Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Manis dan Cantik


__ADS_3

" Dan lo juga seharusnya tau batasan buat menegur yang salah ", tegas Richa. Richa langsung berbalik dan pergi tanpa menoleh lagi, terlihat cairan bening di mata Richa sebelum ia memalingka wajahnya dan Nelan melihat hal itu. Membuat Nelan sedikit merasa bersalah.


" Richa..Icha.. ", panggil Nelan namun sudah tak di gubris oleh Richa.


Apa aku sudah sangat keterlaluan memarahinya ? Batin Nelan.


--------


Richa yang kesal keluar dengan mengomel- omel di jalan. Ia pun bergegas ke kampus. Setibanya di kampus Richa sudah di tunggu kedatangannya oleh Juana, Jordan dan juga Dava.


" Lah, kok kusud banget sih, Cha ?" ucap Jordan.


" Lo kemarin ngilang kemana sih, Cha, eh tapi untung sih lo ngilang, jadi gue bisa denger suara kak Nelan dan dapet nomor ponselnya ". ucap Juana sumbirangah.


" Lo itu temen apa musuh sih Juan.. temen lagi susah lo malah mikirin cowok mulu". celetuk Dava.


" Iya, Cha. Semalam lo ada dimana sih ?". timpal Jordan.


" Aku di rumah papa kok ". jelas Richa.


" Papa ?". ucap ketiganya bersamaan.


" Bukannya lo bilang, keluarga mu ada di luar negeri ya ?" lanjut Juana.


" Maksudnya, Om aku. Aku manggil dia papa ". jelas Richa.


---------


" Sayang, kok kamu bisa sakit sih, terus kenapa minta cewek itu nemenin kamu, bukannya aku". tanya Keysa manja.


" Gak tau ", jawab Nelan asal, karena khawarir pada Richa ia sampai tidak fokus menanggapi pertanyaan Keysa.


" Kok gak tau sih, beb. Terus kapan pulang ?".


" Entahlah, mungkin besok atau lusa ".


" Tapi lusa aku bakal terbang ke LA, sama papa. Kita bakal liburan disana selama 1 bulan, jadi aku mau sebelum pergi jalan sama kamu dulu sayang ". rengek Keysa.


" Ya udah, besok aku usahain keluar dari rumah sakit, biar lusa siang kita bisa jalan ". ucap Nelan tidak fokus.


" Janji ya, Sayang."


" Iya, aku janji, tapi sekarang kamu pulang dulu ya, beb. Entar kalo lama-lama disini bunda dan kakak ku bisa melihat mu." ujar Nelan.


" Kok kamu ngusir aku sih, beb. Kamu gak suka ya aku temenin, kamu lebih suka di tememin cewek bar-bar itu di banding aku." ucap Keysa dengan wajah cemberut.

__ADS_1


" Bukan gitu, Sayang. Kamu tau gimana aku sangat suka ditemani olehmu, tapi kalau bunda melihatmu disini saat ini aku takut pandangannya terhadapmu bakal jadi buruk." jelas Nelan membujuk Keysa. Dengan sesikit bujukan akhirnya Keysa pun menurut dan pergi dari sana.


--------


Setelah dosen keluar dan pelajaran berakhir, Richa dan bersama ketiga sahabatnya tidak langsung pulang, mereka malah asik mengobrol dan berencan pergi makan sebelum pulang. Richa yang masih kesal pada Nelan akhirnya setunju dengan usulan dari Juana tersebut.


Toh Richa pikir Nelan pasti lebih senang di temani Keysa dari pada dirinya. Karena dia hanya seorang istri di atas kertas. Entah kenapa kalimat itu terus saja mengusik pikirannya. Tiba-tiba sebuah nomor baru menelpon ponsel Richa, awalnya ia berpikir mungkin nomor iseng, namun si pemilik nomor tetap kekeh menghubunginya hingga berkali-kali dan akhirnya Richa menerimanya.


" Hallo..", sapa Richa.


" Kamu dimana ?", si penelpon adalah seorang pria.


" Ini siapa ?". tanya Richa, karena ia memang tidak mengenal orang itu.


Disisi lain.


Oh ya, dia kan belum punya nomor ponselku. Wanita ini, kenapa dia tidak pernah berinisiatif meminta nomor ponselku. Aku jadi kesal.


" Suamimu, Nelan.", jawab Nelan. dengan nada kesal.


Disisi lain.


" Oh, suami..", Richa salah ucap, sehingga Juana, Jordan dan Dava yang ada di dekatkan jadi terkejut saat Richa menyebut kata suami, " Maksud aku, sepupu, Ahahahaha, kenapa lo nelpon gue ?" tanya Richa ketus.


" Ini udah jam berapa, kenapa belum balik-balik juga ?" ujar Nelan kesal.


Apa ? dia mutusin panggilannya gitu aja, parah ni cewek, makin berani aja dia. Gumam Nelan.


Nelan yang tak terima dengan perlakuan tidak sopan Richa mencoba untuk memghubunginya lagi, tapi wanita itu sudah menon'aktifkan ponselnya.


" Apa ? dia bahkan berani mematikan ponselnya ! apa dia masih marah karena tindakan ku tadi siang ". Nelan merenungkan kembali ucapan kasarnya tadi pada Richa.


---------


Sebuah restoran.


" Wuah, keliahatannya enak. Selamat makan ". ujar Richa setelah melihat bermacam hidangan di atas meja, sesuai dengan yang mereka pesan.


" Setelah makan, kita pergi nonton aja gimana ?", usul Jordan. " Lo mau kan Cha ?", tanya Jordan pada Richa. Tapi Richa tidak langsung menjawabnya. Rasanya sangat mustahil ia ikut karena bagai mana pun Nelan sedang sakit, dan kalau dia tidak kembali Naila bisa curiga dengan hubungan mereka.


" Richa... kok bengong sih !", ujar Juana mengagetkan Richa.


" Hmm, Oh. Kayaknya kali ini aku gak bisa ikut deh ." seru Richa.


" Kenapa ? apa kamu takut pacarmu marah ?" timpal Dava.

__ADS_1


" Apa ? lo udah punya pacar, Cha ?" tanya Juana dan Jordan kompak.


" Huh? Ng--Ngak punya, aku gak punya pacar, kata siapa ?" jawab Richa gelagapan.


" Hah, Syukurlah." ucap Jordan keceplosan.


" What ? kok lo bersyukur sih, Jojon. Lo kok kayak nya seneng gitu liat kita jomblo terus ", Celetuk Juana. Sedangkan Richa dan Dava hanya tertawa melihat perdebatan kedua orang itu. Setiap bertemu mereka selalu saja berdebat.


" Richa, bilang belum punya, itu artinya aku punya peluang dong jadi pacar, Richa..", ucap Jordan dengan senyum lebar. Dava terkejut sampai menyemburkan air dari mulutnya.


Jadi Jordan beneran naksir ma Richa. Batin Dava. Tatapan Dava terfokus pada Richa.


" Huh....?" ucap Richa dan Juana kompak.


PLTAK!!


" Jangan macam-macam ya lo", ucap Juana habis menjitak kepala Jordan dan mencekik lehernya. " Gue gak kasih ijin ". tegas Juana.


" Kenapa ? " tanya Jordan bingung.


" Lo itu gak ada bagus-bagusnya, gak pantes sama Richa. Kalau pun harus jadi pacar dari kelompok kita, gue lebih milih Richa sama Dava ". jelas Juana.


" Huh?" ucap ketiganya kompak. Richa dan Dava saling tatap, entah kenapa Richa merasa sedikit tersipu malu, sejak awal Richa melihat Dava sudah ada ketertarikan di mata Richa pada Dava.


" Kok Dava bisa, gue gak ?" tanya Jordan kesal.


" Udah deh, lo sadar diri aja, kamu itu gak pantes sama Richa, titik." tegas Juana.


" Tapi gue mau sama Richa, dia manis dan cantik ". ucap Jordan polos.


" Udah pada kenyang kan ? balik yuk ". Richa mengabaikan perbincangan yang baginya tidak penting tersebut.


--------


Saat di jalan Richa berpikir untuk membelikan sesuatu untuk Nelan, dia pasti tidak mengukai makanan rumah sakit. Tapi dia kurang tau apa yang lakk-laki itu suka, dan akhirnya ia pun mengirim pesan dan bertanya ingin di belikan apa, dan Nelan mengatakan ia ingin makan martabak telur. Richa pun mencari martabak telur di perjalanan menuju rumah sakit.


Di ruang Nelan.


" Nih martabak telur pesanan kamu ". Richa mengambil piring dan meletakkan martabak di atasnya, lalu menaruhnya di meja makan pasien.


" Kau harus menyuapiku, baru aku akan memakannya", pinta Nelan sedikit memelas.


" Kalau begitu gak usah dimakan ", kesal Richa. Yang beranjak pergi menuju sofa.


Kenapa espresinya begitu, apa dia masih marah.

__ADS_1


" Lalu kau akan membiarkanku kelaparan sampai pagi, seharian ini aku belum makan, kalau sakitku tabah parah bagai mana?" ucapnya namun tetap di abaikan oleh Richa.


__ADS_2