Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Duka yang doble.


__ADS_3

Sudah seminggu sejak kabar kepergian Nelan, namun Richa belum juga memakan apa pun membuat Naila dan Rehan sangat khawatir.


"Ayo Cha, buka mulutnya?" Ucap Naila mencoba menyuapkan makanan pada Richa, namun Richa tetap diam tak mau membuka mulutnya.


Richa diam dengan tatapan kosong, sumua terjadi begitu memndadak membuat Richa shock, di tinggalkan Nelan secepat itu.


Richa duduk di tepian ranjang kamarnya, Naila yang tak berhasil membujuk Richa kemudian keluar.


"Gimana? Richa mau makan?" Tanya Rehan, Naila hanya menggelengkan kepalanya.


" Gimana ini pa, Han?" ucap Naila pada Rehan dan juga papanya Rehan yang baru saja tiba di rumah Richa.


" Biar papa yang coba." Ucap Zion. Kemudian ia bangun dan mengambil piring dari tangan Naila dan masuk ke dalam kamar Richa.


Sedangkan Arya saat ini sedang tidur di gendongan Rehan. Mereka semua mengkhawatirkan keadaan Richa, kesedihan mendalam melingkupi hati Richa, walau pun ia masih merawat dan menjaga Arya namun ia tak memperdulikan dirinya sendiri.


Kesedihan juga menyrlimuti hati semua orang, karena keadaan ayah mereka saat ini di rumah sakit semakin memburuk. Bundanya bahkan tak bisa menemani Richa atau memberinya pelukan untuk menenagkannya.


Salsa sama kacaunya dengan Richa, selain dari kenyataan kehilangan putra tercintanya, keadaan suaminya juga membuat keadannya semakin terpuruk.


Zion masuk dalam kamar Richa, dan mendekati Richa lalu duduk di samping Richa yang sudah seperti putrinya itu.


" Sayang, ayo makan nak." ucap Zion.


Namun Richa masih tetap menolak dengan menggelengkan kepalanya.


Zion meletakkan piring di atas meja, ia membelai lembut rambut keponakan nya itu, seraya menghapus sisa sisa air mata yang masih menggenang, ia tau Richa sangat sedih.


" Papa tau kamu sangat sedih nak, papa paham. Tapi jangan menyiksa diri seperti ini, kamu harus makam Sayang. Arya membutuhkan kasih sayang dan perhatian kamu Cha. Papa yakin, Nelan akan sangat sedih di atas sana melihat keadaanmu seperti ini." Ucap Zion.


Richa menatap Zion, kemudian berhambur memeluk papanya itu. Tangisannya pecah dalam pelukan papa Zion nya. Zion membelai rambut Richa dan menepuk punggungnya untuk menenangkan Richa. Richa menumpahkan tangisannya kembali, ia merasa tak sanggup menjalani semuanya tanpa Nelan bersamanya. Namun perkataan papanya benar, ia juga harus memikirkan Arya. Ia tak boleh terpuruk terus menerus.


" Percayalah nak, ini sudah takdir dari Tuhan. Jangan menyesalinya nak, karena Tuhan tidak akan menguji umatnya di luar kemampuannya. Papa yakin kamu mampu menghadapi ini."


Richa masih terisak, namun tak lama kemudian ia mualai tenang.


" Ayo makan nak." Zion menagmbil piring dan menyuapkan makanan kepada Richa. Richa pun sudah mau membuka mulutnya dan makan.


💫💫💫💫

__ADS_1


Duka tidak berhenti sampai disana, seminggu kemudian, tepatnya 15 hari setelah kepergian Nelan, ayah nya pun menyusul putra tercintanya itu. Raihan wafat di rumah sakit, karena keadaan jantungnga yang semakin lemah karena tidak sanggup menerima kenyataan kalau Nelannya sudah tiada.


Salsa bersimpuh di sebuah makam baru yang penuh dengan taburan bunga segar, ia menatap nanar pada batu nisan yang bertuliskan nama suaminya.


"Bunda. Ayo kita pulang." Ajak Naila.


"Bunda ingin disini dulu Naila."


"Ayo kita pulang bunda, hari sudah sangat sore, Lili dan Arya sedang menuggu kita." Tambah Nevan, menambahkan nama kedua cucunya. Berharap bundanya akan terbujuk.


Semua pelayat sudah pergi hanya tinggal keluarga Richa dan Nelan disana.


" Ayo, bunda. Kita pulang, biarkan ayah beristirahat dengan tenang." Ucap Richa ikut bersimpuh di samping Salsa, Richa menggenggam tangan mertuanya itu. Ia bisa merasakan apa yang dirasakan Salsa. Karena hal serupa baru di alaminya.


Akhirnya Salsa pun menurut dan ikut kembali pulang bersama mereka, Nevan menopang tubuh lemah bundanya beejalan hingga tempat parkir.


💫💫💫💫


Setelah berjalan beberapa waktu, keadaan mulai kembali stabil, walau setiap saat Richa mengingat Nelan ia akan meneteskan air matanya hingga berjam jam. Namun ia harus tetap tegar demi Arya.


Hari ini Salsa meminta seluruh keluarganya berkumoul di rumahnya. Karena ada hal penting yang ingin ia sampaikan.


" Ada apa bun, sepertinya penting?" Ucap Naila.


"Bunda ingin bicara perihal rumah sakit." semuanya yang ada disana saling tatap bingung.


" Apa kalian keberatan jika rumah sakit bunda serahkan kepada Richa? Setelah ayah kalian meninggal tidak ada yang memimpin rumah sakit. Awalnya bunda ingin Nevan yang mengurusnya, tapi bunda tau dia sangat sibuk dengan perusahaan. Lalu Rehan juga memiliki perudahan sendiri yang harus di pimpin. Bunda bisa saja menyerahkannya padamu, Nai. Tapi Sejak awal ayahmu sudah menyerahkan rumah sakit kepada Nelan, bahkan itu sudah tertulis di dalam surat wasiatnya."


" Evan sih terserah bunda." Ucap Nevan.


" Aku juga bun." Tambah Naila.


" Tapi Icha gak setuju." ujar Richa.


Keempat orang dewasa itu menatap bingung Richa.


" Kenapa Cha?" Tanya Naila terkejut dengan apa yang Richa ucapkan.


" Richa merasa tidak bisa melakukannya dan juga tidak berhak."

__ADS_1


" Kau berhak nak. Karena kau adalah istri Nelan." Ucap Salsa.


"Tidak bunda. Kalau pun ada yang behak yaitu Arya, bukan Icha." Ucap Richa.


" Baiklah, itu juga sama saja nak." Ucap Salsa.


" Tapi bun, selagi kita membicarakan ini, Richa ingin mengatakan sesuatu."


" Apa nak?"


" Richa ingin kembali ke New York, ke rumah mami dan papi."


" Apa?" Pekik semuanya bersamaan.


" Maaf bunda. Icah tidak bisa tetap tinggal disini. Terlalu banyak kenangan di setiap sudut di negara ini antara aku dan mas Nel. Rasanya aku tidak akan bisa meneruskan hidupku dengan kenangan ini bun. Maafkan Richa."


Salsa menghela napas. Ia mengerti perasaan menantunya itu, tapi dia juga tidak bisa membiarkan Richa pergi dari nya. Karena dia sudah kehilangan putra dan suaminya, jadi dia tidak ingin kehilangan menantu dan cucunya juga.


" Lalu bunda dengan siapa Icha?"


" Kan ada mas Evan, Rehan dan juga mba Naila bun."


"Tapi bunda tidak bisa membiarkanmu pergi nak. Bunda tidak akan sangup tanpamu dan Arya."


" Bunda.. Richa mohon, hmm?"


" Kamu gak akan selamanya di New York kan Sayang? Kamu akan segera kembali kesini kan nak?"


" Sayang nya tidak bun. Richa tidak akan pulang lagi kesini. Namun bunda tidak usah khawatir,


jika ada waktu Richa dan Arya akan datang mengunjungi bunda. Atau bunda bisa datang ke New York untuk menemui kita."


" Icha.. Mba mohon jangan.." Salsa menghentikan ucapa Naila dengan mengengkat tangannya.


" Sebenarnya bunda berat mengininkanmu pergi nak. Tapi jika ini sudah menjadi keputusanmu, bunda tidak bisa berbuat apa apa."


" Maafin Icha bunda. Jika keputusan Icha ini membuat bunda sedih, dan membuat mba Nai dan juga mas Efan, harus jauh dari Arya. Tapi Richa benar benar tidak sanggup jika tetap disini." Ucap Richa.


Lalu tanpa pikir panjang Richa dan Arya pun segera meninggalkan tanah air menuju negara yang sudah Richa tinggali sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2