersamaan.


" Saya cuma tamat SD loh! ", ujar si ibu pecel.


" Udah sering ngitung bungkus pecel ya ?", seru Jordan.


" Pake kalkulator dong ", jawab si ibu pecel.


Richa, Juana dan Jordan beranjank menuju kelas bersama.


" Ngapain sih naya-nanya gituan ?", tanya Jordan.


" Cuman ngetes kok ", jawab Richa dengab santainya.


Jadi ni cowok orangnya ngenes otaknya juga ngenes.


" Juana...", seorang Pria menyerukan nama Juana dari ujung koridor. Sehingga ketiga orang itu menoleh bersamaan erah suara.


" Ah, ada yang nyariin gue tuh.. Aku pergi sebentar ya ma dia, bye guys ?", Juana pun langsung bergegas meninggalkan Richa dan Jorsan.


" Ayo kita ke kelas, Richa..", Ajak Jordan.


" Hm.. Eh, udah lama kenal Juana ?", tanya Richa. Keduanya berjalan sejajar di koridor kampus.


" Kita udah kenal sejak kecil, atau mungkin sejak lahir, orang tua kita deket sih ", seru Jordan.


" Gak sekalian aja kenal bahkan sebelum brojol, ahahaha..", ledek Richa.


" Kalo lo, kenal Juana sejak kapan ?",


" Sejak 3 hari yang lalu ", jawab Richa jujur.


" Oh ya, tapi keliatannya udah deket banget ",

__ADS_1


" Ahahaha.. ia sih, mungkin karena Juana orangnya ceria dan mudah baget bergaul sama yang lain juga gitu, banyak yang suka dengannya ", jelas Richa.


" Hm, tapi Juana sejak kemarin terus aja ngomongi kamu lho, kayaknya dia bener-bener nyaman jadi sahabat kamu",


Richq dan Jordan berbincang dengan sangat santai, Richa merasa senang karena akhirnya selain Juana ia juga mendapatkan teman baru. Jordan ternyata berada di kelas yang sama dengannya.


.


.


.


Setelah pelajaran selesai Richa akhirnya bisa pulang.


" Richa.. ", Jordan menghentikan langkah Richa yanvmg hampir meninggalkan kelasnya.


" Ada apa Jordan ?",


" Kuantar ya ", tawar Jordan.


" Tidak usah Jordan, rumahku dan kampus lumayan jauh, lagian kita gak searah kan", tolak Richa. Sebenarnya alasan Richa menolak karena dia tidak yakin apa hal itu tidak akan jadi masalah nantinya.


" Gak masalah kok ", paksa Jordan.


" Eheheh... munkin lain kali ya Jordan ", Richa masih tetap kekeh menolak tawaran Jordan.


Manis banget sih senyumnya, gak salah gue pilih kampus.


" Yasudah, ku antar samapi gerbang kampus aja kalau begitu ", seru Jordan, Richa tidak akan bisa menolak tawaran Jordan yang satu itu.


----------


Nelan yang sedang istirahat di ruang kerjanya, merasa sangat lelah setelah menyelesaikan beberapa kasus baru hari ini. Tak lama kemudian, Keysa masuk kedalam ruangan Nelan tanpa mengetuk pintu seperti biasanya, karena Nelan membebaskannya keluar masuk kantornya. Keysa melihat keanehan di wajah Nelan.


" Ada apa, Beb ?" Tanya Keysa sambil berdiri di belakang Nelan yang duduk di kursi lalu memeluk leher Nelan dari belakang.


" Hm, aku lagi capek aja sayang ", jawab Nelan tanpa memandang ke arah Keysa.


" Mau aku kasih pijitan kaya biasa nya", Keysa langsung memijat pelan pelipis Nelan.


" Makasih, Sayang. Ada apa kamu kesini ?". tanya Nelan sambil menarik tangan Keysa hingga kini Keysa duduk di pangkuannya.


" Tentu saja karena merindukanmu sayang, sudah 2 hari kita tidak bertemu, semalam kau juga batal menemuiku. Apa kamu tidak merindukanku ?", tanya Keysa dengan nada manja.


" Tentu saja, Sayang. Sudah sore ayo ku antar kau pulang !", ajak Nelan sambil menurunkan Keysa dari pangkuannya lalu menggandeng tangannya keluar dari ruangan itu.


.


.


.


.


.


.


.


Nah ini visual salah satu pemeran kocak si Jordan ya gays.


__ADS_1


JORDAN


__ADS_2