Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Geram.


__ADS_3

Ia merasa tidak tahan melihat wajah imut Richa dan ingin segera menghujaninya dengan ciuman, namun Richa malah menolaknya dan Nelan pun geram lalu mulai menggelitiki Richa.


" Mas.. Apun, Aaahh... Geli mas, ampun, Sayang." Richa mencium bibir Nelan untuk menghentikan Nelan.


" Hm, jadi istriku mulai berani ya sekarang." ucap Nelan.


" Kenapa nggak." tantang Richa.


" Ini masih terlalu pagi, Sayang." Bisik Nelan, " Dan saat ini kita juga sedang ada di rumah orang tuamu." lanjut Nelan menggoda Richa.


" Jadi.." tanya Richa.


Tanpa aba aba Nelan langsung mencium bibir Richa. Karena tidak mendapat penolakan, Nelan langsung me*u*at bibir Richa. Ricah mengikuti permainan dan mulai membalas ciuman Nelan. Namun Richa tersadar kalau saat ini mereka sedang di tunggu oleh keluarganya untuk sarapan lalu ia pun menolak dada Nelan sedikit menjauh.


" Mas, semua orang sesang menunggu kita di ruang makam sekarang." ujar Richa. Nelan pun akhirnya melepaskan Richa saat ini.


" Kau tau ini belum berakhir kan, Sayang." Bisik Nelan di telinga Richa.



" Hm, aku tau, mas..." seru Richa dengan senyum lebar, Nelan pun membalas senyuman Richa dengan sebuah kecupan pipi.



Cklek!?


" Uppss, sory.." Riyan tiba tiba membuka pintu lamar, Richa sontak mondorong tubuh Nelan dengan kasar.


" Iyan....!?"


" Ehehehe, kelepasan. Tapi tenang aja kok, gue gak liat apa apa, jadi lanjutin aja, oke. Permisi...." Ucap Riyan kembali menutup pintu kamar tersebut.


" Apa? Lanjutin apaan, amang kita ngapain, yoyon...", Richa melirik Nelan, wakah suaminya itu terlihat asam.


" Kau baru saja menyingkirkanku, Ica. Dan itu pun hanya karena adikmu." celetuk Nelan kesal.


" Maaf, Sayang. Aku cuma terkejut aja." Namun Nelan tak menghiraukannya dan malah memalingkan wajahnya. Richa mendekatkan wajahnya. " Mas, beneran marah nih...!? Maaf..." Richa menyatukan tangannya lalu memohon pada Nelan. Melihat wajah memelasnya Nelan merasa tidak tahan menggodanya.


" Mas...!?"


" oke aku maafin, tapi panggil Sayang mulai sekarang."


" Apa? Emang harus banget ya ? Mas aja baru beradaptasi. Pelan pelan aku biasain ya mas." Nelan menghela napas panjang.


" Ya udah terserah kamu aja lah." ucap Nelan. Richa malah mengecup bibir Nelan kilas.

__ADS_1


" Oho, udah suka curi curi kesempatan ya sekarang." Nelan membalas kecupan itu dengan cukup lama. Namun ketukan pintu menghentikan ciuman itu.


" Sory, sepasang kakak yang didalam, di suruh mami turun buat sarapan." ucap Riyan di balik pintu tanpa berani membukanya lagi.


" Iya, Iyan. Kita turun sekarang." jawab Richa. Keduanya terkekeh bersama.


 


Setelah mengganti pakain dan rapi Richa dan Nelan turun bersama, langkah mereka terhenti saat tiba di ruang makan. Semua orang sudah duduk rapi di kursi masing masing, sebelum duduk Nelan menyalami kedua mertuanya dulu. Lalu ia pun menarik salah satu kursi dan meminta Richa untuk duduk disana, Richa terlihat bingung, namun ia menuruti perintah suaminya itu.


" Ayo Nak, kau juga duduk lah." seru Cyka.


" Baik, tante." ujar Nelan, Richa menatap Nelan tajam.


" Udah jadi menantu selama ini, kok masih manggil tante, panggil mami aja kayak Richa." Ujar Cyka.


" Iya kak, Nel. Ohya, kakak udah tau nama aku belum?" Tanya Iyan.


" Tentu tau, Riyan kan?" jawab Nelan.


" Kok ka, Nel bisa tau?" tanya Riyan polos.


" Emang kakak kamu baru nikah kemarin, Iyan? Tentu aja, Nak Nelan tau dari kakak kamu." Tangkar Risky. Richa melirik Nelan sekilas, dan tertawa getir.


" Oh ya, bener." seru Riyan.


Selesai makan Richa membantu Cyka dan pelayan membersihkan meja, dari sisa makanan tadi. Sedangkan Nelan mengikuti Risky ke ruang tamu, dan Riyan sudah berangkat ke sekolah.


" Jadi kalian menginap di hotel apa, kak?" tanya Cyka.


" Emm, di hotel XX Mi. Mas udah pesan hotelnya bahkan sebelum kita naik pesawat." jelas Richa.


" Mami terkejut, liat kakak udah bisa cuci piring dan buat minuman." ujar Cyka. Karena saat ini Richa sedang membuatkan kopi untuk Nelan dan Papinya, dan juga teh untuknya Cyka.


" Hehe, belajar mi, dari temen kampus Icha. Salah satu temen kakak ada yang punya restoran besar, Richa minta di ajarin ma dia." Jelas Richa antusias.


" Mami seneng, liat kakak sekarang ini."


" Hmm?"


" Kakak bahagia, nak?" tanya Cyka tiba tiba.


" Hm... Sangat bahagia."


" Nak Nelan, baik padamu, Sayang?"

__ADS_1


" Baik kok, mi. Mas sangat baik sama Richa." setidaknya itu lah yang ia rasakan saat ini, Nelan memang sudah memperlalukannya denhan bai, lalu untuk apa mengingat yang buruk di masa lalu.


" Dia mencintaimu?" tanya Cyka ragu.


" Iya, karena mas, sudah mengatakan itu ke Icha."


" Lalu kakak? apa kakak juga mencintai nak Nelan?" Richa sejenak terdiam, namun ia menarik napas dalam dalam seraya menatap mami nya dengan senyuman lebar.


" Tentu saja, mi. Richa sangat mencintai mas, Nelan." ucap nya tanpa ragu. Cyka merasa lega mendengar hal tersebut, karena Richa terlihat sangat bahagia saat mengucapkannya.


Di ruang tamu Nelan sedang asik berbincang.


" Jadi, bagai mana kabar keluarga disana, nak?" tanya Risky.


" Alhamdullah semuanya baik, dan ada salam juga dari ayah dan bunda untuk papi." jawab Nelan.


" Walaikum salam, oh ya, apa kalian harus menginap di hotel, Nak Nelan. Kenapa tidak di sini saja."


" Tadinya sih Nel usulin gitu juga ke Richa, pi. Tapi Richa ingin menginap di hotel, katanya ia belum pernah memcoba memginap di hotel itu selama ini." jelas Nelan.


" Ohya sudah kalau begitu."


" Hayo lagi ngomongin apaan sih, papi sama mas!" tanya Richa yang baru datang dari dapur dengan membawa nampan di tangannya. Di letakkannya minuman yang baru di buatnya di depan setiap orang. Setelah itu Richa merangkul leher papinya seraya duduk di pangkuannya.


" Papi, nanya apa aja sama masku?" tanya Richa manja.


" Kenapa? Apa kau takut papi menyulitkan masmu. Apa kau sepeduli itu padanya?" Tanya Risky balik.


" Hehehe..." Richa malah nyengir, saat Risky mencubit pelan hidungnya.


" Kakak... Kamu lagi apa sih nak?" Ucap Cyka. " Kamu gak liat tuh suami kamu sampai geleng geleng kepala liat tingkah manja kamu itu." lanjut Cyka mengomili Richa.


" Gak pa pa, Mi. Nel bisa ngerti kalau dia sangat merindukan kalian selama ini. Tapi aku terkejut juga melihat nya seperti itu, karena selama ini dia gak pernah semanja itu ke Nel. Padahal kita udah nekiah cukup lama."


Richa menatap tajam Nelan sambil mengernyitkan keningnya.


Itu mah salah kamu sendiri, mahmud. Lo sendiri kan yang gak kasih gue deket deket lo dari awal, dasar muna lo... Batin Richa.


" Richaaaa...." pangilan itu membuat semua orang menoleh ke arah suara. Saat sudah tau siapa yang datang Richa melompat dari pangkuan Risky, lalu berlari ke arah pintu utama.


" Rehan." Richa sudah meloncat ke arah Rehan dan bergelantungan di dada Rehan. Keduanya terlihat seperti sepasang kekasih saling berputar putar, Richa menilngkarkan kedua tangannya di leher Rehan.


Di sisi lain Nelan sungguh tidak menyukai pemandangan tersebut. Cyka dan Risky bisa melihat perubahan wajah Nelan yang tidak senang.


Apa apaan sih dia itu, kalo aja lo bukan sepupu istriku sudah ku patahkan tangan yang berani kau gunakan untuk memeluk wanitaku. Batin Nelan geram.

__ADS_1


" Rehan, kamu pulang nak." tanya Cyka. Rehan pun menurunkan Richa lalu beralih memeluk Cyka.


__ADS_2