
Setelah Meli selesai memasang cairan hinpus di salah satu punggung tangan Richa, Meli pamit pulang, Meli berpesan jika semakin memburuk atau tiba-tiba demam ia menyarankan pada Nelan untuk membawanya ke rumah sakit.
Setelah mengantarkan Meli keluar dan memastikan dokter itu pergi Nelan kembali masuk kedalam rumah, sebelum kembali kekamar Nelan kudapur untuk mengambil minuman.
Nelan mengambil air dingin dari kulkas dan langsung meneguknya hingga sensasi dingin itu menalir di tenggorokan terasa sangat sejuk. Otaknya mulai terasa sakit, di pijatnya pelipis yang terasa menegang seraya melangkah kembali kekamar.
Nelan duduk di tepi tempat tidur, ditatapnya wajah wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu dalam-dalam.
Apa aku sudah terlalu keras padanya, apa aku salah melampiaskan kekesalanku padanya ? aku cuma tidak bisa menerima apa yang sudah ayahmu lakukan pada bunda dan ayah, andai kau menolak sejak awal masalah ini tidak akan terjadi, aku juga tidak akan menyakiti wanitaku.
Saat Nelan hampir beranjak dari tempat duduknya tiba-tiba Richa sadar, walau matanya masih terpejam wanita itu sedang mengatakan sesuatu yang kurang jelas terdengar di telinga Nelan, Nelan terpaksa mendekatkan wajahnya agar dapat mendengar ucapan Richa.
" Mami... ", kata-kata itu berkali-kali ia ucapkan, " Mami, Richa takut, Richa mau pulang sama mami dan papi ", dalam mimpinya wanita itu menangis hingga keluar, air matanya terus mengalir.
" Mami... hikk hikk, jangan tinggalin kakak, kakak takut mi... ", mendengar itu Nelan tersadar bahwa dirinya sudah sangat kasar padanya sampai wanita itu merasa takut padanya, seharusnya dia merasa senang karena itu lah tujuan awalnya, tapi melihat ketidak berdayaan Rinca membuatnya marasa sedikit bersalah.
--------
Entah sejak kapan Nelan tertidur di sofa, tiba-tiba suara bel membangunkannya, Nelan melirik jam yang melingkar di lengan kirinya, waktu menunjukkan pukul tengah malam.
Siapa yang datang tengah malam gini.
Nelan terpaksa bagun untuk segera membukakan pintu karena si tamu begitu mendesaknya untuk segera keluar, bel di bunyikan berkali-kali dengan paksa.
__ADS_1
" Bunda... ", Begitu pintu terbuka Nelan dikejutkan dengan sosok Salsa dan Naila yang sedang berdiri tepat di depan wajahnya saat ini.
" Dimana Richa Nel ?", Salsa langsung menerobos masuk begitu pun dengan Naila mengukuti langkah bundanya masuk ke dalam rumah, Nelan yang terkejut hanya mengikuti langkah keduanya tanpa menjawab pertanyaan Salsa.
" Meli bilang Richa sakit, kenapa kau tidak menghubungi kita Nel ", timpal Naila, Salsa langsung masuk kedalam kamar di ikuti Naila dan Nelan.
" Aku, aku.. ", Nelan seperti kehilangan kata-kata.
" Astaga, dia demam tinggi ", ucap Salsa yang sedang memeriksa kondisi menantunya itu, " Kenapa kau tidak membawanya kerumah sakit, apa yang kamu pikirkn nak ", Lanjut Salsa tanpa menatap wajah Nelan, dia masih fokus menatap wajah Richa yang mulai berubah pucat.
" Kita bahas itu nanti saja bun, sekarang mending buruan kita bawa dia kerumah sakit", jelas Naila.
" Apa yang kamu tunggu, ayo bawa istrimu keluar Nel ", Bentakan Salsa menyadarkan Nelan dari lamunannya. Tanpa berpikir panjang Nelan dengan gerakan cepat langsung membawa Richa keluar di ikuti bunda dan Naila.
" Pake mobil mba aja ", Naila membukakan pintu mobil bagian belakang, Mobil Nelan memang hanya muat untuk 2 penumpang karena itu mereka memilih menggunakan mobil milik Naila.
" Kenapa bunda dan mba bisa sepanik ini, apa kondisinya seburuk itu ?", akhirnya Nelan pun memutuskan untuk mengahiri rasa penasarannya dengan kepanikan kedua wanitanya itu.
" Jika kau membiarkannya terus begini lebih lama lagi, akibatnya bisa lebih patal, karena Richa memiliki kekebalan tubuh yang lemah ", jelas Naila.
" Aku tau itu, tadi Meli juga mengatakan gal yang sama ", ujar Nelan.
" Dia pernah menjalani operasi sampai 2kali ", Imbuh Salsa.
__ADS_1
" Apa ?",
" Richa adalah salah satu pasien pasien paman Alvin, dan juga pasien bunda, di usianya yang masih 2 tahun dia dinyatakan menderita penyakit liokimia, kau taukan Nel apa yang terjadi pada pasien penderita penyakit itu ?", penjelasan yang Salsa utarakan membuat Nelan jadi terdiam.
Tentu saja dia tau penyakit apa itu dan dampak apa yang akan di alami si pasien setelah menjalani pencangkokan, dia adalah putra seorang dokter dia sangat paham kondisi Richa saat ini, rasa bersalah mulai menyelimuti perasaannya, karena sudah bersikap kasar pada wanita itu.
" Tenanglah sayang, kita akan segera tiba di rumah sakit ", ujar Salsa menenangkan Richa yang sebenarnya tak sadarkan diri.
" Ayo Nel cepetan dong ", paksa Naila. Nelan menambah kecepatan laju mobilnya, karena tengah malam jalanan tidak terlalu ramai jadi tidak sulit baginya untuk melaju lebih cepat.
Akhirnya meraka tiba di rumah sakit tempat Salsa dan Naila bekeja, yaitu rumah sakit milik keluarganya. Nelan mengeluarkan Richa dari mobil tanpa menunggu alat dorong Nelan sudah mengangkat tubuh Richa masuk kedalam rumah sakit.
Beberapa dokter yang bertugas dan juga suster mendekati Nelan, namun Salsa langsung memberi perintah untuk menyiapkan ruangan untuk Richa.
---------
Saat ini Richa sedang di tangani oleh dokter Naila dan dokter lainnya, Salsa juga seorang dokter tapi dia bukan dokter umum melainkan dokter kandungan, Nelan dan Salsa menunggu Naila di raung tunggu.
" Jelas kan pada bunda Nel, apa yang terjadi, kenapa istrimu bisa sampai seperti ini nak ?", Salsa masih belum mendapatkan penjelasan dari Nelan, sedangkan Nelan bingung harus menjawab apa pada Salsa, " Nel.. ", panggil bundanya lagi yang masih menunggu jawaban Nelan.
" Nel minta maaf bunda, Pagi ini saat Nel berangkat kerja Nel gak tau kalau dia sedang sakit, Nel juga tugas sampai malam ", Nelan menarik napasnya, dia takut karena harus bohong pada bunda nya itu, " Saat Nel pulang Richa tiba-tiba pingsan ", cuma itu yang bisa ia katakan.
" Mulai sekarang tolong lebih memperhatikan dirinya nak, bunda tau kalian masih butuh waktu untuk saling menyesuaikan diri, kau dan dia pasti masih merasa canggung kan, biar bagai mana pun sosok yang Richa kenal yang akan menjadi suaminya adalah kakak kamu Nevan, begitupun dengan mu nak, kau pasti merasa terpaksa dengan pernikahan ini, tapi sayang, Richa itu adalah gadis yang baik, bunda tau itu jadi.. ", Nelan menggenggam tangan Salsa.
__ADS_1
" Nel mengerti maksud bunda, jadi jangan khawatir bun, Nel akan berusaha menjaganya dengan baik, bunda gak perlu khawatir ", Nelan mau tidak mau harus menenangkan bundanya, walau pun kalimat yang diucapkannya itu terucap sedikit lebih tulus dan bukan kepura-puraan lagi.
Tak lama kemudian Naila keluar.