
Seusai mengganti pakaiannya, Nelan langsung naik ke atas tempat tidur dan menyandarkan tububnya di sandaran tempat tidur, ia memainkan ponselnya, tanpa bicara atau pun mengajak Richa untuk makan malam.
" Mas..!?"
Panggilannya di abaikan oleh Nelan.
" Mas..!?"
" Hmm." Jawab Nelan singkat, seakan enggan untuk menjawabnya.
Dia ini kenapa sih? Emosinya gak labil banget kayak ibu hamil. Richa merasa serba salah, hatinya di buat resah dengan sikap Nelan yang tiba tiba berubah mendimkannya. Setelah selesai dengan urusan kilutnya Richa mencoba mendekati Nelan dan mengajaknya bicara. Namun Nelan tetap tidak menghiraukanya, tapi Nelan tetap diam membisu dan berpura pura mencari kesibukan lain dengan memainkan layar ponselnya.
" Mas, kamu marah padaku?" Tanya Richa sambil naik merangkak ke naik ke atas tempat tidur, lalu menyandarkan punggungnya dan duduk di samping Nelan. Namun Nelan masih saja tak menggubrisnya, ia masih sibuk memainkan ponselnya.
" Mas..."
Richa yang mulai merasa kesal merampas ponsel dari tangan suminya itu. Tatapan dingin seketika itu dilayangkan oleh Nelan, saat ia menoleh ke arah Richa.
" Apa kau tidak lihat aku sedang sibuk. Kembalikan ponsel nya padaku!." pintanya dengan tatapan serius.
" Mas, marah padaku?" Tanya Richa. Tatapan wanita itu terlihat sendu, Nelan bisa melihatnya kalau saat ini Richa hampir menangis. " Kalo aku salah, aku minta maaf mas." Lanjutnya dengan nada memohon.
" Kembalikan ponselku!" Pinta Nelan.
" Gak mau." Richa menyembunyikan ponsel itu di belakang punggungnya.
" Richa!"
Richa hanya terdiam dan menerima tatapan dan suara gusar Nelan yang ditujukan padanya. Ingin sekali rasanya Nelan membentaknya namun ia merasa tak tega. Nelan mengalihkan pandangannya sambil menghembuskan napasnya dengan kasar.
Melihat genangan air bening di mata istrinya itu membuat Nelan jadi merasa bersalah, lalu ia pun menarik napasnya dalam dalam. Sebelum ia akhirnya bicara.
" Aki tidak marah marah, Cha. Jadi kembalikan ponselku." Suara Nelan kini kembali melunak, begitupun dengan tatapannya.
" Kalau tidak marah, lalu kenapa mas diam, dan membentakku?"
__ADS_1
Nelan sejenak terdiam, bingung harus menjawab apa? Dirinya sendiri tidak tau kenapa ia tiba tiba sangat kesal hanya dengan melihat pria lain mengirim pesan pada Richa. Nelan tau sejak awal melihat kedekatan istrinya itu dengan Dava sangat mengusiknya.
" Aku hanya lelah saja, Cha." Dalih Nelan.
" Mas bilang lelah?" Tanya Richa memastikan.
" Hmm." Nelan menjawab Richa dengan nada malas.
" Ya sudah, ambil kembali ponselmu, maaf kalau aku udah ganggu kesibukanmu. Aku mau makan saja, aku sangat lapar." Richa mengembalikan ponselnya. Namun dari nada bicaranya Nelan tau kalau istrinya itu sedang kesal.
" Aki sudah tidak menginginkan ponselku lagi." Nelan mengambil ponsel itu dari tangan Richa dan meletakkannya di atas nakas. Kedua matanya beralih menatap Richa dengan tatapan tajamdan penuh hasrat.
Wuah suamiku kayaknya mulai nakal lagi, ini bahaya. Richa coba mengansur tububnya menjauh dari Nelan, namun tangan Nelan dengan cepat mendekap istrinya itu.
" Kamu mau kemana?" Nelan menindih Richa, tak membiarkannya lepas dari genggamannya. Richa sudah sepenuhnya paham akan apa yang setelah ini terjadi pada dirinya.
" Mas, katanya kamu lelah?" Tanya Richa mulai gugup dan tubuhnya mulai gemetar dan membuat darahnya berdesir hebat.
" Aku tidak lelah jika untuk yang satu ini, Sayang." Nelan membenamkan ciuman di belahan bibir Richa. Tangannya pun mulai melepas piama yang Richa pakai. Lalu percintaan mereka yang panaspun kembali terjadi.
" Ada apa?"
" Aku lapar, mas." Rengek Richa.
Nelan mengangkat Richa kekamar mandi, lalu mereka pun mandi bersama. Namun Richa tidak mengijinkan Nelan mandi di dalam bettup, karena Richa tidak mau kalau sampai Nelan malah bermain lagi di dalam sana, Dan Nelan pun menurutinya.
Selesai mandi dan makan, Richa merengek pada Nelan agar membawanya pergi keluar melihat keindahan kota di malam hari. Sebenarnya kalau bisa menolak Nelan ingin tetap di kamar menghabiskan waktu bersamanya, dan mereka masih punya beberapa hari lagi disana. Tapi rengekan manja Richa tidak bisa ia tolak sama sekali.
Keduanya memutuskan untuk keluar dengan berjalan kaki, karena di sekitar hotel terdapat tempat yang sangat banyak di datangi orang orang sebagai tempat bersantai di malam hari dan melihat pemandangan indah bersama pasangan. Richa tau hal itu karena ia parnah melintasi tempat itu dulu sekali, ia sangat ingin bisa mendatangi tempat itu tapi dia tidak punya kesempatan untuk datang karena selalu di awasi oleh mami papinya.
Karena itu juga alsannya memilih hotel tersebut karena memiliki jarak yang tidak jauh dengan tempat impiannya tersebut.
" Apa kau ingin melakukan segalanya dalam sehari, Icha?" Ujar Nelan sambil menggandeng tangan Richa.
__ADS_1
" Tentu saja tidak, besok masih banyak lagi yang ingin ku datangi." jawabnya dengan antusias.
" Aku malah berharap kau lebih menginginkanku dari pada hal lainnya." Gumam Nelan. Namun Richa dapat mendengarnya walau Nelan mengucapkannya sangat pelan.
" Hmm. Kau sudah menjadi milikku, Sayang. Jadi untuk apa lagi aku menginginkan apa yang sudah jadi milikku." ujar Richa.
" Ohya, Memang kapan aku mengatakan padamu kalau aku sudah menyerahkan diriku padamu." Seru Nelan.
" Sejak awal kau menjadi suamiku. Maka otomatis kau sudah menjadi milikku" ucap Richa penuh percaya diri, Keduanya saling tatap lalu tertawa bersama.
" Baiklah, dengan senang hati kuserahkan diriku padamu, Sayang."
" Tentu saja."
Saat keduanya sedang menikmati pemandangan indah malam itu, tubuh seksi Richa menarik perhatian beberap pria yang ada di tempat tersebut, Dan Nelan benar benar tidak suka akan hal itu. Ia sempat melarang Richa mengenakan pakaian seksi seperti itu saat mereka masih belum keluar dari hotel. Namun argumennya di kalahkan oleh sang istri, dan pada akhirnya yang di khawatirkannya menjadi kenyataan. Ia tau banyak mata yang akan menyorot tubuh istrinya itu.
Nelan segera melingkarkan salah satu tanganya di tubuh Richa.
" Ada apa mas?" Tanya Richa karena merasa Nelan bertingkah aneh.
" Tidak ada, ayo lanjutkan jalannya."
Tiba tiba Richa melihat sebuah penjual jajanan di pinggir jalan ia pun meminta Nelan membelikannya untuknya. Sebelum membeli jajanan itu Nelan bertanya apa makanan itu halal, saat ini mereka sedang ada di kota yang makanan nya dalam garis besar adalah makanan yang tidak halal. Lalu Richa bilang makanan itu halal dan ia sudah pernah memakannya dulu.
Setelah puas bermain Nelan pun mengajak Richa pulang, ia tidak mau Richa sampai kelelahan, karena ada permainan yang akan mereka lakukan lagi setelah ini.
Setibanya di hotel, keduanya langsung membersihkan diri sebelum mereka memutuskan untuk tidur. Karena hari ini lumayan melelahkan bagi keduanya.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG........